Bangsawan Pikir
Oleh : Agoes Joesoef
Bergulirnya waktu sejalan dengan bergeraknya pembangunan bangsa, ada beberapa hal yang patut kita cermati dengan seksama. Arah dan tujuan perkembangan bangsa ini banyak sekali dipengaruhi oleh gerak gerak yang ada pada sektora serta warna warna yang datang mengisi dari alam eksternal atau dari gerak globalisasi.
Dua kekuatan utama ini telah banyak mempengaruhi arah baru gerak bangsa. Secara umum dapat dikatakan telah melahirkan juga sebuah keprihatinan, karena kekuatan kekuatan tersebut yang sedemikian deras arusnya telah menyeret bangsa menuju mediokrasi.
Mediokrasi adalah sebua standar yang hanya puaskan dengan menjadi bukan yang terbaik, cukup mejadi medioker saja. Mediokrasi tengah melanda jalan pikiran para pemimpin, juga anggota warganegara bahkan kaum intelektual indonesia. Mediokrasi di negeri ini telah melahirkan bahwa pikiran tidak lagi menjadi sebuah ukuran ukuran kehormatan.
Coba kita arahkan kemanapun kita menghadap maka sulit sekali kita akan menemukan kecerdasan pikiran sebagai nilai utama kebijaksanaan dan tindakan. Inilah hal yang sangat memprihatinkan bangsa ini, ternyata kemunduran terbesar dari bangsa ini bukan pada sektor ekonomi, tetapi kemunduran karena tak adanya lagi penghargaan terhadap buah pikiran. Ironisnya pendangkalan pikiran terjadi hampir pada semua bidang kehidupan.
Misalnya pengambilan keputusan baik untuk keputusan dalam skala kecil seperti keputusan di dalam rumah tangga oleh anggotanya, maupun keputusan manajerial dalam organisasi dan bahkan keputusan keputusan pada tingkat negara yang tidak diwarnai lagi atas kajian ilmiah yang komprehensif, latar belakang sejarah, psikologi, etika, agama yang diabaikan dalam membuat kebijakan.
Akibatnya keputusan yang diambil melenceng jauh dari koridor kehidupan manusia, kehidupan berumahtangga, kehidupan bertetangga, bahkan kehidupan bernegara. Mediokrasi juga melahirkan pandangan dan penistaan standar standar keunggulan dalam bidang pendidikan. Masih banyaknya orangtua yang gandrung untuk "mendorong" anaknya untuk mendapat rangking tertinggi di kelas.
Dengan usaha orang tua yang agak memaksakan kehendak pada anaknya untuk mencapai rangking tersebut, sesungguhnya hal ini telah melakukan pemaksaan kebebasan anak.Siapa yang akan menjamin bila nilai rangking yang tinggi mampu menyelamatkan manusia dari segala permasalahan hidup dan kehidupan. Pada saat ini juga dunia pendidikan telah menjadi dunia konglomerasi dalam menngeksplotasi (maaf) ternak-ternak pendidikan.
Mengapa dikatakan ternak, karena yang dipentingkan adalah target kuantitas manusia.Kuantitas yang dikemas dalam gaya prestasi rangking. Inilah salah satu sistem terpadu yang melahirkan mediokrasi di lingkungan kita. Ada sebuah majalah "Bintang Hindia" yang hidup di tahun 1902, di sana ada manusia Abdul Rivai namanya, yang tulisan pada edisi perdanya menyebutkan istilah yang sangat relevan dengan saat ini yaitu: "Bangsawan Pikiran".
Kita tidak bicara tentang kebangsawanan yang merupakan sebuah takdir/heritage keturunan. Bansawan pikiran yang dimaksud adalah bangsawan yang dalam pengembangan wawasan pengetahuan dan pencapaian pengetahuannya melahirkan sebuah kehormatan manusia sebagai bangsawan melalui pikirannya. Yang menggejala saat ini adalah kaum intelgensia telah berhenti membaca, berkarya dan mencipta, lantaran kepintaran telah dihinakan oleh bentuk kekuatan kebangsawanan baru, berupa kemewahan yang telah menjadi berhala hidup.
Semoga Allah sebagai sumber segala ilmu senantiasa memberikan pencerahan ke dalam pikiran kita dan memberikan petunjuk-Nya agar kita menjadi manusia manusia yang kaya akan ilmu. Amin.
__._,_.___
Jumat, 13 Maret 2009
[bali-bali] Bangsawan Pikir
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar