Dear Bapak & Ibu yang membaca milist ini,
Untuk diketahui jumlah penduduk di
Saya cuma menghimbau kepada semua anak bangsa, untuk tidak termakan provokasi dari segelintir orang & media sehingga seakan – akan umat muslim
Kalau kami melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab & anarkis seperti yang dilakukan mereka, itu berarti sama “anehnya!” dengan mereka.
Saya hanya bisa berharap agar orang
From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of madesutjita
Sent: Sunday, November 09, 2008 9:19 PM
To: bali-bali@yahoogroups.com
Subject: [bali-bali] Re: omigawd... lavacabeza sejak dini....
Yang lebih insane, tindakan Amrozy CS (membunuh 202 orang) oleh ustad Ba'asyir dianggap menegakkan agama. Betul-betul gila, delusional, they believe what they want to believe.
Lamongan - Gelombang penolakan eksekusi terpidana mati bom Bali I Amrozi Cs masih saja ada.
"Kalau ini jadi dilakukan berarti penzaliman terhadap umat Islam. Karena apa yang telah dilakukan mereka adalah tindakan menegakkan agama," ujar Ba'asyir.
Hal itu disampaikan Ba'asyir ketika memberikan tausiyah singkat di Ponpes Al Islam, Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2008).
Mantan
Ucapan Ba'asyir ini langsung disambut takbir oleh puluhan santri dan simpatisan Amrozi cs.
Ba'asyir yang berbalut koko warna hijau itu juga menambahkan, semangat jihad mencerminkan penegakan agama Islam s eutuhnya. "Hal yang sama juga dilakukan oleh para nabi sebelum kita," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ba'asyir juga meminta kepada keluarga yang nanti akan ditinggalkan agar bersabar dan gembira. Hal ini lantaran ketiga orang yang akan dieksekusi tersebut sebagai mujahid.
Usai memberikan tausiyah selama 15 menit, Ba'asyir membubuhkan tandatangan di kain putih di dalam ponpes untuk mendukung aksi jihad. Kemudian Ba'asyir langsung menuju mobil Kijang kapsul warna silver bernopol H 8855 HB menuju ke Bojonegoro. Dia nggak bersedia menjelaskan hasil pertemuan dengan ibunda Amrozi, Hj Tariyem.
Pertemuan Ba'asyir dengan Hj Tariyem dilakukan selama 45 menit. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh istri-istri Amrozi dan Muklas.
(nik/djo)
--- In bali-bali@yahoogrou
>
> http://foto.
>
> Liat tuh, anak2 TK digiring ama "guru-gurunya" untuk mendengar
> "wejangan" dari ibu-nya imam samudra (gw bisa membayangkan apa isinya:
> kafir inilah, kafir itulah, etc). Well, ok, mungkin gak juga, siapa
> tau mereka hanya nyanyi lagu2 Ibu Kasur (semoga).... Tapi, foto nomor
> 3 tuh membuat gw bertanya-tanya: anak2 TK itu disuruh memegangi foto
> Imam Samudra (seakan2 dia teladan). Wow.... (*kasian banget tuh anak2 TK*)
>
> Gila.... Gw jadi bertanya-tanya: sudah sejauh mana sih upaya2
> pencegahan radikalisasi di
> rusak aja.
>
> Apa ada pasal2 undang2 kita yang memungkinkan orang2 yang menyebarkan
> faham kekerasan kayak gitu ditindak? Menurut gw itu guru TK perlu dibina.
>
> Biar adil, mari kita simak tuturan Syafii Maarif ini (this one is sane):
>
> http://www.detiknew
>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar