Rabu, 10 Desember 2008

Re: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas

Pak Nyoman Sadra tak perlu mohon maaf. Disini kita kan boleh mengemukakan opini kita. Kadang-kadang opini itu sifatnya kritis. Saya kira itu wajar saja. Dunia bukanlah ashram di mana semua penghuninya hanya mengatakan hal-hal yang menyenangkan, yang damai yang penuh persahabatan. Mengenai apa yang dikatakan oleh Gandhi, mungkin kemampuan saya belum begitu tinggi untuk memahami apa yang dimaksudkannya, apalagi mempraktekkannya. Berbahagianlah anda Pak, yang telah mampu memahami dan melakoni ideal-ideal Mahatma Gandhi. Damai, persahabatam  dan sejahtera selalu untuk anda. Alangkah bahagianya orang yang  dapat hidup seperti anda. 
LGS.  


From: Nyoman Sadra <sadragandhi@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Saturday, December 6, 2008 10:32:12 AM
Subject: Re: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas

Mohon maaf jika saya ikut urun rembug menyangkut tulisan yang Anda sampaikan. Saya kira kurang bijak jika kita menilai apalagi menghakimi orang lain walaupun dengan mengutip pernyataan orang lain seperti "agama api Neraka" ataupun apa namanya karena penilaian seperti itu tidak akan memunculkan rasa persahabatan melainkan rasa permusuhan sehingga berakibat kontraproduktif bagi cita-cita perdamaian. Akan lebih bijak jika kita menghakimi diri sendiri seperti apa yang disampaikan Gandhi: "Learn to be your own judge, and you will be truely happy". Perdamaian hanya bisa dicapai dengan jalan cinta kasih.
Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

Hormat saya,

Sadra.

--- On Tue, 12/2/08, Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> wrote:
From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com>
Subject: Re: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, December 2, 2008, 3:02 PM

Dalam Quran kata-kata:  hell, fire, grievous punishment, disebut 1000 (seribu kali). jadi dalam 6 ayat Quran ada satu ayat berisi ancaman neraka jahanam, siksa yang berat, azab yang pedih, baik bagi orang Muslim yang munafik (tidak mau perang, cinta damai) maupun orang yang tidak mau masuk Islam (non-muslim, kafir). Kata Islam (artinya tunduk dan patuh, bukan damai), hanya disebut sekitar 40 (empat puluh kali). Jadi Islam adalah agama api neraka (menurut para filsuf Barat, maaf, seperti agama Kristen juga).
LGS


From: Cokorda Raka Angga Jananuraga <rakabali78@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Sunday, November 30, 2008 12:23:15 PM
Subject: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas

Halo,

Saya jadi penasaran, jangan2 isi kurikulum ajarannya juga udah
terselip ajaran2 kayak di saudi arabia, seperti yang tercantum dalam
laporan berikut ini:
http://www.washingt onpost.com/ wp-dyn/content/ article/2006/ 05/19/AR20060519 01769_pf. html

Saya kutip beberapa:
FIRST GRADE

"Fill in the blanks with the appropriate words (Islam, hellfire):
Every religion other than ____________ __ is false. Whoever dies
outside of Islam enters ____________ ."

FIFTH GRADE

"Whoever obeys the Prophet and accepts the oneness of God cannot
maintain a loyal friendship with those who oppose God and His Prophet,
even if they are his closest relatives."

"It is forbidden for a Muslim to be a loyal friend to someone who does
not believe in God and His Prophet, or someone who fights the religion
of Islam."

"A Muslim, even if he lives far away, is your brother in religion.
Someone who opposes God, even if he is your brother by family tie, is
your enemy in religion."

............ .......

Liat point 2 fifth grade: It is forbidden for a Muslim to be a loyal
friend to someone who does not believe in God and His Prophet . Ini
rupanya sesuai dengan TAQIYYA: http://en.wikipedia .org/wiki/ Taqiyya

-Raka-

--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, sugilanus@.. . wrote:
>
> Barangkali ini hasil riset yang bisa membuat kita paham mengapa
kesadaran pluralisme di kalangan anak bangsa kian melemah. Kita perlu
jalan keluar dari situasi seperti ini.
>
> http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/25/ 163443/1042749/
10/sebagian- guru-agama- islam-di- jawa-belum- bisa-ajarkan- pluralitas
>
> Selasa, 25/11/2008 16:34 WIB
>
> Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas
>
> Andi Saputra - detikNews
>
> Jakarta - Sebanyak 62 % guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa
menolak orang non muslim menjadi pemimpin publik. Selain itu sebagian
guru agama Islam di Jawa juga tidak toleran dan anti pluralitas.
>
> Penolakan terhadap pemimpin non muslim menjadi pemimpin mulai dari
pemilihan kepala sekolah hingga Pemilu legislatif. "Para guru masih
belum bisa mengajarkan pluralitas dan sikap toleran. Padahal, sikap
dan pandangan Islam, guru agama harus mendukung dan berpartisipasi
dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam," kata Direktur
Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Jajat
Burhanudin, di Galeri Lontar, Jalan HOS Cokroaminto, Jakarta Pusat,
Selasa (24/11/2008) .
>
> Lebih lanjut, dari data survei lembaganya,para guru yang mengajar di
sekolah umum tersebut, 68% responden menolak non muslim menjadi kepala
sekolah dan 30% responden mendukung Pemilu hanya untuk memilih wakil
rakyat yang memperjuangkan syariat Islam.
>
> Survei dilakukan terhadap 500 guru di 500 SMA/SMK di Jawa selama
kurun Oktober 2008. Responden dipilih dengan menggunakam metode random
acak sederhana. Selain itu juga dilakukan wawaancara terstruktur
terhadaap 200 siswa di 50 kota/kabupaten. "Metode simple random
sampling yang kami gunakan memiliki margin error lebih kurang 5%,"
ujarnya.
>
> Sikap tidak toleran dalam beragama juga bisa dilihat 21% responden
mengaku orang yang keluar dari agama Islam harus dibunuh. Selain itu,
79% guru melarang anak didiknya mempelajari agama non Islam. "Yang
lebih memprihatinkan, 75 % guru mengajarkan siswa muslim untuk
mengajak non muslim mempelajari Islam. Ini menunjukkan sikap beragama
yang eksklusif tidak hanya berlaku di sekolah, " tuturnya.
>
> Pemilihan corak geografis sekolah memperhatikan corak geografis pada
umumnya SMA/SMK di Jawa. Yaitu 41% guru SMA di kotamadya, 25% guru SMA
di kabupaten dan 28% guru SMA/SMK di kecamatan. "Sisanya yang 5%
merupakan guru SMA/SMK di pedesaan,"pungkasny a.(asp/nrl)
>




__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: