Selasa, 06 Januari 2009

[bali-bali] Kintamani : Senderan Jebol, Lima Pelinggih Hancur

berapa banyak lagi hal ini harus trjadi utk mengingatkan kita bahwa lingkungan bali trlalu banyak dieksploitasi atas nama pariwisata?

sedih..

--

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=9573

» Berita Kabupaten | Rabu, 07 Januari 2009 | BP

Kintamani : Senderan Jebol, Lima Pelinggih Hancur

Bangli (Bali Post) -
Senderan di atas jurang berkedalaman ratusan meter di Banjar Bungbung Kelambu Desa Batur, Kintamani, Senin (5/1) malam jebol. Akibatnya lima pelinggih warga hancur.Informasi di lapangan, rencananya di areal itu akan dibangun fasilitas pariwisata. Namun, hingga kini belum memiliki izin apa pun.

Atas peristiwa itu, Selasa (6/1) kemarin tim Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali langsung turun ke TKP. Mereka menenui pemiliknya, I Wayan Ginara.

Ketua tim yang juga Kabid Pengawas Badan Lingkungan Hidup Provpinsi Bali A.A. Gede Sastrawan mempertanyakan status tanah berikut perizinan seperti IMB. Itu sesuai dengan Perda Provinsi Bali No. 3 Tahun 2005 bahwa setiap perubahan bentangan seperti ini harus sudah mengantongi izin. Terlebih perubahan bentangan ini terjadi pada kemiringan sangat terjal sekitar 70-80 derajat.

Di hadapan tim, pemilik senderan I Wayan Ginara mengakui dirinya belum mengantongi izin untuk membangun. Menurutnya, perizinan itu akan diurus kemudian setelah senderan selesai digarap. Di samping itu, penyenderan dilakukan mengingat pada wilayah ini sering terjadi longsor. Pertimbangan lainnya, warga yang memiliki tanah di sekitar kejadian adalah masih keluarganya.

Masalah perizinan nantinya akan diurus kemudian. Kalaupun misalnya pemerintah tidak memberikan izin, maka pembangunan tidak jadi dilanjutkan untuk kepentingan fasilitas pariwisata. Menurut rencana, di TKP akan dibangun restoran. Tiang pancang yang telah ditanam sebanyak 33 buah, sementara yang jebol 22 buah. 'Saya masih sebatas menancapkan tiang dan senderan. Jika telah mendapatkan izin baru akan dibangun fasilitas pariwisata,' jelasnya di hadapan tim.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 wita itu menghancurkan bagian utara pekarangan rumah milik Guru Nyoman Nyarti. Di atasnya berdiri Pura Dadia Pasek Kayu Selem. Ratusan kubik tanah dan batu yang longsor itu menghancurkan sebuah balai serta lima buah pelinggih milik korban.

Guru Nyoman Nyarti mengatakan malam sebelum kejadian tidak ada hujan. Satu hari sebelumnya hujan gerimis memang turun. Malam harinya, tiba-tiba dirinya dibangunkan setelah terdengar suara gemuruh dan senderan di atasnya jebol. (kmb17)

--
Anton Muhajir |  http://rumahtulisan.com
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: