----- Original Message -----From: RikoSent: Thursday, February 05, 2009 9:28 PMSubject: Re: [bali-bali] Green Belt.Kurang Long-term planning
Kurang enviromental friendly
Kurang efficient
Kurang disiplin
Kurang mau lepas dari tahta
2009/2/5 Nyoman Sadra <sadragandhi@yahoo.com >
Mohon maaf ikut nimbrung.
Sebenarnya tidak ada perasaan ingin menyalahkan atau menggurui, apalagi merasa lebih tahu. Jika kita amati, orang orang di jaman ( the so called) modern ini pendidikannya lebih tinggi, pergaulannya lebih luas sehingga memperluas wawasannya juga dan intelektualitasnyapun tidak perlu dipertanyakan. Namun ironis memang bahwa kenyataan dilapangan yang kita saksikan sehari hari jauh dari kwalitas yang saya singgung tadi. Contoh sederhana adalah: kita semua tahu bahwa Indonesia ini adalah salah satu negara yang paling kaya didunia jika ditinjau dari segi sumber daya alamnya. Apa yang kita tidak miliki. Tapi kenyataannya kita sudah menjadi salah satu negara paling miskin didunia. Jadi....., kurangnya apa?
Sadra.
--- On Wed, 2/4/09, Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail.com > wrote:
From: Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail.com >
Subject: Re: [bali-bali] Green Belt.
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Wednesday, February 4, 2009, 7:32 PM
Saya juga sama, sedih melihat menjamurnya gubug, warung dan bangunan2 yang jelek dan tak pantas di pinggir jalan by pass dari Denpasar sampai Klungkung. Ditambah lagi, jalan yang menuju Timur mulus, tapi yang menuju Barat (Denpasar) keriting berlobang dan rusak berat, karena tiap hari dilewati truk2 pasir untuk pembangunan Bali Selatan. Pulangnya kosong, maka jalannya ok.. Aduuuh ampuuuun, kok tak ada pengawasan dari pihak penentu kebijakan setempat yaa... Prihatin, Biang Bulan
On 2/5/09, IGusti Agung <agungpindha@ yahoo.com> wrote:
Terlepas dari agama yang tidak ada constribusinya dengan environment,
ekonomi , medical , sience tech dll.
Ijinkan saya melepas uneg uneg , mungkin kebanyakan rekan disini merasa
sama dengan saya , regardless dengan beliefs system kita.
Waktu pulang kemarin saya merasa tidak nyaman , ketika melewati jalan
Prof .IB Mantra , karena saya tahu yang seharusnya tidak dapat dibangun
atau tidak boleh ada bangunan permanen dalam jarak 200 mtrs di kedua
sisi jalan , tapi saya lihat sudah banyak bangunan permanen dipinggir
jalan.
Kemudian ketika saya lewat Lukluk , sebelum Kapal , yang seharusnya
dari dulu sudah Jalur hijau , yang melanggar justru si pembuat
peraturan itu sendiri , dengan membangun kantor Bupati disana.
Segitu aja sih , sekedar melepas uneg uneg biar nggak kesel,
seharusnya mereka mereka ini yang harus dipukuli dengan sapu lidi.
Koq malah saya yang dipukuli sapu lidi... nggak fair ah..
shanti is merasa agak ringan sedikit.
--
Riko
Learn to Let Go, Adapt to Change
__._,_.___
Kamis, 05 Februari 2009
Re: [bali-bali] Green Belt.
KURANG MANUSIAWI
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar