Pak Darma ewer terus... disuruh ngayah ke Melb.
Sebenarnya saya sudah dengar , masalah caru mecaru di Melbourne ini
dari pasukan bodrex di Melb.
Tapi yang saya dengar katanya juga untuk korban agni yang lalu.
For the record , saya merasa keberatan dalam acara caru mecaru ini.
Karena , believe system kita lain , dalam kata lain , kita harus minta ijin dengan semua keluarga korban untuk mecaru ini , bagaimana kalau ada dari keluarga korban yang khatolik fanatik?
Itikad baik ,yang didasari oleh sok religius (dalam hal ini Hindu Bali),mungkin tidak sesuai dengan adat istiadat orang lokal, mungkin juga membuat mereka tersinggung.
Secara pribadi , kalau ada yang ngotot mecaru dengan mengorbankan hewan , sebaiknya kepala yang mau mecaru saja dipotong pakai tumbal.
Mecaru (pengorbanan binatang )itu bukan Hindu , tapi agama Bali yang lebih dekat dengan Paganisme , seperti suku Maya dan Inka.
Ajaran pokok Hindu adalah Ahimsa , jadi contradiksi sendiri.
Seperti yang saya katakan dulu , di Bali Hindunya hanya 20,7 %,
selainnya adat istiadat peninggalan Pagan , baik Pagan kaja dan Pagan Kelod dekat banjar Tatasan, sebelum Penatih... ehm hmm..
Jadi teringat penikan pamanda , Peranda Rsi Agung Pinatih :
" Bapa sing taen ngorahin anak mecaru , ae men nyak kenene , nyak rahayu , men tusing nyak ajak galahe , kel kenekenang?"
Bahasa Indonesia yang disempurnaken nya begini lho artinya...
" Bapak ( Gue ) gak pernah nyuruh orang berkorban lho , ye kalau
mau jalanya ok ok setelah itu , kalau nggak kena jalan itu,
mau lu apain sih dong peh ?"
Sama dengan acara ngulapin setelah kecelakaan , yang teledor dan kesalahan diri sendiri , yang dikorbankan mahluk hidup yang lain.
Coba saja lihat disiplin lalin di Bali ,jelas accident waiting to hapen.
Berapa ayam brumbun harus dikorbankan karena Polisi Incompotent,
Berapa caru harus dihidangkan karena Polisi Lalin nya nggak beres?
Caru itu hanya perlu sebagai atur piuning untuk mahluk lain yang menempati tempat itu sebelum kita rampok dan gunakan untuk kepentingan kita.Itupun kalau mereka mengijinkannya..
Mentang mentang jadi manusia jeg mekejang benyahin , busung sepeg , siap , sampi matiang anggon caru.. bah... kenken ne?
Aruuh.. jeg bingum saya ini , kanggoang monto malu neh,,
saya mau mecaru sedikit.. eh. maksudnya mecari.. ceki.
shanti is bingum lagi.
Tri Bhuana , dunia Bhur , dunia Bvah , dan dunia Svah.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Cokorda Raka Angga Jananuraga" <rakabali78@...> wrote:
>
> Messagenya simple aja kayaknya: gak usah pakai binatang untuk mecaru.
>
> Gak usah di-twist jadi polemik mecaru vs. gak mecaru, hindu bali vs. hindu hare khresna, etc.
>
> Buat gw yang (mengklaim diri) agnostik, materialistis -- walau condong simpati ke agama-agama dharmic -- ya agak susah nerima argumen niskala itu (yang diklaim dengan mecaru bisa dilancarkan / dibersihin).
>
> Mungkin kalau diterjemahin dalam bahasa pop -- dengan feng shui misalnya -- bisa gw terima (*snob yuppie mode on*). :D
>
> -Raka-
> http://jananuraga.blogspot.com
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@> wrote:
> >
> > Pak Putu,
> >
> > Apakah Pak Putu bermaksud ingin menyampaikan secara halus bahwa mecaru itu menjadi tak berarti atau malah tak penting?
> > Dengan mengatakan bahwa mecaru tak akan menyelesaikan masalah?
> >
> > Logika tyang yang cetek niki pun berpikir bahwa memang benar bahwa upakara mecaru bukan ditujukan untuk menyelesaikan masalah. Mecaru nika hanya wahana kita untuk memohon pemargi, pembersihan niskala kemanten. Jadi ya memang tidak akan menyelesaikan masalah, tapi toh bukan berarti tak penting kan?!
> >
> > Artinya, tyang selalu menghargai usaha apapun didalam kepercayaan masing-masing. Mecaru adalah salah satunya. Justru menjadikan instink hewani dalam diri niki yang tyang ten ngerti konkretnya napi nggih? prakteknya bagaimana? apa bedanya dengan kepercayaan kita (mecaru) itu?!
> >
> > Sinampura tyang nak belog metaken, sinampura jika tyang salah mengerti.
> >
> > rahajeng,
> > ngurah beni setiawan
> > P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > Dari: Putu Kesuma <putukesuma@>
> > Kepada: Bali-Bali <bali-bali@yahoogroups.com>
> > Terkirim: Jumat, 15 Mei, 2009 09:38:43
> > Topik: Fw: [bali-bali] Melbourne Mecaru
> >
> >
> >
> >
> >
> > Kalau saya jadi binatang-binatang yang akan dijadikan caru, saya akan cepat-cepat pergi dari Melbourne...
> >
> > Tidak ada jaminan caru itu akan menyelesaikan masalah. Terbukti setelah bom bali I dimana telah diadakan upacara Karipubaya yang menghabiskan hampir milyaran rupiah, apa yang terjadi? Bom bali II meledak. Yang perlu dijadikan caru adalah instink hewani dalam diri manusia, bukan binatang-binatang di luar sana.
> >
> > Putu
> >
> > ----- Forwarded Message ----
> > From: Darma Putra <idarmaputra@ yahoo.com>
> > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > Sent: Tuesday, May 12, 2009 17:04:18
> > Subject: [bali-bali] Melbourne Mecaru
> >
> >
> > Wah Pak Gung Pin sebagai mantan krama Melbourne bisa 'ngayah' nih.
> >
> > [ Radar Bali, Minggu, 10 Mei 2009 ] http://www.jawapos. co.id/radar/ index.php? act=detail&rid=87215
> >
> > Australia Mohon Bali Mecaru di Melbourne
> > DENPASAR - Pemerintah Australia ternyata sangat percaya dengan dunia ''niskala''. Mungkin belajar dari kasus bom Bali I lalu yakni pemerintah Bali dan masyarakat melakukan upacara besar di lokasi ledakan. Kini, pemerintah setempat ingin melakukan hal sama di kawasan Victoria, Melbourne, Australia, kawasan yang dilanda kebakaran hebat. Kebetulan dua orang Indonesia ikut menjadi korban.
> >
> > Kini, kordinator tim pecaruan ke Australia itu dipercayakan Nyoman Durpa. Ketua Sanggar Dwi Mekar Buleleng ditunjuk sebagai koordinator setelah menerima utusan dari pemerintahan Melburne Mr Wine. ''Ada latar belakang yang cukup pajang hingga kami mendapatkan mandat menggelar pecaruan di Negeri Kanguru itu," jelas pria yang kerap memerankan tokoh bondres dengan tapel susunan giginya hancur itu kepada koran ini kemarin. Selain itu, warga Bali di Melbourne mencapai tujuh ribu orang. ''Pecaruanya sudah dipastikan, yaitu pecaruan pemarisudha jagat. Intinya untuk menyucikan kembali areal itu dan memohon agar tidak terjadi bencana serupa," sebut dia. Keberangkatan Durpa ke Melbourne karena sanggarnya akan pentas di sana. Sebetulnya pedaruan sudah ditentukan 7 Mei lalu. Karena pejabat di sana ada kesibukan, maka waktunya ditentukan kemudian. Ida Pedanda Gunung akan memuput upacara itu. (art)
> >
> > rahajeng
> > dp
> >
> >
> > ________________________________
> > Chat right from the comfort of your inbox. Show me how..
> > ________________________________
> > New Email addresses available on Yahoo!
> > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> > Hurry before someone else does!
> >
> >
> >
> > Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar