"Saya akan mendengarkan anda, terutama ketika kita berbeda pendapat". (Barak Obama, presiden terpilih AS).
Sebetulnya orang Muslim – apalagi orang Hindu – tidak boleh menolak pendapat yang berbeda, apalagi yang datang dari common sense. Pendapat Syubah Asa berasal dari keyakinan penuh. Pendapat saya berangkat dari common sense. Keduanya berangkat dari fakta sejarah, teks yang sama. Namun keduanya sangat tidak seimbang. Pendapat Syubah Asa dimuat di majalah nasional yang bergengsi, dibaca oleh puluhahan ribu orang (sekitar 30.000-50.000). Pendapat saya hanya dibaca oleh sedikit orang (mungkin ratusan saja).
Kami orang-orang Hindu menerima sebutan kafir, penyembah berhala, calon penghuni atau bahan bakar neraka abadi, menerima dan memberi argumentasi pandangan merendahkan itu dengan common sense.
Membaca pendapat yang hanya berangkat dari keyakinan, dengan menolak pendapat dari common sense, bisa berbahaya, bisa menghasilkan orang-orang macam Amrozi dan Syekh Puji, FPI, FUI, MUI (sampai tingkat tertentu).
Agama yang mengandung ajaran cinta kasih, welas asih, moralitas dan spiritualitas yang tinggi, tidak takut dengan sorotan common sense. Agama atau tokoh yang kosong dari keempat kualitas utama itu yang biasanya dijaga dengan otot dan darah.
LGS.
From: Deden Kung <dedenkungs@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 6, 2008 3:11:56 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
Maaf saya baru buka dan baca milist ini udah lama ngak buka email....
Saya sedikit terkejut dengan petikan email Saudara Pak Gusti niki ttg Rasulullah Muhammad SAW...apakh Bapak sudah yakin dengan kebenaran yg Bapak sampaikan di email ini menyangkut diri seseorang yg sangat dimulyakan oleh seluruh rekan2 kita yg Muslim? Apakah email Bapak tidak menimbulkan antipati terhadap diri Bapak sendiri dan mengkategorikan email Bapak sebagai penghinaan, pelecehan?
Apalagi kita tidak hidup dijaman itu kdg kita sok tahu dan hanya tahu dari berbagai macam bacaan atau info dari teman /seseorang yg dia sendiri tidak hidup dijaman itu dan tidak tahu kebenaran yg pastinya....
Kalau kami pribadi mening kita membicarakan hal2 yg lebih positiv lagi Pak karena milist ini dibaca orang banyak..tidak untuk ajang merendahkan, menghina atau mengolok olok seseorang atau orang yg sangat disucikan oleh umat lain:)
Sekali lagi kalau boleh saran tiyang lebih setuju dan sangat tertarik dengan email yg berisi hal2 yg positive yg menyangkut hidup kekinian yg kita hadapi dan jalani ini....
Mungkin kita lebih baik ikut memikirkan gimana perkembangan Bali dan NKRI ke depan...ikut mendewasakan dri kita dan warga NKRI di dalam berbangsa dan bernegara seperti rakyat Amerika yg dengan sangat dewasa dan bangga menghormati, mengakui dan rasa memiliki President mreka yg baru...
Alangkah indahnya kalau hati dan fikiran kita selalu dihinggapi fikiran2 yg jernih, bersih dan positive yg akan membawa aura kedamaian, ketentraman dan kecintaan terhadap lingkungan dan orang2 yg ada disekeliling kita dgn tidak membeda bedakan harta, tahta, kasta, kulit, suku, ras dsb..
Mohon maaf kalau tulisan tiyang yg masih bodoh niki kurang berkenan dihati Pak Gusti dan sameton lainya.
Salam damai
Deden
From: harry sodikim <harrysvc@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, November 5, 2008 12:44:58 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
Saudara Lili, Makasih banyak atas pencerahannya. Semua penjelasan Saudara saya baru tahu sekarang ini. Semoga Saudara tidak bosan-bosan memberi kami penjelasan berharga seperti ini. Harry --- On Wed, 11/5/08, Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> wrote: From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> |
__._,_.___
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar