Minggu, 11 Januari 2009

Re: [bali-bali] Re: Bandara Ngurah Rai-Apa yang bisa kita lakukan?

OOii  Sanat my brother, ya..kangen nih memang sudah lama kita nggak ketemu. Nanti waktu ke Bali saya kontek, niki no hp tiang : 081 775 6269.
 
Tanggal 30 Jan rencana mau ke Bali,rencana sampai tanggal 2 Feb. Meeting dengan Parasparos dan juga mau tangkil ke Pure. Kalau ada waktu kita kontek tanggal 1 Feb, bisa ?
 
Tentu, usaha Sanat sangat baik sekali, tiang juga ingin hadir suatu saat kalau meeting BOSnya pas waktu tiang ada di Bali. Paling tidak menyatu dalam visi akan diperoleh lewat wahana komunikasi ini.
 
Kalau semua anggota milist suatu saat bisa ketemu; mungkin kita buat makan siang atau makan malam sederhana dan saling mengenal, maka akan makin solid komunikasi kita.
 
Suksme :)
 
Surya.
 


--- On Fri, 1/9/09, I Gede Sanat Kumara <abltechnet@gmail.com> wrote:
From: I Gede Sanat Kumara <abltechnet@gmail.com>
Subject: [bali-bali] Re: Bandara Ngurah Rai-Apa yang bisa kita lakukan?
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Friday, January 9, 2009, 11:40 AM

Bli Made Suryawan, welcome on board,lama menghilang dari peredaran,
jeg tiba-tiba bisa gabung dengan kita lagi.

Tinggal dikoordinasikan, sangat bagus pemikiran untuk disampaikan ke
pemerentah.

Akhir usaha saya untuk meramgkul temen2xx mulai terlihat.Semoga ada
manfaat untuk Bali dan Indonesia.

Salam Damai,

--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Nusantara Jaya <nusantarajaya69@ ...>
wrote:
>
> Om swastyastu.. .salam sejahtera saudara-saudaraku semua,
>  
> Saya sebenarnya sudah memonitor sejak beberapa bulan lalu
communication group kita Bali - Bali, saya merasa belajar banyak
disini dalam segala hal dan saya pernah diingatkan oleh saudara kita
Bung Sanat (teman seangkatan di SMPN I dulu) untuk aktif namun karena
masih merasa kekurangan waktu saat itu, sering terdelayed keinginan
untuk berkomunikasi dengan saudara-saudara semua yang disini yang
tiang  hormati akan peduli dan kiprahnya kepada Bali secara khusus dan
kepada peradaban secara umumnya.
>  
> Maaf tiang memperkenalkan diri dumun; tiang terlahir dengan
nama Made Suryawan biasa dipanggil Surya dan nama kecil di Bali 
dipanggil Kadek. Sekarang tiang cari makan di Jakarta, di Grup Kompas
Gramedia di divisi Hotel (Brand hotel atau villa yang mungkin saudara
kenal The Samaya, The Kayana, Hotel Santika Premiere, Hotel Santika,
Amaris Hotel ) dan paling tidak sebulan sekali pulang ke Bali dan
masih aktif sebagai anggota dewan pengarah/penasehat merangkap anggota
di Parasparos, Forum Studi Majapahit dan Purna Caraka Muda Indonesia
(PCMI Bali).
>  
> Mudah2an tiang bisa urun rembug dan berpartisipasi lebih banyak
dalam waktu-waktu mendatang dengan saudara-saudaraku semua yang tiang
hormati sehingga tiang bisa belajar lebih banyak dan mungkin kita bisa
bekerja sama saat menapak ke depan dengan tantangan yang nyata demi
Bali, Indonesia dan semesta alam kita yang tercinta.
>  
> Saudara-saudaraku; masalah airport yang muncul belakangan pada
komunikasi kita, tertarik tiang untuk menyampaikan bahwa bulan
lalu Parasparos sempat mengundang wakil stakeholders pariwisata Bali
untuk membicarakan masalah ini lagi (sebelumnya waktu tiang sbg wakil
ketua BTB dulu beberapa kali deal dengan isu yang sama) karena isu
airport ini benar-benar "memalukan" dan permasalahan yang sama masih
berlangsung terus dari dulu; masalah2 itu sangat memalukan
destinasi Bali dan antagonis dengan positioningnya sebagai Bali
shanti3x, Island of God dan sederet positioning ideal dan harum
lainnya.Jeleknya yang paling mengusik adalah seolah-olah orang Bali
itu stereotypenya "sekurang ajar" itu. 
>  
> Di dalam meeting yang dipimpin oleh Parasparosian Dr. Agung Suryawan
Wiranata, semua wakil stakeholders pariwisata mengeluarkan uneg2nya
dengan cukup emosional karena mereka adalah praktisi di lapangan yang
benar2 gregetan melihat situasi di airport. Biang masalah di airport
itu lengkap, bukan hanya infrastruktur tapi yang menggenaskan
adalah sikap mental dan moral sejumlah oknum porter, bea cukai,
imigrasi dan juga oknum kepolisian dll. Pokoknya lengkaplah.. .
>  
> Singkat kata, tersimpulkan dan sebagai tinadak lanjut (mid Januari
ini) Gung Suryawan akan membawa masalah ini ke Gubernur dan
DPRD   dengan membawa grup penekan wakil stakeholders yang hadir
(unsur PHRI, ASITA, HPI, BTB, PAWIBA dan lain-lain).
>  
> Kita menghindari untuk secara frontal berhadapan dengan pihak
airport dengan pihak elemen airport maupun Angkasa Pura namun lebih
menyerahkan kepada pihak formal yang punya tanggung jawab langsung
maupun tidak langsung yaitu pihak eksekutif yang kebetulan Pak Mangku
lagi "hangat-hangatnya" menjabat. Kita akan membawa beberapa pemikiran
teknis untuk memancing dan tampil lebih cerdas selain tuntutan
keadaan/output yang kita inginkan - yang secara umum meminta agar
airport Ngurah Rai standard tampilan hard dan softnya sesuai dengan
normatifnya sebuah internasional airport, bukan tampak seperti ubung
he...he...sebagaima na ada komentar saudara kita.
>  
> Di dalam meeting tersebut, Bli Aridus salah seorang yang hadir
menyarankan agar juga mengajak, menghubungi BOS dan menyebutkan
beberapa figur spt. saudara kita Popo, Sugi, Vieb dll disebutkan BOS
sangat peduli dengan hal2 yang begini. I don't know apakah any of our
brothers/sisters kita ada yang menghubungi anda2 belum ?
>  
> Saya CC juga saudara kita Agung Suryawan Wiranata, agar segera
menghubungi saudara2 yang ada di Bali-Bali kalau ternyata  belum ada
yang kontak untuk memperkuat grup penekan dan memperkaya pemikiran
dalam isu ini ke Pak Mangku. Saya yakin Pak Mangku ingin juga
melakukan sesuatu dengan airport namun kadang2 dengan adat timur ewuh
pakewuh, enerji pembangunan seperti ini agak berat bisa tersalurkan.
Tekanan kita kepada MP akan dapat menjadi enerji tambahan atau peluru
wujud yang dapat langsung tinggal ditembakkan saja ke airport, tentu
peran media akan bisa menggenapi pula.
>  
> Demikian saudara-saudaraku sharing tiang semoga ada manfaatnya.
>  
> Salam hormat :)....Jaya Nusantara kita !!!
>  
> Surya
>  
> PS> Sugi...setelah  ente mampir ke kantor saya waktu saya tugas di
Bali, ente jeg langsung ilang. Kije deen ente ne ?  
>
> --- On Fri, 1/9/09, Popo Danes <popo@...> wrote:
>
> From: Popo Danes <popo@...>
> Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Date: Friday, January 9, 2009, 12:36 AM
>
>
>
>
>
>
> Beh, yen soal jubir jeg Tuan Sugi Lanus paling ebat.
> Ngalahang Andi Merengengeng ajak Dino Patti Djalal dadiang besik.
>
> Pejabat Pemda banyak sliweran di Bandara, tapi pastilah tidak peduli
dengan semua masalah itu. Yang kritis dan bisa melihat problem seperti
ini adalah mereka yang bepergian dan membelanjakan uang sendiri. Kalau
jalan-jalan pakai duit orang apalagi duit negara, ya kok repot, sudah
dikasih jalan-jalan kok masih protes, begitu mereka, ha ha ha ....
>
> Have a nice day,
> pd
>
>
> On 1/8/09 8:38 AM, "darma putra" <idarmaputra@ yahoo.com> wrote:
>
>
>
>  
>
> Agar kepedulian kita tentang kekalutan Bali termasuk masalah
semrawutnya bandara bisa sampai di birokrasi, khsusnya Gubernur Bali,
kiranya baik kalau milis Bali Bali punya jubir yang mau bicara saat
Simakrana Gubernur Bali yg dilaksanakan setiap akhir bulan di wantilan
DPRD Bali. Popo benar bahwa kekuasaan bandara tidak di tangan gubernur
tetapi sebaiknya gubernur dan stafnya tahu lebih banyak lagi keluhan
publik sehingga mereka ikut mencari saluran untuk mengangkat masalah
ketidaknyamanan bandara bisa sampai ke pihak berwenang. Walau bandara
akan diperluas dan direnovasi, kesemrawutan sekarang sangat urgent
untuk bisa diperbaiki.
>  
> Jubir Bali Bali bisa saja gantian setiap bulan siapa yang sempat
atau sudi, yang penting ada jubir yang menyarikan point yg relevan
dari diskusi milis setiap bulan untuk disampaikan di simakrama.
Mungkin dengan begini, tujuan milis Bali Bali yang salah satunya untuk
membentuk opini umum bisa terlaksana. Seperti sudah dibicarakan dalam
sangkep BOS minggu lalu, banyak cara lain untuk menyalurkan kepedulian
kita seperti diskusi terbuka dengan para ahli dan praktisi, interaktif
di media massa, dan menerbitkan booklet pemberdayaan publik. Syukurlah
Mbok Vieb dengan tekad tebal sudah sanggup untuk menyiapkan
dana-dananya! Maju terus!
> dp
>
>  
>
>
> From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Sent: Thursday, 8 January, 2009 10:36:54 PM
> Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
>
> Sangat benar adanya. Saya yang rutin seliweran keluar masuk bandara
Ngurah Rai sangat setuju dengan komentar rekan Al Purwa itu.
> Cilakanya, pemda Bali tidak bisa dicomplain soal problem Bandara,
karena itu kekuasaan Angkasa Pura. Kalau complain masalah
keimigrasian, itu juga katanya urusan Departemen kehakiman. Turis
manca negara mana tahu dan mana mau tahu problem birokrasi internal
kita. Untuk mereka, yang gak bener itu adalah Bali airport.
>
> Soal trolley rusak mungkin sengaja dibiarkan, supaya makin banyak
orang ogah mendorong trolley yang hampir semuanya tuna daksa itu
supaya pakai jasa porter. Dan lihat saja bagaimana trolley itu
berhenti diganjal pipa besi dipemberhentian akhirnya, sehingga susah
sekali memindahkan barang yang berat ke kendaraan yang juga
berhentinya tidak nyaman.
>
> Belum lagi soal reklame, minta ampun deh. Kayaknya mereka kapal
keruk banget, tidak ada space lowong yang dibiarkan tanpa reklame.
Kalau mereka dapat good income dan kasih good service ya ok saja, tapi
kenyataannya ..... Oh, belum lagi kalau diamati toko-toko yang ada di
bandara itu. Kelihatan banget KKN-nya. Dagangannya sama semua, tidak
bermutu, dan masih ada gerobak-gerobak yang jualan rokok dan snacks,
what an international airport.
>
> Kalau nggak ngantuk, saya punya buanyaaaaakkk banget problem yang
saya temui disana, untung juga sudah capek habis urusin yang lain.
Untung juga liburan kali ini cukup panjang, cukup lama bisa
menghindari That Airport.
>
> pd
>
>
> On 1/7/09 10:25 AM, "Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:
>
>
>
>  
>
> http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara-
ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html <http://www.balebeng
ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html>
>
> Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
>
> Oleh Luh De Suriyani
>
> Ngurah Rai International Airport masih memiliki sejumlah
ketidaknyamanan bagi penggunanya. Di antaranya antrean panjang
pengurusan Visa on Arrival (VoA), pelayanan pengangkutan barang, dan
validitas informasi wisata.
>
> Hal ini disampaikan Ketua Association of the Indonesia Tours and
Travel Agencies (Asita) Bali Al Purwa. Sejumlah persoalan ini,
menurutnya sangat berpengaruh pada citra pariwisata Bali secara
keseluruhan.
>
> "Pada 26 Desember lalu saya meeting dengan 8 big boy players dari
Jepang, semua manager travel agents besar dari jepang yang mensupply
30% dari kedatangan wisatawan ke Bali. Mereka menyatakan Bali tidak
cocok bagi wisatawan lansia Jepang karena ketidaknyamanan airport,"
ujar Purwa.
>
> Para travel agent Jepang itu memastikan bahwa tourists yang tidak
banyak terkena dampak crisis adalah mereka yang sudah tua-tua dari
Jepang yang sudah pensiun. "Antrean panjang dan lama setelah
perjalanan panjang di udara sama sekali tidak membuat senang dan
nyaman. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa Bali airport adalah
airport terburuk di dunia dalam kenyamanan ini," kata Purwa.
>
> Keluhan antrean panjang ini, menurut Purwa sudah diketahui semua
pihak termasuk Wakil Presiden, namun keluhan itu masih saja tidak
mendapatkan pembenahan yang significant.
>
> Selain itu, dalam pelayanan pengakutan barang juga menjadi catatan.
Purwa mengeluhkan tidak tersedianya trolly yang bagus dan masih saja
ada porter yang minta pembayaran melebihi ketentuan. "Masih saja ada
porter yang minta Rp.100,000 atau USD 10 untuk satu koli barang walau
tertera di papan, ongkosnya adalah Rp. 2.500."
>
> "Juga tidak ada tempat duduk yang nyaman untuk istirahat buat orang
tua," tambahnya.
>
> Assisten Manager Hukum dan Humas PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I,
pengelola Ngurah Rai Airport mengakui bandara saat ini sudah terlalu
padat sehingga memunculkan sejumlah ketidaknyamanan. "Terminal
domestik saja sudah overload. Kapasitasnya 1,5 juta orang per tahun,
tapi kini melayani 3,6 juta orang per tahun," ungkapnya.
>
> Sementara soal antrean VoA, ia mengatakan akan melakukan perbaikan
dalam pengadaan counter dan bekerja sama dengan imigrasi untuk
peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi.
>
> Dimyati optimis, semua ketidaknyaman ini akan teratasi jika proyek
pengembangan bandara selesai. Mulai April 2009 ini, PAP akan memulai
proyek perluasan bandara yang diperkirakan menelan dana 2,1 triliun
rupiah itu.
>
> Masalah lainnya yang menurut Purwa mudah ditangani adalah penertiban
brosur, leaflet informais parwisata yang informasinya tidak akurat dan
cenderung menipu. "Banyak brosur dibuat oleh perorangan atau
perusahaan yang tidak berijin, terutama yang berbahasa Jepang, Rusia,
Korea dan bahasa yang tidak banyak yang tahu," ujarnya.
>
> Brosur-brosur sembarangan masuk ke airport karena disinyalir orang
dalam ikut bermain. Seharusnya, menurut Purwa, airport manager tahu
apa isi brosur-brosur itu dan apakah mereka punya ijin usaha. "Caranya
mengkontrol gampang saja, kirim 1 copy ke Bali Tourism Board (BTB) dan
BTB akan menelusuri. Yang tidak punya ijin usaha supaya dibakar saja
atau didenda yang tinggi," pinta Purwa.
>
> Tak hanya brosur jasa wisata, brosur dan reklame jual beli tanah
atau rumah Hak Milik (Free Holding) yang tidak benar juga makin marak.
>
> IB Agung Satya Putra, staf sales sebuah jasa informasi pariwisata di
dalam airport mengakui banyak brosur jasa wisata yang harus diteliti.
"Yang penting bayar sama pengelola bandara, sudah bisa masuk. Saya
tidak pernah lihat ada pengecekan brosur oleh pihak bandara," katanya. [b]
>
> http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors-
complaint- over-airport- services. html <http://www.thejakar
tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport-
services. html>
>
>
>
>  
>
>
> Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox.
Take a look <http://au.rd. yahoo.com/ galaxy/mail/ tagline2/
*http://au. docs.yahoo. com/mail/ smarterinbox> .
>  
>     
>


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: