--- In bali-bali@yahoogroups.com, Nusantara Jaya <nusantarajaya69@...>
wrote:
>
> Saudaraku Popo,
>
> Salam hormat untuk Tu Aji Lolec dan bung doktor Darma Putra...:)
>
> Gerah dengan ancaman dan tantangan di Trowulan lalu Pretime &
pusaka Majapahit mulai masuk ke Bali tahun 2003 diawali dengan
prihatin dan peduli teman2 di Bali dengan keadaan itu kemudian ada
tanda2 mistik yang disaksikan secara kolektif di danau Batur oleh
beberapa kawan di Forum Studi Majapahit. Kemudian kita memutuskan
membawa sebagian besar pratime ke Bali, sebagian diberikan kepada
beberapa pengempon lain dan pas waktu itu Pure di
Trowulan disegel (dan tidak boleh sembahyang disana) secara resmi oleh
Pejabat daerah sana,
>
> Kita simpan pusaka & pretime di sebuah hall hotel Kintamani pemilik
seorang pengurus FSM dan open for public. Ajaibnya banyak individu dan
kelompok "aneh" yang datang tanpa diberitahu untuk "tangkil"
dan banyak pula yang kesurupan. Yang tiang amati, ada elemen2
spiritual yang teramat rindu, kangen, prihatin, gregetan dan antusias
dengan keadaan yang ada namun yang perlu digarisbawahi elemen2
tersebut sangat bersemangat dengan keNusantaraannya.
>
> 3 bulan disana, kita dengan pusaka dan pretime tsb kemudian
keliling, ke Puri Tabanan, ke Sanur, Bajra Sandi dan terakhir ke GWK
sebelum ke Puri Gading. Banyak pengalaman spiritual yang aneh2. Waktu
di GWK para leluhur Majapahit minta tiang ngaturang wayang dan
tari2an. Jadi pertunjukannya sepi penonton manusia namun penontonnya
para leluhur he..he..lucu rasanya. Sempat juga disuruh jadi dalang
memainkan wayang Semar dan Sangut sebelum dalang yang asli memulai.
He..he..lucu...karena tiba2 suara jadi seperti tokoh yang dimainkan itu...
>
> Singkat kata, FSM menyimpulkan bahwa kita sedang memasuki babak inti
proses KEMBALINYA SOSOK JIWA NUSANTARA YANG ASLI sebagaimana
disabdakan Sang Hyang Sabda Palon; banyak literatur yang mendukung
ini, silahkan salah satu baca www.nurahmad.wordexpress.com pada buku
yang berjudul Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya tulisan Tri Budi
Marhaen Darmawan dan Nurahmad.
>
> Keberadaan sekarang akan dipralina dan ditransformasikan dengan set
up yang baru (ini juga selaras dengan www.thegaiaproject.com) . Bukan
saja transformasi alam namun juga jiwa dan pola berpikir bangsanya.
Kita saksikan belakangan ada banyak kejadian2 yang memaksa &
membentang rasionalitas kita. Jiwa kita akan mengetuk pintu hati kita
dan pada saatnya jikalau pintu juga belum dibuka suatu saat jiwa akan
mendobrak paksa.
>
> Bangsa ini akan menjadi Mercusuar dunia kata Bung Karno dulu yang
membesarkan jiwadan memberi asa bukanlah pepesan kosong, setelah
cangkang jiwa terbuka, penjara pikir terbuka, bangsa ini akan tersadar
terhentak dari tidur amnesianya dan paham akan siapa dirinya nah
disanalah akan ada apa yang dikatakan "Kalki adalah kesadaran kolektif
yang dikatakan inner voice saudara kita Cok"
>
> Mari kita "masuk ke dalam diri" menyadari dan dengan sadar berusaha
terus mencerahkan raga/PQ, rasio/IQ, emosi/ego/EQ dan spiritual/SQ
kita, saat ini tiang kira hal ini adalah himbauan generik dari para
orang suci Nusantara, Begawan manajemen Steven Covey dari Amerika pun
menyatakan yang sama
> yang juga didahului oleh Maslow bahwa pada saat dia mau menyambut
kematiannya dia mengatakan bahwa aktualisasi diri bukanlah akhir dari
segitiga kebutuhan manusia namun adalah self transcendence; Self
transcendence akan efektif kalau yang immanent atau inner
voice disadari. Keadaan ini akan mengharmoniskan kesadaran manusia.
Manusia akan sadar dan terbebas akan kotak2nya apakah itu SARA atau
yang lain.
>
> Selamat menyambut diri yang sejati, Nusantara dan Alam semesta......
>
> Jaya Nusantara kita :)
>
> Surya
> --- On Sat, 1/17/09, Popo Danes <popo@...> wrote:
>
> From: Popo Danes <popo@...>
> Subject: Re: [bali-bali] Peradaban Majapahit
> To: bali-bali@yahoogroups.com
> Date: Saturday, January 17, 2009, 6:59 AM
>
>
>
>
>
>
> Wah,
> Ternyata ada DK 101 EK warna merah nguntit disini.
> Welcome Gus Aji, kita bikin tambah seru.
>
> Salam,
> popo
>
>
> On 1/16/09 9:40 AM, "IB Lolec" <iblolec@pacificworl d.com> wrote:
>
>
>
>
>
> Bravo ! Ternyata asyik juga mengikuti milis ini – maju terus !
> IB Lolec
>
>
>
>
>
> From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
> Reply-To: <bali-bali@yahoogrou ps.com>
> Date: Sat, 17 Jan 2009 08:43:59 +0800
> To: <bali-bali@yahoogrou ps.com>
> Subject: Re: [bali-bali] Peradaban Majapahit
>
>
>
>
> Hallo bli Surya,
>
> Terimakasih arahannya. Saya kemarin ke Majapahit dalam rangka
curious saja, dan isi kepalanya masih sebatas sebagai tukang.
> Mau tahu petanya lebih jelas, karena yang terlibat disana ternyata
teman-teman saya juga, yang di Bandung dan Jakarta.
> Jadi kalau nanti saya harus terlibat dalam sebuah diskusi mengenai
hal ini saya ingin lebih siap, dan ada idea mengenai kangin kauhnya.
> Dan saya bisa lihat, with the right vision, apa yang tersisa di
Majapahit masih bisa kita develop menjadi sebuah heritage site yang
luar biasa, paling tidak setara dengan Tikal di Guatemala. Yang susah
kan bagaimana caranya membuat pemerintah RI menyatakan visi itu kelugra.
>
> Kemarin sudah ada diskusi yang tidak sempat saya hadiri di Jakarta,
yang diisi oleh teman-teman arsitek pemerhati pelestarian ( Arya
Abieta, cs ), mungkin siangan hari ini akan saya terima beritanya, apa
hasil dari pertemuan tersebut.
>
> Kalau Eyang Suryo itu memang pernah saya kunjungi sekali, di
tempatnya (waktu itu) di kompleks GWK. Tapi saya hanya berkunjung
sebagai orang awam dan waktu itu memang tidak terencana untuk datang
kesana.
>
> Salam Nusantara,
> popo
>
>
>
> On 1/15/09 10:05 AM, "Nusantara Jaya" <nusantarajaya69@ yahoo.com>
wrote:
>
>
> Popo saudaraku yang aktif,
>
> Kebetulan saya juga pemerhati Majapahit dan ikut di Forum Studi
Majapahit; ada "kekuatan" dormant yang cukup nyata secara metafisika
di daerah Trowulan. Perlu penataan yang holistik dan harmonis disana,
bukan tujuan komersial saja. Terpaan bencana yang beruntun di Jatim
dan bencana lumpur yang belum usai juga tidak begitu terambil hikmahnya.
>
> Ada pura Majapahit yang disungsung oleh Eyang Suryo yang dulunya
terletak di sebelah sisi Utara kolam Segaran, 5 tahunan yang lalu
"diusir dan puranya mau dihancurkan oleh sekelompok aktifis islam di
sana" sayang sekali....menurut pengempon disana, mitologi kutukan
Eyang Sabda Palon bahwa Majapahit akan datang lagi menguasai Nusantara
setelah 500 tahun kerta ilang sirna ning bumi, sangat ditakuti akan
benar-benar terjadi.
>
> Apalagi dengan embel-embel Beliau akan datang dengan agama Budi,
agama kaweruh. Konon agama ini bukan seperti agama yang kita ketahui,
dia tidak akan dogmatis seperti agama yang kita kenal di jaman atau
peradaban Kali Yuga namun lebih ke keadaan manusianya yang secara
kolektif tersadarkan dan tercerahkan (sadar PQ, IQ, EQ dan SQ) dan
mampu melihat mana benar atau salah....lebih jauh referensi di
www.thegaiaproject. com <http://www.thegaiap roject.com> tiang rasa
bisa membantu wacana ini.
>
> Kami dulu waktu tangkil ke Trowulan tahun 2001 (luar biasa situs
yang ada.....ada sebuah pratime kecil berfigur Semar,nyetrum pada saat
disentuh), paginya dapat pewisik untuk mengakhiri persembahyangan jam
8 pagi dan check out, kami mengiyakan namun tentu yang namanya rasio
pingin tahu lebih, bertanya ada apa kok mesti jam 8, mbok ya santai
dikit. Tahu... apa yang terjadi? Pas jam 8, sekelompok orang dengan
mengemudikan mobil truk yang membawa loud speaker besar2 parkir di
sebelah pura dan menyetel musik dangdut dengan sangat keras dan kami
tahu ini disengaja karena mereka tahu kami 3 mobil menginap di rumah
Eyang Suryo dari kemarinnya. Musiknya asyik juga, ya kami joget dalam
hati dan ngacir aja ha..ha....males buat perhitungan dengan anak
buduh; merasa belum waktunya aja dan Tuhan maha tahu apa yang pantas
dilakukan kepada mereka. Mudah2an mereka sadar kalau mereka semua
adalah keturunan Majapahit semua bukan keturunan bangsa lain.
>
> Eyang Suryo dengan sebagian besar partimenya sekarang ada di
perumahan Puri Gading - Bukit. Beliau membuat pelinggih Siwa Budha
disana yang cukup besar.
> Silahkan Popo bertemu dengan Eyang Suryo; waspada dengan karakternya
yang unik (itu cuma bungkus samarannya saja). Let me know kalau ada
informasi yang bisa saya share. Rekan2 tiang di Forum Studi Majapahit
banyak yang jago dalam hal ini, nanti tiang kenalkan kalau tertarik
lebih jauh.
>
> Sekian dulu saudaraku Popo, selamat menggali lebih jauh...:)
>
> Surya
>
> --- On Wed, 1/14/09, Popo Danes <popo@popodanes. com> wrote:
>
> From: Popo Danes <popo@popodanes. com>
> Subject: Re: [bali-bali] Peradaban Majapahit
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Date: Wednesday, January 14, 2009, 11:31 AM
>
> Ya, saya baru saja mendarat di Bali.
> Hari ini seharian saya di Trowulan, untuk melihat langsung apa yang
mereka lakukan itu.
> Negara kita memang patut naik podium untuk menerima trophy sebagai
Best Cultural Heritage destroyer.
>
> Ada beberapa orang yang juga mengunjungi proyek itu hari ini, dan
medengar omongan-omongan mereka, ya memang minta ampuuuunn ....
> Salah satu pegawai yang mengantar saya mengatakan bahwa proyek
dihentikan sementara hanya karena diributkan oleh media. Mereka sangat
yakin kalau apa yang mereka lakukan itu adalah hal yang benar. Sangat
memprihatinkan.
>
> Ketika saya komentari bahwa proyek itu tidak ada sosialisasi,
orangnya bilang sudah. Sosialisasi ditangani oleh pemda Kabupaten
Mojokerto. Aduh, padahal ini duwen gumi.
> Dan sebagai proyek penting, mereka tidak mendisplay sama sekali
gambar desain apa yang mereka mau buat. Ya, memang kita mengerti apa
sebetulnya definisi `proyek' untuk mereka-mereka itu.
>
> Hari ini saya hanya melakukan pandangan mata singkat, karena akan
datang lagi untuk waktu yang lebih lama akhir bulan ini. Positifnya
juga ada, dari kasus ini saya jadi tergerak untuk tahu lebih jauh
tentang Majapahit dan kepingin berbuat sesuatu yang baik untuknya.
Kita kan golongan yang menghormati dan menjunjung Kawitan.
>
> Salam Amuk Palapa,
> pd
>
>
> On 1/13/09 4:37 PM, "Sugi Lanús" <sugilanus@gmail. com> wrote:
>
>
>
>
>
> Kebangkitan situs.
>
> 2009/1/13 ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ yahoo.com>
>
> Trowulan.
> Kebangkitan Majaphit telah dimulai?
>
> salam,
> ngurah beni setiawan
> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
>
>
>
>
> http://www.kompas. com/read/ xml/2009/ 01/12/21473691/
Situs.Trowulan. .Peradaban. Majapahit. yang.Mengagumkan
<http://www.kompas. com/read/ xml/2009/ 01/12/21473691/
Situs.Trowulan. .Peradaban. Majapahit. yang.Mengagumkan>
>
>
>
>
>
> Situs Trowulan, Peradaban Majapahit yang Mengagumkan
>
>
> KOMPAS/INGKI RINALDI / Kompas Images <http://www.kompas. com/read/
xml/2009/ 01/12/21473691/ Situs.Trowulan. .Peradaban. Majapahit.
yang.Mengagumkan> <http://www.kompas. com/read/ xml/2009/
01/12/21473691/ Situs.Trowulan. .Peradaban. Majapahit. yang.Mengagumkan>
> Sebuah bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diduga merupakan
salah satu candi pemujaan yang berasal dari abad ke-13 ditemukan di
Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi yang
ditemukan Pairin (68), salah seorang warga sekitar, pada Selasa
(28/10) itu rencananya akan diekskavasi oleh Balai Pelestarian
Peninggalan Purbakala (BP3) Jatim..
> /
> SENIN, 12 JANUARI 2009 | 21:47 WIB
>
> SEMPATKAN berkunjung ke Situs Trowulan, di Kabupaten Mojokerto,
Provinsi Jawa Timur, akan banyak pengetahuan baru yang didapat dan
bukti-bukti mengagumkan yang menarik dicermati dan dikaji.
>
> Memang, dari pelajaran sejarah, yang diketahui tak lebih dari
lintasan sejarah Gajah Mada, sang Mahapatih yang dikenal lewat Sumpah
Amukti Palapa. Dan juga tentang Ratu Tribhuwanotunggadew i
Jayawisnuwardhani dan Raja Hayam Wuruk, dua nama yang membawa
Majapahit ke puncak keemasan.
>
> Dengan berkunjung ke Trowulan, banyak cerita dan bukti yang dapat
disaksikan tentang peradaban masa Majapahit, yang berkembang lebih
kurang 200 tahun, mulai berdiri tahun 1293 dan diperkirakan runtuh
tahun 1521 Masehi. Bahkan, dari juru kunci atau perantara di Wringin
Lawang salah satu dari ribuan artefak dan puluhan bangunan bersejarah
penanda kebesaran Majapahit , juga bisa didapatkan cerita, bahwa
calon-calon penguasa di negeri ini selalu menyempatkan diri berziarah.
>
> "Mereka seolah mendapatkan sugesti. Dan ternyata nama-nama yang
disebut juru kunci , memang akhirnya jadi pemimpin di negeri ini.
Menjelang pemilihan presiden 2004 lalu , Bu Mega dan Pak Es Be Ye juga
sempat ke sini," kata Supardi (66), sang juru kunci. Barangkali,
menjelang Pemilu 2009, Trowulan akan lebih banyak dikunjungi
tokoh-tokoh calon pemimpin bangsa ini.
>
> Karena itu, menjadi wajar muncul pertanyaan mengapa pembangunan
proyek Pusat Informasi Majapahit (PIM), yang menjadi bagian dari
rencana besar membangun Majapahit Park, terkesan dipaksakan dan
dilaksanakan tidak melalui prosedur yang seharusnya.
>
> Apakah karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan dukungan,
sebagaimana diungkapkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik,
saat peletakan batu pertama, 3 November 2008, lantas semua ketentuan
yang berlaku bisa diabaikan?
>
> Sorotan dan tudingan yang bertubi-tubi dari berbagai pihak pemangku
kepentingan, seperti yang diekspose Kompassejak 4 Januari lalu hingga
sekarang, seperti menegaskan bahwa Pemerintah tak bisa seenaknya
merusak situs yang sangat bersejarah dan unik di mata dunia itu.
>
> Tindakan sekecil apa pun, tidak hanya harus berlandaskan
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya dan
ketentuan hukum lainnya, tetapi di atas semua itu harus dilandasi
etika-moral dan hati nurani, tandas arkeolog dari Universitas
Indonesia, Prof Dr Mundardjito.
>
> Mundardjito bersama Arya Abieta, Osriful Oesman, Daud Aris Tanudirjo
dan Anam Anis dari Tim Evaluasi Pembangunan PIM-lah yang membongkar
ketidakberesan dan kejanggalan dalam pembangunan PIM. A tas desakan
pemangku kepentingan lainnya, memaksa Pemerintah melalui Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) untuk menghentikan pembangunan PIM.
>
> Hasil rapat 8 Januari 2009 lalu dengan puluhan pemangku kepentingan
di Direktorat Sejarah dan Purbakala Depbudpar , Jakarta, disepakati
Situs Trowulan yang rusak akibat proyek PIM harus direhabilitasi dan
diteliti kembali dengan melibatkan para ahli dan proyek tersebut harus
di carikan alternatif lokasi yang baru (relokasi).
>
> Pentingnya Situs Trowulan
>
> Trowulan, sekitar 60 km barat daya Kota Surabata, adalah ibukota
kerajaan saat Majapahit mencapai puncak kejayaan. Pada areal seluas 11
x 9 kilometer persegi , sebagaimana yang pernah diteliti Nurhadi
Rangkuti, yang diyakini sebagai pusat Kerajaan Majapahit itu, telah
ditemukan sedikitnya 32 kanal, satu kolam seluas lebih kurang 6,5
hektar, dua pintu gerbang ; gapura Bajangratu dan Gapura Wringin
Lawang, pemukiman dan pendopo kuno, candi Hindu dan Buddha, seperti
Candi Brahu, Candi Tikus, dan Candi Gentong .
>
> Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Hari Untoro Dradjat
mengatakan, Situs Trowulan merupakan satu-satunya peninggalan
purbakala berbentuk kota dari era kerajaan-kerajaan kuno di masa
klasik Nusantara, dari abad V sampai XV Masehi. "Sebagai bekas kota,
di Situs Trowulan dapat dijumpai ratusan ribu peninggalan arkeologis
baik berada di bawah maupun di permukaan tanah yang berupa artefak,
ekofak, serta fitur," katanya.
>
> Situs bekas kota Kerajaan Majapahit ini dibangun di sebuah dataran
yang merupakan ujung penghabisan dari tiga jajaran gunung, yaitu
Gunung Penanggungan, Welirang, dan Gunung Anjasamara. Sedangkan
kondisi geografis daerah Trowulan mempunyai kesesuaian lahan sebagai
daerah pemukiman. Hal ini didukung oleh antara lain topografi yang
landai dan air tanah yang relatif dangkal.
>
> Mundardjito mengatakan, dari kerajaan lain yang tersisa hanya
candi-candi atau prasasti . Jika Yunani memiliki Acropolis di Athena,
Italia menyimpan reruntuhan Pompeii, Kamboja bangga dengan Angkor Wat,
dan P eru masih setia merawat Machu Picchu, Indonesia hanya memiliki
Trowulan yang hingga saat ini pun belum tergali sempurna.
>
> Situs peninggalan Kerajaan Majaphit yang sangat menarik ini
diperoleh melalui penelitian yang panjang. Menurut data, penelitian
terhadap Situs Trowulan pertama kali dilakukan oleh Wardenaar pada
tahun 1815. Ia mendapat tugas dari Raffles untuk mengadakan pencatatan
arkeologi di daerah Mojokerto. Hasil kerja Wardemaar tersebut
dicantumkan oleh Raffles dalam bukunya History of Jawa (1817), yang
menyebutkan bahwa berbagai obyek arkeologi yang berada di Trowulan
sebagai peninggalan dari Kerajaan Majapahit.
>
> Penelitian berikutnya dilakukan oleh WR Van Hovell (1849), JVG
Brumund, dan Jonathan Rigg. Kemudian RDM Verbeek (1889), RAA
Kromodjojo Adinegoro seorang Bupati Mojokerto (1849-1916). J Knebel
(1907), dan kemudian Henry Maclaine Pont (1921-1924) .
>
> Hasil penggalian di Situs Trowulan menunjukkan bahwa sebagai tempat
terakumulasinya aneka jenis benda yang biasa disebut kota ini, tidak
hanya berupa situs tempat tinggal saj a, tetapi juga terdapat
situs-situs lain seperti situs upacara, situs agama, situs bangunan
suci, situs industri, situs perjagalan, situs makam, situs sawah,
situs pasar, situs kanal, dan situs waduk. S itus-situs ini membagi
suatu kota dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil dengan tembok
keliling blok-blok segi empat dan diikat oleh jaringan jalan..
>
> Pada tahun 1981 keberadaan kanal-kanal dan waduk-waduk di Situs
Trowulan semakin pasti diketahui melalui studi foto udara yang
ditunjang oleh pengamatan di lapangan dengan pendugaan geoelektrik dan
geomagnetik. Hasil penelitian kerjasama Bakosurtanal dengan
Ditlinbinjarah, UGM, ITB, dan LAPAN itu diketahui bahwa Situs Trowulan
berada di ujung kipas aluvial vulkanik yang sangat luas, memiliki
permukaan tanah yang landai dan baik sekali bagi tata guna tanah, kata
peneliti Nurhadi Rangkuti.
>
> Hal yang menarik, sebagian besar situs-situs di Trowulan dikelilingi
oleh kanal -kanal yang saling berpotongan, membentuk sebuah denah segi
empat yang luas, dibagi lagi oleh beberapa bidang segi empat yang
lebih kecil lagi.
>
> Tindakan destruktif
>
> Penelitian dan penggalian arkeologis sampai sekarang masih
berlangsung, tapi kalah cepat dengan penggalian yang dilakukan
masyarakat.. Lihatlah, di sekitar situs ribuan masyarakat melakukan
tindakan destruktif atas nama desakan kebutuhan hidup.
>
> Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata Junus Satrio Atmodjo mengatakan, situs
Majapahit di Trowulan mengalami kerusakan sejak tahun 1990. Sedikitnya
5.000 keluarga menggantungkan hidupnya pada industri batu bata, yang
bahan bakunya berasal dari galian tanah di sekitar situs Majapahit. T
indakan destruktif sebagian masyarakat berlangsung terus-menerus dan
semakin meluas. Kondisi ini semakin menyulitkan upaya menyelamatkan
situs , katanya.
>
> Menurut Mundardjito, masyarakat terpaksa melakukan tindak destruktif
di situs Trowulan karena desakan kebutuhan hidup yang begitu besar dan
berlangsung terus-menerus. A gar pembangunan kawasan Trowulan tidak
menimbulkan dampak negatif, perlu segera ditetapkan secara hukum
batas-batas kawasan dan batas-batas zona di dalam kawasan itu secara
geografis, administratif, dan kultural sehingga jelas mana wilayah
perlindungan dan mana wilayah pengembangan. Potensi lingkungan perlu
dikaji dalam kaitannya dengan penggunaan lahan oleh masyarakat agar
pelestarian situs dapat dicapai.
>
> Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FIB UI, Agus Aris
Munandar, juga mengatakan hal senada. L aju kerusakan Situs Trowulan l
ebih cepat dari upaya pelestarian. Hanya sedikit benda-benda
peninggalan yang mampu diselamatkan.
>
> Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sendiri mengakui sisa-sisa
kejayaan Majapahit selama ini belum ditangani secara khusus, tidak
seperti situs Sriwijaya yang sudah dibicarakan secara akademis dan
ditunjang dengan program-program khusus untuk melestarikannya. Hasil
penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata menyebutkan, tak kurang dari 6,2 hektar lahan di Situs
Trowulan rusak setiap tahun.
>
> Arkeolog Mundardjito ketika memaparkan hasil S eminar Integratif
Kajian dan Perlindungan Situs Kerajaan Majapahit di Jakarta ,
Mojokerto, dan Depok tahun 2008, menegaskan, pembangunan kawasan
Trowulan seharusnya dilandasi dengan konsep pembangunan berwawasan
pelestarian dan pelestarian berwawasan pembangunan. Ini berarti bahwa
di kawasan ini tidak mungkin melaksanakan pembangunan pembangunan
tanpa mempertimbangkan aspek pelestarian peninggalan Majapahit yang
sudah sedemikian terkenal di Asia Tenggara.
>
> Pembangunan kawasan ini harus dilandasi konsep pengelolaan secara
bersama, untuk kepentingan bersama, dan berdasarkan kesepakatan dari
semua pemangku kepentingan, baik sektor pemerintah dan sektor
pengusaha, maupun sektor masyarakat. Rencana induk yang integratif
semacam itu belum dibuat. Rencana induk arkeologi 1986 yang
pelaksanaannya sudah berjalan, perlu dikembangkan menjadi tata ruang
wilayah yang terencana sesuai dengan kondisinya sekarang. Dengan
demikian kawasan Trowulan dapat dikelola bukan hanya secara
integratif, tetapi juga dengan cara partisipatif, papar Mundardjito ,
pendiri Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia tahun 1976, dan Ketua Harian
IAAI Pusat 1992-1996.(YURNALDI)
>
>
>
>
>
> Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di <http://sg.rd. yahoo.com/
id/search/ top2008/* http://id. promo.yahoo. com/topsearches2 008/>
<http://sg.rd. yahoo.com/ id/search/ top2008/* http://id. promo.yahoo.
com/topsearches2 008/> .
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar