Rabu, 04 Februari 2009

Re: Re[2]: [bali-bali] Re: Analisis Mendalam Tentang Agama, Tuhan dan Negara

Pak Made Sutjit napi gatra?

Yakti nika, dharmane nenten pragat baang rawodang dosen, nika tetuek soang-soang, dados suluh raga sujati. Inggih niki, dumadak nenten makta peteng, dumadak makta galang:

Dalai Lama bilang, "Kelihatannya (masyarakat) kita makin paham dengan agama tapi tidak mencerminkan praktik Dharma." Ingin kutipan saya berdasar ingatan membaca buku, kurang lebih seperti itu. Romo Mangunwijaya (almarhum) sekali waktu pernah menulis di opini Kompas begini:"...not to have a religion but to be religious." Saya baca mungkin 12 tahun lalu, masih hidup kalimat itu dalam hati saya. Kritik beliau jelas, kita sangat puas dengan "memiliki" agama, tapi kurang gesit dan berani untuk menjadi religius.. Masyarakat religius menuju esensi kehidupan, sedangkan masyarakat yang hanya puas "memiliki agama" akan berputar (dan mutar-mutar) berdebat serta berseteru (dan berdarah-darah) untuk mendeklarasikan bahwa agama yang dimilikinya-lah yang benar.

Saya yakin, masyarakat religius menyemai kebajikan, bukan menabuh genderang perang. Cara-cara memperjuangkan kebenaran sangat penting. Sekalipun hendak memperjuangkan kebenaran kalau cara-caranya tidak terpuji maka akan mencederai dan kenodai apa yang diperjuangkan. Menghujat (atau mentertawakan), menghina dan menudung sangat tidak etis dilakukan oleh orang-orang yang hendak memperjuangkan kebenaran.

Kembali ini sebuah kutipan berdasar ingatan, Mahatma Gandhi bilang, "Memperjuangkan kebenaran harus dengan jalan yang berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran".

Saya betul-betul TERGANGGU dan HERAN, kok diskusi agama ("kebenaran") bisa dengan cemoh dan caci maki?

Rahajeng lan suksma,
Sugi Lanus

 

 

2009/2/4 Anton Muhajir <antonemus@gmail.com>

Hehe, makanya sekarang aku males nanggepin kalau sudah soal agama. Yakin kok gak bakal ada ujungnya kalau sudah soal agama. Semua merasa benar dengan argumen masing-masing.

Agama sesuatu yang sangat abstrak dan cenderung tidak rasional. Makanya dibikin simpel saja. Kalau memang benar ya diikuti, kalau memang tidak benar menurut akal ya tidak usah terlalu dipercayai.

Yang lebih penting kan berbuat baik sama orang lain. Mau agamanya setan kek itu urusan belakangan..

Piss..


2009/2/3 imcw <imcw06@gmail.com>

Kalau ngomongin masalah agama memang ujung ujungnya akan bertengkar.





--
Anton Muhajir |  http://rumahtulisan.com



--
'The greatest event of our age is the meeting of cultures, meeting of civilizations, meeting of different points of view, making us understand that we should not adhere to any one kind of single faith, but respect diversity of belief. That is what we should attempt to do. The iron curtain, so to say, which divided one culture from another, has broken down. It is good that we recognize and emphasize the need of man to regard other people, their cultures, their beliefs etc. to be more or less on the same level as our own cultures and our own civilizations. It is not a sign of weakening faith; it is a sign of increasing maturity. If man is unable to look upon other people's cultures with sympathy and if he is not able to co-operate with them, then it only shows immaturity on the part of the human individual. We need co-operation, not conflict. It requires great courage in such difficult days as the present to speak of peace and co-operation. It is more easy to talk of enemies, of conflict and war. We should try to resist that temptation. Our attempt should always be to co-operate, to bring together people, to establish friendship and have some kind of a right world in which we can live together in happiness, harmony and friendship. Let us therefore realize that this increasing maturity should express itself in this capacity to understand what other points of view are'.

-Professor Sarvepalli Radhakrishnan, philosopher, President of India, his speech for the inauguration of the The Indian Institute of Advanced Study on 20 October 1965. http://www.iias.org/


__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: