Senin, 16 Februari 2009

[OOT][bali-bali] Re: Dialog Ust.Abubakar Baa'syir - Frans Seda

*sinampura, agak melenceng akeh-akidik. Seharusnya subject email ini sudah diganti
 
ngomong-ngomong masalah bleleng ane baud-baud...
sinampura niki, otak tyange anak pepes gati seleten, alias agak belog ondo . Apalgi mangkin sampun sandi kaon, tyang durung polih segehan
 
Bleleng itu kan gumi subur, tanahnya baik untuk nanem magenepan. Nika sebabnya sami adan desane mencerminkan kesuburan blelenge
 
Sumber-sumber sami wenten di bleleng...desa sumber kima, sumber batok, sumber kelampok...
banyu-banyuan akeh masi di bleleng, desa banyu wedang, banyu mala, banyu asri...
wenten masi tukad di bleleng, desa kalibukbuk, kalianget..
 
beh, tapi Buleleng, niki menurut bondres Dwi mekar, artinipun kan Bumi Leleng...jeg bumi yang miring.
karena miring, sami mangkin sane subur-subur nika, banyu-banyuan nika anyut ke Kaja (selatan). Kajan Blelenge nak kelod, kelode nak bedaja. Beh, nyangetang inguh sirah tyange.
 
Nah, karena miring, mangkin sami abiane subur di badung.
abian semal, abian kapas, abian base, abian timbul...
 
niki sampun yang namanya keseimbangan.
 
*bli gung meduwe kolok? beh, maksud tyange colok...sai selimputan layah tyange ngeraos antara colok dan korek, jeg kolok (korek-colok = kolok) dadosne.
niki tuture pateh sareng selimputan ngeraos "hontor", antara negakin Honda dan Montor, jeg Hontor dadosne.

ngiring ngelungsur pamit,
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



Dari: IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 16 Februari, 2009 16:04:54
Topik: Bls: Bls: [bali-bali] Re: Dialog Ust.Abubakar Baa'syir - Frans Seda


Biihh... Bli Ngurah ,
jeg pas gatine sampun , wiakti sapunike , geretan nike harus ada
disetiap kantong swang swang , mangde nenten negelekin hati..
sekadi.. mas , mas , permisi mas .. boleh pinjam koreknya mas..?

Sane ngenjut alias bergeretan ria alas ring Vicotria , mangkin sampin
kahuug tur kategul ring kantor Plesi, alasan ipun ( kocap),
" karena cinta saya ditolak setengah matang oleh perempuan itu...
(mungkin itu sebabnya dia menyalakan api , agar cintanya agak
matengan dikit...... kit.. aja).

N.B (NamBah ).
Sumbangan untuk korban bush fire sudah banyak masuk . katanya
Indonesia juga nggak mau ketinggalan sebanyak 1 M USD ( info dari
Pak Darma ) , hitung hitung balas budi sebisanya setelah Tsunami .
Permisi mas , punya korek nggak?

shanti is mikir , Bulelenge.. baud baud gati .. sing taen nduk...

--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, ngurah beni setiawan
<setiawan_beni@ ...> wrote:
>
> bli gung,
>
> beh, bli gung ini ken ken?!
> menyalakan lilin itu tidak perlu Fatwa, atau aturan, anjuran,
larangan
> yang jelas, menyalakan lilin itu perlu korek, colok, maces atau
geretan...
>
> yang lebih parah lagi ya kalau sampai main bakar sampah besar di
Oztrali itu. Mudah-mudahan Bisa cepat diatasi.
>
> rahayu, rahajeng...
> ngurah beni setiawan
> P suudang nektek punyan-punyanan
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> Dari: IGusti Agung <agungpindha@ ...>
> Kepada: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Terkirim: Senin, 16 Februari, 2009 14:20:19
> Topik: Bls: [bali-bali] Re: Dialog Ust.Abubakar Baa'syir - Frans
Seda
>
>
> Saya koq setuju dengan Bli PK ya?
> Tidak ada kebenaran mutlak didunia ini , apalagi claim sempurna.
> Semasih kita berbicara dalam lingkup "ruang dan waktu" , maka
> kebenaran itu menjadi relevan , apalagi kebenaran mutlak.
>
> ngomong ngomong lama...
> nyalain lilin itu belum ada fatwanya ya?
> bukankah menyalakan lilin didepan altar hanya untuk penganut Budha?
> Mungkin itu bisa musrik , karena Fatwa terakhir , tidak boleh ikut
> merayakan Cap Go Meh , Cap Cay boleh aja , asal nggak pakai daging
> babi.... hihihi...
>
> shanti is kirig kirig mecangkling. ...
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Putu Kesuma <putukesuma@ ...>
wrote:
> >
> > Benny dan teman2 semua, Salam Indonesia!
> >
> > Ben, ungkapan itu bermakna sangat dalam. Tapi bagaimanapun kita
> harus tetap berpikir secara kontekstual dan universal.
> >  
> > Memang tidak ada gunanya mengutuk kegelapan dan untuk itu lebih
> baik kita menyalakan lilin. Untuk bisa kita menyalakan lilin tentu
> hal-hal yang menghambat nyalanya lilin harus disingkirkan.
> Umpamanya "angin kencang"(emosi yang berlebihan), hal-hal yang
> menutup sumbu lilin(file-file di mind kita akibat dari
pengkondisian
> yang kita alami selama ini, bisa berasal dari lingkungan besar
> maupun kecil, dogma2 semu), dll.
> >  
> > Beberapa tulisan Pak LGS sempat saya simak. Meskipun ada
beberapa
> tulisan beliau yang banyak dikomentari oleh para peserta milis
> dengan sedikit emosi, saya bisa menerima. Namun penerimaan saya
> bukan berarti saya setuju.
> >  
> > Mengenai tulisan Pak LGS dibawah ini, bukanlah sesuatu yang
> mengada-ada. Ya memang realita itu ada. Realitas itu direspon
dengan
> berbagai cara. Ada yang mencoba mengingkari, ada yang mengganggap
> itu tidak benar, ada yang menganggap isapan jempol, dll.
Tergantung
> paradigma yang memberikan respon.
> >  
> > Kalau saya tidak salah tangkap, Pak LGS mencoba berbicara dalam
> kerangka ke Indonesiaan dengan value Pancasila.
> >  
> > Bayangkan jika  umpamanya penyakit AIDS itu kita tabukan,
apakah
> ancamannya akan semakin berkurang? Korbannya akan semakin
berkurang?
> >  
> > Dalam capingnya Gunawan Mohammad pernah menulis begini.
Demokrasi
> adalah seni mengbungkam mulut lawan dengan kata-kata. Dalam
> berdiskusipun semangat ini sebaiknya kita terapkan. Tidak usah
> dengan mengatakan bahwa si penulis ini begini atau begitu.
> Komentarilah pendapatnya bukan orangnya. Dan jangan lupa namanya
> pendapat kemungkinannya hanya dua benar atau salah, benar menurut
> siapa dan salah menurut saiapa. Benar atau salah bagi saya belum
> tentu bagi orang lain.
> >  
> > Diatas segalanya, benar atau salah pendapat kita tidak mengubah
> diri kita. "Diri" kita ini sempurnya adanya.
> >  
> > Salam Indonesia!
> > putu kesuma
> >  
> >  
> >
> >  
> >
> >
> > --- On Fri, 13/2/09, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ ...>
> wrote:
> >
> > From: ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ ...>
> > Subject: Bls: [bali-bali] Re: Dialog Ust.Abubakar Baa'syir -
Frans
> Seda
> > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > Date: Friday, 13 February, 2009, 8:32 AM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Pak LGS Lili Gundi,
> >  
> > Mohon maaf atas kebodohan saya.
> > Jujur saja, saya tidak mengerti isi tulisan bapak.
> >  
> > Tapi dari ketidakmengertian itu, saya teringat pesan Pak Gde
> Raka ketika dulu sempat ambil kuliahnya.
> > "It's better to light a candle than to curse the darkness"
> >  
> > rahajeng,
> > ngurah beni setiawan
> > P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really
> need to
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Dari: Lili Gundi <lili_gundi@ yahoo. com>
> > Kepada: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > Terkirim: Kamis, 12 Februari, 2009 17:14:33
> > Topik: Re: [bali-bali] Re: Dialog Ust.Abubakar Baa'syir - Frans
> Seda
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >  
> > Sebetulnya di dalam negara demokrasi, termasuk di Indonesia, sah-
> sah saja, Ustad Abu Bakr Ba'asyir (ABB) memperjuangkan cita-
> citanya untuk mendirikan negara Islam, sepanjang perjuangan itu
> dilakukan melalui kotak suara (balot), bukan peluru  (bulet). Ya,
> sekalipun ABB tidak setuju dengan demokrasi. Cara haram boleh
> dipakai sepanjang itu dapat mencapai tujuan.
> > Setelah cita-cita mendirikan negara Islam tercapai, tentu
> demokrasi tidak diperlukan lagi. Sebab di dalam negara teokrasi,
> apakah itu juga berdasarkan Protestan, Katolik,  Hindu atau
Buddha
> (bila memang ada negara semacam itu) demokrasi jelas tidak ada.
> (Nanti akan jelas).
> > Andaikata ABB berhasil dengan cita-citanya (ini bukan tidak
> mungkin) di antara negara- negara Islam yang sudah ada sekarang,
> yang mana yang akan dijadikan model? Pakistan? Iran? Afganistan
> jaman Taliban? Saudi Arabia? Atau Sudan dan Somalia?  
> > Di Pakistan dan Iran memang ada pemilu,  orang-orang non-Muslim
> diberi hak untuk memilih, tetapi bukan hak dipilih untuk eksekutif
> ��" di dpr memang ada wakil minoritas, satu atau dua orang,
sebagai
> pemanis. Seorang non-muslim tidak boleh menjadi pemimpin (amir)
bagi
> umat Muslim; karena orang non-Muslim adalah kafir, musuh Allah dan
> Rasulnya  tentu tidak boleh menjadi pemimpin orang-orang
beriman..
> (Heran kok Allah, bila dia adalah Tuhan pencipta semesta,  punya
> musuh, yaitu sebagian besar ciptaannya; kalau nabi ya,  tentu
> saja). Ini berlaku di semua negara Islam, dari jaman dulu sampai
> sekarang.  Pakistan sekarang menjadi sarang pembiakan teroris,
ini
> salah satu ekspornya.
> > Afganistan jaman Taliban (sekarang mereka masih segar bugar di
> sebagain besar wilayah Afgan) kaum perempuan tidak boleh sekolah,
> tidak boleh bekerja. Musik, film, tarian, patung tidak boleh.
> Peninggalan kuno di museum dihancurkan, patung Buddha di Bamian
yang
> berumur ribuan tahun juga dihancurkan. Hiburan satu-satunya adalah
> pelaksanaan hudud (hukum pidana potong tangan, kaki, leher dan
> rajam), yang dilakukan di alun-alun setiap habis shalat Jumat, dan
> disiarkan oleh radio pemerintah, seperti siaran pertandingan sepak
> bola. Orang-orang non-Muslim diperintahkan memakai tanda khusus di
> leher bajunya. Maksudnya agar mereka tidak dicegat oleh polisi
> agama, bila ia berkeliaran ketika sedang waktu salat.  Mirip
> peraturan Nazi  terhadap orang Yahudi.    
> > Apatheid atas perempuan masih berlaku di Arab Saudi. Hukuman
hudud
> juga sama.  Taliban hanya meniru Arab Saudi. Di Arab Saudi orang-
> orang non-Muslim tidak boleh mendirikan rumah ibadah, tidak boleh
> membawa kitab suci, atau simbol, gambar suci agamanya. Bahkan
> sembahyang juga tidak boleh. Pelanggaran atas larangan ini bisa
> menyebabkhan ybs dihukum penjara, dianggap kriminal,  kemudian
> dideportasi ke negaranya.  Tapi Arab Saudi mengirim jutaan dolar
> hasil minyak dan industri ziarah (haji dan umrah) ke berbagai
> penjuru dunia untuk menyebarkan model Islam yang asli. Buku-buku
>  teks yang dicetaknya  disebarkan ke sekolah-sekolah yang
> disponsorinya, termasuk Indonesia,  mengajarkan kekerasan dan
> kebencian (apartheid agama).Baru- baru ini raja Arab, Abdullah,
> mensponsori dialog antar agama di Madrid, PBB, dan Vatikan. Semua
> orang senang, pers bersorak sorai, dan setelah itu, kembali
seperti
> biasa. Tidak ada apa-apa. Hipokrit.
> > Di negara Teluk yang lebih moderat, orang Siyah didiskriminasi.
Di
> Irak orang Sunni dan Siyah saling bunuh, saling hancurkan masjid.
> Tapi di sana ada kambing hitam ��" yang bukan tanpa alsasan
sama
> sekali ��" AS. Di Pakistan hal sama juga terjadi, saling bunuh
> antara Sunnis dan Syiah ditambah Ahmadiyah (yang terakhir ini
Islam
> tanpa jihad, karena itu damai). Di dini tidak ada kambing hitam.
> Afganistan jaman Taliban juga.    
> > Di Sudan orang-orang Islam saling bunuh,  antara Islam
keturunan
> Arab melawan Islam keturunan Afrika asli. 400.000 orang Islam
> keturunan Afrika terbunuh, jutaan lainnya jadi pengungsi, tanah
> mereka dirampas oleh orang-orang yang dulu memberi mereka agama.
> Mereka memberi kami kitab suci, tetapi mereka mengambil tanah
kami,
> kata seorang tokoh  Aftika terhadap tukar guling tanah dengan
> agama. Tapi kita tidak mendengar ribut-ribut soal itu di
Indonesia .
> > Somalia jadi negara perompak.
> > Tampaknya tidak ada dari negara-negar itu yang dapat jadi model
> negara Islamnya ABB. Biasanya pendukung cita-cita ini mengidolakan
> kekalifahan. Itulah jaman keemasan Islam, kata mereka.  Tetapi
> silahkan baca buku "Kebenaran yang Hilang, Sisi Kelam Politik
dan
> Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim," karya Farag Fouda,
terbitan
> Dian Rakyat. Hanya satu kalifah yang meninggal karena usia, yaitu
> Abu Bakar, yang lain semua mati karena kekerasan antar mereka
> sendiri. Abu Bakar, memerangi orang-orang Arab yang membelot dari
> Islam, tidak mau membayar zakat.  Kekejaman luar biasa, ada
kalifah
> yang sudah meninggal, digali kuburnya, jenasahnya diangkat,
dipecut
> ratusan kali, lalu dibakar (ini haram dalam Islam). Moralitas juga
> tipis. Klub tari dan anggur melimpar ruah. Ada kalifah  homo yang
> jalan pemerintahannya dipengaruhi oleh kerling mata kekasihnya,
juga
> laki-laki.
> > Farag Fouda, seorang intelektual sekuler Mesir, membongkar mitos
> kalifah, termasuk kalifah rasidun (pengikut pertama Muhammad).
> Mengapa mereka demikian?  Mereka sekedar melakukan apa yang
> didengar dan dilihatnya.
> > Dan karena mengungkapkan kebenaran itu, Farag Fouda, difatwa
mati
> oleh Ulama Al Azhar; dua anak muda pengangguran menembak kepalanya
> dengan peluru. Tentu saja mati.
> > Kembali ke cita-cita ABB. Menurut saya, coba terapkan sepenuhnya
> syariat Islam di  Aceh: ekonomi syariat, yang katanya mampu
> menghindari krisis ekonomi global,  hukum perdata  dan pidana
> Islam, jangan cuma cambuk saja seperti sekarang, tetapi hudud yang
> kaffah (lengkap): potong-potong anggota badan. Lalu lihat, apakah
> Nanggru Aceh Darusalam lebih maju dari bagian Indonesia lainnya?
  
> Dicoba saja dulu, mumpung sudah ada undang-undangnya.
> > Ada suara berbisik: Suatu masyarakat yang dibimbing oleh nilai-
> nilai yang tidak benar (salah satunya apartheid karena jender
dan 
> keyakinan) tidak akan sampai ke tujuan yang benar. Tetapi yang
tidak
> benar belum tentu tidak menang. Sebaliknya. Richard Dawkins (dalam
> God Delusion) mengatakan, "suatu suku yang Allahnya mengajarkan
> kekerasan dan kebencian kemungkinan besar menang  atas suku yang
> Tuhannya mengajarkan non-kekerasan (ahimsa) atau kedamaian."
>  Pernyataan biolog terkemuka Inggris ini bukan asal bunyi.
> > Bukan tidak mungkin tiba-tiba "bang" sistem kenegaraan kita
> berobah. Kita, orang-orang Hindu, lalu bengang-bengong seperti
> "kebo mebalih ombak".  Tiba-tiba kita jadi zimmi, tiba-tiba
> harus membayar zisyah, tiba-tiba  legong dilarang, apalagi joget
> bumbung. Kok semua tiba-tiba? Karena kita sekarang mengelak untuk
> membicarakan hal-hal itu secara terbuka.
> > Mohon  diingat, para orang tua kita jaman 45 mengorbankan nyawa
> untuk mendapat kebebasan. Jangan sampai   karena takut
bertengkar,
> sekalipun hanya dalam kata-kata  karena ingin damai selalu, kita
> menghilangkan kebebasan itu.
> > Kita kok manja dan rentan sekali?  Marilah kita belajar sedikit
> berani  adu argmentasi di sini, tetapi dengan itu  kita menjadi
> sadar dengan berbagai ideologi yang tidak saja bersaing merebut
> pikiran setiap orang, tetapi juga merebut struktur negara.
> > Memang ada satu dua yang caci maki, tidak apa-apa. Sebenarnya
> mereka ingin juga partisipasi dalam diskusi, tapi tidak punya
> argementasi. Dimaklumi saja. Itu risiko diskusi di internet.
>                      
> >  
> >  LGS
> >
> >
> >
> > Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?
> > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > New Email names for you!
> > Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail
and
> @rocketmail.
> > Hurry before someone else does!
> > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> >
>
>
>
>
>
> Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih
banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger .yahoo.com/ invite/
>



Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3!

__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: