Kamis, 15 Januari 2009

Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai-Apa yang bisa kita lakukan?

Hallo Agung Suryawan,

Sebagai aktivis melali, saya memang selalu geregetan melihat cara bandara kita melayani para penumpang kapal terbang.
Soalnya kita selalu bicara dengan gebuh sekali, seolah olah pariwisata dan kebudayaan hanya ada di Bali.
Saya selalu medukung setiap action positif yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan image Bali.

Salam,
pd


On 1/14/09 1:04 PM, "Agung Suryawan Wiranatha" <balitrully@yahoo.com> wrote:


 

Om Swastyastu,
 
Sameton milis Bali-Bali (Popo dkk.), saya Agung Suryawan (dosen UNUD) dapat informasi milis ini dari Bli Made Surya dan juga Bli Aridus. Salam kenal kepada rekan-rekan di milis ini. Saya membaca materi diskusi tentang permasalahan airport Ngurah Rai di milis ini karena dapat kiriman (forward) oleh Bli Made Surya. Kebetulan juga saya ditugaskan oleh sameton Parasparos untuk menginventarisasi permasalahan airport dan ide-ide yang muncul dari Parasparosian terkait perbaikan performance airport kita. Parasparosian sudah mengadakan diskusi kecil dengan mengundang komponen pariwisata (BTB, BTDC, AMPB, dan beberapa orang Bali yang peduli pariwisata) di kantor ASITA Bali.  Saat itu diputuskan untuk ketemu Gub dan DPRD Bali menyampaikan keluhan dan memberi ide solusi, dengan harapan Gub dan DPRD bersedia membuka komunikasi intensif dengan penguasa Bandara Ngurah Rai dan instansi terkait yang ada di Bandara.
Surat permintaan waktu untuk ketemu Gub dan DPRD sudah dilayangkan, tinggal menunggu respon mereka. Apabila kami dapat kesempatan ketemu Gub dan DPRD. kiranya ada perwakilan rekan-rekan di milis ini bersedia ikut bersama kami bertemu Gub dan DPRD. Kami berharap, suara yang digaungkan oleh Parasparos akan semakin keras dengan tambahan teriakan oleh rekan-rekan lain yang peduli dengan kondisi Bandara Ngurah Rai.
 
Demikian sekilas info dari Parasparos terkait permasalahan Bandara Ngurah Rai.
 
Salam Damai,
--Agung Sur--

--- On Thu, 1/8/09, Nusantara Jaya <nusantarajaya69@yahoo.com> wrote:
From: Nusantara Jaya <nusantarajaya69@yahoo.com>
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai-Apa yang bisa kita lakukan?
To: bali-bali@yahoogroups.com
Cc: balitrully@yahoo.com
Date: Thursday, January 8, 2009, 10:01 PM

Om swastyastu...salam sejahtera saudara-saudaraku semua,
 
Saya sebenarnya sudah memonitor sejak beberapa bulan lalu communication group kita Bali - Bali, saya merasa belajar banyak disini dalam segala hal dan saya pernah diingatkan oleh saudara kita Bung Sanat (teman seangkatan di SMPN I dulu) untuk aktif namun karena masih merasa kekurangan waktu saat itu, sering terdelayed keinginan untuk berkomunikasi dengan saudara-saudara semua yang disini yang tiang  hormati akan peduli dan kiprahnya kepada Bali secara khusus dan kepada peradaban secara umumnya.
 
Maaf tiang memperkenalkan diri dumun; tiang terlahir dengan nama Made Suryawan biasa dipanggil Surya dan nama kecil di Bali  dipanggil Kadek. Sekarang tiang cari makan di Jakarta, di Grup Kompas Gramedia di divisi Hotel (Brand hotel atau villa yang mungkin saudara kenal The Samaya, The Kayana, Hotel Santika Premiere, Hotel Santika, Amaris Hotel ) dan paling tidak sebulan sekali pulang ke Bali dan masih aktif sebagai anggota dewan pengarah/penasehat merangkap anggota di Parasparos, Forum Studi Majapahit dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI Bali).
 
Mudah2an tiang bisa urun rembug dan berpartisipasi lebih banyak dalam waktu-waktu mendatang dengan saudara-saudaraku semua yang tiang hormati sehingga tiang bisa belajar lebih banyak dan mungkin kita bisa bekerja sama saat menapak ke depan dengan tantangan yang nyata demi Bali, Indonesia dan semesta alam kita yang tercinta.
 
Saudara-saudaraku; masalah airport yang muncul belakangan pada komunikasi kita, tertarik tiang untuk menyampaikan bahwa bulan lalu Parasparos sempat mengundang wakil stakeholders pariwisata Bali untuk membicarakan masalah ini lagi (sebelumnya waktu tiang sbg wakil ketua BTB dulu beberapa kali deal dengan isu yang sama) karena isu airport ini benar-benar "memalukan" dan permasalahan yang sama masih berlangsung terus dari dulu; masalah2 itu sangat memalukan destinasi Bali dan antagonis dengan positioningnya sebagai Bali shanti3x, Island of God dan sederet positioning ideal dan harum lainnya.Jeleknya yang paling mengusik adalah seolah-olah orang Bali itu stereotypenya "sekurang ajar" itu.
 
Di dalam meeting yang dipimpin oleh Parasparosian Dr. Agung Suryawan Wiranata, semua wakil stakeholders pariwisata mengeluarkan uneg2nya dengan cukup emosional karena mereka adalah praktisi di lapangan yang benar2 gregetan melihat situasi di airport. Biang masalah di airport itu lengkap, bukan hanya infrastruktur tapi yang menggenaskan adalah sikap mental dan moral sejumlah oknum porter, bea cukai, imigrasi dan juga oknum kepolisian dll. Pokoknya lengkaplah...
 
Singkat kata, tersimpulkan dan sebagai tinadak lanjut (mid Januari ini) Gung Suryawan akan membawa masalah ini ke Gubernur dan DPRD   dengan membawa grup penekan wakil stakeholders yang hadir (unsur PHRI, ASITA, HPI, BTB, PAWIBA dan lain-lain).
 
Kita menghindari untuk secara frontal berhadapan dengan pihak airport dengan pihak elemen airport maupun Angkasa Pura namun lebih menyerahkan kepada pihak formal yang punya tanggung jawab langsung maupun tidak langsung yaitu pihak eksekutif yang kebetulan Pak Mangku lagi "hangat-hangatnya" menjabat. Kita akan membawa beberapa pemikiran teknis untuk memancing dan tampil lebih cerdas selain tuntutan keadaan/output yang kita inginkan - yang secara umum meminta agar airport Ngurah Rai standard tampilan hard dan softnya sesuai dengan normatifnya sebuah internasional airport, bukan tampak seperti ubung he...he...sebagaimana ada komentar saudara kita.
 
Di dalam meeting tersebut, Bli Aridus salah seorang yang hadir menyarankan agar juga mengajak, menghubungi BOS dan menyebutkan beberapa figur spt. saudara kita Popo, Sugi, Vieb dll disebutkan BOS sangat peduli dengan hal2 yang begini. I don't know apakah any of our brothers/sisters kita ada yang menghubungi anda2 belum ?
 
Saya CC juga saudara kita Agung Suryawan Wiranata, agar segera menghubungi saudara2 yang ada di Bali-Bali kalau ternyata  belum ada yang kontak untuk memperkuat grup penekan dan memperkaya pemikiran dalam isu ini ke Pak Mangku. Saya yakin Pak Mangku ingin juga melakukan sesuatu dengan airport namun kadang2 dengan adat timur ewuh pakewuh, enerji pembangunan seperti ini agak berat bisa tersalurkan. Tekanan kita kepada MP akan dapat menjadi enerji tambahan atau peluru wujud yang dapat langsung tinggal ditembakkan saja ke airport, tentu peran media akan bisa menggenapi pula.
 
Demikian saudara-saudaraku sharing tiang semoga ada manfaatnya.
 
Salam hormat :)....Jaya Nusantara kita !!!
 
Surya
 
PS> Sugi...setelah ente mampir ke kantor saya waktu saya tugas di Bali, ente jeg langsung ilang. Kije deen ente ne ?  

--- On Fri, 1/9/09, Popo Danes <popo@popodanes.com> wrote:
From: Popo Danes <popo@popodanes.com>
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Friday, January 9, 2009, 12:36 AM

Beh, yen soal jubir jeg Tuan Sugi Lanus paling ebat.
Ngalahang Andi Merengengeng ajak Dino Patti Djalal dadiang besik.

Pejabat Pemda banyak sliweran di Bandara, tapi pastilah tidak peduli dengan semua masalah itu. Yang kritis dan bisa melihat problem seperti ini adalah mereka yang bepergian dan membelanjakan uang sendiri. Kalau jalan-jalan pakai duit orang apalagi duit negara, ya kok repot, sudah dikasih jalan-jalan kok masih protes, begitu mereka, ha ha ha ....

Have a nice day,
pd


On 1/8/09 8:38 AM, "darma putra" <idarmaputra@ yahoo.com> wrote:


 

Agar kepedulian kita tentang kekalutan Bali termasuk masalah semrawutnya bandara bisa sampai di birokrasi, khsusnya Gubernur Bali, kiranya baik kalau milis Bali Bali punya jubir yang mau bicara saat Simakrana Gubernur Bali yg dilaksanakan setiap akhir bulan di wantilan DPRD Bali. Popo benar bahwa kekuasaan bandara tidak di tangan gubernur tetapi sebaiknya gubernur dan stafnya tahu lebih banyak lagi keluhan publik sehingga mereka ikut mencari saluran untuk mengangkat masalah ketidaknyamanan bandara bisa sampai ke pihak berwenang. Walau bandara akan diperluas dan direnovasi, kesemrawutan sekarang sangat urgent untuk bisa diperbaiki.
 
Jubir Bali Bali bisa saja gantian setiap bulan siapa yang sempat atau sudi, yang penting ada jubir yang menyarikan point yg relevan dari diskusi milis setiap bulan untuk disampaikan di simakrama. Mungkin dengan begini, tujuan milis Bali Bali yang salah satunya untuk membentuk opini umum bisa terlaksana. Seperti sudah dibicarakan dalam sangkep BOS minggu lalu, banyak cara lain untuk menyalurkan kepedulian kita seperti diskusi terbuka dengan para ahli dan praktisi, interaktif di media massa, dan menerbitkan booklet pemberdayaan publik. Syukurlah Mbok Vieb dengan tekad tebal sudah sanggup untuk menyiapkan dana-dananya! Maju terus!
dp

 

From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Thursday, 8 January, 2009 10:36:54 PM
Subject: Re: [bali-bali] Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi

Sangat benar adanya. Saya yang rutin seliweran keluar masuk bandara Ngurah Rai sangat setuju dengan komentar rekan Al Purwa itu.
Cilakanya, pemda Bali tidak bisa dicomplain soal problem Bandara, karena itu kekuasaan Angkasa Pura. Kalau complain masalah keimigrasian, itu juga katanya urusan Departemen kehakiman. Turis manca negara mana tahu dan mana mau tahu problem birokrasi internal kita. Untuk mereka, yang gak bener itu adalah Bali airport.

Soal trolley rusak mungkin sengaja dibiarkan, supaya makin banyak orang ogah mendorong trolley yang hampir semuanya tuna daksa itu supaya pakai jasa porter. Dan lihat saja bagaimana trolley itu berhenti diganjal pipa besi dipemberhentian akhirnya, sehingga susah sekali memindahkan barang yang berat ke kendaraan yang juga berhentinya tidak nyaman.

Belum lagi soal reklame, minta ampun deh. Kayaknya mereka kapal keruk banget, tidak ada space lowong yang dibiarkan tanpa reklame. Kalau mereka dapat good income dan kasih good service ya ok saja, tapi kenyataannya ..... Oh, belum lagi kalau diamati toko-toko yang ada di bandara itu. Kelihatan banget KKN-nya. Dagangannya sama semua, tidak bermutu, dan masih ada gerobak-gerobak yang jualan rokok dan snacks, what an international airport.

Kalau nggak ngantuk, saya punya buanyaaaaakkk banget problem yang saya temui disana, untung juga sudah capek habis urusin yang lain. Untung juga liburan kali ini cukup panjang, cukup lama bisa menghindari That Airport.

pd


On 1/7/09 10:25 AM, "Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:


 

http://www.balebeng <http://www.balebeng/>  ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html <http://www.balebeng ong.net/tetangga /2009/01/ 07/bandara- ngurah-rai- tak-nyaman- lagi.html> <http://www.balebengong.net/tetangga/2009/01/07/bandara-ngurah-rai-tak-nyaman-lagi.html>  

Bandara Ngurah Rai Tak Nyaman Lagi

Oleh Luh De Suriyani

Ngurah Rai International Airport masih memiliki sejumlah ketidaknyamanan bagi penggunanya. Di antaranya antrean panjang pengurusan Visa on Arrival (VoA), pelayanan pengangkutan barang, dan validitas informasi wisata.

Hal ini disampaikan Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Bali Al Purwa. Sejumlah persoalan ini, menurutnya sangat berpengaruh pada citra pariwisata Bali secara keseluruhan.

"Pada 26 Desember lalu saya meeting dengan 8 big boy players dari Jepang, semua manager travel agents besar dari jepang yang mensupply 30% dari kedatangan wisatawan ke Bali. Mereka menyatakan Bali tidak cocok bagi wisatawan lansia Jepang karena ketidaknyamanan airport," ujar Purwa.

Para travel agent Jepang itu memastikan bahwa tourists yang tidak banyak terkena dampak crisis adalah mereka yang sudah tua-tua dari Jepang yang sudah pensiun. "Antrean panjang dan lama setelah perjalanan panjang di udara sama sekali tidak membuat senang dan nyaman. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa Bali airport adalah airport terburuk di dunia dalam kenyamanan ini," kata Purwa.

Keluhan antrean panjang ini, menurut Purwa sudah diketahui semua pihak termasuk Wakil Presiden, namun keluhan itu masih saja tidak mendapatkan pembenahan yang significant.

Selain itu, dalam pelayanan pengakutan barang juga menjadi catatan. Purwa mengeluhkan tidak tersedianya trolly yang bagus dan masih saja ada porter yang minta pembayaran melebihi ketentuan. "Masih saja ada porter yang minta Rp.100,000 atau USD 10 untuk satu koli barang walau tertera di papan, ongkosnya adalah Rp. 2.500."

"Juga tidak ada tempat duduk yang nyaman untuk istirahat buat orang tua," tambahnya.

Assisten Manager Hukum dan Humas PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I, pengelola Ngurah Rai Airport mengakui bandara saat ini sudah terlalu padat sehingga memunculkan sejumlah ketidaknyamanan. "Terminal domestik saja sudah overload. Kapasitasnya 1,5 juta orang per tahun, tapi kini melayani 3,6 juta orang per tahun," ungkapnya.

Sementara soal antrean VoA, ia mengatakan akan melakukan perbaikan dalam pengadaan counter dan bekerja sama dengan imigrasi untuk peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi.

Dimyati optimis, semua ketidaknyaman ini akan teratasi jika proyek pengembangan bandara selesai. Mulai April 2009 ini, PAP akan memulai proyek perluasan bandara yang diperkirakan menelan dana 2,1 triliun rupiah itu.

Masalah lainnya yang menurut Purwa mudah ditangani adalah penertiban brosur, leaflet informais parwisata yang informasinya tidak akurat dan cenderung menipu. "Banyak brosur dibuat oleh perorangan atau perusahaan yang tidak berijin, terutama yang berbahasa Jepang, Rusia, Korea dan bahasa yang tidak banyak yang tahu," ujarnya.

Brosur-brosur sembarangan masuk ke airport karena disinyalir orang dalam ikut bermain. Seharusnya, menurut Purwa, airport manager tahu apa isi brosur-brosur itu dan apakah mereka punya ijin usaha. "Caranya mengkontrol gampang saja, kirim 1 copy ke Bali Tourism Board (BTB) dan BTB akan menelusuri. Yang tidak punya ijin usaha supaya dibakar saja atau didenda yang tinggi," pinta Purwa.

Tak hanya brosur jasa wisata, brosur dan reklame jual beli tanah atau rumah Hak Milik (Free Holding) yang tidak benar juga makin marak.

IB Agung Satya Putra, staf sales sebuah jasa informasi pariwisata di dalam airport mengakui banyak brosur jasa wisata yang harus diteliti. "Yang penting bayar sama pengelola bandara, sudah bisa masuk. Saya tidak pernah lihat ada pengecekan brosur oleh pihak bandara," katanya. [b]

http://www.thejakar <http://www.thejakar/>  tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html <http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 01/05/visitors- complaint- over-airport- services. html> <http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/05/visitors-complaint-over-airport-services.html>  



 

Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take a look <http://au.rd. yahoo.com/ galaxy/mail/ tagline2/ *http://au. docs.yahoo. com/mail/ smarterinbox> <http://au.rd.yahoo.com/galaxy/mail/tagline2/*http://au.docs.yahoo.com/mail/smarterinbox>  .
 
    



    

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: