Senin, 06 April 2009

[bali-bali] Re: FW: Hati-hati Telanjang di Bali!

correct demundo..
there is this thing in Bali , if memory serve me correctly ,it's called " payuk jakan" and it can easily dispear when ;
* One disregards censorship.
* One too brave to chalenge authority.
* One produces the fact ,which can destroy the false plan.
* One accused to stir things up , regardless.
* One trying to practice any form of freedom of expressions.
The "payuk jakan " is the most important part of Balinese life ,
and with the sim salabim magic from the authority can be transform to
a mere "begging bowl".

shanti, welcome to Indonesia.
disregards of censorship = heads rolling.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Cokorda Raka Angga Jananuraga" <rakabali78@...> wrote:
>
> Halo,
>
> Penasaran:
>
> Sebenarnya media BaliPost dan BaliTV itu berpijak dimana sih? Kayaknya koq banci banget? Berita-berita macam gini harusnys langsung di up media mereka, supaya bisa membangkitkan sentimen rakyat. Dengan jangkauan BaliTV yang sampai ke seluruk pelosok Bali harusnya bisa digunakan untuk memantik mobilisasi untuk perlawanan. We have to paint those wahabist infiltrating to our land as an existential threat.
>
> -Raka-
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@> wrote:
> >
> >
> > wah.. ternyata saya memang benar benar goblog,
> > sementara ini , saya kira tugas polisi untuk keamanan dan mengatur
> > lalu lintas biar lancar agar mengurangi kecelakaan lalin sehingga
> > mengurangi korban dan death toll lalin.
> > Rupa2nya traffic sudah bagus dan death toll lain sudah zero.
> > Tapi , apa mungkin bala balanya sengaja disibukkan dengan urusan bikini , agar bomb III lebih mudah masuk , seperti cekian dulu?
> >
> > shanti , harus sekolah lagi di Indonesia Raya.
> >
> >
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com, "Cokorda Raka Angga Jananuraga" <rakabali78@> wrote:
> > >
> > >
> > > > Kenapa kita tidak pernah instrospeksi diri? Betapa kotornya jiwa kita sehingga sehingga yang terlihat diluar sana adalah kekotoran? Kenapa gak mengurusi polisi-polisi yang tidak disiplin? Kenapa tidak mengurusi polisi-polisi yang minta diselipin?
> > >
> > > ----
> > >
> > > Percuma ngajuin pertanyaan normatif macem diatas, kayak mbentur tembok.
> > >
> > > Mending gini aja:
> > >
> > > (1) Spread the news on the web (indonesiamatters, facebook, etc).
> > >
> > > (2) Ask for collaboration from the tourists to show civil disobedience.
> > > - Kerjasama dengan masyarakat (banjar).
> > > - Jadi, tourist, kalau di-stop ama polisi yang (supposedly non-hindu) karena gak pakai kaos, ya suruh catat idenditias polisi itu (segala informasinya), rekam wajahnya dengan handphone, publish di youtube, kemudian buatin daftar di web. Public humiliation.
> > >
> > > (3) Sediakan jaringan nomor-nomor banjar / sekehe teruna-teruni yang bisa dihubungi (buat tourist). Jadi kalau dia merasa diintimidasi ama polisi itu, langsung aja hubungi nomor telepon itu, bagusnya kalau ada sistem untuk me-routing ke banjar terdekat dari lokasi.
> > >
> > > (4) Dispatch tim sekehe teruna teruni / pecalang untuk membackup tourist itu dari intimidasi polisi.
> > >
> > > -Raka-
> > >
> >
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: