| Mohon maaf jika saya ikut urun rembug menyangkut tulisan yang Anda sampaikan. Saya kira kurang bijak jika kita menilai apalagi menghakimi orang lain walaupun dengan mengutip pernyataan orang lain seperti "agama api Neraka" ataupun apa namanya karena penilaian seperti itu tidak akan memunculkan rasa persahabatan melainkan rasa permusuhan sehingga berakibat kontraproduktif bagi cita-cita perdamaian. Akan lebih bijak jika kita menghakimi diri sendiri seperti apa yang disampaikan Gandhi: "Learn to be your own judge, and you will be truely happy". Perdamaian hanya bisa dicapai dengan jalan cinta kasih. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Hormat saya,
Sadra.
--- On Tue, 12/2/08, Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> wrote: From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> Subject: Re: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas To: bali-bali@yahoogrou ps.com Date: Tuesday, December 2, 2008, 3:02 PM Dalam Quran kata-kata: hell, fire, grievous punishment, disebut 1000 (seribu kali). jadi dalam 6 ayat Quran ada satu ayat berisi ancaman neraka jahanam, siksa yang berat, azab yang pedih, baik bagi orang Muslim yang munafik (tidak mau perang, cinta damai) maupun orang yang tidak mau masuk Islam (non-muslim, kafir). Kata Islam (artinya tunduk dan patuh, bukan damai), hanya disebut sekitar 40 (empat puluh kali). Jadi Islam adalah agama api neraka (menurut para filsuf Barat, maaf, seperti agama Kristen juga). From: Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo. com> To: bali-bali@yahoogrou ps.com Sent: Sunday, November 30, 2008 12:23:15 PM Subject: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas Halo,
Saya jadi penasaran, jangan2 isi kurikulum ajarannya juga udah terselip ajaran2 kayak di saudi arabia, seperti yang tercantum dalam laporan berikut ini: http://www.washingt onpost.com/ wp-dyn/content/ article/2006/ 05/19/AR20060519 01769_pf. html
Saya kutip beberapa: FIRST GRADE
"Fill in the blanks with the appropriate words (Islam, hellfire): Every religion other than ____________ __ is false. Whoever dies outside of Islam enters ____________ ."
FIFTH GRADE
"Whoever obeys the Prophet and accepts the oneness of God cannot maintain a loyal friendship with those who oppose God and His Prophet, even if they are his closest relatives."
"It is forbidden for a Muslim to be a loyal friend to someone who does not believe in God and His Prophet, or someone who fights the religion of Islam."
"A Muslim, even if he lives far away, is your brother in religion. Someone who opposes God, even if he is your brother by family tie, is your enemy in religion."
............ .......
Liat point 2 fifth grade: It is forbidden for a Muslim to be a loyal friend to someone who does not believe in God and His Prophet . Ini rupanya sesuai dengan TAQIYYA: http://en.wikipedia .org/wiki/ Taqiyya
-Raka-
--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, sugilanus@.. . wrote: > > Barangkali ini hasil riset yang bisa membuat kita paham mengapa kesadaran pluralisme di kalangan anak bangsa kian melemah. Kita perlu jalan keluar dari situasi seperti ini. > > http://www.detikne w s.com/read/ 2008/11/25/ 163443/1042749/ 10/sebagian- guru-agama- islam-di- jawa-belum- bisa-ajarkan- pluralitas > > Selasa, 25/11/2008 16:34 WIB > > Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas > > Andi Saputra - detikNews > > Jakarta - Sebanyak 62 % guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa menolak orang non muslim menjadi pemimpin publik. Selain itu sebagian guru agama Islam di Jawa juga tidak toleran dan anti pluralitas. > > Penolakan terhadap pemimpin non muslim menjadi pemimpin mulai dari pemilihan kepala sekolah hingga Pemilu legislatif. "Para guru masih belum bisa mengajarkan pluralitas dan sikap toleran. Padahal, sikap dan pandangan Islam, guru agama harus mendukung dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam," kata Direktur Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Jajat Burhanudin, di Galeri Lontar, Jalan HOS Cokroaminto, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2008) . > > Lebih lanjut, dari data survei lembaganya,para guru yang mengajar di sekolah umum tersebut, 68% responden menolak non muslim menjadi kepala sekolah dan 30% responden mendukung Pemilu hanya untuk memilih wakil rakyat yang memperjuangkan syariat Islam. > > Survei dilakukan terhadap 500 guru di 500 SMA/SMK di Jawa selama kurun Oktober 2008. Responden dipilih dengan menggunakam metode random acak sederhana. Selain itu juga dilakukan wawaancara terstruktur terhadaap 200 siswa di 50 kota/kabupaten. "Metode simple random sampling yang kami gunakan memiliki margin error lebih kurang 5%," ujarnya. > > Sikap tidak toleran dalam beragama juga bisa dilihat 21% responden mengaku orang yang keluar dari agama Islam harus dibunuh. Selain itu, 79% guru melarang anak didiknya mempelajari agama non Islam. "Yang lebih memprihatinkan, 75 % guru mengajarkan siswa muslim untuk mengajak non muslim mempelajari Islam. Ini menunjukkan sikap beragama yang eksklusif tidak hanya berlaku di sekolah, " tuturnya. > > Pemilihan corak geografis sekolah memperhatikan corak geografis pada umumnya SMA/SMK di Jawa. Yaitu 41% guru SMA di kotamadya, 25% guru SMA di kabupaten dan 28% guru SMA/SMK di kecamatan. "Sisanya yang 5% merupakan guru SMA/SMK di pedesaan,"pungkasny a.(asp/nrl) > |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar