Minggu, 07 Desember 2008

[bali-bali] 8 Pembangkit Tenaga Angin di Nusa Penida Menganggur

 
8 Pembangkit Tenaga Angin di Bali Menganggur
 
Jambi, Kompas - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Payo Selincah yang memasok 30 persen kebutuhan listrik wilayah Jambi tiga hari ini tidak beroperasi karena terhentinya pasokan bahan bakar solar. Asisten Manajer Distribusi PT PLN Cabang Jambi Joko Suripto mengatakan itu di Kota Jambi, Jumat (5/12).
 
"Pembangkit listrik di Payo Selincah defisit solar sehingga tak memungkinkan untuk beroperasi," kata Joko.
 
Humas PLN Jambi H Tambunan menambahkan, seperti yang dialami wilayah lain di Sumatera, Jambi juga defisit listrik sebesar 30,7 megawatt sebulan ini. Defisit listrik disebabkan ada pemeliharaan di beberapa pembangkit yang masuk jaringan interkoneksi Sumatera.
 
Kondisi itu membuat PLN Jambi harus memadamkan listrik secara bergilir tiga jam setiap hari di seluruh wilayah provinsi itu, kecuali Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang telah mandiri menghasilkan listrik dari gas buangan. Tambunan belum dapat memastikan kapan kondisi itu akan kembali normal.
 
Ia mengatakan, kebutuhan listrik di Jambi dengan kondisi beban puncak mencapai 150 MW, sedangkan suplai listrik dari Jambi hanya 80 MW. Sisanya harus dipasok dari jaringan interkoneksi Sumatera.
 
Protes pemadaman
 
Terkait defisit listrik di Jambi, sekitar 50 warga berunjuk rasa di depan Kantor PLN Jambi, Jumat siang. Mereka memprotes pemadaman listrik bergilir yang hingga kini belum juga berakhir.
 
Massa yang tergabung dalam Rakyat Jambi (Raja) berorasi sekitar pukul 10.00 dan memasang spanduk besar bertuliskan "PLN, Perusahaan Lilin Negara" dan "Dugem, Dunia Gelap Malam".
 
"Kami menuntut PLN tidak lagi memadamkan listrik di Kota Jambi khususnya dan Provinsi Jambi pada umumnya," ujar Saifullah Mursal, koordinator aksi.
 
Pembangkit Tenaga Angin menganggur di Nusa Penida
 
Di Bali, masyarakat Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, mempertanyakan belum beroperasinya delapan pembangkit listrik tenaga angin dari sembilan pembangkit dengan kapasitas 735 kilowatt. Sembilan pembangkit itu dibangun setahun lalu. Kapasitas satu pembangkit yang beroperasi pun kian turun.
 
Warga berharap pembangkit tidak hanya menjadi monumen bersamaan diresmikannya pulau itu sebagai Desa Wisata Energi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Kerangka Kerja Konvensi tentang Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) awal Desember 2007 di Bali.
 
"Kami berharap, pemerintah bersama PLN memperbaiki dan mempertegas nasib proyek tersebut agar tidak hanya seperti monumen saja. Masyarakat menanti beroperasinya pembangkit-pembangkit ini yang dapat memperbesar daya listrik di Pulau Bali," kata Camat Nusa Penida Wayan Sumarta di Nusa Penida, Jumat.
 
Menurut Wayan, masyarakat masih membutuhkan listrik. Saat ini, 20 dusun yang dihuni lebih dari 4.000 keluarga, dari 79 dusun yang ada di Kecamatan Nusa Penida, belum mendapatkan aliran listrik.
 
Humas PLN Distribusi Bali Agung Mastika saat ditanya soal tersebut menyatakan, "Semua pembangkit selama ini hidup, tidak ada yang rusak. Kincir pembangkit memang bisa mati setiap saat ketika menyimpan energi. Namun, semua lancar sampai sekarang." (ita/ays)

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: