Selasa, 06 Januari 2009

Bls: [bali-bali] Suksma Biang !

Mbo Vieb,
 
waduh, maap Mbo. Sekarang dirumah lagi jadwal nonton sinetron.
setelah sinetron, ada jadwal nonton layar emas. Kalau sore, nonton termehek-mehek.
 
Yo Wis! yang italic (font miring) itu jawaban dari I Belog mbo.
 
Mungkin kita sudah serak berteriak tentang korupsi di parpol. Sekarang saja di Metro juga disinggung bahwa parpol dan DPR masih dikenal lembaga terkorup.
ken ken ne?! Apa di Bali juga seperti ini? maksudnya DPRD?
 
Tapi mbo, 58% itu kan hanya hasil survey. Seberapa valid hasil itu? Apa benar parpol itu sarat dengan korupsi?
Kenapa saya harus ikut berteriak dengan hanya berdasar data hasil survey mbo? Apa ada hal lain yang memperkuat hal ini, selain kasus Al-Amin?
 
sudah aca bukunya Rizal Mallarangeng mbo? yang judulnya Dari Langit (maaf kalau salah sebut. hehehe).

 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



Dari: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 6 Januari, 2009 20:18:31
Topik: Re: [bali-bali] Suksma Biang !



Apakah partai politik korupsi? 58% responden menyatakan YA.... nonton metro tv sekarang.... .
 
kok nggak ada yang ribut ya..... atau kita semua senang korupsi?
 
aku ikut partai namanya NNNN.....GERI. ..... GA....... ya ngeri dong......
 
vieb
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, January 06, 2009 3:45 PM
Subject: RE: [bali-bali] Suksma Biang !

Rahayu Bung Ketut Bagiartha di New Delhi !

Coba simak yang satu ini :

Salam Indonesia .

ode

Radar Bali

[ Senin, 05 Januari 2009 ]

Politik Picisan Ancaman Bagi Bali

SEORANG teman bercerita tentang tiga orang temannya di kampung, yang selama sekian tahun hidup rukun, sekarang berseteru. Pasalnya, ketiga-tiganya menjadi caleg dari tiga partai yang beda haluan, beda misi dan visi.

Celakanya, ketiga sahabat itu juga tidak tahu bila partai yang ''mengangkat" mereka itu sungguhnya adalah partai-partai yang belum tentu berpihak pada Bali. Mereka tidak mendukung suara Bali. Taruhlah Undang-Undang Porno yang jelas-jelas adalah pesanan dari luar dan tidak sesuai dengan budaya lokal. Adakah partai-partai itu menolak undang-undang tersebut? Tidak. Adakah partai-partai itu membela posisi Bali? Tidak.

Malah, beberapa diantara partai-partai itu melecehkan Bali. Institusi berlabel agama pun pernah menghujat Bali sebagai pulau maksiat. Ya sudah, kita maafkan ketololan mereka. Kita lupakan ketaktahuan mereka tentang sejarah dan nilai-nilai budaya Nusantara. Maklum, mereka adalah lulusan luar negeri!

Urusan saya, urusan Anda, para pembaca artikel ini, urusan kita semua di Pulau Dewata ini adalah satu: Keutuhan Bali. Inilah urusan utama kita. Kepedulian pokok kita adalah terhadap kelestarian tata-susila Bali, kerukunan antara warga Bali . Karena, bila Bali tidak rukun-maka ia tak dapat berkontribusi terhadap negara dan bangsa.

Otonomi daerah yang kebablasan dan tengah mengancam keutuhan bangsa, ditambah dengan undang-undang pemilihan yang diberlakukan begitu saja tanpa pendi dika n politik dan berpolitik yang memadai-bisa menjadi faKtor disintegrasi bangsa dan negara tercinta ini.

Bali dipenuhi dengan baliho, lengkap dengan wajah para calon entah apa. "Kenapa?" Saya bertanya kepada seorang teman. Ia menjawab secara spontan, "Karena mereka memang orang-orang yang tidak begitu dikenal, bahkan di daerah mereka sendiri. Sehingga mereka mesti memperkenalkan diri dengan cara itu."

"Sesungguhnya, adalah kelian banjar dan adat yang lebih dikenal di setiap daerah. Merekalah yang semestinya menjadi pemimpin di daerah. Atau, barangkali tukang tambal ban. Karena, seperti di kampung saya-hanya ada seorang tukang tambal ban. Atau, barangkali seorang pr eman, karena dia setidaknya telah berjasa dalam hal pengamanan desa." Lanjutnya, Iya, ya...

Calon-calon sekarang sampai mesti menjual kendaraan, sawah dan mencairkan simpanan mereka di bank untuk bertarung. Kemenangan seperti apa yang mereka harapkan? Kemenangan atau kerugian? Kemudian, bila terpilih, yang terpikir pertama adalah, "Bagaimana mengembalikan modal?"

Bila tidak terpilih, maka para calon itu berseteru. Padahal, sebelumnya mereka bersahabat.

Lebih-lebih lagi, karena peraturan partai yang lucu- seorang caleg yang memperoleh nomor 3 dari partai, mesti mengalah pada yang berada di atasnya. Walau terpilih di daerahnya, ia tidak bisa berbuat banyak. Suara dia pun ditambahkan kepada Sang Nomor Wahid alias Nomor 1. Sekarang, dia de pr esi.

Dan, dalam keadaan itu adalah para dukun yang dicarinya. Pagi, sore, siang, malam. Itulah yang menjadi pekerjaan tetap dia. Dari satu dukun ke dukun yang lain. Alhasil, lebih banyak lagi tabungannya yang mesti dicairkan. Sebelumnya ia sudah menjual mobil segala.

Belakang ini, saya dengar dari keponakannya, "Paman saya itu mencari tukang santet. Ia mengharapkan nomor 1 yang terpilih dan nomor 2 yang berada di bawahnya itu celaka, mati, atau apa - supaya ia dapat menggantikan posisinya." Luar biasa...

Ya, luar biasa, karena ini bukanlah kebiasaan Bali yang beradab dan tunduk pada hukum karma, hukum sebab dan akibat. Seorang seniman tersohor menjadi ketua partai yang jelas-jelas tidak menghargai budaya bangsa dan membela kelompok ra dika l. Ketua partai membisikinya: "Di pusat ini kan urusan politik. Di Bali kan aman-aman. Di sana Anda lah yang berkuasa. Pun, di pusat bila kita tetap kuat, Anda juga pasti dapat jatahnya." Bali, bangkitlah!

Janganlah mempercayai janji-janji palsu seperti itu. Mereka tidak peduli terhadap negara dan bangsa, apalagi terhadap Bali. Mereka tidak beradab, kau, Bali janganlah mengekor pada mereka.

Janganlah pertarungan menyebabkan perseteruan, karena bila Bali terpecah-belah, para politisi tanpa pr insip itu yang akan menang. Bersatulah Bali menghadap ancaman di depan mata. Bali Jaya , Indonesia Jaya!(*)

Anand Krishna: Aktivis spiritual, baru saja ikut mendirikan Brazil Indonesia Friendship Association ketika berada di sana untuk mengikuti Earth Dialogues.


From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto: bali-bali@yahoogrou ps.com ] On Behalf Of Ketut Bagiartha
Sent: Tuesday, January 06, 2009 1:24 PM
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: RE: [bali-bali] Suksma Biang !

Guys!. Salam dari negeri jauh..

Aku sangat pr ihatin dengan tulisan-tulisan yang ada selama ini, yang kebanyakan menyangkut masalah agama.

Terus terang, aku yang berada di negeri orang tidak butuh tulisan yang kebanyakan saling sentil dan saling lempar. Aku pikir Negara kita tercinta Indonesia sudah lebih dari cukup menanggung beban dengan masalah yang timbul karena SARA,

Mbok kita mesti nahan diri dong untuk Bali yang kita banggakan dan tersohor di seluruh pelosok dunia, dengan keramah-tamahan penduduknya dan dengan Balinese yang penuh dengan toleransi

Tolong kasi aku berita yang berhubungan dengan keadaan Negara dan pulau kita tercinta…

Aku yakin, semua yang alamat emailnya ada di sini adalah orang bijak dan terpelajar.. at least bisa menggunakan/ mengoperasikan computer, walau ada yang computer pr ibadi dan computer kantor..

Shanti,

Balibong – New Delhi , India

From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto: bali- bali@yahoogroups .com ] On Behalf Of bram daryadi
Sent: 06 Januari 2009 8:52
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [bali-bali] Suksma Biang !

Iya nih, sebagai salah satu anggota yg muslim di millis ini juga sedikit "gatal telinga" kalo ada tulisan yg bener2 sdh bukan katagori kritik positif....mudah2an nggak sampe yg namanya pelecehan.Kami2 Muslim nggak alergi kok sama kritik cuma tolong patuhi koridor

saling menghormati. ..

semoga,

Bram.

--- On Mon, 5/1/09, Laraslia <laraslia@yahoo. com> wrote:

From: Laraslia <laraslia@yahoo. com>
Subject: [bali-bali] Suksma Biang !
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Date: Monday, 5 January, 2009, 8:05 PM


Maaf yg tadi kosong, mudah2an didelete mods.

Numpang subscribe milis lagi sekedar ingin menyampaikan a pr esiasi dan ucapan terima kasih khusus untuk Biang Bulan atas komentar Biang untuk pelecehan agama. Selama saya bergabung di milis ini, cuma biang yang berani berkata jujur bahwa pelecehan agama ini sudah berlebihan.

Kami bukanlah ahli agama, hanya sekedar muslim biasa yang ingin mencari teman dan saudara disini. Sayapun juga sudah sampaikan ja pr i ke bli LGS dua bulan lalu sebelum unsub dari milis bahwa ilmu saya belum ada seujung kuku beliau tentang agama islam, terlebih islam plesetan hasil karya ahli agama lulusan amerika. Inilah sialnya jadi muslim bodoh. sesekali masih bertamu ke milis ini sekedar melepas kangen, dan ternyata tetep saja ada pelecehan2 agama, sementara yang ga setuju pura2 ga baca.

Tidak harus paham untuk sekedar menyampaikan ketidaksetujuan tentang pelecehan agama seperti yg disampaikan bli beni. Siapapun mereka dihati kecilnya yg membaca tulisan bli LGS pasti tau bahwa kami terusik, tapi entah kenapa mereka lebih memilih diam dan kehilangan nyame. Sekali dua kali bisa kami abaikan, tapi jika terus2an, sangat mengganggu.

Kalau kami yg komplin, pasti yg lain bilang delete aja kalo g suka. Tapi bila balinese yg menyampaikan, mudah2an yang lain bersedia memperhatikan.
Saya tidak berharap banyak toh saya sekedar bertamu. Paling juga sudah ga ada member muslim, jadi mau diteruskan sepertinya ga masalah. Semoga sukses untuk pr ogram BOS, maaf sementara hanya bisa bantu doa. Ngiring..
Laraslia

Ps.
Biang, bila speaker masjid terlalu keras, tinggal disampaikan ke pengurus masjid, tiap masjid pasti ada pengurusnya, saya yakin mereka pasti mengerti. Tidak semua orang menurut saya pantas disandingkan dengan kata 'BIANG', tapi saya tau kenapa panggilan biang pantas untuk anda.

Mohon doa untuk rakyat palestina, semoga diringankan penderitaan mereka.


-----
Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.



Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: