Seperti yang saya tulis sebelumnya
Seandainya semua Caleg adalah perempuan
Semua Capres juga perempuan
Hak pilih cuma bagi perempuan
Tidak terjadi kekerasan memakai pedang
Tetapi memakai sapu lidi
Agung Pindha punya terminologi
Digebuk dengan sapu lidi sampai grogi
Laki-laki pada umur produktif mengalami masa "testosterone surge" jadi untuk laki-laki istilah 'sikat dulu - urusan belakangan' mungkin ada benarnya. Laki-laki cenderung impulsif dan agresif. Perempuan pada umumnya akan berfikir dulu dengan matang sebalum mengambil tindakan.
Maaf jangan tersinggung saya cuma guyon
Bpk Anton terima kasih atas beritanya
Made Sutjita
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Anton Muhajir <antonemus@...> wrote:
>
> kampanye menjelang pemilu 2009 mulai makan korban. seperti biasa, tabanan
> jadi titik paling panas. selalu begitu kalau pemilu.. lima taun lalu satgas
> PDI P bentrok dg golkar. skr PDI P sama demokrat.
>
> wong cilik selalu jadi korban. capek deh..
>
> --
>
> http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=12279
>
> Senin, 16 Maret 2009 | BP
>
> Penjaga Baliho Diserang Gerombolan Berpedang
> Tiga Mobil Dirusak, Empat Luka-luka
>
> Tabanan (Bali Post) -
> Aksi premanisme terjadi di Tabanan, Minggu (15/3) dini hari kemarin.
> Sejumlah pemuda yang bertugas mengontrol atribut partai yang dikenal dengan
> Satgas Rajawali milik DPC Partai Demokrat Tabanan diserang segerombolan
> orang bersenjata tajam. Akibatnya, empat orang luka-luka dan tiga mobil
> dihancurkan.
>
> Sejumlah saksi mata menyebutkan, malam hingga dini hari tersebut mereka yang
> berjumlah sekitar 20 orang kumpul-kumpul di balai subak. Tempatnya di
> wilayah Kukuh yang berbatasan dengan Desa Belayu. Di tempat itu, selain
> tidur-tiduran, juga ada yang mancing, karena Balai Subak Jaka Dayang
> lokasinya bersebelahan dengan saluran irigasi.
>
> Kata saksi itu, sekitar pukul 02.30 wita, segerombolan orang beranggotakan
> sekitar 20 orang tiba-tiba menyerang dengan beringas. Mereka bersenjatakan
> pedang terhunus, tombak dan berbagai senjata tajam lainnya. Kontan saja,
> Satgas Rajawali kaget dan kalang kabut menyelamatkan diri. Sejumlah
> penyerang membabi buta mengayunkan pedangnya. Serangan tiba-tiba itu membuat
> Satgas Rajawali banyak yang tak sempat menyelamatkan diri. Karena melihat
> dirinya diserang dan ditebas, sejumlah orang berupaya menangkis dengan
> tangan kosong. Akibatnya sejumlah orang harus mengalami luka yang parah pada
> tangan yang dipakai melindungi diri.
>
> Sebelum penyerangan dari kedua sisi jalan raya itu, masyarakat di sekitar
> lokasi mendengar ada suara perintah penyerbuan yang diduga berasal dari
> pimpinan penyerang. Setelah perintah tersebut, lampu di sekitar lokasi
> dimatikan. Sementara pasukan penyerbu datang dari timur dan barat sehingga
> kondisi Satgas Rajawali terkurung. 'Selain itu, mereka membawa pedang,
> sementara kami hanya membawa pancing dan sama sekali tak membawa senjata,'
> kata saksi salah seorang korban.
>
> Empat orang yang mengalami luka yakni I Gusti Agung Eka Adhika Pranata (20)
> warga dari Jero Alit Kukuh, I Nyoman Yasa (40) warga Banjar Anyar Kediri, I
> Gusti Made Supartawan (30) dan I Gusti Alit Artana (33). Adhika Pranata luka
> di tangan kanan, sementara tangan I Gusti Bagus Supartawan nyaris putus dan
> kini dirawat di RS Sanglah. Yasa mengalami luka pada dagu dan punggung. Ia
> ditebas punggungnya hingga menembus jaket kulit yang dikenakan. Sementara
> Alit Artana luka pada kepala.
>
> Ditemui di Ruang Bougenvil dengan balutan perban, Yasa yang akrab disapa
> Batman ini menuturkan, awalnya ia melihat seseorang yang biasa dipanggil
> Kues lewat dengan membawa pedang. Ia sempat berhenti dan bertanya apakah ada
> yang melemparnya dan apakah ada yang berani mati di tempat itu. Dijawab
> Batman tidak, Kues lantas pergi. Tetapi tidak lama kemudian justru datang
> gerombolan menyerang mereka. Karena kondisi gelap dengan hiruk-pikuk
> penyerangan, Batman mengaku tidak tahu pasti siapa yang menebas dirinya dan
> tiga rekan lainnya.
>
> Selain empat korban, tiga buah mobil juga rusak parah karena amukan massa
> itu. Sebuah Hardtop DK 633 KI, dua mobil kanvas DK 649 AD dan DK 668 KF
> rusak parah. Kaca mobil hancur berantakan. Pada dua mobil dan di TKP
> berceceran darah korban. Selain itu, bendera Partai Demokrat dicabut dan
> dibuang ke parit yang berlokasi dekat TKP. (kmb14)
>
> --
> Anton Muhajir
> www.rumahtulisan.com - Personal Blog
> www.balebengong.net - Balibased Citizen Journalism
>
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar