Ai
---------[ Received Mail Content ]----------
Subject : [bali-bali] Fwd: Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
Date : Fri, 7 Nov 2008 07:56:12 +0700
From : "Anton PS." <cah.gemblung@cyberdharma.net>
To : "Ajeg Bali" <ajegbali@yahoogroups.com>, "Bali Bali" <bali-bali@yahoogroups.com>, "Hindu Indonesia" <hinduindonesia@yahoogroups.com>, "Hindu Lampung" <hindulampung@yahoogroups.com>, "Hindu Trisakti" <trisaktihindu@yahoogroups.com>, "Indonesia Hindu" <Hindu_Indonesia@yahoogroups.com>
FYI
---------- Forwarded message ----------
Date: 2008/11/6
Subject: Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
To: bluebrainers@yahoogroups.com, KMHDI Milis
Akhirnya ada juga media yang memuat bagaimana jerit derita para korban lebih
perih dari sayatan peluru menembus dada meraka. Erangan kesakitan mereka
lebih keras dari teriakan sok pahlawan untuk pelaku. Semoga saja ada media
lain yang dikelola oleh manusia.
==========================
Kamis, 06/11/2008 16:25 WIB
Nasib Korban Bom Bali Kini
Korban Cacat Nyaris Putus Asa Mengharap Bantuan
Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Korban bom Bali 2002 banyak yang mengalami cacat permanen,
seperti luka bakar. Mereka meminta bantuan kesehatan agar dapat berobat
rutin ke rumah sakit kepada pemerintah. Kini terpidana bom Bali Amrozi cs
akan segera dieksekusi, tapi permintaan mereka tidak kunjung direspon.
Permintaan itu disampaikan oleh salah satu korban bom Bali 2002 Chusnul
Chotimah. "Kami berharap pemerintah sedikit peduli dengan para korban yang
cacat permanen seperti saya ini," katanya kepada detikcom di rumahnya di
Tuban, Kuta, Kamis (6/11/2008).
Chusnul adalah salah satu korban bom Bali yang selamat. Ia korban ledakan di
Paddy's yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajah. Luka bakar di
wajahnya hingga kini masih membekas.
Namun permintaan Chusnul tidak mendapat respon dari pemerintah daerah. Ia
pun mengajukan permintaan bantuan kesehatan kepada Presiden SBY dengan
berkirim surat.
"Bapak Presiden yang terhormat, mohon juga sedikit peduli dengan nasib
korban bom Bali 2002 dengan memberikan bantuan askeskin agar kami dapat
berobat secara rutin ke rumah sakit," demikian isi surat Chusnul yang
dikirim pada awal Agustus 2008.
Selain mengajukan permintaan bantuan kesehatan, dalam suratnya Chusnul juga
meminta agar pemerintah segera mengeksekusi Amrozi cs.
Berikut petikan isi surat Chusnul kepada Presiden SBY:
Bapak Presiden yang terhormat secara pribadi sebagai korban bom Bali 2002,
mohon bapak segera mengeksekusi Amrozi cs secepatnya dan memohon supaya
tidak diundur-undur lagi.
Lima tahun merasakan penderitaan lahir maupun batin yang diakibatkan oleh
perbuatan mereka. Sebagai rakyat kecil hanya meminta agar hukum dinegara ini
ditegakkan. Mohon bapak memberantas jaringan terorisme ke akar-akarnya.
Namun permohonan bantuan kesehatan tersebut belum mendapatkan respon dari
Presiden SBY. "Saya akan berkirim surat lagi kepada bapak presiden,"
demikian Chusnul yang kini hidup bersama seorang anaknya.(gds/iy)
aswie
bali-kamilagi
d.yani.sm@lycos.com
62 361 7426003
62 812 3948305
give me only my daily bread,
nor did we eat any one's food without paying for it,
Save a tree. Please consider the environment before printing this e-mail.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar