seharusnya kita bisa mengambil makna yang lebih luas dari pada sebuah bahasa. mungkin pak agung memaknai syurga seperti kebanyakan orang islam, sehingga dengan mudah menuduh kafir dan menghalalkan bunuh bagi saudaranya yang seorang sufi , penganut sufi di anggap salah karena merasa diri sebagai tuhan setelah mencapai tingkat spiritual yang tinggi, dianggap melenceng dalam ajaran islam. tapi bagi sebagian orang islam lainnya orang sufi itu tidak salah ( itu bagi mereka yang mengerti), karena dia sudah menempuh tahapan untuk sampai pada kesempurnaan yang pak agung maksud sebagai moksa.
semua hanya sebuah perbedaan istilah, dan kini tergantung kita untuk menilainya. disinilah akal manusia diajak berfikir. mau terus cekcok dengan istilah atau mau damai dengan kepercayaan masing masing tanpa harus mengusik kepercayaan orang lain. katakan tidak! jika kita benar-benar seorang spritualis tanpa embel-embel kebencian. kalo sudah benci dengan kepercayaan bahkan sosok seseorang apakah kita tidak malu menggembor gemborkan diri sebagai seorang spiritualis yang sudah lama meninggalkan agama?
salam hangat
Paul
From: IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Thursday, February 5, 2009 8:41:46 AM
Subject: [bali-bali] Re: Analisis Mendalam Tentang Agama, Tuhan dan Negara
Nah... sekarang karena sudah agak damai dan sepi..
Saya mau buat ribut lagi ya?
Ini pendapat pribadi saya soal agama ( dalil yang nggak bisa diganggu
gugat , ditawar , tapi saya menerima sogokan..)
Agama Abrahamic itu tujuan akhirnya sorga .
Agama Hindu dan Budha serta spiritulist itu tujuannya moksa.
Kalau ada yang marah dan tersinggung , bilang bilang ya...
biar saya ada kesempatan untuk lari... he.. he...
Sambil lari saya bisa teriak , saya sudah melepas agama,
tapi masih pro dengan animisme dan dinamisme dan sedikit spiritual.
Berhenti dulu sebentar , terengah engah tarik nafas....
Sambil menghafal jurus gajah dan kuda terbang ( merek benang
layangan).
shanti is damai... sambil lari pontang panting , dikejar orang bawa
sapu lidi.
--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Ketut Abdulpaulus
<ketutabdulpaulus@ ...> wrote:
>
> setujuh... percuma ajaran nya ngaku ajaran tuhan, tapi kelakuannya
setan, ngajakin menghormati sesama manusia, tapi dia melecehkan
manusia dan menghina kepercayaan orang lain, mengajak damai tapi dia
mengundang dan menjadi provokator kebencian... apa ini cermin orang
yang mengaku beragama tuhan?? apa kebalikannya? hehehe kadang
manusia merasa pintar dan hebat dengan tulisan panjang dan seolah
berbobot.
>
> padahal nih sebelum nulis dan nanggapin dia ubek-ubek forum
sebelah biar bisa copy paste, gak tau deh yang di copas valid ato
gak hahahaha....
>
> salam damai , salam harmony ..
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> From: Anton Muhajir <antonemus@. ..>
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Sent: Wednesday, February 4, 2009 5:02:24 PM
> Subject: Re: Re[2]: [bali-bali] Re: Analisis Mendalam Tentang
Agama, Tuhan dan Negara
>
>
> Hehe, makanya sekarang aku males nanggepin kalau sudah soal agama.
Yakin kok gak bakal ada ujungnya kalau sudah soal agama. Semua
merasa benar dengan argumen masing-masing.
>
> Agama sesuatu yang sangat abstrak dan cenderung tidak rasional.
Makanya dibikin simpel saja. Kalau memang benar ya diikuti, kalau
memang tidak benar menurut akal ya tidak usah terlalu dipercayai.
>
> Yang lebih penting kan berbuat baik sama orang lain. Mau agamanya
setan kek itu urusan belakangan..
>
> Piss..
>
>
>
> 2009/2/3 imcw <imcw06@gmail. com>
>
> Kalau ngomongin masalah agama memang ujung ujungnya akan
bertengkar.
>
>
>
> --
> Anton Muhajir | http://rumahtulisan .com
>
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar