Sabtu, 13 Desember 2008

[bali-bali] FPI Menolak Keras Produksi Film LASTRI

http://www.fpi.or.id/artikel.asp?oy=sik-24*

FPI Menolak Keras Produksi Film LASTRI*

Setelah mempelajari sinopsis Film LASTRI dan Catatan Penggagas dan
Sutradara (Director's Note) serta pendalaman informasi dari berbagai pihak
di beberapa kota, maka Dewan Pimpinan Pusat FRONT PEMBELA ISLAM
menyatakan MENOLAK KERAS segala upaya dan fasilitasi untuk produksi
film yang berjudul LASTRI.

FPI sangat menghormati kebebasan berekspresi dan berkreasi sepanjang tidak
ditujukan, atau berpotensi atau mengakibatkan kerusakan akhlak, melanggar
keadilan dan mengganggu hak-hak umat Islam dalam menjalankan ibadahnya.
Artinya kebebasan berekspresi dan berkreasi dibatasi oleh hak-hak masyarakat
umumnya dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat
umumnya.

DPP-FPI dengan TEGAS MENOLAK KERAS upaya-upaya dan fasilitasi terhadap
produksi film LASTRI yang digagas dan disutradarai oleh Eros Djarot
bekerjasama dengan rumah produksi film Keana Production ini, karena :

*ALASAN 1 : *

Film LASTRI secara sengaja atau tidak sengaja merupakan suatu bentuk *STRATEGI
PROPAGANDA* untuk membangun *SIMPATI *masyarakat dan penonton *TERHADAP
PAHAM KOMUNISME.*
Strategi Propaganda ini sangat jelas karena :
1.a. Kisah percintaan yang melatarbelakangi film LASTRI hanyalah suatu
bentuk aksesoris dan bingkai cerita untuk suatu PESAN UTAMA yang bertujuan
membangun simpati masyarakat penonton dengan cara membiaskan peristiwa
kekejaman komunis, khususnya peristiwa Lubang Buaya tahun 1965.
Bingkai cerita dan isi cerita yang digunakan film LASTRI hanyalah upaya
tersembunyi untuk membangun CITRA DAN PERSEPSI positif terhadap kelakukan
PKI dan onderbouwnya dimasa lalu melalui suasana keterharuan dan
keberpihakan terhadap tokoh-tokoh cerita. Ditambah lagi dengan
penyimpangan-penyimpangan sejarah, maka pada akhirnya film ini berpotensi
menciptakan terbentuknya SIMPATI pada aksi-aksi Partai Komunis Indonesia
(PKI).
Suasana cerita masa lalu yang dipadukan dengan teknik-teknik perfilman yang
ada juga sangat berpotensi untuk memperbodoh masyarakat dalam bentuk
kerinduan semu terhadap romantisme paham-paham komunisme masa lalu yang
telah terbukti gagal di masa kini.

1.b. STRATEGI PROPAGANDA yang digunakan melalui film LASTRI ini sangat jelas
meniru cara-cara yang digunakan oleh YAHUDI dalam membangun simpati terhadap
Israel dan bangsa Yahudi melalui propaganda korban holocaust / pembantaian
Yahudi di Eropa sekitar tahun 1930-an, baik melalui film maupun penguasaan
jaringan media massa dan rumah produksi perfilman. Karena itu walaupun Eros
Djarot berkilah bahwa di film tersebut tidak ada simbol-simbol PKI atau
penyebaran paham komunisme, maka kami sampaikan memang demikian pula halnya
strategi Yahudi dalam membangun simpati dan keberpihakan masyarakat dunia
terhadap Israel. Sehingga banyak warga dunia akhirnya berpihak pada Israel
walaupun Israel mencaplok tanah Palestina dan bahkan saat mereka membantai
ribuan warga Palestina.
Sekali lagi, film LASTRI adalah bentuk STRATEGI PROPAGANDA untuk membenarkan
aksi-aksi PKI di masa lalu.
1.c. Dengan sangat jelas pula, Eros Djarot mengakui bahwa film LASTRI yang
ia gagas diilhami oleh sebuah buku berjudul "Suara Perempuan KORBAN TRAGEDI
'65 " yang ditulis Ita F. Nadia. Dimana Eros mengatakan dalam Director's
Note (Catatan Penggagas dan Sutradara) bahwa, "… mereka memberi kesaksian
bahwa peristiwa 1 Oktober 1965 di Lubang Buaya yang selama ini sengaja
disebarluaskan seperti yang dipahami dan diyakini masyarakat sebagai
kebenaran, ternyata hanya sebuah dongeng yang merupakan rekayasa politik
belaka… Sikap kemanusiaan, menghormati dan meluruskan hak-hak mereka inilah
yang juga menjadi tema sentral dari karya film yang akan saya buat ini" .
Jadi semakin jelas bahwa MOTIF DAN NIAT penggagas dan sutradara film ini
didasari keyakinan bahwa kekejaman PKI di masa lalu ia anggap sebagai
DONGENG DAN REKAYASA POLITIK.
Ini berarti ia menganggap dongeng terhadap peristiwa pembantaian PKI dan
onderbouwnya terhadap ribuan ulama dan santri di pulau Jawa dan penduduk
sipil lainnya serta tentara dan para Jenderalnya. Sekali lagi, melalui fim
LASTRI, Eros Djarot ingin MEMBENTUK CITRA DAN OPINI bahwa peristiwa
pembantaian PKI di masa lalu hanyalah dongeng.

*ALASAN 2 :*

*Pembuatan film LASTRI melanggar seperangkat perundang-undangan, yaitu :
*2.a. TAP MPRS No.XXV Th.1966 ttg Pembubaran PKI & Larangan penyebaran paham
Komunisme,Marxisme & Leninisme. TAP MPRS tsb masih berlaku & lebih tinggi
dari UU, walau pun pernah diusulkan Gus Dur saat menjabat Presiden RI utk
DICABUT, namun usulan tsb telah ditolak keras oleh DPR / MPR RI.

2.b. UU No.27 Th.1999 ttg Penambahan Pasal 107 KUHP mengenai sanksi pidana
thd orang2 yg menyebarkan paham Komunisme,Marxisme & Leninisme.

2.c. KUHP Pasal 107 yg baru tsb mengancam siapa pun yg terlibat penyebaran
paham Komunisme,Marxisme & Leninisme dgn pidana bervariasi dari 7 s/d 20
tahun penjara. Jadi, pembuatan film tsb, termasuk pemberian izinnya oleh
Mabes Polri sebagai bentuk PEMBANGKANGAN thd KONSTITUSI & PERUNDANG-UNDANGAN
RI. Anehnya, SBY sbg seorang Prajurit TNI, sekaligus Presiden RI masih belum
bersikap thd film yg akan merusak citra TNI & membelokkan sejarah bangsa
Indonesia. Patut dipertanyakan sampai sejauh mana keprajuritan SBY, bahkan
mesti segera dijawab ada hubungan apa antara beliau dgn PKI, mengingat
kehidupan mudanya di PACITAN, yg dulu juga dikenal sbg salah satu Basis PKI
? Ini bisa menjadi FITNAH BERBAHAYA jika SBY membiarkan film tsb diproduksi.


*ALASAN 3 : *

Karena tidak ada kesesuaian isi cerita film dengan fakta di lapangan, maka
MABES POLRI harus MEMBATALKAN SURAT IZIN FILM LASTRI yang pernah diberikan
oleh Kepala Badan Intelijen Keamanan Kabid Yamin Kombes Pol Edy Janto dari
Mabes Polri tertanggal 28 Agustus 2008.
* Karena Kapoltabes Solo Kombes Pol Ahmad Sukrani melalui Kasat Intelkam
Poltabes Solo Kompol Jaka Wibawa, pada bulan Nopember 2008 (harian Republika
13 Nopember 2008), telah melakukan klarifikasi ke Mabes Polri dimana
ditemukan fakta bahwa ternyata isi /nuansa ceritanya berbeda dengan saat
izin diberikan oleh Kepala Badan Intelijen Keamanan Kabid Yamin Kombes Pol
Edy Janto dari Mabes Polri tertanggal 28 Agustus 2008. Dengan temuan ini
Kapoltabes Solo Kombes Pol Ahmad Sukrani tidak mengizinkan produksi film ini
di Solo.
Dalam hal ini DPP-FPI mempertanyakan pula bagaimana Mabes Polri dapat
memberi izin dengan mudahnya kepada film Lastri ini. Apabila ada perbedaan
antara isi dengan fakta maka seharusnya Mabes Polri segera menangkap Eros
Djarot karena telah melakukan penipuan. Sebaliknya kalau izin diberikan
sedangkan Mabes Polri sudah mengetahui isi ceritanya maka seharusnya Mabes
Polri memberi penjelasan kepada masyarakat mengapa dibiarkan diproduksinya
film yang berpotensi membangkitkan semangat gerakan komunisme.
Seharusnya Mabes Polri dan juga TNI berada digaris terdepan untuk
memberantas berbagai upaya bangkitnya komunisme di negeri Indonesia yang
kita cintai ini.

*ALASAN 4 : *

Film LASTRI ini berpotensi menghambat upaya-upaya pemerintah menghindarkan
keresahan sosial dan SARA dan upaya membangun kerukunan sosial dan beragama.
Keresahan sosial / SARA telah dilaporkan beberapa komponen masyarakat,
antara lain :

4.a. Gabungan berbagai Tokoh Masyarakat Solo, LSM, Praktisi Hukum dan
Organisasi Massa yang ada di Solo dan sekitarnya telah beberapa kali
mengadakan upaya penolakan melalui berbagai instansi pemerintah setempat dan
langsung kepada Eros Djarot. Pada tanggal 18 Nopember 2008, sekitar 19 tokoh
dan pimpinan Ormas yang ada di Surakarta membuat surat penolakan berjudul
PETISI ANTI KOMUNIS DAN PENOLAKAN FILM LASTRI yang ditujukan kepada PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA dengan tembusan Kapolri, Panglima TNI, Kejagung,
Mendagri, dll.

4.b. Warga Desa Malangjiwan Colomadu, Karang Anyar, melalui surat yang
dikirim Kades Parjoko. Suraji, selaku kordinator masyarakat Colomadu,
menyampaikan rasa khawatir syuting film dengan seting tahun 1965 itu dapat
mengganggu kondusifitas di Malangjiwan dan membangkitkan semangat PKI.
Masyarakat setempat menyatakan siap mengerahkan masa jika syuting tetap
dilaksanakan.

4.c. Keberatan juga dilontarkan Veteran RI anak ranting Colomadu. Melalui
surat yang dikirim ketuanya, Warigit, para veteran juga mendesak Bupati
untuk membubarkan pembuatan film tersebut. Karena dikhawatirkan menghidupkan
kembali PKI di Indonesia. Kesombongan Eros Djarot di berbagai media dgn
mengatakan bhw FPI dkk yg menolak pembuatan film LASTRI adalah orang-orang
buta, tidak kenal warrna & tdk paham cinta serta tdk menghargai ekspresi,
bahkan dia menantang & berteriak ttg "suara siapa nanti yg lebih keras & yg
akan menang", merupakan sikap kekanak2an sekaligus upaya penyesatan opini &
pembodohan masyarakat. KONON, kabarnya salah seorang keluarga terdekat Eros
Djarot saat menjelang wafat pernah minta dibacakan buku DAS KAPITALIS karya
KARL MARX. Jadi, tidak heran jika Eros Djarot ngotot ingin bela PKI lewat
filmnya tsb.

FPI siap mengemukakan argumentasi penolakan secara CERDAS, ELEGAN &
BERWIBAWA serta sesuai perundang2an yg berlaku. Bagi FPI : PKI adalah PKI,
pengkhianat Bangsa & Negara, yg telah mengangkangi Agama & Pancasila, serta
merongrong keutuhan NKRI. PKI adalah PEMBANTAI Ulama, Santri, Rakyat & Para
Jenderal pemimpin Bangsa. Walau TNI & POLRI masih bungkam, maka FPI tdk akan
pernah bungkam. Katakan yg HAQ walau PAHIT rasanya.

DPP FPI memuji & mendukung sepenuhnya sikap FPI SOLO bersama komponen
masyarakat lainnya di Solo yg menolak pembuatan film tsb. DPP FPI mendorong
utk terus berjuang pantang mundur.

Demikian Pernyataan Sikap Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam (DPP –
FPI) ini dibuat untuk menjadi perhatian berbagai pihak.

Jakarta, 22 November 2008

DPP - FPI

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: