Persiapan Perayaan Kuningan di Frankfurt 24 Oktober 2009 Hari Rabu tanggal 8 Juli 2009, adalah merupakan hari yang cukup bersejarah bagi semua warga Indonesia, karena pada hari itu merupakan hari pemilihan president Indonesia (pilpres) secara langsung dari rakyat indonesia untuk memilih president Indonesia periode 2009 - 2011. Pelaksanaan pemilihan president yang berlangsung di tanah air secara LUBER (Langsung, Bebas, dan Rahasia) juga berlangsung di kantor Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Frankfurt. Semua warga Indonesia yang berdomisili di Jerman yang memiliki hak untuk memilih menyalurkan hak pilihnya dengan datang ke KJRI Frankfurt di hari rabu tanggal 8 Juli 2009. Di hari yang sama setelah Pemilihan President Indonesia, sekelompok warga Bali yang berasal dari Frankfurt dan sekitarnya, berkumpul di area belakang KJRI beramah tamah sembari menikmati hidangan masakan Indonesia yang di jual oleh para Ibu-ibu dharma wanita Indonesia. Sejenak setelah makan siang di KJRI, beberapa warga bali akhirnya melanjutkan perjalanannya ke Betina strasse untuk melakukan rapat persiapan perayaan Kuningan yang akan jatuh pada hari Sabtu Kliwon tanggal 24 Oktober 2009. Perayaan Kuningan di Jerman Sekilas mengenai perayaan Kuningan di Jerman, sesungguhnya perayaan Kuningan ini adalah merupakan rangkaian dari perayaan Galungan dan Kuningan yang berlangsung setiap 6 bulan sekali dan di rayakan secara bergilir di kota-kota yang berbeda. Menyesuaikannya dengan Desa Kala Patra, dimana umat Hindu yang berdomisili di Jerman yang tempat tinggalnya berjauhan satu dengan yang lainnya, dan juga karena keterbatasan waktu yang di milikinya, perayaan Galungan dan Kuningan di pusatkan menjadi satu pada saat hari raya Kuningan yang juga bertepatan dengan hari sabtu. Perayaan Kuningan sebelumnya berlangsung di Jerman seperti di kota Berlin, Hamburg, Hannover, Kasel, dll. Dan untuk perayaan Kuningan yang akan datang tanggal 24 Oktober 2009 akan di selenggarakan di gedung Ledermuseum Offenbach (atau dalam bahasa inggrisnya di kenal dengan nama German Leather Museum) yang beralamat: DLM Leather Museum Offenbach Frankfurter Strasse 86 D-63067 Offenbach Perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 ini akan di selenggarakan oleh Tempek Hessen (Frankfurt dan sekitarnya) yang di pimpin oleh Ibu Gusti Ayu Made Wiyogani Prior. Untuk mensukseskan acara perayaan Kuningan nanti, dan ketika masyarakat indonesia berkumpul di KJRI Frankfurt untuk menyalurkan hak pilihnya di hari Pemilihan President Indonesia, Ibu Made Wiyogani berinisiatif mengajak Warga Bali (umat hindu) untuk melaksanakan rapat koordinasi di sebuah tempat yang tidak jauh dari Gedung KJRI. Rapat yang di pimpin oleh Ibu Made WIyogani, serta di hadiri oleh Ida Bagus Ngurah (Frankfurt), Ketut Sri Artini Grosse (Giessen), Burkhardt Grosse (Giessen), Ketut Suastiti Fluegel (Frankfurt), Yasmin Asih Scheiber (Stuttgart), Komang Mawan (Rheinland-Pfals), Subie Kim (Darmstadt), Nyoman Rianasari Dewi (Stuttgart) dan Ketut Adnyana (Stuttgart), berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun tetap serius. Rapat di awali dengan Panganjali Umat yang di pimpin oleh Ida Bagus Ngurah (Frankfurt), kemudian di lanjutkan oleh Ibu Made Wiyogani yang menjabarkan point-point penting persiapan Perayaan Kuningan serta kebutuhan untuk membentuk seksi-seksi yang menanggung jawabi tugas-tugas yang sekiranya di perlukan dalam Perayaan nanti . Seperti Seksi Pendanaan, Seksi Banten, Seksi Konsumsi, Seksi Kesenian, Seksi Komunikasi yang menanggung jawabi perihal surat menyurat, undangan, penyusunan acara, Seksi Keamanan, serta Seksi Dokumentasi. Upakara / Banten Kuningan Sarana upakara yang menjadi ciri khas dalam perayaan Kuningan adalah adanya "Tamiang" yang berasal dari kata "Tameng" yang berfungsi sebagai alat penangkis senjata atau memiliki makna perlindungan diri atau penolak Bala. Disamping itu juga Tamiang, juga melambangkan "Dewata Nawa Sanga", karena menunjuk sembilan arah mata angin. Tamiang juga melambangkan perputaran roda alam (cakraning panggilingan). Dimana lambang itu mengingatkan kita sebagai manusia akan hukum alam, resikonya akan tergilas oleh roda alam. Sampian Gantung itu di tempatkan di samping pintu dan di setiap sudut bangunan pelinggih atau sudut rumah. Sarana-sarana Upakara yang tersirat pada perayaan Kuningan ini beserta sarana upakara lainnya untuk mensukseskan perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 di Offenbach nanti, telah di sanggupi serta akan di tanggung jawabi oleh Ibu Ketut Suastiti Fluegel. Ibu Ketut Suastiti yang di bulan Juli hingga Agustus ini akan berlibur di Bali berserta keluarganya, akan mencoba mempersiapkan seluruh sarana Upakara Kuningan dan membawanya serta dari Bali, sehingga Perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 bisa berjalan dengan lancar. Kesenian Disamping perayaan kuningan ini di harapkan bisa berjalan dengan hening di mana umat Hindu yang berdomisili di Jerman dan sekitarnya yang ketika bersembahyang bersama di Hari raya Kuningan di Offenbach ini bisa mencapai kedamaian "Santha Jagadhita", disaat setelah melakukan persembahyangan bersama umat Hindu yang hadir beserta para undangan juga di harapkan bisa mendapatkan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan Kebudayaan Bali serta kesenian Bali yang di suguhkan lewat tari-tarian yang akan di tanggung jawabi oleh Ibu Nyoman Suyadni Mindhoff dan Bapak Made Sukasta Mindhoff bersama sanggar tari dan gamelan "Bali Puspa" Adapun jenis-jenis tari-tarian yang akan di persembahkan oleh Sanggar Tari dan Gamelan Bali Puspa, yang tentunya di dukung dengan iringan musik gamelan adalah sebagai berikut: Tari Rejang Dewa, Tari Pendet, Tari Sekar Jagat, Tari Margapati, Tari Telet, serta iringan musik Beleganjur. untuk menambah keceriaan selama perayaan Kuningan nanti, Panitia perayaan Kuningan, juga akan menerima dengan senang hati sumbangan tari-tarian dari anggota Nyama Braya Bali lainnya . dan Tarian yang terakhir yang tentunya bisa ikut melibatkan partisipasi para pengunjung, tidak saja umat hindu, melainkan juga para pengunjung umum untuk ikut menari bersama, Tarian Joged Bumbung juga akan di tampilkan sebagai penutup acara perayaan Kuningan nanti. Komunikasi Dengan maksud untuk berbagi kebahagiaan yang kita miliki di saat kita umat hindu merayakan hari raya suci, panitian perayaan kuningan kali ini juga akan mengundang lembaga ataupun organisasi lainnya. Seperti Konsulat Jendral Republik Indonesia yang berkedudukan di Frankfurt, Direktur Leder Museum Deutschland, serta organisasi keagamaan beserta organisasi sosial lainnya yang ada di bawah naungan KJRI Frankfurt ataupun yang ada di kota Frankfurt, serta Direktur Jendral Agama Hindu yang berkedudukan di Jakarta, bila memungkinkan, akan turut pula di undang menghadiri perayaan Kuningan umat hindu di Jerman dan sekitarnya pada tanggal 24 Oktober 2009 ini . Panitia perayaan Kuningan juga dengan senang hati mempersilahkan anggota Nyama Braya Bali lainnya bila ingin mengundang teman baiknya, atau relasi kerjanya, atau tetangga yang dikenalnya dengan baik untuk turut serta menghadiri Perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 nanti. khusus untuk undangan pribadi ini, panitia mengharapkan kepada setiap umat hindu atau anggota Nyama Braya Bali (NBB) untuk melaporkannya atau mendaftarkannya terlebih dahulu kepada penitia, sehingga surat undangan yang di persiapkan oleh panitia bisa di kirimkan kepada anggota NBB. Untuk perihal surat menyurat, undangan resmi, serta susunan acara selama berlangsungnya perayaan kuningan ini akan di tanggung jawabi oleh ketua panitia Ibu Made Wiyogani yang di bantu oleh sekertaris Nyama Braya Bali yaitu Ibu Yasmin Asih Scheiber beserta Ibu Ketut Sri Artini Grosse. Konsumsi Disamping pembahasan point-point penting diatas, pembahasan tentang point yang tidak kalah pentingnya yang mungkin sekiranya akan menentukan kenyamanan jalannya perayaan kuningan nanti adalah suguhan makanan chiri khas Bali, yang tidak hanya untuk mengobati rasa rindu dari umat hindu yang merantau di Eropa akan masakan Bali yang biasanya di dapati di kampung halaman di Bali, tapi juga untuk turut serta mempromosikan serta mengenalkan jenis-jenis masakan khas bali ataupun jajanan khas Bali kepada para pengunjung umum, baik itu masyarakat indonesia lainnya ataupun masyarakat Jerman serta masyarakat Eropa lainnya. Untuk menjamin keberhasilan perayaan Kuningan nanti dari menu hidangan Bali yang akan di tawarkan Panitia, Ibu Made Wiyogani Prior selaku Ketua Panitia Perayaan Kuningan, mempercayakan tanggung jawab Konsumsi ini kepada Ibu Putu Ari Burth. Peresmian Kepengurusan Nyama Braya Bali Jerman 2009 - 2011 Untuk lebih memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia yang ada di Jerman ataupun di Eropa, memperkenalkan kepada lembaga Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt selaku wakil pemerintah Indonesia di Jerman, serta memperkenalkan kepada Masyarakat Jerman dan Eropa lainnya, pada perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 nanti juga akan dilangsungkan peresmian Kepengurusan Nyama Braya Bali Jerman 2009 - 2011, yang kepengurusan ini di ketuai oleh Ibu Suputri Sudjiwa. Peresmian serta perkenalan Pengurus lengkap Nyama Braya Bali (NBB) Jerman 2009 - 2011 ini akan di langsungkan di saat setelah selesainya acara keagamaan (persembahyangan bersama) atau tepatnya di saat acara ramah tamah yang di isi sambutan dari Ketua Panitia Perayaan Kuningan, sambutan dari Konsulat Jendral Republik Indonesia, serta sambutan dari Direktur Leder Museum Jerman selaku pemilik gedung tempat penyelenggaraan Perayaan Kuningan ini. Akhir kata, tidak terasa waktu sudah berjalan menunjukkan jam 16.00, dan topik-topik penting yang berhubungan dengan perayaan Kuningan sudah pula semua terbahas, rapat akhirnya di tutup dengan jamuan makan yang telah di persiapkan oleh Ibu Made Wiyogani Prior dan Ibu Ketut Suastiti Fluegel. serta di ikuti oleh acara foto bersama. Ibu Made Wiyogani Prior, selaku ketua panitia Perayaan Kuningan 24 Oktober 2009, sambil memanjatkan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, berujar beliau merasa sangat terharu dan bahagia akan semangat "ngayah" dari anggota Nyama Braya Bali di Jerman, yang bahu membahu mewujudkan pertemuan Umat Hindu yang merantau di Jerman dan di Eropa melalui acara persembahyangan bersama pada saat hari raya kuningan nanti. Dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan "menyama braya" sebagai warga bali yang merantau di Jerman yang jauh dari kampung halaman di Bali, ketulus ikhlasan berdoa kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, serta meyakini Tuhan itu ada dimana-mana (Wyapi Wyapaka), kedamaian serta kesejahteraan lahir batin "Jagadhita" akan tercapai pada setiap insan manusia. Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa selalu melindungi kita semua. |
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen Massenmails.
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar