Rabu, 05 November 2008

[bali-travel] Kreativitas Lokal untuk Pariwisata

Kreativitas Lokal untuk Pariwisata
Meski Krisis Keuangan, Jumlah Wisatawan Bertambah
Kamis, 6 November 2008 | 01:04 WIB

Jakarta, kompas - Undang-Undang Anti Pornografi dan Porno Aksi bukan
penghambat perkembangan industri pariwisata. Keberadaan UU baru itu
justru diyakini mampu memicu kreativitas masyarakat lokal untuk
mendongkrak pariwisata, misalnya memunculkan ciri khusus daerah
sebagai atraksi utama.

Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat Sahat Sitorus, Rabu (5/11),
mengatakan, UU Anti Pornografi dan Porno Aksi harus didukung. Jika ada
yang melanggar, akan dikenai sanksi berupa peringatan, penyegelan, dan
pencabutan izin usaha.

Namun, masyarakat tidak perlu takut karena industri pariwisata murni
tidak pernah menjual pornografi atau porno aksi. Hiburan malam dan
perhotelan yang menjadi basis industri ini pun bukan berarti harus
dibumbui hal-hal berbau seks.

hJustru industri pariwisata amat mungkin berkembang dengan menggali
kreativitas masyarakat lokal. Jika mereka dilibatkan, muncul rasa
memiliki. Pemerintah, pemodal, dan masyarakat sama-sama untung.
Pariwisata pun berkembang tanpa takut berbenturan dengan sosial budaya
masyarakat sekitar,h kata Sahat Sitorus, Rabu.

Sebagai contoh, Jakarta Pusat kini berupaya agar masyarakat di sekitar
Jalan Jaksa, Gambir, berpartisipasi dan berkreasi mengembangkan obyek
wisata yang telah menjadi kampung wisatawan asing sejak puluhan tahun
silam itu. Salah satunya dengan menggelar Festival Jalan Jaksa 2009.

hSebelumnya, festival ini kurang atraktif. Kini, kami memberi peluang
bagi warga dan para wisatawan mendesain format festival agar lebih
akrab dan membumi. Saat ini memang baru proses persiapan, tetapi jika
semua bekerja sama akan menjadi atraksi wisata yang amat menarik,h
kata Kepala Suku Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Abas Sudiana.

Kepala Suku Dinas Tata Kota Jakarta Pusat Mangara Pasaribu
menambahkan, festival yang berlangsung di pusat kota itu merupakan
strategi untuk mempermudah menarik wisatawan mengenal serta menikmati
Jakarta yang sarat dengan obyek wisata, seperti Monumen Nasional dan
Museum Prasasti yang juga salah satu warisan budaya dunia itu.

Selain itu, Kota Jakarta Pusat, kata Mangara Pasaribu, merupakan
kawasan unik karena urusan bisnis maupun rekreasi bisa dilakukan di
sini. Kota ini memiliki kawasan modern dengan gedung pencakar langit
berdampingan dengan Menteng yang asri. Rumah-rumah tua, jalanan lebar
bebas macet, serta Taman Suropati Menteng yang juga taman terbaik
nasional 2008, bisa menyerap kunjungan wisatawan jika dikemas dengan
tepat.

Wisatawan meningkat

Meski dibayangi krisis ekonomi dan ancaman terorisme, industri wisata
di Jakarta memang masih menjanjikan. Jumlah wisatawan asing di Jakarta
selama Januari-Oktober 2008 bertambah ketimbang kurun yang sama tahun
2007. Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman menjelaskan,
jumlah wisatawan naik 24,7 persen dari 904.588 orang menjadi 1.129217
orang pada 10 bulan terakhir.

Wisatawan asing rata-rata tinggal delapan hari di Jakarta dan
mengeluarkan uang sekitar 250 dollar AS. Sebagian besar wisatawan
berasal dari negara ASEAN, tempat kedua diduduki Asia Timur, yakni
Jepang, Taiwan, Korea, dan Republik Rakyat China, lalu diikuti
negara-negara Timur Tengah. Wisatawan Eropa berkurang jumlahnya, ujar
Arie, karena ketiadaan penerbangan langsung dari Eropa ke Indonesia.
(ONG/NEL)

........................
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
........................

__._,_.___
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Find helpful tips

for Moderators

on the Yahoo!

Groups team blog.

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Find ways to go green.

Join a green group.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: