Terlepas dari agama yang tidak ada constribusinya dengan environment,
ekonomi , medical , sience tech dll.
Ijinkan saya melepas uneg uneg , mungkin kebanyakan rekan disini merasa
sama dengan saya , regardless dengan beliefs system kita.
Waktu pulang kemarin saya merasa tidak nyaman , ketika melewati jalan
Prof .IB Mantra , karena saya tahu yang seharusnya tidak dapat dibangun
atau tidak boleh ada bangunan permanen dalam jarak 200 mtrs di kedua
sisi jalan , tapi saya lihat sudah banyak bangunan permanen dipinggir
jalan.
Kemudian ketika saya lewat Lukluk , sebelum Kapal , yang seharusnya
dari dulu sudah Jalur hijau , yang melanggar justru si pembuat
peraturan itu sendiri , dengan membangun kantor Bupati disana.
Segitu aja sih , sekedar melepas uneg uneg biar nggak kesel,
seharusnya mereka mereka ini yang harus dipukuli dengan sapu lidi.
Koq malah saya yang dipukuli sapu lidi... nggak fair ah..
shanti is merasa agak ringan sedikit.
__._,_.___![]()
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Rabu, 04 Februari 2009
Re: [bali-bali] Green Belt.
Saya juga sama, sedih melihat menjamurnya gubug, warung dan bangunan2 yang jelek dan tak pantas di pinggir jalan by pass dari Denpasar sampai Klungkung. Ditambah lagi, jalan yang menuju Timur mulus, tapi yang menuju Barat (Denpasar) keriting berlobang dan rusak berat, karena tiap hari dilewati truk2 pasir untuk pembangunan Bali Selatan. Pulangnya kosong, maka jalannya ok.. Aduuuh ampuuuun, kok tak ada pengawasan dari pihak penentu kebijakan setempat yaa... Prihatin, Biang Bulan
On 2/5/09, IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com> wrote:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar