Biang Bulan, Mba Lia, bli ketut Bagiartha dan mas bram...
Kata apa lagi yang layak saya sampaikan selain sepakat dengan keberatan diskusi yang meng-gosip-kan Yang Maha Esa.
sepertinya untuk takaran saat ini, mengabaikan posting dengan sekedar delete bukan lagi solusi. Karena gosip Tuhan ini sudah mem-bombardir.
bedikan jani ane ngerunguang postingan masalah budaya, sosial. Lamun sube gosip Tuhan muncul, jeg cara gula kerubungin semut. ngerejeng!
Cilaka dua belas!
Tyang hanya takut nanti seperti mekecuh marep menek, menepuk air didulang. Yang kena ya kita sendiri, orang lain juga kena ciprat.
mari kita batasi sedikit saja komentar berlebihan (meskipun setiap orang 'mungkin' akan punya takaran berbeda). Sedikit empati.
Kalau Mau Pasti Bisa. Kan ada yang bilang begitu.
Saya sih, Kalau Bisa Baru Mau sajalah. Hehehe...kidding.
Biang Bulan, kalau kami ke wellsite atau rig. Masuk lokasi biasanya kami pakai earplug. Karena stadar safety seperti itu, suara bising mesin dianggap sudah lewat ambang. Hanya saja, tyang tidak tahu persis berapa desibel ambang batas suara mulai dianggap pencemaran lingkungan.
salam sejahtera dan salam kasih.
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
Dari: Ketut Bagiartha <kbagiartha@amanresorts.com>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 6 Januari, 2009 13:23:40
Topik: RE: [bali-bali] Suksma Biang !
Guys!. Salam dari negeri jauh..
Aku sangat prihatin dengan tulisan-tulisan yang ada selama ini, yang kebanyakan menyangkut masalah agama.
Terus terang, aku yang berada di negeri orang tidak butuh tulisan yang kebanyakan saling sentil dan saling lempar. Aku pikir Negara kita tercinta Indonesia sudah lebih dari cukup menanggung beban dengan masalah yang timbul karena SARA,
Mbok kita mesti nahan diri dong untuk Bali yang kita banggakan dan tersohor di seluruh pelosok dunia, dengan keramah-tamahan penduduknya dan dengan Balinese yang penuh dengan toleransi
Tolong kasi aku berita yang berhubungan dengan keadaan Negara dan pulau kita tercinta…
Aku yakin, semua yang alamat emailnya ada di sini adalah orang bijak dan terpelajar.. at least bisa menggunakan/ mengoperasikan computer, walau ada yang computer pribadi dan computer kantor..
Shanti,
Balibong – New Delhi, India
From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto:bali- bali@yahoogroups .com] On Behalf Of bram daryadi
Sent: 06 Januari 2009 8:52
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [bali-bali] Suksma Biang !
Iya nih, sebagai salah satu anggota yg muslim di millis ini juga sedikit "gatal telinga" kalo ada tulisan yg bener2 sdh bukan katagori kritik positif....mudah2an nggak sampe yg namanya pelecehan.Kami2 Muslim nggak alergi kok sama kritik cuma tolong patuhi koridor Bram.
--- On Mon, 5/1/09, Laraslia <laraslia@yahoo. com> wrote: From: Laraslia <laraslia@yahoo. com> Subject: [bali-bali] Suksma Biang ! To: bali-bali@yahoogrou ps.com Date: Monday, 5 January, 2009, 8:05 PM Maaf yg tadi kosong, mudah2an didelete mods.
Numpang subscribe milis lagi sekedar ingin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih khusus untuk Biang Bulan atas komentar Biang untuk pelecehan agama. Selama saya bergabung di milis ini, cuma biang yang berani berkata jujur bahwa pelecehan agama ini sudah berlebihan.
Kami bukanlah ahli agama, hanya sekedar muslim biasa yang ingin mencari teman dan saudara disini. Sayapun juga sudah sampaikan japri ke bli LGS dua bulan lalu sebelum unsub dari milis bahwa ilmu saya belum ada seujung kuku beliau tentang agama islam, terlebih islam plesetan hasil karya ahli agama lulusan amerika. Inilah sialnya jadi muslim bodoh. sesekali masih bertamu ke milis ini sekedar melepas kangen, dan ternyata tetep saja ada pelecehan2 agama, sementara yang ga setuju pura2 ga baca.
Tidak harus paham untuk sekedar menyampaikan ketidaksetujuan tentang pelecehan agama seperti yg disampaikan bli beni. Siapapun mereka dihati kecilnya yg membaca tulisan bli LGS pasti tau bahwa kami terusik, tapi entah kenapa mereka lebih memilih diam dan kehilangan nyame. Sekali dua kali bisa kami abaikan, tapi jika terus2an, sangat mengganggu.
Kalau kami yg komplin, pasti yg lain bilang delete aja kalo g suka. Tapi bila balinese yg menyampaikan, mudah2an yang lain bersedia memperhatikan. Saya tidak berharap banyak toh saya sekedar bertamu. Paling juga sudah ga ada member muslim, jadi mau diteruskan sepertinya ga masalah. Semoga sukses untuk program BOS, maaf sementara hanya bisa bantu doa. Ngiring.. Laraslia
Ps. Biang, bila speaker masjid terlalu keras, tinggal disampaikan ke pengurus masjid, tiap masjid pasti ada pengurusnya, saya yakin mereka pasti mengerti. Tidak semua orang menurut saya pantas disandingkan dengan kata 'BIANG', tapi saya tau kenapa panggilan biang pantas untuk anda.
Mohon doa untuk rakyat palestina, semoga diringankan penderitaan mereka.
-----
Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson Rekan2 semua. saya setuju dengan pendapat Anton, dan menyayangkan unsubscribe Dika. Marilah mulai sekarang kita membatasi pembicaraan mengenai Agama pada hal-hal yang akan memperdalam keyakinan masing2, memperkuat kerukunan dan pengertian/ penghargaan pada yang berbeda. Tentu ada beberapa hal yang perlu dikritik, tapi usahakanlah kritik yang membangun dan positif. Misalnya, ketika saya pulang ke Puri Makserdam Karangasem, ada Mesjid diatas bukit seberang lembah yang sangat memekakkan telinga, yang ketika kecil tak kudengar. Bisakah kita mengusulkan agar di Bali mesjid2 tak usah pakai loudspeaker, kemana jalurnya untuk ini?? Alasannya, jaman dahulu juga tak ada teknologi, dan alunan yang sayup2 justru akan lebih indah terdengar di telinga pemeluk Islam. Yang minoritas harus menghargai yang mayoritas di Bali, pulau seribu Kahyangan.. agar tak menjadi api dalam sekam yang suatu waktu akan membara dan meledak.. Selain itu, bagaimana kita melarang pengendara motor dengan knalpot yang begitu keras dan racing liar merusak suasana sampai lewat tengah malam?? Dan bunyi musik super keras melalui loudspeaker di tempat keramaian dan toko2?? Marilah kita bangun soundscape di Bali yang indah dan menyejukkan sanubari: alunan kekawin dan gemercing gender dan gamelan bambu, dan hanya di sedikit lokasi terdengar azan dan gentangan gereja yang sayup-sayup. .. Ada yang punya ide, bagaimana hal ini bisa kita capai?? (Maklum, aku dokter telinga.. dan pencetus ide Less Noise Cities di WHO, hehe..) Salam Shanti, Biang Bulan |
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
__._,_.___
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar