Satu hal bahwa agama yang sudah ada dan terlanjur besar, masing2 sudah memiliki massanya sendiri. Terlepas dari benar apa tidaknya agama tersebut. Jadi jika anda mengharapkan solusi, saya harapkan anda fokus ke tujuan anda diatas.
Kita bukan sedang mengupas satu agama, membicarakan teori demokrasi atau HAM. Kita sedang mencoba memecahkan masalah kita dengan jernih, seperti saat sedang bermeditasi, kita lepaskan hal2 yang tidak penting saat ini yg memenuhi isi kepala kita.
Sebelumnya, janganlah bertingkah seolah anda tidak yakin dgn keyakinan anda sendiri, sehingga tanpa anda sadari anda selalu membandingkan milik anda dgn milik orang. Yakinlah bahwa milik anda yang paling benar, pilihan anda yang paling baik. Jangan juga berlagak seperti misionaris, merayu dgn segala cara agar pengikut agama anda bertambah, terlebih menjual agama baru. Biarlah itu menjadi barang dagangan mereka yang yakin bisa memperoleh penghasilan dari kegiatan tersebut (kasian mungkin gak bisa cari kerjaan lain). Tidak juga ada cerita semua tuhan itu sama baiknya, karena kalau sampai ada lebih dari 1 tuhan, mungkin mereka juga akan sibuk berperang satu sama lain menunjukkan kedigdayaannya dan menguji siapa yg paling kuat. Jadi peganglah keyakinan kita baik2. Dengan demikian kita akan menyibukkan diri untuk perbaikan diri, perbaikan umat. De be tolah tolih nak len. Jika kebetulan kita tinggal dinegara yang mayoritasnya berbeda keyakinan dgn kita, fokuslah kepada sikap pejabat/pelayan rakyat/ dan hukum/aturan yang berlaku, jika mereka berlaku tidak adil kepada kita, itulah yang harus kita perjuangkan. Kalau perlu kita dekati tokoh agama mereka, karena seharusnya mereka lebih bijak dari yang lainnya.
Perilaku disintegrasi (bahkan termasuk perbuatan tidak benar lainnya) tidak hanya dilakukan oleh oknum di satu agama saja. Ini adalah masalah global. Di seluruh negara dan seluruh keyakinan, selalu saja ada pasukan iblis yang tidak suka melihat kita damai, entah dgn berbagai alasan baru yg mereka ciptakan. Selama anda masih memberi ruang dan apresiasi terhadap orang2 yang sibuk menyalahkan agama lain, berarti secara tidak langsung anda mendukung sipelaku disintegrasi bangsa itu sendiri. Karena anda pasti tau bahwa akan ada massa yang tidak terima, alhasil ribut teruslah kita. Jika masalah ini (A) belum terselesaikan, jangan harap masalah B, C, dst. akan terselesaikan. Karena sebagai makhluk yg bermasyarakat, kita akan selalu memerlukan pihak lain dalam menyelesaikan masalah kita. Jika menghormati keyakinan mereka saja tidak kita lakukan, bagaimana kita bisa berharap mereka bersedia diajak kerjasama ?
Kembali ke laptop ! Jika anda merasa PKS atau organisasi apapun menunjukkan prilaku disintegrasi bangsa, itulah yang harus kita selesaikan, sampaikan keluhan anda dengan dukungan media, catat janji mereka dengan kekuatan hukum. (Mengantisipasi siapa tau dia menang. Bagaimanapun kemungkinan mereka menang masih ada. Rugi toh kita goar goer menyebut mereka pelaku disintegrasi bangsa tapi gak berbuat sesuatu, yang akhirnya saat mereka menang kita tidak punya tuntutan apapun, dan tidak ada kekuatan hukum yang menjamin)
Jika anda percaya dgn tuhan anda, jangan lupa utk selalu menyertakan Dia dalam setiap usaha kita. Karena Dia akan membantu dengan caraNya. Berbesar hatilah dgn semua usaha kita, dan yakin bahwa tidak ada yg sia sia.
Saya setuju sekali bahwa kita harus waspada terhadap usaha2 adu domba. Jadi jangan sampai hal itu hanya menjadi slogan kita, sementara apa yang kita lakukan malah berlaku sebaliknya.
Salam damai nusantara.
---- Pesan asli ----
Dari: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo.com>
Jujur saja saya memang sangat perhatian terhadap organisasi apapun yang berpotensi membawa disintegrasi bangsa karena saya sangat mencintai NKRI dengan nilai-nilai luhur budayanya seperti tercermin dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kata Iwan Fals, ini adalah nyanyian keramat sampai ke liang lahat dan amanat berkarat atas nama rakyat yang berwajah pucat...
Dan saya tidak membenci siapapun, karena saya tahu benci itu pasti hasilnya benci.
I am trying to dedicate my life for Peace, Love and Harmony...
Putu
--- On Fri, 13/3/09, Laraslia <laraslia@yahoo.com> wrote:
Ngemeng-ngemeng. .(tukul mode on), saya perhatikan bli pk ni perhatian banget ya sama pekaes, jadi curiga, benci apa rindu ni, awas kepleset lo, tipis banget bedanya.
Perasaan tulisan M.Amin gak jelek2 amat, bagus malah buat koreksi internal partai, introspeksi, re-introspeksi. Bukannya obat itu pahit ? Tks dah bagi2 informasi, lumayan jadi melek partai dikiiit, sekalian jadi pengen mbandingin ma partai lain, ada rekomendasi gak yang lebih bagus ? Masih ada lowongan ni untuk suara saya, sementara masih reserve goltisa, golongan tidak sah (habisnya golput haram).
Salam is berlagak serius dikit, padahal isi otak tetepB-).
---- Pesan asli ----
----- Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar