Pak Surya mungkin tidak akan mendapat tanggapan apapun dari bang leo, karena disini beliau lebih suka post artikel/pikiran beliau ketimbang mendebatkannya. Jika ingin bertukar pikiran dengan beliau mungkin bisa bergabung di milis spiritual indonesia atau chatting langsung, mudah2an bisa. Karena saat ini beliau lebih suka menyibukkan diri mengupas siapa itu tuhan (Allah), terbuat dari bahan apa, berbentuk apa dan berada dimana. Dengan satu kelebihan kecil yang diberikan kepadanya, beliau akan mencoba menelanjangi penciptanya.
Beliau sudah mengklaim bahwa Allah adalah kesadaran yang tertinggi. Dan mungkin sekarang beliau sedang memutuskan, atas kesadaran siapa yang bisa menggerakkan matahari dan bulan, merubah malam menjadi siang.. Dan mungkin beliau juga sedang melatih kesadaran tertingginya agar bisa mengendalikan nafas agar tidak berhenti bergerak jika sudah tiba saatnya nanti. Mudah2an tidak sia sia.
Rahajeng nyangra Galungan, Nyepi lan Kuningan.
---- Pesan asli ----
Dari: Nusantara Jaya <
nusantarajaya69@ yahoo.com>
Terkirim: 15 Mar 2009 08:31 +00:00
Saudaraku Leo,
Saya sangat memahami cara pandang anda. Hidup ini adalah perjalanan panjang dengan segala misterinya. Ada deviasi antara yang mampu kita pahami secara rasional dan kejiwaan yang hakiki; disanalah misteri hidup itu.
Bangsa ini sedang berevolusi, agak lambat memang bahkan perputarannya sering berulang pada kejadian yang mirip bersubstansi sama.
Saya setuju yang anda tulis adalah realita steoreotype kebanyakan di Indonesia. Berlangsu ng dalam laku semua tahu namun jarang diakui terbuka karena kebanyakan mereka juga bingung sendiri :) antara hakekat "demokrasi" HAM dan prilaku yang didasari semangat paham2 atau kepercayaan ekslusif .
Ini saya kira adalah bagian dari pencarian hidup, persoalannya bagaimana dapat memahami makna di balik situasi ini. Kita diajarkan bahwa apa yang terjadi adalah karena kehendakNya. Kitapun tahu ada ruh Tuhan yang bersemayam di seluruh mahluk dan "cangkang" badan, cangkang rasio dan emosi yang ada adalah kunci penentu yang digerakkan sehingga sesuatu harus terjadi. Manusia boleh mengkalim itu kehendak bebasnya atau atas dasar kesadarannya untuk memilih berbuat apapun atau merasa kurang sadar kenapa harus memutuskan melakukan itu (khususnya pada saat hasil perbuatannya kurang memuaskan).
Jiwa yang ada hanya diharapkan untuk menyadari apa yang dilakukan oleh respon yang dilakukan oleh kombinasi 3 cangkang tersebut.
Tidak ada salah dan benar dalam hakekat hidup. Semua adalah elemen dualisme yang memutar hidup ini. Tidak ada yang mampu merubah kehendakNya.
Tulisan saudara Leo, saya lihat adalah sebuah kontribusi yang sangat bermakna dan dipahami dan direspon dengan berbagai ragam.
Mari kita jalani "peran" kita dengan iklas dan pasrah akan hasilnya.
Saya ikut dalam perjuangan anda untuk menciptakan bangsa yang tercerahkan dan dalam waktu bersamaan berjuang terus mencerahkan diri sendiriterlebih dahulu.
Selamat berjuang saudaraku !
Surya
--- On Wed, 3/11/09,
leonardo_rimba@ yahoo.com <
leonardo_rimba@ yahoo.com> wrote:
-----
Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
Tidak ada komentar:
Posting Komentar