Jumat, 13 Maret 2009

[bali-bali] Re: [peradah-indonesia] Tiupan Angin Kiri dari Negeri Kincir ( Tabloid Indonesia Monitor Edisi 37 , 11-17 Maret 2009)

Pemilu depan saya mau nusuk FPI,
ada yang punya tombak nggak?
sorry.. just kidding...

shanti is tidak punya sense of humour.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "arisoma.k@..." <arisoma.k@...> wrote:
>
> Osa
>
> Kawan yang muslim aja kaga contreng PKS, apalage saya. . . . . . . Secuilpun tak ado niatan. . .
>
> Btw, kalau saat pencontrengan tinta habis. . . . .boleh nggak diludahi pilihanya. . . .itung2 hemat cost tinta.
>
>
> Raha-U
>
> #Powered by OBAMA#
> Simple Thinking Anti Sinting?
>
> ============================
> Only human understand the quote!?!
>
> -original message-
> Subject: [peradah-indonesia] Tiupan Angin Kiri dari Negeri Kincir ( Tabloid
> Indonesia Monitor Edisi 37 , 11-17 Maret 2009)
> From: "Putu Kesuma" <putukesuma@...>
> Date: 13/03/2009 8:43 am
>
>
> Tiupan Angin Kiri dari Negeri Kincir ( Tabloid Indonesia Monitor Edisi 37 , 11-17 Maret 2009)
> Today at 8:37am
>  
>
> PKS dituding mengadopsi strategi PKI dalam membesarkan partai. Elite PKS menganggapnya sebagai angin lalu.
>
> Ibarat pohon, makin tinggi tajuknya, makin kencang angin yang menerpanya. Itulah yang kini dialami Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai berbasis massa Islam yang pada Pemilu 2004 menjadi parpol enam besar dengan perolehan 7,34 persen suara.
> Menjelang Pemilu 2009, berbagai isu dan kasus digunakan untuk memojokkan PKS, mulai kasus iklan Soeharto, penggerebekan kader PKS yang sedak pijat, hingga isu kader PKS yang melakukan tindak asusila perkosaan. Setelah isu itu reda, kini muncul lagi serangan ke PKS melalui dunia maya atau jaringan internet.
> Adalah Muhammad Amin (27), mahasiswa asal Indonesia yang kini kuliah di Inoholland University Belanda, yang melancarkan perusakan citra PKS melalui situs jejaring sosial Facebook (FB). Melalui sejumlah artikel yang disebarkan ke kawan-kawan FB-nya, Amin memplesetkan PKS sebagai Partai Komunias Sejahtera.
> Ia juga memvisualisasikan logo PKS (bintang sabit kembar dan padi) menjadi palu arit (logo PKI) dan padi. Tak hanya itu, Amin juga membuat analisis mengapa PKS ia samakan dengan PKI. “Setidaknya, ada 11 item kesamaan antara PKS dan PKI,” tulis Amin dalam FB-nya.
> Tak hanya PKS yang jadi bahan olok-olokan Amin. Golkar juga dikerjain dengan memplesetkan menjadi Partai Golongan Kharam (Golkhar). Logo Golkar (pohon beringin) diganti jadi daun ganja, sementara padi-kapasnya diganti jadi bunga opium dan mushroom (jamur).
> “Begitulah efek Golkhar terhadap bangsa ini. Membuai dan memabukkan, namun sejatinya menghancurkan masa depan,” tulis Amin dalam FB-nya. “Makanya, sangat berbahaya jika Golkhar berkoalisi dengan PKS,” tambahnya.
> Ketika dikonfirmasi, Amin mengaku jika ulahnya itu sebagai bentuk humor sintesa terhadap ketimpangan di Indonesia. Namun, ia juga mengakui jika serangan-serangan yang dilakukan bukan tanpa dasar. Ia mengaku menggunakan landasan logika, makanya ia tak takut jika perbuatannya itu diperkarakan.
> “Tapi, sebelum menuntut saya, lihatlah dulu ke dalam partai mereka sendiri, apakah kritik saya itu benar atau tidak, karena kritik sarkasme saya lewat logo itu mempunyai landasakan logika yang tepat,” ujar Amin kepada Indonesia Monitor, Kamis (5/3).
> Meski diserang habis-habisan, elite-elite PKS menanggapi dengan santai. Menurut anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW), masyarakat Indonesia sangat kritis dan well inform sehingga tidak terpengaruh dengan kampanye hitam seperti itu. “Mereka tahu apa itu PKI dan apa itu Islam. PKS adalah partai Islam yang sudah sangat komplet diketahui publik,” ujar mantan Presiden PKS itu kepada Indonesia Monitor, Kamis (5/3).
> Menurut HNW, di alam demokrasi, semestinya semua pihak mengembangkan demokrasi dengan cara yang lebih dewasa dan bertanggungjawab. “Semoga mereka segera menyadari bahwa perilaku mereka kontraproduktif dan justru akan semakin membuat publik makin tertarik dengan PKS, karena mereka tahu PKS didzolimi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” paparnya.
> Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen Anis Matta juga setali tiga uang. Menurut mereka, tidak ada urgensinya menanggapi serius serangan seperti itu. “Saya kira tidak relevan untuk ditanggapi. Kita tidak terpengaruh dengan isu-isu seperti itu. Karena bagi PKS, yang terpenting adalah kinerja nyata buat masyarakat. Isu-isu semacam itu merupakan black campaign yang tidak cerdas,” ujar Anis kepada Indonesia Monitor, Kamis (5/3).
> Namun, menurut pengamat politik Islam Burhanuddin Muhtadi, munculnya serangan ke PKS merupakan efek dari sikap elite-elite parpol tersebut yang dinilai bertolak-belakang dengan pernyataan resmi mereka. “Setidaknya, ada tiga kelompok yang sangat mungkin melakukan serangan ke PKS,” ujar Burhanuddin kepada Indonesia Monitor, Kamis (5/3).
> Pertama, kata dia, adalah dari kalangan parpol non-PKS yang merasa tersinggung sikap PKS yang dinilai terlalu agresif dan iklan-iklan mereka yang menyinggung partai lain. Kedua, dari internal PKS yang tidak puas dengan kebijakan PKS yang belakangan semakin tampak terlalu pragmatis. Ketiga, dari kelompok aktivis pluralis atau LSM yang bergerak di bidang kebebasan beragama. Kelompok ketiga inilah yang kemungkinan besar melakukan serangan ke PKS.
> “Saya ketemu dengan beberapa kawan non-muslim, sering dikecewakan oleh anggota DPR dari PKS. Misalnya soal RUU Pornografi dan RUU Sisdiknas, itu yang tahu betul bahwa perilaku PKS tidak pernah berubah dari cara pandang islamis, tetapi kemudian ketika melihat iklan seolah-olah membawa ke arah tengah, membawa anak-anak pink dalam iklan, anak gaul, partai kita semua dan seolah-olah tidak bersifat ideologis, itu mereka kesal. Kelompok ini menilai PKS sedang bermain api,” papar Burhanuddin.
>
> Sri Widodo, Moh Anshari
>
> Sumber: Tabloid Indonesia Monitor Edisi 37 Tahun I/11-17 Maret 2009
>
>
> Muhammad Amin
> “Koalisi Golkar-PKS Berbahaya”
>
> Nama Muhammad Amin (27) tiba-tiba begitu populer, khususnya bagi member jejaring sosial Facebook, setelah melakukan kritik-sarkasme terhadap PKS dan Partai Golkar. Lajang kelahiran Cepu (Jateng), 31 Juli 1981 yang kini kuliah di Inoholland University Belanda itu pun siap bertanggung jawab dengan ulah kreatif yang memancing emosi kader-kader kedua partai tersebut. “Silakan tuntut saya,” ujar penulis novel Ziarah ke Makam Tuhan itu kepada Sri Widodo dari Indonesia Monitor melalui sambungan telepon, Kamis (5/2). Berikut ini petikan wawancara dengan alumni STP Bali yang kini sedang menyelesaikan novel otobiografi Nabi Muhammad itu.
>
> Apa motivasi Anda menyerang PKS?
> Itu sebenarnya humor sintesa. Intinya saya ingin mengatakan bahwa ada banyak kesamaan antara PKS dan PKI. Salah satu yang paling substansial adalah PKS itu partai radikal kanan, sedangkan PKI partai radikal kiri. Menurut saya keduanya sangat berbahaya bagi demokrasi dan Pancasila.
>
> Kesamaan lain?
> Setidaknya ada 11 poin kesamaan. Misalnya soal struktur organisasi, PKI dan PKS hampir sama. Kalau di PKS ada majelis syuro, di PKI ada politbiro. Itu sama persis. Yang beda cuma satu, PKI tidak bertuhan.
>
> Anda melihat PKS mengadopsi cara-cara PKI dalam berpolitik?
> Sedikit banyak iya. Bapak spiritual PKS itu kan Hasan Al-Banna yang ngefans sama Karl Marx dan Hitler. Bahkan dengan Hitler, Al-Banna pernah bekerjasama sangat erat. Lalu Ikhwanul Muslimin yang kemudian diadopsi PKS itu, banyak kesamaan dalam struktur organisasi maupun ideologi populisnya, itu dengan PKI, termasuk dengan Nazi.
>
> Kerjasama Al-Banna dan Hitler dalam bentuk apa?
> Al-Banna sejak muda sering surat-suratan dengan Hitler, dan waktu berjuang pernah mendirikan pos mata-mata di seluruh negara Arab, supaya gampang menguasai massa Arab menggantikan Inggris. Dan sayap para militernya Ikhwanul Muslimin itu dibentuk sama persis dengan SS Nazi.
>
> Mengapa PKS yang Anda serang?
> Tidak hanya PKS, yang saya kritik ada dua partai, yakni PKS dan Golkar. PKS menurut saya memiliki hidden agenda, yakni akan menjadikan Indonesia menjadi negara Islam dengan menerapkan syariat Islam. Yang kedua, Golkar, menurut saya Golkar itu warisan Orde Baru yang setelah reformasi kita gulingkan, tetapi tetap menjadi yang terbesar. Bahaya kalau PKS dan Golkar berkoalisi.
>
> Apa bahayanya?
> Koalisi ini akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang lebih parah ketimbang zaman Orde Baru. Ketika PKS menang, lambat laun akan terjadi disintegrasi di Indonesia, karena penerapan syariat Islam itu. Sedangkan Golkar adalah partai yang sangat korup, sehingga gabungan antara fundamentalisme relijius dengan korupsi yang merajalela ini akan sangat mematikan Indonesia.
>
> Anda pernah melakukan kritik langsung ke PKS?
> Sering, karena saya cukup kenal dengan beberapa petinggi PKS. Saya beberapa kali bertemu dengan Soeripto (Ketua Dewan Pakar) dan Abubakar (Wasekjen). Di sini (Belanda) saya juga kenal dengan petinggi PKS Belanda. Secara diam-diam, sebenarnya mereka anti-demokrasi.
>
> Bagaimana kalau PKS menuntut Anda atas tuduhan itu?
> Saya siap. Kalau mereka mau menuntut saya persilakan. Tapi, sebelum mereka menuntut saya, termasuk mungkin juga Golkar akan menuntut saya, lihatlah dulu ke dalam partai mereka sendiri, apakah kritik saya itu benar atau tidak, karena kritik sarkasme saya lewat logo itu mempuyai landasan logika yang tepat. **
>
> Sumber: Tabloid Indonesia Monitor Edisi 37 Tahun I/11-17 Maret 2009
>
>
> Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: