*kanggoan dadi tukang kecek...
Dari: Sugi Lanús <sugilanus@gmail.com>
Kepada: "bali-bali@yahoogroups.com" <bali-bali@yahoogroups.com>
Terkirim: Jumat, 21 Agustus, 2009 18:05:10
Judul: [bali-bali] Fw: TARI PENDET DI KLAIM MALAYSIA
Dear all,
Kita berurusan malaysia tak usai2, dari perbatasan pulau, teroris sampai urusan lagu2 daerah.
Kawan saya Radhar Panca Dahana sangat benarnya: "Masak presiden kita nyanyinya lagu pop mlulu?"
Sesekali SBY bikin album kumpulan lagu daerah termasuk Rasa Sayange di dlmnya, ini kan bisa menjadi symbolic cultural re-claiming. Peluncurannya yg serius. Undang duta besar Malaysia dan para sahabat. Bu Presiden sesekali jadi produser documentary movie tarian2 nusantara. Pak Jro Menbudpar mekidung atau gabung ngigel kecak (kalo tak bisa nari cukup bilang cak-cak-cak) . Sesekali pak Jro ajak penari Pendet mentas di Twin Tower KL atau di Putra Jaya, biar tahu kalo Pendet itu lahir di Bali.
Diplomasi kebudayaan intinya.
Monto gen, liu munyi lek ati.
Suksma,
SL
From: Ni Made Dwidiani
Date: Fri, 21 Aug 2009 10:35:32 +0100
To: <pcmibali@yahoogroup s.com>
Subject: PCMI: TARI PENDET DI KLAIM MALAYSIA
Malaysia Klaim Tari Pendet Bali
Rabu, 19 Agustus 2009 pukul 19:09:00
Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.
Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.
Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya. she/kpo
Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar