Dari Redaksi
Go Blue Trendsetters,
Perlindungan keanekaragaman hayati laut terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai dan fungsi terumbu karang. Berbagai inisiatif baik di tingkat lokal, nasional, maupun global untuk melindungi masa depan dunia ini terus bermunculan. Tidak lama lagi, World Ocean Conference 2009 akan berlangsung di Menado, 11-15 Mei. Konferensi tingkat tinggi ini akan dihadiri peserta dari 121 negara untuk membahas isu-isu terkini dunia kelautan, khususnya dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Dari WOC 2009 diharapkan terbangun komitmen bersama bagi pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Semoga saja konferensi ini berdampak besar pada aksi-aksi perlindungan laut di planet biru kita ini.
Mari kita dukung bersama WOC 2009!!!
Let's go blue!
Redaksi
( redaksi@goblue.or.id )
Mendesaknya Konservasi Terpadu dalam Pengelolaan KKLD Abun
KKLD Abun berperan penting dalam perlindungan kanekaragaman hayati di kawasan Bentang Laut Kepala Burung Papua, salah satunya adalah perlindungan spesies penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang datang dan bertelur sepanjang tahun di pantai Jamursba Medi dan pantai Warmon. Pantai-pantai tersebut menjadi pantai peneluran terbesar di Pasifik Barat, dengan jumlah populasi betina yang bertelur sebanyak 14 ribu ekor sepanjang 2005-2008. Baca selengkapnya>>
Kapal Peneliti Terumbu Karang Karam di Pulau Aceh
Satu unit kapal pariwisata yang mengangkut rombongan peneliti Wet Conservation Society (WCS), Reef Check Indonesia, IUCN, CORDIO, UGM, IPB dan Unsyiah Rabu (25/2) siang, dilaporkan menabrak terumbu karang di wilayah perairan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Akibatnya, kapal mengalami rusak parah, sementara 16 peneliti berikut 4 ABK dilaporkan selamat. Baca selengkapnya>>
Ikan Aneh Punya Kepala Transparan
Layaknya sebuah pesawat tempur, ikan aneh yang ditemukan di Samudera Pasifik ini memiliki kepala cembung yang transparan. Bagian pangkal mata dan organ dalam kepalanya terlihat jelas dari luar. Baca selengkapnya>>
Ikan Batik Bermuka Manusia Spesies Baru dari Ambon
Ikan unik dari perairan Ambon dengan bentuk tubuh yang bulat seperti kodok dan motif lurik seperti batik di sekujur tubuhnya ditahbiskan sebagai spesies baru. Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa ikan tersebut berbeda dengan semua jenis ikan yang ada. Baca selengkapnya>>
Pemanasan Global Ancam 900 Spesies Terumbu Karang
Pemanasan global akan mengancam keberlangsungan hidup 900 spesies terumbu karang di segitiga terumbu karang terbesar di dunia. Baca selengkapnya>>
Kehidupan Laut Kutub Utara dan Selatan Punya Banyak Kesamaan
Di darat, kehidupan di Kutub Utara dan Kutub Selatan boleh berbeda, seperti beruang kutub hanya di utara dan penguin hanya di selatan. Namun di laut, kehidupan di kedua kutub Bumi bisa dibilang punya banyak kesamaan. Baca selengkapnya>>
Garis Pantai RI Terpanjang Keempat di Dunia
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dengan panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer (km). Baca selengkapnya>>
Masyrakat Lembongan Luncurkan Community Center untuk Dukung Konservasi
Masyarakat Nusa Lembongan yang tergabung dalam Satya Posana Nusa, difasilitasi oleh The Nature Conservancy - Coral Triangle Center (TNC-CTC) membuka Community Center (Pusat Kegiatan Masyarakat) di Nusa Lembongan. Berbagai kegiatan yang akan dilakukan masyarakat di Community Center ini diantaranya adalah berbagai pelatihan, pertemuan, diskusi, lokakarya dan konsultasi terkait pelestarian ekosistem pesisir dan laut di kecamatan Nusa Penida. Baca selengkapnya>>
Kelompok Nelayan Pencinta Laut Taman Segara: Inisiatif Pelestarian Terumbu Karang Nelayan Penuktukan
Berdiri sejak 2007, kelompok ini beranggotakan nelayan-nelayan dari beberapa kelompok nelayan yang ada di desa Penuktukan yang memiliki kepedulian akan pentingnya menjaga keberadaan terumbu karang, khususnya di sekitar desa mereka. Berbagai aktivitas pelestarian mereka lakukan, mulai dari penghentian destructive fishing, pemasangan mooring buoy, pemasangan substrat buatan, dll. Bahkan mereka mulai mengembangkan sistem pendanaan mandiri untuk kegiatan mereka melalui pembukaan dive site Batu Liu Penuktukan. Baca selengkapnya>>
Setker PSDKP Kendari Melaksanakan Pembekalan bagi Pengawas Perikanan
atker PSDKP Kendari Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan melaksanakan pembekalan Hasil Pemeriksaan Kapal (HPK) dan Surat Laik Operasional (SLO) Kapal Perikanan bagi pengawas perikanan dalam rangka pembentukan pos pengawasan SDKP Bau-Bau, Pasarwajo, Tomia dan Ereke. Baca selengkapnya>>
Laut Sawu Menjadi Kawasan Konservasi Paus
Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) direncanakan akan dideklarasikan sebagai kawasan konservasi nasional untuk perlindungan mamalia laut, khususnya paus. Deklarasi Laut Sawu sebagai kawasan konservasi nasional akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan "World Ocean Conference and Coral Triangle Initiative Summit" di Manado, Sulawesi Utara, Mei mendatang. Baca selengkapnya>>
Perubahan Iklim Global Ancam Perikanan Kita
Hasil penelitian Ove Hoegh-Guldberg yang dipublikasikan di jurnal Science edisi Desember 2007 meramalkan bahwa akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50 persen biota laut. Bahkan, memprediksikan apabila suhu air laut naik 1,5 0C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnakan 98 persen terumbu karang di Great Barrier Reef, Australia. Barangkali nantinya di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan. Baca selengkapnya>>
Segitiga Koral, Jantung Dunia
Segitiga Terumbu Karang ini disebut juga "Amazon of the Seas" karena menjadi episenter kehidupan laut yang memiliki keragaman jenis biota laut. Terumbu karang di kawasan ini mencakup 53 persen terumbu karang dunia. Baca selengkapnya>>
Membersihkan Laut dengan Mikrobakteri
Ketika wilayah laut di Indonesia akhirnya disadari sering dicemari oleh tanker-tanker minyak yang membawa minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara Asia Timur, mikrobakteri yang hidup bebas di laut bisa digunakan untuk mengurai minyak di laut lebih cepat. Baca selengkapnya>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar