Senin, 09 Maret 2009

Bls: [bali-bali] Re: An "Indipendent" vs. A "Dominated" Nation

Bli Ngurah Beni sing ngguanteng masya allah..
tyang kira basis kebahagian bangsa menurut research WHO dan WVS
nike sama saja kalau dilihat hasil akhirnya.
wealth , medical dan education , ketiga factor itu bagi tyang
sama dengan kebebasan social .
kebebasan social artinya cukup uang , kesehatan ok , pendidikan ada.
bagi tyang niki hanya masalah sudut pandang saja.
kata lainnya , basic human needs and human rights terpenuhi.

Kalau uang jelas guakn base kebahagiaan seseorang / bangsa,
malah bagi tyang appresiasi dari apa yang kita punya adalah base
dari kebahagiaan itu , istilah tyange " do not try to keep with the
Jonses , drag them to your level... it's cheaper.

Kenyataanya , orang yang baru bisa beli Honda Mio dengan bersusah payah menabung , level kebahagiaanya sama dengan orang yang baru beli
Lambhorgini Tertarosa dengan mudah.
Sebaliknya , orang yang sudah punya Lambhorgini , yang ingin memiliki
Octopus ( kapal pesiar pribadi) , akan belum bahagia sampai punya.

Ingat nasehat aji dirumah sakit sebelum mewali " hati hati teken ambisi ,teken pipis , ambisi to nak patuh ngajak api...
tulukang saang abungkul masih kel telah , tulukang saang a keranjang
masih telah , a gudang baang saang masih telah ,baan apine ngedenang dogen.....

Rata rata annual income di Australia hampir sama dengan Den Mark
(tapi lebih tinggi sedikit dibanding Den Bukit , Den Pasar dan Den kayu ) , sekitar 35000 USD ( 60.000 AUD ).
Hanya bedanya orang Aussie disini , hobbynya complain , sing taen nduk.Ya.. tidak bakalan happy sampai bengkok , ada aja yang dipakai complain.Tapi karena tyang belum dapat kerja ,ya.. zero...
Tidak tahu kalau Mbokyu Bulan , kalau tyang happy karena Bli Ngurah Beni ada disana.. hehehe...

shanti permisi dulu , mau beli susu.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@...> wrote:
>
> beh,
> tyang terpaksa medal, karena sudah disebut bagus genjing. Ini peristiwa yang jarang sekali terjadi .
> otak tyange paling (bingung). Milis ini ibarat es ancruk.
>
> semua ada dalam satu mangkok. Daluman, agar-agar, bluluk, kolek, bijik, santen dan tentunya es serut.
> nyampur, tapi tak melebur. Semua ada.
>
> Yah, mirip milis ini.
> Jumat kemarin tyang menyempatkan diri beli satu majalah. Yang menarik karena majalah itu mengulas negara paling bahagia di dunia. Tyang baca, persis seperti kutipan film The Aviator yang Cok Raka sebutkan "Well, money is not our priority" (atau semacam gitu lah).
>
> Ya, karena hasil survey selama 27 tahun (sejak tahun 1981) dari World Values Survey yang berbasis di Swedia itu memaparkan bahwa kebebasan warga negara dan kebebasan sosial adalah faktor yang paling menentukan tingkat kebahagiaan manusia. Selama 27 tahun (tyang heran, ada survey selama ini), hasil survey ini berbeda dengan hasil survey WHO yang menunjukkan bahwa kekayaan, akses kesehatan dan pendidikan adalah parameter utama penentu kebahagiaan.
>
> Hah, ketika uang bukan segalanya. Ketika kebebasan dalam menjadi diri sendiri, bersosial, beragama dan berpendapat (tentu pendapat yang bertanggungjawab) menjadi hal yang dihargai di Nusantara ini, alhasil negeri kita bisa seperti Denmark yang dianggap penduduknya paling bahagia di dunia. Meskipun PDBnya yang USD 34.700 masih lebih rendah dari Belanda, Swiss.
>
> Jadi, kalau mau bahagia...ya mari kita saling hargai kebebasan . Ketika uang bukan segalanya.
> Makanya, Byang Bulan dan Bli gung Pindha tyang yakin pasti termasuk dalam golongan orang yang bahagia karena kebebasan, terlebih kebebasan di atas panggung. Tyang juga dumun sangat menikmati saat-saat megambel dengan kawan-kawan di kampus. Meskipun amatir, tapi kebebasan itu tidak ada yang amatir toh!
>
> bukan begitu bli Gung Pindha bagus genjing?
> Agar lebih bahagia, mari dukung Manchester United dalam laga Piala Champion leg kedua dengan Inter Milan
>
> rahajeng,
> ngurah belog
> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: IGusti Agung <agungpindha@...>
> Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
> Terkirim: Selasa, 10 Maret, 2009 05:55:12
> Topik: [bali-bali] Re: An "Indipendent" vs. A "Dominated" Nation
>
>
>
> akuuur.. aja masne MW,
> life is never ending cycle , yo ngono masne , urip iki yo mbulet.
> tidak satupun dari kita yang bisa keluar dari lingkaran hidup
> yang nggak putus putus ini ( semasih berkulit dan berwarna).
>
> dulu orang ingin punya kulitnya agar putih , dinegara negara maju
> cewek cewek bayar mahal ke tanning studio biar kulitnya gelap.
> dulu wanita Bali bertelanjang dada dikatakan jorok , sekarang bule
> bule sengaja berjemur topless.
>
> dulu orang yang gundul dibilang maling , sekarang .. meu gundul kek,
> mau gondrong kek.. mau punk kek.. mau dreadlock kek.. who care.
> Pengaruh lingkungan masne,
> lain lubuk lain ikannya , lain padang lain masakannya.. eh..
> kata Mas Benny Setiawan bagus genjing mekeplug.
> kanggoang monto malu , mau ngopi lagi.
>
> shanti means damai.
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Made Wiryana <mwiryana@ .> wrote:
> >
> > On Mon, Mar 9, 2009 at 12:17 PM, IGusti Agung <agungpindha@ ...> wrote:
> >
> > > Jadi menurut saya , generasi mendatang akan selalu berhadapan
> > > dengan dua pilihan , yang akan dipilih dengan lebih banyak logika
> > > daripada heresay yang tidak pernah terbukti scientificly.
> > > Jadi , sebelum tahun 2012 jumlah pemakai internet di Indonesia akan melibihi
> > > jumlah pemakai Internet di Australia pada saat yang sama.
> > > Side effectnya , kalau dulu orang meninggalkan agama dikatakan murtad, pada
> > > era mendatang yang beragama akan dikatakan kolot.
> >
> > Dunia ini berputar-putar. yang dulu dibilang kampungan sekarang
> > dibilang unik, yang sekarang dibilang trendy nanti dibilang jadul.
> >
> > Ketika di Jakarta banyak becak, konsultan ahli dari LN bilang itu
> > tidak manusiawi,
> >
> > Tetapi sekarang di Eropa banyak becak roda tiga di kota-kota besar utk
> > wisata, mereka bilang itu kendaraan "hijau".
> >
> > Ketika awal 70-an banyak orang bule bilang, kenapa pakai daun utk
> > bungkus makanan, kurang bersih dan bagus, mending pakai plastik.
> >
> > Sekarang banyak orang bule, kenapa sih orang indonesia selalu pakai
> > tas kresek plastik, ndak pakai daun aja.
> >
> > Dunia memang selalu berputar.
> >
> > IMW
> >
>
>
>
>
>
> Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: