__._,_.___----- Original Message -----From: Agung Kusuma WardhanaSent: Tuesday, January 06, 2009 3:45 PMSubject: RE: [bali-bali] Suksma Biang !
Rahayu Bung Ketut Bagiartha di New
! Delhi Coba simak yang satu ini :
Salam
. Indonesia ode
Radar Bali
[ Senin, 05 Januari 2009 ]
Politik Picisan Ancaman Bagi Bali
SEORANG teman bercerita tentang tiga orang temannya di kampung, yang selama sekian tahun hidup rukun, sekarang berseteru. Pasalnya, ketiga-tiganya menjadi caleg dari tiga partai yang beda haluan, beda misi dan visi.
Celakanya, ketiga sahabat itu juga tidak tahu bila partai yang ''mengangkat" mereka itu sungguhnya adalah partai-partai yang belum tentu berpihak pada Bali. Mereka tidak mendukung suara Bali. Taruhlah Undang-Undang Porno yang jelas-jelas adalah pesanan dari luar dan tidak sesuai dengan budaya lokal. Adakah partai-partai itu menolak undang-undang tersebut? Tidak. Adakah partai-partai itu membela posisi Bali? Tidak.
Malah, beberapa diantara partai-partai itu melecehkan Bali. Institusi berlabel agama pun pernah menghujat Bali sebagai pulau maksiat. Ya sudah, kita maafkan ketololan mereka. Kita lupakan ketaktahuan mereka tentang sejarah dan nilai-nilai budaya Nusantara. Maklum, mereka adalah lulusan luar negeri!
Urusan saya, urusan Anda, para pembaca artikel ini, urusan kita semua di Pulau Dewata ini adalah satu: Keutuhan Bali. Inilah urusan utama kita. Kepedulian pokok kita adalah terhadap kelestarian tata-susila Bali, kerukunan antara warga
Bali . Karena, bila Bali tidak rukun-maka ia tak dapat berkontribusi terhadap negara dan bangsa.
Otonomi daerah yang kebablasan dan tengah mengancam keutuhan bangsa, ditambah dengan undang-undang pemilihan yang diberlakukan begitu saja tanpa pendi
dika n politik dan berpolitik yang memadai-bisa menjadi faKtor disintegrasi bangsa dan negara tercinta ini.
Bali dipenuhi dengan baliho, lengkap dengan wajah para calon entah apa. "Kenapa?" Saya bertanya kepada seorang teman. Ia menjawab secara spontan, "Karena mereka memang orang-orang yang tidak begitu dikenal, bahkan di daerah mereka sendiri. Sehingga mereka mesti memperkenalkan diri dengan cara itu."
"Sesungguhnya, adalah kelian banjar dan adat yang lebih dikenal di setiap daerah. Merekalah yang semestinya menjadi pemimpin di daerah. Atau, barangkali tukang tambal ban. Karena, seperti di kampung saya-hanya ada seorang tukang tambal ban. Atau, barangkali seorang
pr eman, karena dia setidaknya telah berjasa dalam hal pengamanan desa." Lanjutnya, Iya, ya...
Calon-calon sekarang sampai mesti menjual kendaraan, sawah dan mencairkan simpanan mereka di bank untuk bertarung. Kemenangan seperti apa yang mereka harapkan? Kemenangan atau kerugian? Kemudian, bila terpilih, yang terpikir pertama adalah, "Bagaimana mengembalikan modal?"
Bila tidak terpilih, maka para calon itu berseteru. Padahal, sebelumnya mereka bersahabat.
Lebih-lebih lagi, karena peraturan partai yang lucu- seorang caleg yang memperoleh nomor 3 dari partai, mesti mengalah pada yang berada di atasnya. Walau terpilih di daerahnya, ia tidak bisa berbuat banyak. Suara dia pun ditambahkan kepada Sang Nomor Wahid alias Nomor 1. Sekarang, dia de
pr esi.
Dan, dalam keadaan itu adalah para dukun yang dicarinya. Pagi, sore, siang, malam. Itulah yang menjadi pekerjaan tetap dia. Dari satu dukun ke dukun yang lain. Alhasil, lebih banyak lagi tabungannya yang mesti dicairkan. Sebelumnya ia sudah menjual mobil segala.
Belakang ini, saya dengar dari keponakannya, "Paman saya itu mencari tukang santet. Ia mengharapkan nomor 1 yang terpilih dan nomor 2 yang berada di bawahnya itu celaka, mati, atau apa - supaya ia dapat menggantikan posisinya." Luar biasa...
Ya, luar biasa, karena ini bukanlah kebiasaan Bali yang beradab dan tunduk pada hukum karma, hukum sebab dan akibat. Seorang seniman tersohor menjadi ketua partai yang jelas-jelas tidak menghargai budaya bangsa dan membela kelompok ra
dika l. Ketua partai membisikinya: "Di pusat ini kan urusan politik. Di Bali kan aman-aman. Di sana Anda lah yang berkuasa. Pun, di pusat bila kita tetap kuat, Anda juga pasti dapat jatahnya." Bali, bangkitlah!
Janganlah mempercayai janji-janji palsu seperti itu. Mereka tidak peduli terhadap negara dan bangsa, apalagi terhadap Bali. Mereka tidak beradab, kau, Bali janganlah mengekor pada mereka.
Janganlah pertarungan menyebabkan perseteruan, karena bila Bali terpecah-belah, para politisi tanpa
pr insip itu yang akan menang. Bersatulah Bali menghadap ancaman di depan mata. BaliJaya!(*) Jaya ,Indonesia
Anand Krishna: Aktivis spiritual, baru saja ikut mendirikan
Brazil Indonesia Friendship Association ketika berada diuntuk mengikuti Earth Dialogues. sana
From:
bali-bali@yahoogrou [mailto:ps.com bali-bali@yahoogrou ] On Behalf Of Ketut Bagiarthaps.com
Sent: Tuesday, January 06, 2009 1:24 PM
To:bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: RE: [bali-bali] Suksma Biang !
Guys!. Salam dari negeri jauh..
Aku sangat
pr ihatin dengan tulisan-tulisan yang ada selama ini, yang kebanyakan menyangkut masalah agama.Terus terang, aku yang berada di negeri orang tidak butuh tulisan yang kebanyakan saling sentil dan saling lempar. Aku pikir Negara kita tercinta
sudah lebih dari cukup menanggung beban dengan masalah yang timbul karena SARA, Indonesia Mbok kita mesti nahan diri dong untuk
Bali yang kita banggakan dan tersohor di seluruh pelosok dunia, dengan keramah-tamahan penduduknya dan dengan Balinese yang penuh dengan toleransi
Tolong kasi aku berita yang berhubungan dengan keadaan Negara dan pulau kita tercinta…
Aku yakin, semua yang alamat emailnya ada di sini adalah orang bijak dan terpelajar.. at least bisa menggunakan/
mengoperasikan computer, walau ada yang computer pr ibadi dan computer kantor..
Shanti,
Balibong –
New Delhi ,India
From:
bali-bali@yahoogrou [mailto:ps.com bali- ] On Behalf Of bram daryadibali@yahoogroups .com
Sent: 06 Januari 2009 8:52
To:bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [bali-bali] Suksma Biang !
Iya nih, sebagai salah satu anggota yg muslim di millis ini juga sedikit "gatal telinga" kalo ada tulisan yg bener2 sdh bukan katagori kritik positif....mudah2an nggak sampe yg namanya pelecehan.Kami2 Muslim nggak alergi kok sama kritik cuma tolong patuhi koridor
saling menghormati.
..
semoga,
Bram.
--- On Mon, 5/1/09, Laraslia <laraslia@yahoo.com> wrote:From: Laraslia <laraslia@yahoo.
com>
Subject: [bali-bali] Suksma Biang !
To:bali-bali@yahoogrou ps.com
Date: Monday, 5 January, 2009, 8:05 PM
Maaf yg tadi kosong, mudah2an didelete mods.
Numpang subscribe milis lagi sekedar ingin menyampaikan apr esiasi dan ucapan terima kasih khusus untuk Biang Bulan atas komentar Biang untuk pelecehan agama. Selama saya bergabung di milis ini, cuma biang yang berani berkata jujur bahwa pelecehan agama ini sudah berlebihan.
Kami bukanlah ahli agama, hanya sekedar muslim biasa yang ingin mencari teman dan saudara disini. Sayapun juga sudah sampaikan japr i ke bli LGS dua bulan lalu sebelum unsub dari milis bahwa ilmu saya belum ada seujung kuku beliau tentang agama islam, terlebih islam plesetan hasil karya ahli agama lulusan amerika. Inilah sialnya jadi muslim bodoh. sesekali masih bertamu ke milis ini sekedar melepas kangen, dan ternyata tetep saja ada pelecehan2 agama, sementara yang ga setuju pura2 ga baca.
Tidak harus paham untuk sekedar menyampaikan ketidaksetujuan tentang pelecehan agama seperti yg disampaikan bli beni. Siapapun mereka dihati kecilnya yg membaca tulisan bli LGS pasti tau bahwa kami terusik, tapi entah kenapa mereka lebih memilih diam dan kehilangan nyame. Sekali dua kali bisa kami abaikan, tapi jika terus2an, sangat mengganggu.
Kalau kami yg komplin, pasti yg lain bilang delete aja kalo g suka. Tapi bila balinese yg menyampaikan, mudah2an yang lain bersedia memperhatikan.
Saya tidak berharap banyak toh saya sekedar bertamu. Paling juga sudah ga ada member muslim, jadi mau diteruskan sepertinya ga masalah. Semoga sukses untukpr ogram BOS, maaf sementara hanya bisa bantu doa. Ngiring..
Laraslia
Ps.
Biang, bila speaker masjid terlalu keras, tinggal disampaikan ke pengurus masjid, tiap masjid pasti ada pengurusnya, saya yakin mereka pasti mengerti. Tidak semua orang menurut saya pantas disandingkan dengan kata 'BIANG', tapi saya tau kenapa panggilan biang pantas untuk anda.
Mohon doa untuk rakyat palestina, semoga diringankan penderitaan mereka.
----- Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar