Selasa, 06 Januari 2009

Re: [bali-bali] Asal usul Allah

Salam Indonesia!
 
Teman2 semua,
 
Saya belajar mengapresiasi semua agama. Bagi saya semua agama itu sama sekaligus tidak sama. Sebagai jalan untuk mencapai tujuan semua agama itu mempunyai tujuan yang sama yaitu sama-sama menuju Keberadaan(Sang Pencipta), apapun sebutan yang diberikan kepadaNYA. Perbedaannya adalah masing-masing jalan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Karena perbedaan di masing2 jalan itu maka pengalaman berjalan di jalan yan berbeda itu pas juga berbeda. Yang jadi masalah adalah ketika ada yang mengklaim bahwa jalan dan pengalamannya yang paling paling valid dan memaksakannya kepada orang lain.
 
Kritik terhadap agama manapun sah-sah saja selama kritik dan saran itu dilakukan secara berbudaya, bermartabat, sesuai dengan budaya kita, budaya Indonesia, budaya Nusantara. Namun kritik atau saran yang dilakukan tanpa apreasiasi biasanya cenderung negatif, cenderung hanya melihat sisi negatifnya saja. Kritik atau saran jika dilakukan dengan  apresiatif maka yang akan kita sampaikan sebagai kritik atau saran adalah pemahaman kita (bukan pemahaman orang lalin) untuk ditanggapi oleh teman-teman semilis dengan semangat yang sama.
 
Dalam milis ini kalau tidak salah saya pernah menyampaikan bahwa pemahaman kita atas agama(apapun) adalah berdasarkan kitab suci atau pelajaran dari pemuka2 agama. Kitab suci maupun pemahaman dari pemuka-pemuka agama tentang agama, tentang Keberadaan sangatlah terbatas. Kitab suci atau pemahaman tidak lebih dari sebuah peta dari sebuah wilayah. Pernahkah kita menemukan peta yang mampu menggambarkan dengan tepat keadaan suatu wilayah? Tidak pernah dan tidak mungkin. Apalagi peta tentang Kebenaran yang di luar jangkauan pikiran manusia. Oleh karena itu adalah sangat berbahaya jika kita menerima mentah-mentah terjemahan dari sebuah kitab suci. Terjemahan tersebut tidak lebih dari gambaran pikiran penerjemah tentang isi kitab suci yang sesungguhnya sudah tidak mampu menggambarkan kebenaran mutlak tersebut.
 
Kembali kepada tujuan milis ini yang disampaikan oleh Bli Sanat, yaitu untuk menumbuhkan kepedualian kita kepada Bali. Yang perlu kita perdulikan itu apaunya dari Bali? Bagi saya kepedulian kita adalah akan keluhuran budaya Bali yang merupakan miniatur dari budaya Nusantara. Dimana letak keluhuran budaya Bali itu? Bagi saya salah keluhuran budaya Bali/Nusantara itu adalah kesiapan untuk menerima yang baik dari manapun datangnya dan membuang yang tidak baik. Bagi saya, keluhuran budaya Bali/Nusantara itu adalah bahwa semua agama yang ada di Nusantara ini adalah tamu dan selama para pengikut semua agama itu hidup sesuai dengan kepribadian Nusantara maka itulah yang kita inginkan. Dan ketika ada kepribadian yang tidak sesuai dengan kepribadian Nusantara itu mau dipaksakan maka sebagai orang Indonesia(Nusantara), kita(apapun agamanya) wajib untuk mengingatkan bahwa kepribadian itu jika dipaksakan akan membawa masalah karena tidak sesuai dengan budaya kita. Tentu kita tidak harus membenci kepribadian itu yang barangkali cocok di tempat lain namun tidak cocok di Nusantara. Dunia mengakui bahwa Bali itu unik karena budayanya. Apakah kita sepakat dengan hal itu? Jika sepakat maka apapun agama kita adalah merupakan kewajiban bagi kita untuk menjaga budaya itu. Siapkah kita(apapun agama kita)?
 
Jika kita jawaban kita YA terhadap pertanyaan2 diatas maka kita harus siap untuk bahu membahu dalam hidup bermasyarkat sesuai dengan budaya Bali tidak lagi memandang orang Bali berdasarkan kotak2 agama atau suku. Jadi berat kita pikul bersama, ringgan kita jinjing bersama. Semua penghuni Bali harus mengikuti aturan-aturan yang ada selama aturan itu sesuai dengan budaya Bali(mohon dibedakan antara adat/kebiasaan dengan budaya).
 
Jika dalam kegiatan sehari-hari dari masing2 kalompok menimbulkan gangguan terhadap kelompok lain maka yang harus menegur adalah orang dari kelompok yang dianggap kegiatannya menimbulkan masalah. Ini penting untuk menghindari agar jangan sampai diprovokasi menjadi masalah SARA. Disnilah diperlukan empati, dan sayangnya empati yang sesungguhnya hanya bisa timbul dari orang2 yang telah mengenal "cinta".
 
Melebar sedikit, saya pernah ke Puri Gede Karangasem dalam rangka mempersiapkan sebuah acara. Penglingsir Puri Gede bercerita bahwa pernah ada suatu kejadian dimana ketika Puri mau mempersiapkan sebuah acara yang biasanya masyarakat sekitarnya akan "ngaturan ayah" untuk mempersiapkan acara tersebut. Namun pada saat itu agak sedikit luar biasa. Yang terjadi adalah ada dari salah satu kampung muslim yang biasanya hampir semuanya ngayah, cuma datang segelintir saja. Setelah diselidiki oleh Penglingsir Puri kenapa hal itu terjadi ternya penyebabnya di kampung tersebut kedatangan ustadz baru yang mengajarkan untuk tidak lagi nyayak ke Puri karena itu adalah feodalisme. Akhirnya Penglingsir Puri menanyakan kepada yang hadir saat itu apa yang mereka ketahui tentang feodalisme, namun tidak ada yg bisa menjawab. Selanjutnya Pengelingsir Puri menanyakan kapada yang hadir, apa kekurangan para ustadz yang ada di Karangasem sehingga harus mendatangkan ustadz baru? Juga tidak ada yang bisa menjawab. Akhirnya Penglisir Puri minta kepada warga yang hadir tersebut bahwa jika mereka tidak bisa menjawab maka pertanyaan terakhir maka ustadz baru itu sebaiknya tidak ada di kampung itu. Akhirnya ustadz tersebut memang meninggalkan Amlapura dalam waktu seminggu.
 
Mengenai keinginan Biang Bulan untuk membangun soundscape seperti yang dicita-ciata itu masih sangat jauh. Tanda-tandanya adalah apa yang kita lihat setiap ada perayaan, entah tahun baru atau galungan. Semakin banyak anak-anak muda memamerkan sound sistemnya di jalanan dengan suara yang memekakan telinga. Musiknyapun adalah musik2 metal. Mereka jelas tidak tahu dengan berjoget mengikuti irama musik metal tersebut dapat merusak saraf mereka.
 
Perubahan akan perilaku anak2 muda ini kanya akan terjadi jika sistem pendidikan kita diperbaiki. Sistem pendidikan kitalah yang saat ini bermasalah besar di tenggah2 kebanggaan akan sekolah2 yang katanya bertaraf international. 
 
Kembali kepada kita yang perduli akan keadaan ini mari kita salurkan kepedulian kita kepada institusi2 terkait. Keadaan memang tidak akan bisa terjadi seperti membalik telapak tangan, but at least kita sudah memulai jika telah melakukan hal itu. Diatas segalanya mari kita percayai hukum alam atau hukum aksi reaksi dimana setiap aksi/perbuatan pasti akan menghasilkan reaksi/hasil. Jadi jangan pernah pesimis atas apa yang kita lakukan, sekecil apapun, pasti akan ada hasilnya.
 
Avignamastu, Insya Allah, Haleluya, Namo Budaya...
 
Salam Indonesia!
P.Kesuma
 
 

--- On Mon, 5/1/09, Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail.com> wrote:
From: Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail.com>
Subject: Re: [bali-bali] Asal usul Allah
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date: Monday, 5 January, 2009, 8:08 AM

Rekan2 semua.
saya setuju dengan pendapat Anton, dan menyayangkan unsubscribe Dika. 
Marilah mulai sekarang kita membatasi pembicaraan mengenai Agama pada hal-hal yang akan memperdalam keyakinan masing2, memperkuat kerukunan dan pengertian/ penghargaan pada yang berbeda. Tentu ada beberapa hal yang perlu dikritik, tapi usahakanlah kritik yang membangun dan positif.
 
Misalnya, ketika saya pulang ke Puri Makserdam Karangasem, ada Mesjid diatas bukit seberang lembah yang sangat memekakkan telinga, yang ketika kecil tak kudengar.  Bisakah kita mengusulkan agar di Bali mesjid2 tak usah pakai loudspeaker, kemana jalurnya untuk ini??  Alasannya, jaman dahulu juga tak ada teknologi, dan alunan yang sayup2 justru akan lebih indah terdengar di telinga pemeluk Islam. Yang minoritas harus menghargai yang mayoritas di Bali, pulau seribu Kahyangan.. agar tak menjadi api dalam sekam yang suatu waktu akan membara dan meledak..
 
Selain itu, bagaimana kita melarang pengendara motor dengan knalpot yang begitu keras dan racing liar merusak suasana sampai lewat tengah malam??  Dan bunyi musik super keras melalui loudspeaker di tempat keramaian dan toko2??
 
Marilah kita bangun soundscape di Bali yang indah dan menyejukkan sanubari: alunan kekawin dan gemercing gender dan gamelan bambu, dan hanya di sedikit lokasi terdengar azan dan gentangan gereja yang sayup-sayup. ..   Ada yang punya ide, bagaimana hal ini bisa kita capai?? 
(Maklum, aku dokter telinga.. dan pencetus ide Less Noise Cities di WHO, hehe..)
Salam Shanti,
Biang Bulan

On Sun, Jan 4, 2009 at 5:22 PM, dika <baladika@telkom. net> wrote:
dan kalo boleh jujur, semua agama yang ada dunia ada
bagian-bagian yang memang tidak rasional (tidak bisa di
sentuh akal). disinilah letak keyakinan itu, kalo
mempercayai keyakinan dengan modal ke rasionalitas an aja,
anda gak mungkin percaya agama. bahkan mungkin menjadi
atheis. Orang-orang yang tidak beragama banyak terpengaruh
karena akal mereka terlalu jauh masuk kedalam
bagian-bagian agama yang memang tidak masuk akal.

kalo mau agama yang masuk akal, ya anda buat agama baru,
agama akal :D

kalo anda membantah bagian dari agama anda tidak ada yang
tidak rasional, berarti anda tidak memahami benar dan
mempelajari benar ajaran agama anda. anda hanya
mempelajari celah yang dapat menimbulkan kontroversi dari
agama orang lain. hanya mempelajari ke tidak masuk akal an
agama orang lain. . pelajari lebih dalam dan cermati
dengan jernih, adakah agama kita yang memang tidak
rasional, jawabannya ada :) nah sekarang terserah kita,
mau memilih selera karena keyakinan hati.

Damai Unscrible ;)

pamit millis, selama bergabung udah banyak banget mendapat
pengalaman ;)


On Sat, 3 Jan 2009 23:02:39 +0800
"Anton Muhajir" <antonemus@gmail. com> wrote:
> sebenarnya aku mau cuek gen urusan agama. tp diam toh
>bukan jawaban.
> maka, mohon imel2 yg melecehkan keyakinan orang lain
>macam ini tidak
> diloloskan. capek juga membaca imel2 yg menyerang
>keyakinan orang lain
> seperti ini.
>
> menurutku ga ada untungnya bikin posting macam ini
>selain menambah
> rasa saling curiga dan benci. serius. aku maunya cuek.
>tp kok tidak
> tahan jg untuk berkomentar.
>
> agama memang banyak yg gak rasional. tp bukan berarti
>kita boleh
> seenaknya melecehkan keyakinan orang. trmasuk
>membodoh2kan mereka yg
> meyakininya.
>
> dalam kasus tertentu aku setuju banyak hal yg harus
>dikritik dalam
> agama, termasuk islam. tp caranya spt yg ditulis di
>milis ini, rasanya
> kok jauh amat dr kritik yg membangun.
>
> yg gini2 ini semoga mnjadi perhatian moderator. kalo ga
>ada perubahan,
> terima kasih, aku pamit aja deh dari milis ini. tak
>tahan lagi..
>
> suksma. met malam mingguan.
>
>
> On 1/3/09, Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> wrote:
>> Mengenai Muhammad terbang kelangit ke 7 ke sorga dan
>>neraka, orang-orang
>> Mekah abad ke 6 tidak mempercayainya. Kita yang hidup di
>>abad 21 tentu tidak
>> lebih bodoh dari orang-orang Mekkah di abad ke 6.
>>Mendiang Dr Nurcholis
>> Madjid (Cak Nur) tekesan ragu-ragu mengenai hal ini.
>>Menurut Islam tiap
>> lapisan langit itu jarak tempuhnya 70 - 72 tahun cahaya.
>>Apakah mungkin
>> seorang manusia menempuh jarak 7 x 70 tahun cahaya
>> dalam satu malam, dan
>> jika mungkin dengan kecepatan semacam itu, apakah
>>tubuhnya tidak hancur jadi
>> angin? Itu rahasia Allah katanya. Tentu saja ini jawaban
>>datang dari iman,
>> dan bila iman sama dengan stupidity kita dapat
>>menerimanya.
>> Dari segi agama, atau spiritualitas, kita juga dapat
>>bertanya. Sang Buddha
>> yang secara moral dan rohani jauh lebih hebat, tidak
>>pernah mengemukakan
>> klaim hoax seperti itu. Jesus, dan seluruh nabi Yahudi
>>sebelumnya juga
>> tidak.
>> LGS.
>>
>
> --
> Anton Muhajir | http://rumahtulisan .com

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ====
"Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta."

"Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta."
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ====
"Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d

31 Desember 2008".
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ====
"Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi internet kapan saja dan

di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector hingga 31 Desember 2008. Klik ke: http://protector. telkomspeedy. com".

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ====

Ikuti Speedy Blogging Competition 2008, ajang kompetisi Blog yang terbuka bagi semua Blogger dengan tema: Seperti Apa Konten Hebat Menurutmu? Dapatkan hadiah utama 1 Buah Notebook Mininote. Informasi lebih lanjut kunjungi http://lomba. blog.telkomspeed y.com



New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: