Mbak Vieb,
I). Mengenai PNMN Mandiri sebenarnya udah mulai dijalankan, kalau gak salah dananya mungkin mencapai sekitar 50 jt per banjar.
Ini lanjutan dari Program P2KP, saya kebetulan sebagai Kelian Banjar (Adat) di Br. Margajati (selatan Br. Balun & utara Sdana Mertha Ubung/terminal) di Desa Pemecutan Kaja-Denut, kebetulan saya ikut terlibat tetapi berhubung banjar saya karena tidak begitu ambisi mengambil dana proyek ini, maka selalu ketiban nomor buncit sehingga di tahun 2008 belum memperoleh gelontoran dana tersebut (malah ada banjar yang seperti apatis cuek masalah ini seperti Br. Gerenceng...mungkin kelompok yang mewakili Br. Gerenceng lihat karena prosedur birokrasi masih terlalu rumit/amburadul...bayangkan berkali-kali kita kirim proposal dan sering disuruh ngulang, belum lagi pake rangkapnya banyak, sehingga begitu kita diminta ngulang mensurvei atau mendata kembali masyarakat, masyarakat malah jadi sering jengkel mereka kira kita mencuri data dari masyarakat untuk kepentingan kelompok kita untuk mendapaktan dana untuk proyek yang dimasrk-up atau manipulasi (sudah sebnegitukah apatisme masyarakat sekarang dan ketidak percayaan terhadap proyek-proyek yang pro rakyat jelata) . ...karena terus terang kita teah mengawali ngambil data di penghujung bulan Januari 2008 tapi sampe bulan Desember 2008 belum dapat dana..., sehingga pusing dah jadi Kelian ditambah lagi lagi kita sebagai Kelian Adat ngayah gak dapat gaji... . Hali lain yaitu sering ada rapat mendadak menmgenai proyek yang akan digulirkan khususnya berhubungan dengan proposal padahal orang-orang seperti saya tidak bisa stannd-by di rumah karena haru mencari sesuap nasi bekerja sebagai buruh...jadi susah deh..kalau SC (Steering Committeenya) tidak bisa bijak cari waktu luang masyarakat untuk memberikan panduan kepada korlap di masyarakat seperti saya ini (hal ini menyangkut efisiensi dalam manajemen waktunya.
Khhusus apa yang telah saya lihat di lapangan di Desa Pemecutan Kaja, biasanya Kepala Dusun/Kelian Dinas yang lebih terlibat dalam masalah ini dibanding Kelian Adat karena programnya datang dari pemerintah.
Umumnya dana ini diarahkan ke masalah (a). infrastruktur seperti perbaikan gang/pengaspalan, perbaikan got dllnya (2) pemberdayaan ekonomi mikro dengan dana bergulir (biasanya dilakukan dan didistribusikan oleh ibu 2x PKK dalam sesi arisan), atau kursus ketrampilan untuk wanita dllnya.
Saya kebetulan diberkan beberapa buah buku panduan mengenai pelksanaan di PNMN Mandiri di Desa/Banjar (tapi belum sempet saya baca secara detil dan tuntas/hanya sepintas) jadi kalo ada yang memerlukan boleh difoto copy.
Kalo gak salah yang sebagai "arranger"nya adalah Konsultan Manajemen ini dari salah satu LSM yg ada di Bali.. (aduuuh saya lupa namanya)
Barangkali LSM ini yang rajin dan pro aktif cari proyek-proyek sosial kepemerintahan atau mungkin dia udah punya link khusus ke pemerintah... saya juga gak tahu persis mengenai hal itu, tapi sebaiknya kita berfikir positif aja deh...
II). BTW.... mengenai Eco Wisata Desa .....Mbak Vieb masih inget saya di Yayasan Bali Dinamis, kita dikomndoi Putu Alit Suarsawan sewaktu itu buka Kapal Village Eco Tourism http://www.balidynamic.com/ sebagai salah satu Jaringan Eco Wisata Desa yang ke-5 di Bali (setelah Tenganan, Nusa Ceningan, Sibetan dan Pelaga..yang empat ini dimotori olej JED Wisnu) yang tujuan kami terutama melindungi DAS khususnya tebing pinggiran sungai dari Pancuran Waringin Pitu sampai ke darah sungai Ceburan dan juga sebagai cara memulai menggugah masyarakat ntuk mengurangi bahkan agar tidak buang sampah ke tebing pangkung, serta juga agar gak semua warga berwira usaha tidak hanya porsir ke home industri khususnya tugu beton batako melulu yang udah dominan sekali mewarnai kehidupan semi kampung & kota di desa Kapal. Disamping kita ingin menyuguhkan kepada para turis bagaimana desa pinggiran di Bali dalam proses "In Transition".
Kami sebagai pemrakarsa adalah orang-orang udik asli dari desa Kapal-Kec.Mengwi-Kab. Badun yaitu: Alit Suarsawan (Br. Tambak Sari), A.A. Ngurah Md. Arwatha (Br. Langon) , Kadek (Br. Langon), Yoyok (Br. Titih), Sutaya (Br. Uma) dan saya sendiri kebetulan masih sebagai Upadesa Sabha/Penasehat-Pembina Br. Muncan Kapal Mengwi dan beberapa gelintir desawan/ti lain yang punya bidang keahian di bidang lontar/sastra, seni gerabah dllnya.
Anyhow, thank so much lho Mbak Vieb atas bantuan dananya dan juga tawaran bibit Jati Emasnya
III). Oh ya... mengenai Organisasi Swadesi di Denpasar ......omong-omong...kita juga bikin organisasi baru yaitu Bali Yadnya Karya dbersama A A Ngr. Gd. Kesuma Wardhana, Dewa Budiasa, Alit Suarsawan dan beberapa teman-temen seide di Unud ....." kenehe lobha rencana ngae ane saja-saja sajan seken" mau ikut nibrug kalo ada yang perlu kita sinergikan.
Agak capek dan sedikit stress juga ngurus adat, budaya, lingkungan, dan penduduk tidak punya akses-tertinggal-lemah-miskin di 2 dua banjar dan desa yang berbeda (Muncan-Kapal-Mengwi-Badung dan Margajati-Pemecutan Kaja-Denpasar Utara)...terutama daerah Margajati yang dijadikan ajang adu preman antara Minggik dan Dewa saraf seputaran wilayah kami di jl-jl.Cokro, Gatsu Barat, Bung Tomo, Kesuma Bangsa dan Kesuma Dewa.
Apalagi saya kerja di swasta dengan orang bule...duuh susahnya ngatur waktu..rasanya 24 jam sehari harusnya diubah menjadi 36 jam sehari he he...sedikit joke...
terutama kalo udah masalah rutin yaitu meninggal/ngaben, kawin, odalan dan ada yang mau saling tusuk karena warisan, atau yang mau cerai atau pengaduan kekerasan rumah tangga, maka saya harus ada di tempat pada waktu itu atau hari itu juga... bahkan saya juga secara pribadi ada resiko dipecat oleh perusahaan karena sering permisi/keluar dari jam kerja di perusahaan.... yach emang resiko kita hobby organsisasi dan terjun di masyarakat macam gini.....capek dehh....he he.....
IV). Mengenai Enersi alternatif sekaligus solusi positif untuk menanganani sampah, kelompok kami juga ada yang memberikan tawaran untuk bikin Pembangkit Listrik dengan menggunakan sampah dan konon sih orang yang mengajak kami ini telah sukses mempraktekkannya di Guangzhou Cina, kami masih dalam taraf penjajagan mengenai hal ini.
Sedangkan di lain pihak, waktu Open House/Dharma Suaka dengan Gubernur Pak Mangku Pastika kalo gak salah 29 Nov. 2009 lalu (yang kao gak salah juga diadakan setiap hari Sabtu Minggu keempat tiap bulanannya kecuali Desember karena Natal dan Tahun Baru)...beliau juga sempat melontarkan hal yang senada bahwa Pemda Bali udah berencana untuk menelorkan Proyek Pembangkit Tenaga Listrik dengan sampah di Suwung, tapi beliau bilang volume sampah di Suwung belum mencukupi untuk bisa direalisasikannya proyek tersebut sehingga butuh semua sampah di daerah Denpasar dan sekitarnya di buang ke Suwung... berarti ini bersifat Mega Proyek.
Sedangkan di lain pihak sepintas temen saya ini bilang jenis pembangkit yang dia tawarkan bisa berproduksi dengan volume sampah yang kecilt.. jadi saya sangat tertarik hal ni. Jadi kalo ada temen 2x yang nibrug dan memang pemerhati atau pakar di bidang enersi kelistrikan saya mohon deh untuk ikut back up kita.
V). Mengenai Pertanian/Lingkungan (walaupun kami menyadari temen 2x mungkin sudah duluan bergerak kesana), kami dikomandoi oleh Pak Sutapoa cs. juga secara kecil-kecilan telah ikut berkecimpung untuk Bangkitkan Pertiwi Bali karena sebenarnya tanah tidak bisa diperkosa terus menerus dipupuk/dikimiawikan berhubung pertiwi sendiri punya keterbatasan unsur 'hara'. Jadi kita memberikan perlakuan atau cara atau metode ke petani, kita gunakan pupuk dari kotoran ternak-ternak yang ada di desa-desa ditambah dengan kosentrat khusus yang kita telah siapkan untuk itu dan petani bisa memakai bibit padi yang sesuai dengan kebiasan atau kecocokan tanahnya (yang secara empriris dianggap paling cocok dengan kondisi tanah dan hawa daerah tersebut), sekali lagi kita hanya memberikan perlakuan atau cara atau metode organik yang lain tidak berubah tetapi kalo petani tidak punya modal untuk beli bibit padi dan pupuk ini maka kita akan menyalurkan dana (yang sudah tentunya terbatas sesuai kemampuan kita) dan petani nantinya akan dibayar dengan hasil panen yang hasil panennya yang akan kita beli lebih tinggi dari harga standar pasaran. (Biasanya sehebat-hebatnya program bantuan ke petani beitu masa panen/apalagi panen raya, maka bisanya harga akan langsung anjlok dan akhirnya petani jadi rugi baik karena menjualnya seadanya maupun karena sudah kena jaring pengijon/tengkulak).
Tujuan mulianya memang kita bersungguh-sungguh ingin mensejahterkan petani.
Di lain pihak kita akan jual beras organik kita lebih murah dari harga pasaran karena kita tidak melulu "profit oriented", dan juga hasil bersanya bisa di test dengan jenis-jenis beras organik sejenis.
Apabila satu dan lain hal terjadi Force Majeure gagal panen karena diluar prediksi dan antisipasi terbaik yang telah kita persiapkan termasuk unsur "Acintya/Tak Terpikirkan" seperti penyakit/hama jenis baru dan cuaca atau Kehendak Di-Atas maka kerugian kita tanggung renteng bersama.
Ujung-ujungnya dalam jangka panjang untuk mengembalikan kekuatan produksi betara Sri dalam Pertiwi Bali dalam unsur Palemahan, sudah tentunya mengarah pada mengurangi ketergantungan impor beras, selanjutnya mengurangi ketergantungan Bali terhadap suplai beras dari daerah-daerah lain dan menahan animo petani untuk jual tanah atau konversi ke bangunan karena tidak bisa bayar pajak tanah atau karena tanahnya tidak produktif.
Kita pada akhir January ini akan ada panen seluas 12 hektar sebagai pilot project kita yang mana 2 hektar adalah murni organik dan 10 hektar semi organik di daerah Buahan, Payangan - Gianyar. Kita sudah mulai coba proses di daerah-daerah lain.
Hambatan kita adalh dalam pemasaran, sehingga kami butuh bantuan temen-temen untuk ikut menyalurkannya (kalo bisa minta tolong lho)... sebagai perbandingan harga di pasaran adalah Rp. 14 rb s/d Rp. 17 rb sekilo (bisa lihat di carefourre atau Tiara dllnya), sedangkan kita buka harga promosi hanya sekitar Rp. 9 rb rupiah sekilo dan kalo sudah memakai Sucofindo, cap dagang dan kemasan yang baik kita akan buka harga Rp. 12 rb. Kita sudah punya beberapa jalur pemasaran langsung kepada konsumen (malah ada yang pemakai langsung/konsumen dengan kebutuhan 1,2 ton sebulan) , tapi alangkah baiknya kalo ada temen x bisa bantu (agak oprtunis nich yee...) untuk diminta tolong ikut memberikan info jaring pemasaran (terutama, untuk kebutuhan hotel-hotel berbintang) dan beras kami siap di tes kwalitasnya dengan beras organik yang sudah beredar. Ingat ini demi pertiwi Bali dan petani.
He he he.... nah keto malu de bes serius sajan..
Bagi yang willling to read it sorry berat yaa... bikin anda capek membacanya.
Sekali lagi tolong bantu yaaa... tukar-tukaran yang bisa kita sharing bersama, karena saya sendiri dan temen-temen udah overload lho..... he he he... karma dari mau ngambil kesibukan....
Last but not least ....bagi Pak Dharma Putra..kenken ne khabar Autraliane?... lupa dengan saya ya Pak Dhar......?
saya sebenarnya deket dengan Pak Dharma karena isteri beliau, Ibu Diah Sutari saya ajak sekelas di Sastra Inggris th. 1983, dan juga dulunya kita sering kumpul gradag grudug dengan Pak Dharma di Senat Mahasiswa.
Last bur not least..... Salam Damai dan Salam Indonesia.
Mari selalu dengungkan Bali Bangkit.
Wira
(A.A. Bagus Wiranata)
__._,_.___----- Original Message -----From: Asana Viebeke LengkongSent: Thursday, January 08, 2009 11:33 AMSubject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Sugi yang baik,ada hal yang penting sekali saya rasa yang perlu kita agendakan adalah PNPM Mandiri. Program ini triliunan dan yang masuk Bali juga lumayan. Program ini luar biasa dan kalau di laksanakan dengan cermat, permasalahan kemiskinan bisa di atasi. Masalahnya program ini belum begitu di kenal oleh masyarakat, malahan mungkin oleh pemdanya. Program ini juga bisa menjadi 'program korupsi' kecil kecilan yang dilakukan oleh pelaksana dan facilitator nya. Kita perlu mendapatkan banyak informasi tentang program ini, dan masuk ke dalam agenda kita "rights-base approach' mendekatkan masyarakat dengan program program pemerintah yang sangat bisa berkelanjutan.Berapa kabupaten di Bali, Kecamatan? Banjar?.... apa saja program PNPM itu? terus kita tentukan saja target komunitas yang akan kita sasar dulu untuk tau apakah program program PNPM bisa terserap oleh mereka?IAA sudah melakukan ini, Masyarakat Trunyan akan menerima training BIOGAS dan Pupuk organic dalam bulan ini. Facilitatornya Yayasan Pratista, mereka mempersiapkan proposal 6 bulan lalu dan sekarang dananya sudah keluar, dan sudah akan dimulai tanggal 20 January di Trunyan. Trainernya P Jujur dari Bangli. IAA akan ikut mendampingi dan memonitor bagaimana masyarakat bisa mengambil manfaat dari program ini.Masalah air dan listrik masih menjadi dilema, karena masyarakat belum paham akan proses pemberdayaan.salam, vieb----- Original Message -----From: Putu KesumaSent: Thursday, January 08, 2009 11:02 AMSubject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Salam semua!SETUJUUUUUUUUUU!Hukum alam bekerja dengan sangat rapi. Koh ngomong hasilnya tidak ada karena tidak melakukan apa2. Asal ngomong hasilnya ya asal-asalan juga. So, gimana dong?Seperti yang dikatakan mbok Vieb, let's take the ownership as Balinese/Indonesian. Mari KITA bicarakan untuk dapat dijadikan masukan. Masukan yang disusun secara terhormat dan bermartabat karena kita ingin memperlakukan orang yang kita beri masukan secara terhormat dan bermartabat. Mengenai masalah di Airport, teman-teman yang tergabung di kelompok Paras-Paros sudah sering memberikan masukan. Namu demikian makin banyak masukan akan makin baik. Dan dalam memberikan masukan harus konsisten dan persisten sampai masalah tersebut ditindaklanjuti.Saya sadar, ini adalah masalah mental penyelenggara negara yang selalu merasa menjadi boss yang dalam menjalankan tugas cencderung menggunakan rule of the boss yang isinya cuma 2 pasal, pasal 1 boss selalu benar, pasal 2 jika boss salah maka lihat pasal 1.Tapi saya yakin dengan semangat kebersamaan kita akan bisa mengubah mental ini meski hasilnya belum tentu kita yang akan menikmati tapi menurut saya itu bukan yang utama. Yang utama adalah melakukan kewajiban kita.BTW, kemarin udah mempersiapkan diri mau datang ke sangkepan BOS eh ternyata gak bisa karena harus kerja. Beginilah nasib masih menjadi pekerja.Salam,P.Kesuma
--- On Thu, 8/1/09, Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id> wrote:From: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Thursday, 8 January, 2009, 9:24 AM
Intinya adalah 'PEDULI' dan 'NGOMONG' karena kesempatan selalu akan digunakan oleh para penguasa, mereka yang tidak berdaya akan dibiarkan saja untuk jadi suara ketika pemilu, jadi akan tetap tidak berdaya. Kalau 'NGOMONG' harus rame rame, pasti ada gunanya... POWER OF PUBLIC IDEA.... kalau kita semua 'NGEKOH' ya kita cuma bisa MENGELUH. cape de....di BOS ini harus lebih bisa dari sekedar NGOMONG aja, seperti yang di bilang Sugi itu, juga harus kita siapkan draft 'masukan' untuk setiap permasalahan dengan usulan jalan keluar apakah itu perlu ke di ajukan dalam sistim pengusulan proyek kek, atau peraturan kek, kita perlu menjadi pressure group untuk mewujudkan 'KESEIMBANGAN' yang kita selalu bicarakan, impikan, gembor gemborkan yang namanya TRIHITA KARANA itu lo......Kalau sudah 'NGOMONG' harus di 'LAKUKAN' juga.....na ini sekedar ngomong dan nulis dan cari dana.....vieb----- Original Message -----From: darma putraSent: Thursday, January 08, 2009 8:38 AMSubject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman LagiAgar kepedulian kita tentang kekalutan Bali termasuk masalah semrawutnya bandara bisa sampai di birokrasi, khsusnya Gubernur Bali, kiranya baik kalau milis Bali Bali punya jubir yang mau bicara saat Simakrana Gubernur Bali yg dilaksanakan setiap akhir bulan di wantilan DPRD Bali. Popo benar bahwa kekuasaan bandara tidak di tangan gubernur tetapi sebaiknya gubernur dan stafnya tahu lebih banyak lagi keluhan publik sehingga mereka ikut mencari saluran untuk mengangkat masalah ketidaknyamanan bandara bisa sampai ke pihak berwenang. Walau bandara akan diperluas dan direnovasi, kesemrawutan sekarang sangat urgent untuk bisa diperbaiki.Jubir Bali Bali bisa saja gantian setiap bulan siapa yang sempat atau sudi, yang penting ada jubir yang menyarikan point yg relevan dari diskusi milis setiap bulan untuk disampaikan di simakrama. Mungkin dengan begini, tujuan milis Bali Bali yang salah satunya untuk membentuk opini umum bisa terlaksana. Seperti sudah dibicarakan dalam sangkep BOS minggu lalu, banyak cara lain untuk menyalurkan kepedulian kita seperti diskusi terbuka dengan para ahli dan praktisi, interaktif di media massa, dan menerbitkan booklet pemberdayaan publik. Syukurlah Mbok Vieb dengan tekad tebal sudah sanggup untuk menyiapkan dana-dananya! Maju terus!dp
From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Thursday, 8 January, 2009 10:36:54 PM
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Sangat benar adanya. Saya yang rutin seliweran keluar masuk bandara Ngurah Rai sangat setuju dengan komentar rekan Al Purwa itu.
Cilakanya, pemda Bali tidak bisa dicomplain soal problem Bandara, karena itu kekuasaan Angkasa Pura. Kalau complain masalah keimigrasian, itu juga katanya urusan Departemen kehakiman. Turis manca negara mana tahu dan mana mau tahu problem birokrasi internal kita. Untuk mereka, yang gak bener itu adalah Bali airport.
Soal trolley rusak mungkin sengaja dibiarkan, supaya makin banyak orang ogah mendorong trolley yang hampir semuanya tuna daksa itu supaya pakai jasa porter. Dan lihat saja bagaimana trolley itu berhenti diganjal pipa besi dipemberhentian akhirnya, sehingga susah sekali memindahkan barang yang berat ke kendaraan yang juga berhentinya tidak nyaman.
Belum lagi soal reklame, minta ampun deh. Kayaknya mereka kapal keruk banget, tidak ada space lowong yang dibiarkan tanpa reklame. Kalau mereka dapat good income dan kasih good service ya ok saja, tapi kenyataannya ..... Oh, belum lagi kalau diamati toko-toko yang ada di bandara itu. Kelihatan banget KKN-nya. Dagangannya sama semua, tidak bermutu, dan masih ada gerobak-gerobak yang jualan rokok dan snacks, what an international airport.
Kalau nggak ngantuk, saya punya buanyaaaaakkk banget problem yang saya temui disana, untung juga sudah capek habis urusin yang lain. Untung juga liburan kali ini cukup panjang, cukup lama bisa menghindari That Airport.
pd
On 1/7/09 10:25 AM, "Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:
http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html
Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
Oleh Luh De Suriyani
Ngurah Rai International Airport masih memiliki sejumlah ketidaknyamanan bagi penggunanya. Di antaranya antrean panjang pengurusan Visa on Arrival (VoA), pelayanan pengangkutan barang, dan validitas informasi wisata.
Hal ini disampaikan Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Bali Al Purwa. Sejumlah persoalan ini, menurutnya sangat berpengaruh pada citra pariwisata Bali secara keseluruhan.
"Pada 26 Desember lalu saya meeting dengan 8 big boy players dari Jepang, semua manager travel agents besar dari jepang yang mensupply 30% dari kedatangan wisatawan ke Bali. Mereka menyatakan Bali tidak cocok bagi wisatawan lansia Jepang karena ketidaknyamanan airport," ujar Purwa.
Para travel agent Jepang itu memastikan bahwa tourists yang tidak banyak terkena dampak crisis adalah mereka yang sudah tua-tua dari Jepang yang sudah pensiun. "Antrean panjang dan lama setelah perjalanan panjang di udara sama sekali tidak membuat senang dan nyaman. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa Bali airport adalah airport terburuk di dunia dalam kenyamanan ini," kata Purwa.
Keluhan antrean panjang ini, menurut Purwa sudah diketahui semua pihak termasuk Wakil Presiden, namun keluhan itu masih saja tidak mendapatkan pembenahan yang significant.
Selain itu, dalam pelayanan pengakutan barang juga menjadi catatan. Purwa mengeluhkan tidak tersedianya trolly yang bagus dan masih saja ada porter yang minta pembayaran melebihi ketentuan. "Masih saja ada porter yang minta Rp.100,000 atau USD 10 untuk satu koli barang walau tertera di papan, ongkosnya adalah Rp. 2.500."
"Juga tidak ada tempat duduk yang nyaman untuk istirahat buat orang tua," tambahnya.
Assisten Manager Hukum dan Humas PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I, pengelola Ngurah Rai Airport mengakui bandara saat ini sudah terlalu padat sehingga memunculkan sejumlah ketidaknyamanan. "Terminal domestik saja sudah overload. Kapasitasnya 1,5 juta orang per tahun, tapi kini melayani 3,6 juta orang per tahun," ungkapnya.
Sementara soal antrean VoA, ia mengatakan akan melakukan perbaikan dalam pengadaan counter dan bekerja sama dengan imigrasi untuk peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi.
Dimyati optimis, semua ketidaknyaman ini akan teratasi jika proyek pengembangan bandara selesai. Mulai April 2009 ini, PAP akan memulai proyek perluasan bandara yang diperkirakan menelan dana 2,1 triliun rupiah itu.
Masalah lainnya yang menurut Purwa mudah ditangani adalah penertiban brosur, leaflet informais parwisata yang informasinya tidak akurat dan cenderung menipu. "Banyak brosur dibuat oleh perorangan atau perusahaan yang tidak berijin, terutama yang berbahasa Jepang, Rusia, Korea dan bahasa yang tidak banyak yang tahu," ujarnya.
Brosur-brosur sembarangan masuk ke airport karena disinyalir orang dalam ikut bermain. Seharusnya, menurut Purwa, airport manager tahu apa isi brosur-brosur itu dan apakah mereka punya ijin usaha. "Caranya mengkontrol gampang saja, kirim 1 copy ke Bali Tourism Board (BTB) dan BTB akan menelusuri. Yang tidak punya ijin usaha supaya dibakar saja atau didenda yang tinggi," pinta Purwa.
Tak hanya brosur jasa wisata, brosur dan reklame jual beli tanah atau rumah Hak Milik (Free Holding) yang tidak benar juga makin marak.
IB Agung Satya Putra, staf sales sebuah jasa informasi pariwisata di dalam airport mengakui banyak brosur jasa wisata yang harus diteliti. "Yang penting bayar sama pengelola bandara, sudah bisa masuk. Saya tidak pernah lihat ada pengecekan brosur oleh pihak bandara," katanya. [b]
http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html
Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take a look.
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar