Pendidikan
Dalam beberapa kesempatan saya selalu mengatakan bila buku pertama saya "Kehidupan" adalah manifesto saya. Buku2 lain adalah pejabaran dari manifesto awal tersebut. Tidak berarti bila manifesto itu harga mati. Bisa berkembang, tetapi hingga saat ini memang masih relevan, dan belum ada perubahan yang signifikan.
Dalam salah satu artikel saya menulis tentang pendidikan, bahwasanya sebagai orangtua kita hanya mefasilitasi anak-anak kita untuk berkembang sesuai dengan potensi diri mereka, dan tidak memaksa mereka untuk mewujudkan mimpi kita.
Saya juga percaya bila pendidikan adalah tulang punggung suatu bangsa. Keadaan bangsa yang terpuruk ini tidak dapat dilepaskan dari sistem pendidikan, dan khususnya cara kita mendidik anak-anak kita. Apakah kita kekurangan jumlah sarjana? Tidak. Tetapi negeri ini masih saja terbelakang, walau kita memiliki sumber alam yang berlimpah.
Keadaan ini mesti dirubah. Dan, perubahan mesti terjadi lewat pendidikan. Dengan pendidikan tentunya, adalah seluruh sistem dan paradigma yang saya maksudkan. pendidikan formil dan non-formil. Pendidikan dalam kelas dan di luar kelas.
Sayang sekali, rasanya hal ini tidak saja tidak dipahami, tetapi barangkali tidak di terima oleh banyak teman.
Semoga YPAK dengan sekolah One Earth School di Bali dapat menjadi contoh yang baik. Dimana anak-anak dididik untuk membawa revolusi dalam bidang oendidikan itu sendiri.
Sebagai orangtua, sebagai guru, kita mesti MENGAKU GAGAL, karena hasil dari apa yang kita lakukan selama ini sudah ada di depan mata - yaitu, keadaan negeri kita.
Dalam 3 hari terakhir ini saya bertemu dengan tiga orang penting di negeri ini - dan melihat ketakberdayaan mereka menghadapi carut-marutnya keadaan negeri ini, saya semakin yakin bila mesti terjadi revolusi besar dalam bidang pendidikan.
WHO AMONG YOU CAN LEAVE YOUR PETTY HOUSES THAT YOU CALL HOME AND SERVE THE NATION, THAT IS YOUR TRUE HOME, WITHOUT ANY SELFISH MOTIVE?
IBU PERTIWI NEEDS YOUR SACRIFICE. SACRIFICE YOUR PETTY COMFORTS TO SERVE HER. WAKE UP TO THE CALL OF BUNDA..... SHE IS DESPERATELY CALLING YOU!
Dalam salah satu artikel saya menulis tentang pendidikan, bahwasanya sebagai orangtua kita hanya mefasilitasi anak-anak kita untuk berkembang sesuai dengan potensi diri mereka, dan tidak memaksa mereka untuk mewujudkan mimpi kita.
Saya juga percaya bila pendidikan adalah tulang punggung suatu bangsa. Keadaan bangsa yang terpuruk ini tidak dapat dilepaskan dari sistem pendidikan, dan khususnya cara kita mendidik anak-anak kita. Apakah kita kekurangan jumlah sarjana? Tidak. Tetapi negeri ini masih saja terbelakang, walau kita memiliki sumber alam yang berlimpah.
Keadaan ini mesti dirubah. Dan, perubahan mesti terjadi lewat pendidikan. Dengan pendidikan tentunya, adalah seluruh sistem dan paradigma yang saya maksudkan. pendidikan formil dan non-formil. Pendidikan dalam kelas dan di luar kelas.
Sayang sekali, rasanya hal ini tidak saja tidak dipahami, tetapi barangkali tidak di terima oleh banyak teman.
Semoga YPAK dengan sekolah One Earth School di Bali dapat menjadi contoh yang baik. Dimana anak-anak dididik untuk membawa revolusi dalam bidang oendidikan itu sendiri.
Sebagai orangtua, sebagai guru, kita mesti MENGAKU GAGAL, karena hasil dari apa yang kita lakukan selama ini sudah ada di depan mata - yaitu, keadaan negeri kita.
Dalam 3 hari terakhir ini saya bertemu dengan tiga orang penting di negeri ini - dan melihat ketakberdayaan mereka menghadapi carut-marutnya keadaan negeri ini, saya semakin yakin bila mesti terjadi revolusi besar dalam bidang pendidikan.
WHO AMONG YOU CAN LEAVE YOUR PETTY HOUSES THAT YOU CALL HOME AND SERVE THE NATION, THAT IS YOUR TRUE HOME, WITHOUT ANY SELFISH MOTIVE?
IBU PERTIWI NEEDS YOUR SACRIFICE. SACRIFICE YOUR PETTY COMFORTS TO SERVE HER. WAKE UP TO THE CALL OF BUNDA..... SHE IS DESPERATELY CALLING YOU!
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar