Kamis, 15 Januari 2009

[bali-bali] Re: Ngomongin Bali.

Bukannya dari dulu kita senang dengan "image" ajum. Jadi kalau sudah
ada yang kontra-produktif kita berusaha menghindarinya. Lebih sadis
lagi dengan menendangnya dari milis, he..he...

IWW

--- In bali-bali@yahoogroups.com, Lili Gundi <lili_gundi@...> wrote:
>
> Suatu masyarakat akan maju bila didirikan di atas dasar yang kokoh,
yaitu suatu sistem nilai yang sehat dan teruji oleh waktu. Di atas
sistem nilai apakah Bali telah bergerak maju selama ini?  Sistem nilai
Hindu! Salah satu dari sistem nilai itu adalah penghargaan terhadap
pluralisme. Bali sejak abad 15 telah menerima keberadaan masyarakat
Islam di berbagai kerajaan yang ada Bali (sekarang Kabupaten),
misalnya pegayaman di Buleleng, Loloan di Negara, Kepaon di Badung,
Gegel di Klungkung, Nyuh Kuning di Karangasem. Orang-orang Islam ini
ada yang didatangkan  dari Jawa (Pegayaman, Kepaon, Gelgel) Pelarian
dari Bugis karena tekanan Belanda (Loloan), dan Lombok (Karangasem).
Mereka umumnya adalah pegawai kerajaan.
> Semua kampung-kampung Islam ini masih utuh sampai sekarang. Kenapa?
Karena mereka tidak ditekan oleh raja untuk masuk Hindu. Sebaliknya
para keluarga puri ini memberikan mereka tempat tinggal, tanah untuk
masjid dan pesantren, membantu mereka kalau naik haji. Mereka juga
tidak dibujuk atau ditekan oleh masyarakat Hindu di sekitarnya agar
mereka beralih agama. Masyarakat Hindu malah menyebut mereka sebagai
Nyame Selam, sebagai saudara yang dilindungi.  
> Berbeda dengan kampung Bali di Jakarta, yang tinggal nama, karena
penghuni yang berasal dari Bali semua sudah beralih agama menjadi Islam
> Sampai sekarang pun umat beragama lain relatif mudah, membangun
tampat ibadah di Bali. Berbeda dengan orang-orang Hindu asal Bali
ketika mendirikan Pura di luar Bali, khususnya di daerah mayoritas Islam.
> Bila suatu masyarakat sudah dapat menerima kehadiran masyarakat
dengan keyakinan yang berbeda,  masalah yang sangat fundamental, maka
lebih mudah baginya untuk menerima ide-ide baru dari ilmu pengetahuan
serta inovasi teknologi. Program pemerintah seperti KB dan
intensifikasi pertanian berjalan dengan baik di Bali.
> Pariwisata internasional telah masuk ke Bali sejak tahun 1930an, dan
memberi manfaat bagi Bali, tanpa merusak tatanan nilainya.  
> Jadi dengan melihat tanda-tanda ini, Bali sudah menjadi masyarakat
terbuka sejak abad 15.  Bila kita serius membangun Bali ke depan,
sistem nilai yang sudah dimiliki Bali  harus dipelihara dan
dikembangkan. Konsep tentang masyarakat terbuka (open society) dari
luar tentu saja perlu untuk menambah perspektif.
> Membangun Bali hanya dengan pertimbangan manfaat
sosio-ekonomi-teknologi, dengan mengabaikan sistem nilai itu, hanya
akan merupakan pembangunan superfisial. Akan membuat Bali mudah hancur
menghadapi tantangan. Seperti ilalang yang dicabut dari akarnya,
sedikit saja disulut akan terbakar habis. (Karena itu saya agak heran
ketika ada beberapa teman di sini yang seolah-olah alergi
mendiskusikan hal-hal yang menyangkut atau yang membahayakan sistem
nilai ini).  
> LGS
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: