Sederetan nama pemikir kebudayaan Indonesia akan hadir dan bicara:
- Sydney Jones
- Putu Wijaya
- Goenawan Muhamad
Dalam tema apa?
Ada sebuah ikhtiar mencanangkan "estetika Nusantara" di kalangan guru+seniman+budayawan+akademisi dan didukung ratusan sekolah. Sebuah penawaran dan alternatif terhadap kurikulum dan pengajaran kesenian di sekolah yang selama ini kurang peka terhadap pluralisme dan multikulturalisme ke-Indonesia-an kita.
Lewat Jambore Pendidikan Seni Nusantara (JPSN) dan "kurikulum pengajaran estetika nusantara" yang telah digodok dan dicetak, serta diterapkan di beberapa sekolah di tidak kurang dari 12 provinsi, Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) mendapat sambutan luar biasa.
Kali ini, LPSN mengadakan sebuah "evaluasi nasional" dengan tajuk "Jambore Pendidikan Seni Nusantara"
Sekilas acara terbuka bagi masyarakat umum:
+ Orasi kebudayaan dengan tajuk: "Merumuskan Kembali Keindonesiaan Kita" akan disampaikan oleh Goenawan Mohamad—budayawan dan jurnalis senior— yang juga menjadi salah seorang pembina di Yayasan LPSN.
+ Diskusi Panel:
"Negara, Agama, dan Kebudayaan: Negosiasi dan Toleransi" oleh A. Moqsith Ghozali
"Paradoks Lokal, Nasional, dan Global" oleh Sidney Jones
"Menumbuhkan Sikap Toleran dalam Pendidikan Seni-Budaya (Teater)" oleh Putu Wijaya
Untuk detail kegiatan silahkan simak lampiran acara di bawah ini (susunan kegiatan JPSN).
Salam budaya,
Sugi Lanus
JAMBORE PENDIDIKAN SENI NUSANTARA, LOMBOK 17-22 Juli 2009
Jenis Kegiatan:
A.Upacara Pembukaan dan Pawai Budaya
Upacara pembukaan Jambore PSN akan digabung pelaksanaannya dengan pembukaan event Bulan Apresiasi Budaya (BAB) Provinsi NTB yang akan berlangsung pada tanggal 17 Juli 2009 di Praya, Lombok Tengah. Acara akan dibuka secara langsung oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Zainul Majdi. Usai acara pembukaan, seluruh peserta jambore akan melakukan pawai budaya keliling kota Praya dengan rute lapangan Muhajirin – Pendopo Bupati Lombok Tengah (± 2 km). Para peserta kontingen dari 12 provinsi akan mengenakan pakaian adat/kostum khas wilayah masing-masing. Para seniman dan grup kesenian lokal akan turut berpartisipasi dalam pawai ini.
B. Pameran Karya Seni Siswa dan Karya Seni Khas NTB
Hari/tanggal : Jum'at – Selasa, 17 – 21 Juli 2009
(Lokasi di Museum Daerah NTB dan Asrama Haji)
Pameran ini akan diadakan di 2 (dua) lokasi. Lokasi pertama adalah di Museum Daerah NTB, Jl. Panji Tilar Negara, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di museum ini, akan dipamerkan karya-karya seni khas NTB berupa bermacam-macam alat musik dawai dan tekstil yang ada di wilayah NTB. Dipamerkan juga barang-barang kerajinan khas NTB, dan foto-foto pemandangan alam dari kelompok fotografi di NTB.
Lokasi kedua pameran adalah di Asrama Haji, yang juga sebagai tempat penginapan para peserta jambore. Di lokasi ini, akan dipamerkan karya-karya seni siswa dari sekolah-sekolah yang telah mengikuti program LPSN di 12 wilayah di Indonesia. Karya-karya yang dipamerkan berupa topeng, alat musik dawai, tekstil, miniatur rumah, kaligrafi, dan lain sebagainya, sebagai hasil kreativitas mereka setelah menerima pembelajaran-pembelajaran dari topik-topik Pendidikan Seni Nusantara.
C.Pertunjukan Seni Siswa
(Lokasi: Pendopo Gubernur NTB, Praya, Pendopo Wakil Gubernur NTB, Taman Budaya NTB)
Kegiatan ini merupakan hasil kreativitas para siswa dari 12 wilayah dalam mengemas suatu pertunjukan seni yang kental dengan unsur-unsur budaya masing-masing wilayah sehingga didapatlah suatu kompilasi pertunjukan seni yang menarik, kaya, dan meng-Indonesia.
D. Pemutaran Film
Hari/tanggal : Sabtu, 18 Juli 2009 (Lokasi: Taman Budaya NTB)
Film-film yang akan diputar adalah film-film indie pendek yang mengangkat tema seputar identitas, realitas keberagaman, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Akan ada sesi diskusi usai pemutaran film.
E. Workshop
Workshop untuk siswa:
Hari/tanggal : Sabtu – Selasa, 18 – 21 Juli 2009
(Lokasi: Taman Budaya NTB)
Workshop ini adalah sebagai ajang ketemu langsung siswa dengan seniman/pegiat seni. Tujuannya adalah agar siswa mendapat pengalaman langsung berinteraksi sekaligus mendapat transfer ilmu dari seniman/pegiat seni pengisi workshop. Untuk setiap tema workshop siswa, masing-masing wilayah akan mengikutsertakan 2 orang siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Khusus untuk NTB—sebagai tuan rumah—akan mengikutsertakan 12 siswanya pada setiap tema workshop.
Adapun tema-tema workshop untuk siswa adalah sebagai berikut;
1. Jurnalisme Kesenian
Workshop ini membahas metode dan teknik tentang jurnalisme seni dan kritik seni. Melalui workshop ini, para siswa diharapkan mendapatkan kemampuan dalam hal membuat reportase yang baik tentang kesenian dan kebudayaan.
Instruktur: 1. Sugi Lanus - Bali
2. Hilda Lionata – Bandung
2. Topeng
Workshop ini akan mengajarkan beberapa teknik pembuatan topeng, dilanjutkan dengan materi teknik menari dengan mengenakan topeng sesuai dengan karakter topeng yang berhasil dibuat.
Instruktur: 1. Toto Amsar Suanda (Seniman & Akademisi)-Bandung
2. Herry Dim (Perupa)-Bandung
3. Teater
Workshop ini mengajarkan teknik-teknik berteater.
Instruktur: 1. Agus Nur Amal (PM TOH)- Jakarta
2. Theodora Josephine Erlijna - Jakarta
4. Tari
Workshop ini diarahkan untuk dapat mendorong para siswa dalam memahami, mengapresiasi dan mempraktikan teknik-teknik dasar menari dari sisi konvensional (klasik) maupun modern.
Instruktur: 1. Eko Supriyanto – ISI Solo
2. Muslimin – ISI Solo
5. Fotografi dan Video
Workshop ini akan mengajarkan tentang dasar-dasar fotografi dan video yang meliputi pengenalan tentang kamera, teknik pencahayaan, jenis-jenis shot, gerak kamera, dan pemberian caption.
Instruktur: 1. Triyanto Hapsoro – Yogyakarta
2. Nugroho Adi – LPSN Jakarta
Workshop untuk guru:
Hari/tanggal : Sabtu – Minggu, 18 – 19 Juli 2009 (Lokasi: Museum NTB)
Workshop Metodologi Penelitian dan Pendokumentasian Kesenian Nusantara
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru kesenian dalam mengadakan penelitian dan pendokumentasian kesenian dalam wilayah budayanya, dengan memberikan metode dan tekniknya, baik melalui uraian tekstual maupun melalui media audiovisual.
Materi pokok yang akan diberikan dalam workshop ini adalah
(a) Wawasan seni dan kebudayaan,
(b) Metode etnografi,
(c) Metode penelitian lapangan,
(d) Metode dan teknik dokumentasi audiovisual, dan
(e) Metode penelitian kesenian kreatif.
Pendekatan utama dalam pelatihan ini adalah praktis-partisipatif. Hasil yang diharapkan adalah, para guru dari pelbagai wilayah budaya ini akan memiliki kemampuan meneliti sekaligus mendokumentasikan kesenian dan kebudayaan lokal yang ada di wilayah budayanya secara ilmiah dan kontekstual. Hasil penelitian dan pendokumentasian kesenian lokal ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi siswa di sekolah, menjadi bahan publikasi di jurnal ilmiah ataupun di media setempat, dan bahkan dapat dijadikan arsip kesenian dan kebudayaan di masing-masing wilayah budaya. Workshop ini akan diikuti oleh 2 orang guru dari masing-masing provinsi (11 provinsi), dan khusus untuk NTB, sebagai tuan rumah, akan mengikutsertakan 30 gurunya.
Instruktur: 1. Ign. Hariyanto (Jakarta)
2. Abduh Azis -(Dewan Kesenian Jakarta)
3. Endo Suanda -(LPSN Jakarta)
Pertunjukan Khusus
Taman Budaya NTB, Minggu, 19 Juli & Selasa, 21 Juli 2009)
Sesi ini akan menampilkan pertunjukan monolog dari Putu Wijaya, sutradara sekaligus pimpinan Teater Mandiri. Putu Wijaya merupakan penulis buku sekaligus instruktur pelatihan LPSN untuk topik "Teater" . Akan tampil juga Agus Nur Amal atau lebih dikenal dengan "PM Toh" dengan pertunjukan teater dongengnya.
Untuk mengenalkan kesenian lokal yang ada di NTB sekaligus menambah apresiasi peserta jambore, sesi pertunjukan khusus ini juga akan mengundang para seniman dan grup-grup kesenian lokal NTB untuk menampilkan kesenian-kesenian tradisi semacam: musik Cilokaq, Kemidi Rudat, Gendang Beleq, dll.
Sebagai penutup acara jambore, akan diadakan pertunjukan Wayang Kulit Sasak semalam suntuk.
g. Seminar Umum Sehari:
(Lokasi: Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur Prov. NTB)
Seminar ini tebuka untuk umum dan akan mengundang pula para guru kesenian di sekolah-sekolah di wilayah NTB yang tidak mengikuti event jambore ini. Ajang seminar umum ini akan menjadi kredit poin yang amat bermanfaat bagi guru kesenian dalam menambah pengetahuan dan pengalaman mengikuti event akademis di bidangnya, sehingga dapat pula menjadi portofolio tambahan bagi guru dalam hal program sertifikasi guru yang sedang marak akhir-akhir ini.
Seminar ini akan dibagi dalam dua sesi, dengan masing-masing sebagai berikut:
Sesi 1: Selasa, 21 Juli 2009, Pukul: 10.00-12.30 WITA
Tema: "Genealogi Multikulturalisme di Indonesia."
Isu pokoknya adalah untuk melihat kehidupan atau dinamika kebudayaan (kesenian) dalam tataran sosial, kenegaraan, dan keagamaan. Sesi ini akan diisi tiga panelis:
Negara, Agama, dan Kebudayaan: Negosiasi dan Toleransi.
Pembicara: A. Moqsith Ghozali
Paradoks Lokal, Nasional, dan Global.
Pembicara: Sidney Jones
Menumbuhkan Sikap Toleran dalam Pendidikan Seni-Budaya (Teater)
Pembicara: Putu Wijaya
Moderator: T.G. Hasannain
Sesi 2: Selasa, 21 Juli 2009, Pukul 13.30-16.30 WITA
Tema: Pengembangan Konsep Multikulturalisme di Bidang Pendidikan Seni Budaya, yang akan diisi 4 panelis:
Menumbuhkan Prinsip Keberagaman Melalui Pendidikan Kebudayaan di Pesantren
Pembicara: K.H. Maman Imanuoelhaq
Strategi Kurikulum Seni-Budaya Lokal dalam Konteks Nusantara.
Pembicara: Kepala Dinas DikPora NTB (Bpk. Maksum)
Pendidikan Seni-Budaya Lokal dalam Lingkungan Sekolah Muhammadiyah.
Pembicara: Yayah Khisbiyah
Moderator: Endo Suanda (LPSN)
h. Debat Siswa
(Lokasi: Taman Budaya NTB)
Kegiatan ini adalah ajang pertukaran ide, pemikiran, dan pengalaman dari para siswa tentang berbagai hal menyangkut kebudayaan. Debat ini terbagi menjadi 3 sesi, dan setiap sesinya akan menampilkan masing-masing 2 siswa dari perwakilan setiap wilayah sebagai pembicara.
Tema 1: "Menyikapi Budaya Barat dalam Kehidupan Sehari-hari"
Pembicara: -Perwakilan siswa dari Jawa Barat
-Perwakilan siswa dari NTB
-Perwakilan siswa dari DKI Jakarta
-Perwakilan siswa dari Sumatera Utara
Fasilitator: Hilda Lionata (Bandung)
Tema 2: "Kontroversi Seputar Pengklaiman Reog dan Lagu Rasa Sayange oleh Malaysia"
Pembicara: -Perwakilan siswa dari Jawa Timur
-Perwakilan siswa dari NTB
-Perwakilan siswa dari Bali
-Perwakilan siswa dari Papua Barat
Fasilitator: Hilda Lionata (Bandung)
Tema 3: "Islam dan Kesenian"
Pembicara: -Perwakilan siswa dari Kalimantan Timur
-Perwakilan siswa dari Sumatera Barat
-Perwakilan siswa dari NTB
-Perwakilan siswa dari Sulawesi Selatan
Fasilitator: M. Aminullah (NTB)
Orasi Kebudayaan:
(Lokasi: Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur Prov. NTB)
Orasi kebudayaan oleh Goenawan Mohamad
Perjalanan Budaya
Perjalanan budaya ini adalah kegiatan yang bersifat rekreatif-edukatif bagi siswa dan guru. Selama perjalanan budaya ini, para siswa dan guru diberikan tugas melakukan pengamatan dan penelitian terhadap lokus-lokus kebudayaan yang akan dikunjungi. Hasil pengamatan dan penelitian tersebut kemudian diterjemahkan dalam suatu tulisan yang berbentuk feature ataupun jurnalisme kebudayaan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari proses workshop penelitian kesenian/kebudayaan bagi guru dan workshop jurnalisme kesenian dan kebudayaan bagi siswa, yang telah diberikan pada sesi-sesi sebelumnya.
Naskah yang representatif akan dimuat di Majalah Gong edisi September dan November 2009.
Tempat-tempat yang akan dikunjungi adalah lokus-lokus kebudayaan yang ada di wilayah NTB, di antaranya yaitu:
Kampung Segenter—kampung tradisional suku Sasak, terletak di Dusun Segenter, di Kecamatan Bayan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Masjid Agung Bayan Beleq—masjid yang didirikan pada masa awal berkembangnya agama Islam di pulau Lombok.
Senaru—sebuah desa yang terletak di lereng Rinjani. Terkenal dengan keindahan alamnya.
Narmada: taman yang terletak di Lombok Barat ini merupakan tiruan dari Gunung Rinjani. Dibangun oleh Raja Anak Agung Dede Karang Asem pada awal abad 19. Di dalamnya terdapat pula Pura Suci Narmada.
Sade: sebuah desa suku Sasak yang terletak di ujung selatan Lombok. Masyarakat desa ini masih mempertahankan budaya dan tradisi Sasak. Lantai rumah dari tanah liat yang dilumuri kotoran kerbau, kerangka rumah terbuat dari bambu dan kayu, dan beratapkan alang-alang, merupakan tradisi yang masih ada di masyarakat ini hingga kini.
Banyumulek: pusat pembuatan gerabah secara tradisional di Lombok.
Para peserta akan dibagi menjadi empat kelompok yang memiliki rute perjalanan yang berbeda. Adapun rutenya adalah sebagai berikut.
Grup I : Segenter, Masjid Kuno Bayan. Senaru.
Grup II : Taman Narmada, Suranadi, Lingsar, Rungkang, Senggigi.
Grup III : Taman Mayura, Sade, Kuta, Sukarara, Banyumulek.
Grup IV : Penakaq, Pringgasela, Otak Kokoq, Senggigi
5. Hasil yang Diharapkan:
1.Adanya siswa-siswa dan guru-guru yang memiliki kesadaran kuat dalam mengapresiasi dan memelihara seni budaya Nusantara terutama melalui jalur pendidikan formal.
2.Adanya ruang interaksi dan dialog seni budaya antarsiswa dan guru yang berasal dari pelbagai latar belakang budaya.
3.Adanya siswa-siswa dan guru-guru yang memiliki kesadaran multikultural yang kuat dalam menyikapi segala perbedaan dan keberagaman yang ada.
4.Adanya siswa-siswa yang berkompeten secara teknis dalam hal seni penulisan kreatif, teknik pembuatan topeng, teknik menari, teknik berteater, dan teknik membuat film, melalui forum workshop yang diberikan.
5.Adanya guru-guru yang mempunyai pengetahuan dan kompetensi dalam hal metodologi penelitian dan pendokumentasian kesenian Nusantara melalui forum workshop yang diberikan.
6.Adanya forum-forum seni budaya yang mencerdaskan yang dapat mengasah kepekaan dan apresiasi seni budaya di kalangan siswa, guru, dan masyarakat umum.
6. Dampak:
1.Adanya keberminatan, kepedulian, dan apresiasi positif dari para siswa, guru dan masyarakat umum terhadap kekayaan seni budaya Nusantara.
2. Tumbuhnya kesadaran multikulturalisme di kalangan siswa, guru, dan masyarakat umum.
3. Adanya kebijakan yang lebih serius dari pemerintah dalam hal pelestarian seni budaya Nusantara, khususnya lewat jalur pendidikan formal.
7. Peserta:
Peserta jambore ini adalah para siswa dan guru tingkat sekolah menengah (SMP, SMA, dan SMK), madrasah (MTs dan MA), dan pesantren di 12 wilayah provinsi di Indonesia (Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Barat) yang telah mengikuti program Kurikulum Pendidikan Seni Nusantara di sekolahnya untuk mata pelajaran Seni Budaya. Para peserta jambore ini telah melalui proses seleksi hasil dari monitoring tahunan program Pendidikan Seni Nusantara yang dilakukan oleh masing-masing Sekretariat Wilayah LPSN.
Adapun jumlah peserta direncanakan 235 orang terdiri dari :
Delegasi siswa: 11 wilayah (Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Barat) x 10 orang = 110 orang
Delegasi guru: 11 wilayah (Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Barat) x 2 orang = 22 orang
Delegasi LPSN Wilayah: 12 wilayah x 1 orang = 12 orang
Delegasi NTB (Tuan Rumah):
- Delegasi siswa dari NTB: 61 orang
- Delegasi guru dari NTB: 30 orang
5. Delegasi wilayah yang belum mengikuti program PSN:
- Kabupaten Banggai (Sulawesi Tengah)
- Bali.
8. Waktu dan Tempat:
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Kamis-Selasa, 16-22 Juli 2009 di Mataram, NTB.
9. Organisasi Penyelenggara:
Penyelenggaraan jambore ini diorganisasi oleh Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) Jakarta bekerja sama dengan LPSN NTB dan Forum Guru PSN NTB. Kegiatan ini didukung oleh Gubernur NTB, HIVOS, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Museum Daerah Provinsi NTB dan Majalah Gong.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar