Kamis, 06 November 2008

Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo

Dear Pak Gusti Lanang ( nama asli dari sdra Lili Gundi)
Maaf saya baru buka dan baca milist ini udah lama ngak buka email....
Saya sedikit terkejut dengan petikan email Saudara Pak Gusti niki ttg Rasulullah Muhammad SAW...apakh Bapak sudah yakin dengan kebenaran yg Bapak sampaikan di email ini menyangkut diri seseorang yg sangat dimulyakan oleh seluruh rekan2 kita yg Muslim? Apakah email Bapak tidak menimbulkan antipati terhadap diri Bapak sendiri dan mengkategorikan email Bapak sebagai penghinaan, pelecehan?

Apalagi kita tidak hidup dijaman itu kdg kita sok tahu dan hanya tahu dari berbagai macam bacaan atau info dari teman /seseorang yg dia sendiri tidak hidup dijaman itu dan tidak tahu kebenaran yg pastinya....
Kalau kami pribadi mening kita membicarakan hal2 yg lebih positiv lagi Pak  karena milist ini dibaca orang banyak..tidak untuk ajang merendahkan, menghina atau mengolok olok seseorang atau orang yg sangat disucikan oleh umat lain:)

Sekali lagi kalau boleh saran tiyang lebih setuju dan sangat tertarik dengan email yg berisi hal2 yg positive yg menyangkut hidup kekinian yg kita hadapi dan jalani ini....
Mungkin kita lebih baik ikut memikirkan gimana perkembangan Bali dan NKRI ke depan...ikut mendewasakan dri kita dan warga NKRI di dalam berbangsa dan bernegara seperti rakyat Amerika yg dengan sangat dewasa dan bangga menghormati, mengakui dan rasa memiliki President mreka yg baru...

Alangkah indahnya kalau hati dan fikiran kita selalu dihinggapi fikiran2 yg jernih, bersih dan positive yg akan membawa aura kedamaian, ketentraman dan kecintaan terhadap lingkungan dan orang2 yg ada disekeliling kita dgn tidak membeda bedakan harta, tahta, kasta, kulit, suku, ras dsb..

Mohon maaf kalau tulisan tiyang yg masih bodoh niki kurang berkenan dihati Pak Gusti dan sameton lainya.
Salam damai
Deden


From: harry sodikim <harrysvc@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 5, 2008 12:44:58 PM
Subject: Re: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo

Saudara Lili,
Makasih banyak atas pencerahannya. Semua penjelasan Saudara saya baru tahu sekarang ini. Semoga Saudara tidak bosan-bosan memberi kami penjelasan berharga seperti ini.
Harry

--- On Wed, 11/5/08, Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com> wrote:
From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com>
Subject: [bali-bali] Kolom Syubah Asa di Tempo
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Date: Wednesday, November 5, 2008, 5:30 AM

Menurut Syubah Asa, tindakan Muhammad pada usia 50 tahun mengawini Aisyah yang berusia 6 tahun, dan tidur bersama sebagai suami istri (mengadakan hubungan seks) pada usia 9 tahun, dapat dibenarkan karena dua alasan. Pertama, jaman itu adalah masa transisi dari jaman jahiliyah ke jaman modern.  Praktek mengawini anak perempuan di bawah umur pada waktu itu masih berlaku. Kedua, perkawinan itu dalam rangka penyebaran agama Islam, untuk mengikat Abu Bakr sebagai pemeluk Islam awal. (Yang Baku dan yang Terjabarkan,  Tempo 3-9 Nopember 2008, hal 130-131)

Alasan Syubah Asa dilihat dari common sense dapat diberi argumentasi  sebagai berikut: Pertama. Muhammad sudah pernah mengawini perempuan dewasa, bahkan yang lebih tua dari dirinya, yaitu Khadijah, ketika itu Muhammad berusia 25 tahun dan Khadijah 40 tahun. Setelah Khadijah meninggal Muhammad mengambil Saodah yang sebaya umurnya dengan dirinya. Andaikata Muhammad dikawinkan oleh orang tuanya ketika ia masih kanak-kanak dengan Aisyah yang juga masih kanak-kanak, masih dapat diterima.  

Pengikut awal Muhammad pun tidak ada yang mengawini perempuan di bawah umur. Sebetulnya Abu Bakr, ayah Aisyah keberatan anaknya yang masih kecil dikawini oleh orang yang sudah setengah umur. "Bukan aku saudaramu?" tanya Abu Bakr. "Tapi kamu saudaraku dalam iman," jawab Muhammad. Dan Muhammad sebagai alasan mengatakan, ia telah dua kali melihat Aisyah dalam mimpinya. Allah telah menjodohkan dia dengan Aisyah. 

Muhammad  bukan saja seorang yang sudah setengah umur dan pernah kawin dengan dewasa, tetapi dia juga seorang Nabi, yang seharusnya menghentikan kebiasaan buruk jaman jahiliyah yang ia tentang.   Mengapa dia justru ikut arus dengan adat buruk dari jaman kegelapan itu?  Itupan masih dapat diterima, andaikata, Aisyah satu-satu istri Muhammad. Tapi seperti kita ketahui, istri Muhammad, ditambah gundik-gundiknya, lebih dari 2 lusin. Muhammad juga mengawini menantunya, Zinab bint Jahsy, meniduri Safiyah, yang suami., ayah dan kaumnya, sekitar 700 orang  baru saja dibantai.  Dan sejak mulai memiliki kekuasaan di Medinah hampir saban enam bulan ia mengambil istri baru, dan gundik atau budak yang berasal dari jarahan perang. Muhammad seorang libertine.

Mengenai alasan kedua. Ribuan tahun sebelum Muhammad, para pendiri agama, tidak ada yang menyebarkan ajaran, mencari pengikut dengan hubungan perkawinan. Jesus tidak kawin, Buddha meninggalkan istri yang cantik dan kemewahan istana, Konfucius hanya beristri satu. Mereka meninggalkan kekuasaan, uang dan perempuan untuk mendirikan agama. Sebeliknya Muhammad, melalui agama mencari tahta, harta dan wanita (power, money and seks).

Sepuluh tahun terakhir dari kehidupan di Medinah memang berat. Selama di Mekkah Muhammad menyebarkan Islam secara damai – walaupun dia suka mengancam dengan api neraka  - hidup monogami, dan makan dari harta istrinya. Ketika ia mengungsi ke Medinah, ia harus menghidupi pengikutnya yang semakin banyak. Sebagian pengikut awalnya yang sama-sama mengungsi dari Mekkah tidak bisa bertani, hanya seorang yang bisa berdagang. Maka untuk menghidupi mereka Muhammad terpaksa menyuruh mereka mencegat para pedagang Mekkah yang lewat Medinah, merampas hartanya, menawan mereka untuk tebusan. Ketika pengikutnya makin bertambah, Muhammad menyerang orang-orang Yahudi, merampas hartanya, membunuh para lelaki dewasa, menawan para perempaun dan anak-anak untuk dijual sebagai budak, atau gundik. Muhammad memilih yang paling cantik untuk istri maupun gundik.

Andaikata Muhammad hanya kepala negara dan panglima perang, seperti Attila de Hun atau  Gengish Khan, kita dapat memaklumi. Tetapi masalahnya dia juga mendirikan agama. Tuhannya menyebut dia sebagai teladan sempurna bagi pengikutnya. Warisan yang ditinggalkannya membuat para pengikutnya mengalami kesulitan mengikutinya.  Karena poligami, perbudakan, pedofil, incest, rape, loot, plunder, and terror semakin tidak sesuai dengan perkembangan peradaban, kemajuan moral dan spiritual.  

Syubah Asa adalah sarjana agama, tamatan IAIN. Mustahil ia tidak tahu sejarah yang sebenarnya. Penjelasan Syubah Asa disgusting bagi common sense. Ia, seperti banyak sarjana muslim lain, sibuk memutar otak (dan lidah, kalau ceramah)  untuk membela hal-hal yang tidak benar. Apa boleh buat. Sudah kadung dijadikan   teladan sempurna. Ernest Renan mengatakan "korban pertama dari Islam adalah kaum Muslim sendiri. (kemudian seluruh non-muslim). Kasihan benar.

 

Di bawah ini sertakan kutipan hadis dari sumber resmi. (The Prophet of Doom, oleh Craig Winn, dapat diunduh gratis lewat Google)

LGS.   

 

Tabari IX:113 "You have a right over your wives and they have a right over you. You have the right that they should not cause anyone of whom you dislike to tread your beds; and that they should not commit any open indecency. If they do, then Allah permits you to shut them in separate rooms and to beat them, but not severely. If they abstain from (evil), they have the right to food and clothing. Treat women well for they are like domestic animals with you and they do not possess anything themselves. Allah has made the enjoyment of their bodies lawful in his Qur'an."

 

Muslim:C35B1N142 "'O womenfolk, you should ask for forgiveness for I saw you in bulk amongst the dwellers of Hell.' A wise lady said: Why is it, Allah's Apostle, that women comprise the bulk of the inhabitants of Hell? The Prophet observed: 'You curse too much and are ungrateful to your spouses. You lack common sense, fail in religion and rob the wisdom of the wise.' Upon this the woman remarked: What is wrong with our common sense? The Prophet replied, 'Your lack of common sense can be determined from the fact that the evidence of two women is equal to one man. That is a proof.'" The Qur'an says that the testimony of women, as well as their value, is half that of men. And the Hadith claims that Allah made women stupid. Stupid, no; wrong, yes. Women endure hellish lives in Islam, yet most non-Muslim women simply ignore their plight

 

Bukhari:V3B48N826 "The Prophet said, 'Isn't the witness of a woman equal to half of that of a man.' The women said, 'Yes.' He said, 'This is because of the deficiency of a woman's mind.'" Ishaq:584 "Tell the men with you who have wives: never trust a woman." Every aspect of Islam is rotten. It's repressive, racist, sexist, and unforgivably violent. Islam is the most lethal form of religious poison ever concocted.

 

 

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: