Jumat, 16 Januari 2009

Re: [bali-bali] kontribusi bagi BOS

Bu Bulan,
 
Suksma inggih.......
It is our pride to know that you play an important role in UNO's program.
 
Peace & Bravo Indonesia
 
Wira
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Friday, January 16, 2009 5:01 PM
Subject: Re: [bali-bali] kontribusi bagi BOS

pak Wira,
yang baju biru itu mbo Vieb, yang lagi pidato tangannya naik itu Sugi Lanus, yang rambut silver itu Popo... BB

2009/1/16 wiranata <wiranata@vozbbg.com>

Aduuh tiyang banyak belum kenal temen 2x yaa...
 
Walaupun barangkali temen 2x mungkin udah lupa muka tiyang...... tiyang sendiri masih inget beberapa temen seperti: Putu Kesuma, Dharma Putra, Popo Danes, Made Suryawan, Agung Suryawan Wiranatha (yg kebetulan kita satu angkatan di SMPN 2 Dps duluu 77/79/80..), Viebeke, Gus De, Al Purwa, Hery Angligan, Budi, SSos.
 
(Kalo yang satu genk macem Pak Alit Payonk Suarsawan, A. A Ngr. Md. Arwatha, A.A. Ngr. Gd Kesuma Wardhana, dan yang dari Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) seperti Dw. Budiasa dan Pak Hanafi, Ismoyo (temen sbg. chairman di BVA--Bali Villa Association) .
 
Sedangkan maaf belum kenal (nama samaran atau asli) dan pingin sekali tiyang kenal Sugi Lanus, I Gede Sanat Kumara, Deden Kung, Lili Gundi, Ngurah Beni Setiawan, Anton Muhajir, Cokorde Raka Angga Januraga, Ikranagara, Dayu Sri, Bulantrisna Djelantik,  I Wayan Warmada, Riko, Gatari Mantra, Dika, Ayip. Ketut Santrawan, Wayan Kurma, Nengah Sudja, Putra Semarapura, , Made Sutjita, Arisoma, Driya Suwindrati, I Made Cock Wirawan, Nengah Dwijaya, Gajah Bali-Russian Division, Bali Sunshine, Ketut Bagiartha, Bram Daryadi, Laraslia, Ali reza, PAJ Tours, Ikra, Bakri, Antonio, Eddy Sunyoto, I Komang Zebro Sudarmawan, bali-bali-owner/bali-bali Moderator, Agus Wisnu, dllnya.
 
Weruh ring Aran lan Weruh ring Rupa (Kalo tak kenal tak sayang he he..)
 
 
Salam Damai & Salam Indonesia,

Wira
 
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 15, 2009 10:03 PM
Subject: Re: [bali-bali] kontribusi bagi BOS

 
Bersama ini menyatakan setujuuuu dan salut atas kesediaan Luh De jadi juru tulis kita!! 
Bersama ini foto sangkep pertama BOS.. bisa dikenali manusia2nya ???
Pointers akan dikirim oleh sang klian, Sugi..
Saya ke New Delhi, 18-22 Januari.. teman2 yang ada disana bisa hubungi saya melalui tempat saya menginap di Defence Colony, 99-100-66028, siapa tahu bisa ketemuan sesudah meeting selesai pada tgl 21-22 ya..   Salam shanti,  Bulantrsina Djelantik

2009/1/8 Luh De Suriyani <lodegen@yahoo.com>

siap jadi juru tulis dan juru pembagi rilis untuk BOS. Bikin blog, bikin group di facebook, e-newsletter, selalu berusaha hadir pas openhouse gub akhir tahun. Sedikit masukan untuk penyebaran gagasan.

Btw, sisa dana Rembug konsumen media waktu lalu masih 1,5 juta di rekening sloka institute. Bisa dipakai untuk building system informasi BOS ini, seperti yg saya paparkan di atas. Apalagi saya pikir BOS bisa menjadi payung dari beragam advokasi pemelekkan masyarakat termasuk media.

Bahkan, BOS bisa jadi payung bagi advokasi program2 yg dikerjakan NGO. Bukan saatnya lagi untuk sok-sokkan bisa mengatasai persoalan sendiri yang dikerjakan satu NGO. KIta bisa saling memberikan kontribusi.

Bali Collaboration for Climate Change bisa jadi salah satu bukti, ketika kesamaan tujuan membuat nama-nama lembaga merunduk dan memberikan porsi paling besar bagi kolaborasi.

--

| Luh De Suriyani | Blog http://lodegen.wordpress.com |

--- Pada Kam, 8/1/09, Popo Danes <popo@popodanes.com> menulis:
Dari: Popo Danes <popo@popodanes.com>
Topik: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 8 Januari, 2009, 4:36 PM

Beh, yen soal jubir jeg Tuan Sugi Lanus paling ebat.
Ngalahang Andi Merengengeng ajak Dino Patti Djalal dadiang besik.

Pejabat Pemda banyak sliweran di Bandara, tapi pastilah tidak peduli dengan semua masalah itu. Yang kritis dan bisa melihat problem seperti ini adalah mereka yang bepergian dan membelanjakan uang sendiri. Kalau jalan-jalan pakai duit orang apalagi duit negara, ya kok repot, sudah dikasih jalan-jalan kok masih protes, begitu mereka, ha ha ha ....

Have a nice day,
pd


On 1/8/09 8:38 AM, "darma putra" <idarmaputra@ yahoo.com> wrote:


 

Agar kepedulian kita tentang kekalutan Bali termasuk masalah semrawutnya bandara bisa sampai di birokrasi, khsusnya Gubernur Bali, kiranya baik kalau milis Bali Bali punya jubir yang mau bicara saat Simakrana Gubernur Bali yg dilaksanakan setiap akhir bulan di wantilan DPRD Bali. Popo benar bahwa kekuasaan bandara tidak di tangan gubernur tetapi sebaiknya gubernur dan stafnya tahu lebih banyak lagi keluhan publik sehingga mereka ikut mencari saluran untuk mengangkat masalah ketidaknyamanan bandara bisa sampai ke pihak berwenang. Walau bandara akan diperluas dan direnovasi, kesemrawutan sekarang sangat urgent untuk bisa diperbaiki.
 
Jubir Bali Bali bisa saja gantian setiap bulan siapa yang sempat atau sudi, yang penting ada jubir yang menyarikan point yg relevan dari diskusi milis setiap bulan untuk disampaikan di simakrama. Mungkin dengan begini, tujuan milis Bali Bali yang salah satunya untuk membentuk opini umum bisa terlaksana. Seperti sudah dibicarakan dalam sangkep BOS minggu lalu, banyak cara lain untuk menyalurkan kepedulian kita seperti diskusi terbuka dengan para ahli dan praktisi, interaktif di media massa, dan menerbitkan booklet pemberdayaan publik. Syukurlah Mbok Vieb dengan tekad tebal sudah sanggup untuk menyiapkan dana-dananya! Maju terus!
dp

 

From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Thursday, 8 January, 2009 10:36:54 PM
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi

Sangat benar adanya. Saya yang rutin seliweran keluar masuk bandara Ngurah Rai sangat setuju dengan komentar rekan Al Purwa itu.
Cilakanya, pemda Bali tidak bisa dicomplain soal problem Bandara, karena itu kekuasaan Angkasa Pura. Kalau complain masalah keimigrasian, itu juga katanya urusan Departemen kehakiman. Turis manca negara mana tahu dan mana mau tahu problem birokrasi internal kita. Untuk mereka, yang gak bener itu adalah Bali airport.

Soal trolley rusak mungkin sengaja dibiarkan, supaya makin banyak orang ogah mendorong trolley yang hampir semuanya tuna daksa itu supaya pakai jasa porter. Dan lihat saja bagaimana trolley itu berhenti diganjal pipa besi dipemberhentian akhirnya, sehingga susah sekali memindahkan barang yang berat ke kendaraan yang juga berhentinya tidak nyaman.

Belum lagi soal reklame, minta ampun deh. Kayaknya mereka kapal keruk banget, tidak ada space lowong yang dibiarkan tanpa reklame. Kalau mereka dapat good income dan kasih good service ya ok saja, tapi kenyataannya ..... Oh, belum lagi kalau diamati toko-toko yang ada di bandara itu. Kelihatan banget KKN-nya. Dagangannya sama semua, tidak bermutu, dan masih ada gerobak-gerobak yang jualan rokok dan snacks, what an international airport.

Kalau nggak ngantuk, saya punya buanyaaaaakkk banget problem yang saya temui disana, untung juga sudah capek habis urusin yang lain. Untung juga liburan kali ini cukup panjang, cukup lama bisa menghindari That Airport.

pd


On 1/7/09 10:25 AM, "Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:


 

http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html <http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html>

Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi

Oleh Luh De Suriyani

Ngurah Rai International Airport masih memiliki sejumlah ketidaknyamanan bagi penggunanya. Di antaranya antrean panjang pengurusan Visa on Arrival (VoA), pelayanan pengangkutan barang, dan validitas informasi wisata.

Hal ini disampaikan Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Bali Al Purwa. Sejumlah persoalan ini, menurutnya sangat berpengaruh pada citra pariwisata Bali secara keseluruhan.

"Pada 26 Desember lalu saya meeting dengan 8 big boy players dari Jepang, semua manager travel agents besar dari jepang yang mensupply 30% dari kedatangan wisatawan ke Bali. Mereka menyatakan Bali tidak cocok bagi wisatawan lansia Jepang karena ketidaknyamanan airport," ujar Purwa.

Para travel agent Jepang itu memastikan bahwa tourists yang tidak banyak terkena dampak crisis adalah mereka yang sudah tua-tua dari Jepang yang sudah pensiun. "Antrean panjang dan lama setelah perjalanan panjang di udara sama sekali tidak membuat senang dan nyaman. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa Bali airport adalah airport terburuk di dunia dalam kenyamanan ini," kata Purwa.

Keluhan antrean panjang ini, menurut Purwa sudah diketahui semua pihak termasuk Wakil Presiden, namun keluhan itu masih saja tidak mendapatkan pembenahan yang significant.

Selain itu, dalam pelayanan pengakutan barang juga menjadi catatan. Purwa mengeluhkan tidak tersedianya trolly yang bagus dan masih saja ada porter yang minta pembayaran melebihi ketentuan. "Masih saja ada porter yang minta Rp.100,000 atau USD 10 untuk satu koli barang walau tertera di papan, ongkosnya adalah Rp. 2.500."

"Juga tidak ada tempat duduk yang nyaman untuk istirahat buat orang tua," tambahnya.

Assisten Manager Hukum dan Humas PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I, pengelola Ngurah Rai Airport mengakui bandara saat ini sudah terlalu padat sehingga memunculkan sejumlah ketidaknyamanan. "Terminal domestik saja sudah overload. Kapasitasnya 1,5 juta orang per tahun, tapi kini melayani 3,6 juta orang per tahun," ungkapnya.

Sementara soal antrean VoA, ia mengatakan akan melakukan perbaikan dalam pengadaan counter dan bekerja sama dengan imigrasi untuk peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi.

Dimyati optimis, semua ketidaknyaman ini akan teratasi jika proyek pengembangan bandara selesai. Mulai April 2009 ini, PAP akan memulai proyek perluasan bandara yang diperkirakan menelan dana 2,1 triliun rupiah itu.

Masalah lainnya yang menurut Purwa mudah ditangani adalah penertiban brosur, leaflet informais parwisata yang informasinya tidak akurat dan cenderung menipu. "Banyak brosur dibuat oleh perorangan atau perusahaan yang tidak berijin, terutama yang berbahasa Jepang, Rusia, Korea dan bahasa yang tidak banyak yang tahu," ujarnya.

Brosur-brosur sembarangan masuk ke airport karena disinyalir orang dalam ikut bermain. Seharusnya, menurut Purwa, airport manager tahu apa isi brosur-brosur itu dan apakah mereka punya ijin usaha. "Caranya mengkontrol gampang saja, kirim 1 copy ke Bali Tourism Board (BTB) dan BTB akan menelusuri. Yang tidak punya ijin usaha supaya dibakar saja atau didenda yang tinggi," pinta Purwa.

Tak hanya brosur jasa wisata, brosur dan reklame jual beli tanah atau rumah Hak Milik (Free Holding) yang tidak benar juga makin marak.

IB Agung Satya Putra, staf sales sebuah jasa informasi pariwisata di dalam airport mengakui banyak brosur jasa wisata yang harus diteliti. "Yang penting bayar sama pengelola bandara, sudah bisa masuk. Saya tidak pernah lihat ada pengecekan brosur oleh pihak bandara," katanya. [b]

http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html <http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html>



 

Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take a look <http://au.rd. yahoo.com/ galaxy/mail/ tagline2/ *http://au. docs.yahoo. com/mail/ smarterinbox> .
 
    



Pemanasan global? Apa sih itu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!



__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: