Senin, 09 Maret 2009

Re: [bali-bali] I think I dislike leftists....

dear bang raka:

Leftis yang anda benci itu berkelakuan sama kok dengan pancasilais-pancasilais yang ada di Indonesia ini. Dan (para leftis ituhh) sama sekali tidak berbeda dengan anti-anti sontoloyo yang bang raka jabarkan itu...

Bisa dijelasin lebih detail dikit ga?? Dari segi pandang bang raka sendiri...

salam

dod

*mencoba kembali bertukar pendapat tanpa pake emosian dan ngambek2an...* 

^_^

--- On Sun, 3/8/09, Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo.com> wrote:

From: Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo.com>
Subject: [bali-bali] I think I dislike leftists....
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Sunday, March 8, 2009, 7:54 PM

Entahlah, saya punya unek-unek ini cukup lama....

I dislike leftists. I really do.

Memang saya tidak tau persis inklinasi politik saya (dan gak terlalu dipusingin soal itu), tapi yang jelas saya tau saya tidak suka leftists. Well, setidaknya "leftist" yang saya jumpai sejauh ini.

Pertama: kebencian mereka terhadap amerika serikat dan segala yang berbau korporasi. Ini yang paling membuat saya sebal. Entah gimana saya mendeksripsikannya, mungkin singkat kata, respon saya: "So... emang loe udah menghasilkan apa???". Sementara korporasi-korporasi itu (yang didalamnya terdapat orang-orang pekerja keras yang berusaha mencurahkan kemampuan / bakat mereka untuk kemajuan... dan menggerakkan ekonomi), para leftist itu bisanya cuma mengkritik.. ., padahal kalau dari sudut pandang saya kritik mereka tidak berguna, rubbish, the cliche soal korporasi (monopoli, walmart, killing the small vendors, bla bla cuih). Who work harder????? I admire hardworkers, doing the actual work... bukan pseudo-intellectual s, romanticists kayak mereka (leftists).

Kedua: champagne socialists. Repugnant. I've seen these assholes a couple of times..., mulutnya berbusa-busa ngomong ideal-ideal socialism, etc, dari tengah kenyamanan gaya hidup borjuis mereka (they drink wine, they go to expensive "rustic" cafes, etc -- guess where they got their money from?? Right, they work for those capitalist they hate so much. Hipokrit.). Sembari sesekali dari mulut mereka keluar nama-nama seperti Trotsky, etc. Pret. Emang apa sih karya mereka (orang "pemikir" macam Trotsky), kecuali berlembar-lembar omelan, yang diagung-agungkan sebagai "ideologi"?? ? Bandingkan ama Thomas Alva Edison misalnya. He created lamp. Inovasi. Real thing. Help industry!

Ketiga: populists. Kebanyakan politikus leftist ya kayak gini. Kerjanya cuma organisir pertemuan publik, berkoar-koar soal anti-kapitalisme global. Pret. Mereka cuma memanfaatkan "wong cilik" untuk kepentingan mereka / komoditas. Mereka gak kontribusi apa-apa dalam menggerakkan roda ekonomi. Justru sebaliknya, menghambat. Kapan mereka sempet kerja (real) kalau kerjanya cuma pidato-pidato retoris.

Ok, rant off. Peace....

I think now I know what my political stance is: "anti-asshole" (anti sontoloyo). Daripada sibuk2 memahami berusaha aligning sama rightists, leftists, liberal, libertarian, etc, whatever (yang batas2 definisinya sendiri gak jelas). Mending "anti-sontoloyo" . Stance-nya dalam berbagai polemik jelas: "apapun, yang penting gak sontoloyo". Definisi sontoloyo sendiri sangat-sangat jelas. Yang belum tau dipersilahkan membaca filsafat kejawen (dan pancasila). Disana dijelaskan secara gamblang.

-Raka-




__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: