Minggu, 09 November 2008

[bali-bali] Re: omigawd... lavacabeza sejak dini....

Pak Made Sutjita lan semeton yang tyang kagumi,

Mimih dewa ratu ... tyang merasa malu sendiri dengan pujian
pak Made yang tidak pada tempatnya mengenai tyang yang goblog tur
ngePan Balang Tamak .
Tyang disini juga sering bernostalgia , ketika masa remaja dan
ketika ber Udayana bersama teman sekampus yang sekarang disini.
Kadang tyang tersenyum sendiri mengingat masa masa topeng bondres
bersama kadek Artaya dan teman teman technik masa dulu.
Lucunya sampai sekarangpun tyang kadang kadang masih nari topeng
disekolah sekolah SD dan SMA disini, sebab karena memang goblog dan
tidak punya geginan yang lain.

Sebenarnya yang berhak mendapat credit dan yang kita saluti ,adalah
rekan rekan di Bali seperti Bli Sugi , Mbok Vieb , Mbokyu Bulan dan
rekan lainnya yang tidak pernah menyerah membangun Bali dan berjuang
mempertahankan kebudayaan kita.
Kita beruntung punya budayawan muda seperti Bli Sugi Lanus , yang
akan selalu berjuang dipihak kita.
Untuk mereka mereka itu , saya angkat topi , semoga Hyang Parama
Wisesa , asung wara lugraha memberikan mereka kesehatan dan
kesempatan untuk berjuang demi warisan budaya leluhur dan Bali.
Poma..poma..poma..
Hormat tyang kepada semeton seperjuangan .
Ap.


--- In bali-bali@yahoogroups.com, "madesutjita" <madesutjita@...>
wrote:
>
> Bapak Putra dan sameton sareng sami. Memang fenomena "latah" ini
> menarik untuk di-ulas. Termasuk tiyang dulu waktu mahasiswa di FK-
> UNUD, ikut-ikutan latah menjadi hippies, berambut panjang sampai
> kepunggung, menggendong gitar kesana kemari, gandrung dengan lagu-
> lagu folk nya Bob Dylan, Joan Baez, Peter, Paul & Mary. Karena
> terlalu gondrong dan tidak mematuhi dress-code kami pernah dapat
> peringatan dari Bapak Dekan. Kalau mengingat masa muda ini tiyang
> sedikit malu dengan diri sendiri. Masa muda ketika berusaha
menemukan
> jati diri......
>
> Tapi kemudian ketika kami dewasa dan menyadari arah hidup yang
> menyimpang dari mainstream, kami kembali ke kulit kami dan menjadi
> lebih fanatik dengan ke-Bali-an dan ke-Hindu-an kami. Tentu saja
kami
> masih memakai ratio dan commonsense dalam hidup beragama.
>
> Tiyang amat bangga dengan masyarakat Bali yang masih teguh dengan
> kebudayaannya. Walaupun kena imbas kebudayaan internasional (glo-
Bali-
> sasi kata orang), namun kebudayaan Bali bukannya surut namun makin
> berkembang. Syncretism tercermin dari karya-karya musik dan tari
> composer/seniman kita seperti Balawan, Widi Widhiana, Anak Agung
Raka
> Sidan, Prof. Dibia, dll.
>
> Bapak Putra, Bapak Agung Pindha, Bapak Cok Raka dan sameton
Balinese
> expatriates lainnya tentu merasakan betapa rindunya kita dengan
Bali.
> Kita mengharapkan ajeg-Bali yang berkelanjutan. Walaupun kita di
> benua lain, ke-Bali-an kita masih amat kental. Mungkin karena ari-
ari
> (salah satu dari saudara empat) kita yang ditanam di pekarangan
rumah
> di Bali.
> Oh Bali rinduku padamu.....
>
> Suksema,
>
> Made Sutjita
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, Putra Semarapura
> <putra_semarapura@> wrote:
> >
> >
> > tyang tuh paling geli kalau melihat orang yang tidak percaya
diri
> akan apa yang dimilikinya, atau tidak percaya diri dengan budaya
yang
> di wariskan oleh nenek moyangnya sendiri, seperti tampilan di foto
> berikut:
> >
> >
http://www.detiknews.com/read/2008/11/08/104006/1033419/10/baasyir-
> eksekusi-amrozi-penzaliman-bagi-umat-islam
> >
> >
> >
> > dimana di foto diatas terlihat seorang "melayu" yang berpakaian
> mirip keturunan afganistan dan timur tengah lainnya. salahkan
mereka,
> tentu tidak...tiap orang memang berhak untuk menampilkan dirinya
> sebaik mungkin di depan umum, tapi bukankah akan terlihat menarik
> kalau mempromosikan produk budaya nya sendiri. sebagai contoh: yang
> > asli padang, berpakaianlah seperti orang padang, pun demikian
> dengan orang yang dari jawa, berpakaianlah seperti orang jawa.
apapun
> keyakinannya, tidak perlu mem-foto copy habis, biar mirip luar
dalam
> dengan orang yang di sono.
> >
> > di jaman sekarang memang ada
> > banyak anak remaja ABG laki-laki  yang berpenampilan meniru
> idolanya seperti Hyde (legenda roker jepang) dll, saya kira mereka
> masih wajar, karena umur mereka yang baru belasan yang memang
selalu
> tergoda untuk meniru atau mencoba-coba.
> >
> > tapi di foto diatas, apa coba, bapak-bapak atau om-om yang sudah
> cukup dewasa yang sekilas tampak "bangga" untuk menjadi orang
lain...
> >
> > salam damai,
> >
> > ===========
> > --- madesutjita <madesutjita@> schrieb am So, 9.11.2008:
> > Von: madesutjita <madesutjita@>
> > Betreff: [bali-bali] Re: omigawd... lavacabeza sejak dini....
> > An: bali-bali@yahoogroups.com
> > Datum: Sonntag, 9. November 2008, 14:19
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Yang lebih insane, tindakan Amrozy CS (membunuh 202
> orang) oleh ustad Ba'asyir dianggap menegakkan agama. Betul-betul
> gila, delusional, they believe what they want to believe.
> > http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/08/ 104006/1033419/
> 10/baasyir- eksekusi- amrozi-penzalima n-bagi-umat- islam
> > Lamongan - Gelombang penolakan eksekusi terpidana mati bom Bali
I
> Amrozi Cs masih saja ada. Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar
> Ba'asyir menegaskan, eksekusi Amrozi merupakan penzaliman kepada
umat
> Islam.
> >
> > "Kalau ini jadi dilakukan berarti penzaliman terhadap umat
Islam.
> Karena apa yang telah dilakukan mereka adalah tindakan menegakkan
> agama," ujar Ba'asyir.
> >
> > Hal itu disampaikan Ba'asyir ketika memberikan tausiyah singkat
di
> Ponpes Al Islam, Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa
> Timur, Sabtu (8/11/2008).
> >
> > Mantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini meminta kepada
> umat Islam agar meniru semangat yang dilakukan ketiga terpidana
mati
> bomber tersebut. "Kita harus meniru semangat jihad mereka," kata
> Ba'asyir.
> >
> > Ucapan Ba'asyir ini langsung disambut takbir oleh puluhan santri
> dan simpatisan Amrozi cs.
> >
> > Ba'asyir yang berbalut koko warna hijau itu juga menambahkan,
> semangat jihad
> > mencerminkan penegakan agama Islam seutuhnya. "Hal yang sama
juga
> dilakukan oleh para nabi sebelum kita," jelasnya.
> >
> > Dalam kesempatan itu, Ba'asyir juga meminta kepada keluarga yang
> nanti akan ditinggalkan agar bersabar dan gembira. Hal ini
lantaran
> ketiga orang yang akan dieksekusi tersebut sebagai mujahid.
> >
> > Usai memberikan tausiyah selama 15 menit, Ba'asyir membubuhkan
> tandatangan di kain putih di dalam ponpes untuk mendukung aksi
jihad.
> Kemudian Ba'asyir langsung menuju mobil Kijang kapsul warna silver
> bernopol H 8855 HB menuju ke Bojonegoro. Dia nggak bersedia
> menjelaskan hasil pertemuan dengan ibunda Amrozi, Hj Tariyem.
> >
> > Pertemuan Ba'asyir dengan Hj Tariyem dilakukan selama 45 menit.
> Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh istri-istri Amrozi dan
> Muklas.
> > (nik/djo)
> > --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Cokorda Raka Angga
Jananuraga"
> <rakabali78@ ..> wrote:
> > >
> > > http://foto. detik.com/ readfoto/ 2008/11/08/ 182016/1033609/
> 157/1/tamu- kecil-ibunda- imam-samudra
> > >
> > > Liat tuh, anak2 TK digiring ama "guru-gurunya" untuk mendengar
> > > "wejangan" dari ibu-nya imam samudra (gw bisa membayangkan apa
> isinya:
> > > kafir inilah, kafir itulah, etc). Well, ok, mungkin gak juga,
> siapa
> > > tau mereka hanya nyanyi lagu2 Ibu Kasur (semoga).... Tapi,
foto
> nomor
> > > 3 tuh membuat gw bertanya-tanya: anak2 TK itu disuruh
memegangi
> foto
> > > Imam Samudra (seakan2 dia teladan). Wow.... (*kasian banget
tuh
> anak2 TK*)
> > >
> > > Gila.... Gw jadi bertanya-tanya: sudah sejauh mana sih upaya2
> > > pencegahan radikalisasi di Indonesia??? Koq kayaknya makin
hari
> makin
> > > rusak aja.
> > >
> > > Apa ada pasal2 undang2 kita yang memungkinkan orang2 yang
> menyebarkan
> > >
> > faham kekerasan kayak gitu ditindak? Menurut gw itu guru TK
perlu
> dibina.
> > >
> > > Biar adil, mari kita simak tuturan Syafii Maarif ini (this one
is
> sane):
> > >
> > > http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/09/ 112026/1033863/
> 158/syafii- maarif-umat- islam-harus- berhenti- dari-teologi- maut
> > >
> >
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: