dah berita basi banget, tapi tanggung ne...mau edit nasehat ki Hajar
Dewantoro, biar beliau tenang di alam sana, hehehe...
Mungkin pemimpin jaman sekarang ikut2an bli beni, ngutip nasehat
setengah setengah, jadinya jadi pemimpin maunya cuma didepan doang,
diikuti terus, tapi gak bisa memahami apalagi memotivasi ( no
offense yaa..)
ING NGARSO SUNG TULODO
ING MADYO MANGUN KARSO
TUT WURI HANDAYANI
Satu semangat yang harus dimiliki semua jenis pemimpin, termasuk
sekedar pemimpin dalam rumah tangga.
Di depan (orang yang dipimpin) memberikan contoh (tentunya yang
baik/benar/ideal)
Di tengah (orang yang dipimpin) membangun/memberi motivasi/support
Di belakang (orang yang dipimpin)memberikan arahan
(ngemong/mengikuti tapi tidak terlalu intervensi)
LL
--- In bali-bali@yahoogroups.com, ngurah beni setiawan
<setiawan_beni@...> wrote:
>
> Bli Po, Biang Bulan, Bli Sugi, semetons...
>
> Dalam hati dan benak saya, BOS itu serupa tapi tak sama dengan
Leader atau pemimpin.
> Artinya, komunitas ini nantinya tak hanya bisa menjadi PEMIMPIN
yang bisa Ing Ngarso Sung Tulodo, tapi juga bisa menjadi PEMIMPI
(tanpa huruf N) yang bisa memberikan dream-nya yang objektif dan
futuristik (meminjam istilah bli Popo).
>
> Tentu, barangkali nantinya akan ada mimpi yang nyeleneh, ya
konon kabarnya if you can dream it, you'll get it.
> dokumentasikan dan tuangkan dalam tulisan/ buku mungkin bisa jadi
hal yang paling menarik. Tentu dengan semangat kolaborasi dalam
pandangan multi-dimensi.
>
>
> rahajeng,
> ngurah beni setiawan
> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really
need to
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Popo Danes <popo@...>
> Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
> Terkirim: Rabu, 8 Oktober, 2008 14:10:23
> Topik: Re: Bls: [bali-bali] BALI OPEN SOCIETY (bos)
>
>
> Hi biang,
>
> Dalam pikiran saya, BOS itu bisa menjadi tempat menyampaikan opini
yang obyektif, independent, dan professional, bagian dari tanggung
jawab kita as a good citizen.
> Tentunya kita berharap, apa yang menjadi bahan pemikiran kita bisa
menjadi pertimbangan mereka yang menjalankan kekuasaan. Makanya saya
tidak mau sebatas tempat nimbrung dan ngobrol saja, tetapi semuanya
harus didokumentasikan dengan baik.
>
> Lebih baik lagi kalau kita lebih banyak melihat pemasalahan-
permasalahan secara futuristik, saat orang mulai gusar dengan sebuah
permasalahan kita sudah siap dengan pemikiran-pemikiran yang bisa
menjadi jawabannya. Keinginan tinggi boleh kan ? Nah itu yang dari
kepala saya, teman-teman lain tentu punya cara berpikir yang lain
yang sama-sama positif, yang menyadarkan kita bahwa kolaborasi itu
perlu.
>
> Salam,
> pd
>
>
> On 10/7/08 2:53 PM, "Bulantrisna Djelantik" <btrisna@gmail. com>
wrote:
>
>
>
> Â
>
> Dear Po, Sugi dan teman2...
> Sudah saya catat tanggalnya.. mudah2an biang dapat hadir. Â Perlu
dijelaskan visi misi, apakah BOS sekedar olah pikir melalui diskusi,
think tank, yang mengharapkan anggota2nya akan melakukan sesuatu
dengan tripple down effect.. Â Â atau akan berlanjut sebagai
advocacy dan awareness melalui media, atau lebih lanjut lagi?
> Â
> Saya pernah menjadi anggota yayasan TIFA, yang bertujuan penguatan
masyarakat madani yang juga bagian dari open society. Â Kalau teman2
sekiranya ada yang memerlukan grant kecil untuk suatu proyek yang
masuk kategori yang ditawarkan, bisa lihat www.tifafoundation. org
<http://www.tifafoun dation.org/> .
> Â
> Â George Soros mendirikan Open Society Insitute.. mengembaBersama
ini sedikit penyegaran, cuplikan dari Wikipedia, salam damai... Bulan
> Â
> The open society is a concept originally developed by philosopher
Henri Bergson <http://en.wikipedia .org/wiki/ Henri_Bergson> . In
open societies, government <http://en.wikipedia .org/wiki/
Government> is responsive and tolerant, and political mechanisms are
transparent <http://en.wikipedia .org/wiki/ Transparency_
(humanities)> and flexible. The state
<http://en.wikipedia .org/wiki/ State> keeps no secrets from itself
in the public sense; it is a non-authoritarian
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Authoritarianism> society in which
all are trusted with the knowledge of all. Political freedoms
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Freedom_( political)> and human
rights <http://en.wikipedia .org/wiki/ Human_rights> are the
foundation of an open society.
> In Karl Popper <http://en.wikipedia .org/wiki/ Karl_Popper> 's
definition, found in his two-volume book The Open Society and Its
Enemies <http://en.wikipedia .org/wiki/ The_Open_ Society_and_
Its_Enemies> , he defines an "open society" as one which ensures
that political leaders can be overthrown without the need for
bloodshed, as opposed to a "closed society
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Authoritarianism> ", in which a
bloody revolution <http://en.wikipedia .org/wiki/ Revolution> or
coup d'état <http://en.wikipedia .org/wiki/ Coup_d%27% C3%A9tat> is
needed to change the leaders. He further describes an open society
as one "in which individuals are confronted with personal decisions"
as opposed to a "magical or tribal or collectivist
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Collectivism> society".[1]
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Open_society# cite_note- 0> Â In
this context, tribalistic and collectivist societies do not
distinguish between natural laws and
> social customs. Individuals are unlikely to challenge traditions
they believe to have a sacred or magical basis. The beginnings of an
open society are thus marked by a distinction between natural and
man-made law, and an increase in personal responsibility and
accountability for moral choices. (Note that Popper did not see this
as incompatible with religious belief.[2]
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Open_society# cite_note- 1> ) Popper
argues that the ideas of individuality, criticism, and
humanitarianism <http://en.wikipedia .org/wiki/ Humanitarianism>
cannot be suppressed once people become aware of them, and therefore
that it is impossible to return to the closed society.[3]
<http://en.wikipedia .org/wiki/ Open_society# cite_note- 2>
>
>
> 2008/10/7 ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ yahoo.com>
>
> Bli Popo,
>
> Â
>
> setuju. Bicara tentang segmentasi, saya teringat buku yang saya
beli 4 tahun lalu waktu masih mahasiswa.
>
> Ketika saya begitu menikmati kumpulan tulisan dari beberapa
penulis/ tokoh Bali...
>
> salah tiganya Bli Popo, Bli Sugi dan Mbo Luh de (kalo tidak salah)
dan Bli Raka Panji Tisna (maaf kalau salah penyebutan nama)
>
> Â
>
> membaca pandangan dari beberapa orang dengan latar belakang
pendidikan, keahlian dan kacamata berbeda benar-benar membuka mata.
Memandang kubus tidak hanya dari salah satu sisi, meskipun kubus
(konon) memiliki ukuran sama di keenam sisinya. Namun tetap saja,
setiap sisi akan memiliki corak yang (mungkin) berbeda.
>
> Â
>
> Untuk itu, tyang sangat setuju dengan segmentasi masalah, latar
belakang semeton dan dream dalam dimensi banyak (multi-dimensi) .
>
> Â
>
> Konon, kakak tyange Bernhard Riemann yang (konon) menelurkan teori
Limit Jumlah Riemann pun memberikan sebuah pendekatan luar biasa
dalam menentukan luar area dibawah sebuah kurva.
>
> Â
>
> Artinya, Bli Riemann memberikan sebuah pentunjuk tentang apa yang
disebut dengan segmentasi atau partisi. Semakin kecil partisi kita,
semakin baik pula pendekatan kita.
>
> Lihat saja gambar dibawah ini. Menarik bukan? Tyang bukan ahli
matematika, masih ada semeton lain yang lebih baik.
>
> Â
>
> Paling tidak, konsep partisi bli Riemann ini harusnya mengilhami
kita dan mempertegas usulan bli popo tentang "berbagi kaveling
berpikir".
> Â <http://en.wikipedia .org/wiki/ Image:MidRiemann 2.PNG>
 <http://en.wikipedia .org/wiki/ Image:TrapRieman n2.PNG>
> *gambar ini diambil dari wikipedia
>
> rahajeng
> Â
> ngurah beni setiawan
> PSave a tree...please don't print this e-mail unless you really
need to
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Popo Danes <popo@popodanes. com>
> Kepada: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Terkirim: Rabu, 8 Oktober, 2008 09:57:28
> Topik: Re: [bali-bali] BALI OPEN SOCIETY (bos)
>
> Sangat setuju, ini pekerjaan yang tidak cukup pakai beberapa
kepala saja.
> Saya malah usulkan dan sangat appreciate kalau kita bisa tahu
background teman-teman dengan jelas, sehingga memudahkan kita untuk
berbagi kaveling berpikir, karena kita butuh pemikiran dari semua
aspek. Pada saat kita memunculkan sebuah opini ke publik nanti,
profile kita juga jelas. Sorry agak serem, tapi saya pikir ini hal
yang baik.
>
> Apalagi teman kita yang dapat award di Ku De Ta, dia pasti bisa
kasih kita banyak support tentang hal hal yang menyangkut KesRa.
> Jadi dalam pertemuan pendahulan nanti, kita akan identifikasi
semua permasalahannya dan melihat peta teman-teman kita, dan tentu
kita juga nanti harus approach teman-teman lain yang bisa mengcover
issue yang belum ada ngamongin.
>
> Salam,
> pd
>
>
> On 10/7/08 8:33 AM, "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@indo. net.id
<http://net.id/> > wrote:
>
>
>
> Â
>
> 
> Sugi,
>
> Usul: kelihatannya semua semangat hanya saja waktunya yang agak
macet ya. Â Mungkin baik kalau dibuatkan saja daftar permasalahan,
usul solusi dan schedule jadi walaupun tidak ketemu bisa di update
terus lewat email dengan masukan lainnya. Â
> vieb
>
>
> ----- Original Message -----
> Â
> From: Â Popo Danes <mailto:popo@ popodanes. com> <mailto:popo@
popodanes. com> Â Â Â
> Â
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com <http://ps.com/> Â
> Â
> Sent: Wednesday, October 08, 2008 5:56 Â AM
> Â
> Subject: Re: [bali-bali] BALI OPEN Â SOCIETY (bos)
> Â
>
> Â
> Â
>
> Dear  Sugi,
>
> Selamat menikmati Art Singapore 2008, dan saya harus absen kali
 ini. Pesan saya, pulang dari Singapore, kita tetap bahas tentang
Bali ya, Â jangan tiba tiba berubah pikiran untuk konsentrasi
menjadi art dealer saja, he  he he ..... Kapah jumah itu bukan
berarti sing nau jumah, seperti tulisan yang  sering kita baca di
belakang mobil truck itu.
>
> Weekend ini teman saya  Rajaretnam dari Ircenter Singapore akan
datang ke Bali, untuk mempersiapkan  forum diskusi Asian Dialogue
Society, yang rencananya diikuti 15 â" 20 orang  dari berbagai
negara Asia. Saya mau usulkan supaya kita bikin acaranya di  daerah
Sanur saja, untuk memudahkan semetons lokal yang mau ikut ikutan
 membicarakan masalah Asia ke depan, paling tidak kita tidak
ketinggalan agenda  dari teman-teman di pisaga yang berlari lebih
kencang diatas track yang lebih  mulus, pakai sepatu lebih bagus
dan latihannya lebih intensif. Nanti akan saya  update bagaimana
rencana selanjutnya dan kita akan minta bantuan beberapa  teman
untuk terlibat di local comitee.
>
> Saya sih tidak sedekan ngipi  atau polih wangsit seperti Sugi
bilang, cuman suka mikir, masak hidup di gumi  setengah uug ini
kita cuman bisa jadi nak beler, gitu  aja.
>
> Salam,
> pd
>
>
>
>
>
>
>
>
> On 10/6/08 8:06  PM, "Sugi Lanús" <sugilanus@gmail. com> wrote:
>
> Â
>
>
> Â
>
> 
> Bli Beni, biang Vieb, Aji OZ, bli  Putu Kusuma, lan semeton sami,
>
> Terkait dengan  BOS (Bali Open Society), Popo sdh mengajukan
tanggal rapat tapi saya belum  bisa sampai tgl 13 Oct karena saya
ada di Singapore menghadiri   "ArtSingapore 2008". Sebaliknya,
begitu saya di Bali, Popo yg  berangkat ke Venice.. Sementara
jadwal rapat BOS kami (POPO dan saya) Â sepakat tanggal 22 Oct.
Itupun Popo pake nawah/menawar tanggal yg saya  ajukan. Keweh
ngajak semeton kapah jumah.
>
> Tentang BOS, Â saya memang sdh punya "proposal kecil" yg bisa
menjadi pegangan sementara, Â kurang lebih BOS bisa
menjadi "pengatur lalu lintas pemikiran Bali"; Â mendiskusikan
sesuatu tentang Bali secara sungguh.
>
> Bercermin dari  "The Open Society and Its Enemies" karya Karl
Popper, sangat menarik ide  ''masyarakat terbuka'' dalam kontek
pemikiran Popper, khususnya relevan  kalau kita pakai melihat Bali.
Dari banyak bercermin pada pemikiran para  pengelingsir Bali, dan
ide Popper (tidak utk sekedar menyontek dan  ikut-ikutan) , Bali
memang perlu sebuah "bejana pemikiran" yg meramu dan  mengkaji dgn
jernih kearifan Bali dan berbagai persoalannya. Lewat BOS (Bali
 Open Society) mudah-mudahan bisa terwujud.
>
> Di tempat Popo  beberapa kali kami sempat juga kami kumpul utk
membentuk sebuah tim diskusi  bulanan, namun belum sempat jalan
karena waktu itu para peserta diskusi  beberapa punya afiliasi dgn
pencalonan Gubernur (sebelum pilkada). Ketika  sekarang pilkada dan
urusannya sudah mulai "agak settle", ide rembug bulanan  itu perlu
segera diwujudkan.
>
> Popo juga entah  kenapa (mungkin ngipi dan polih wangsit) jog
semangat gati sekarang. Minggu  lalu on the way to Jakarta, saya di
pesawat satu gerbong dgn Popo, lalu naik  taksi bareng, ngalor-
ngidul di taksi, embas telor pemikiran banyak, Â diantaranya BOS
(walaupun belum berjudul ketika itu), Â dstnya.
>
> Tanggal 22 Oct hari Rabu mari kita tetapkan (sementara waktu)
 sebagai hari rapat pertama BOS. Ngiring rauhin.
>
> Rahajeng,
> sl
>
> Â
> Â
> Â
> Â
> Â
>
>
> ----- Original Message ----- Â
> Â
> From:  ngurah  beni setiawan <mailto:setiawan_ beni@yahoo. com>
<mailto:setiawan_ beni@yahoo. com> Â Â Â
> Â
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com <http://ps.com/> Â Â
> Â
> Sent: Monday, October 06, 2008 5:20 Â Â PM
> Â
> Subject: Bls: Bls: Bls: [bali-bali] THE Â Â RISE OF Â INDIA
> Â
>
> Â
> Â
>
> Â
> Â
>
> bli  Sugi,
> Â
>
> Â
> Â
>
> alangkah bahagianya, jika  benar komunitas nan sederhana ini bisa
  diwujudkan.
> Â
>
> sekadi i bungan sandat, selayu-layune  miik.
> Â
>
> Â
> Â
>
> Sekecil apapun, niat baik  tetap ada. Hal besar selalu diawali
langkah bayi,  seperti kata kawan  tyang Sean Covey dalam 7 habits
of highly effective   peoples.
> Â
>
> Bli Sugi, ngiring, apa bisa mulai kita  atur stretegi
untuk "dream of Bali"  yang pertama? berlandaskan Tri  Hita
 Karana.
> Â
>
> Â
> Â
>
> rahajeng,
> Â
> ngurah beni  setiawan
>
> P Save  a tree...please don't print this e-mail unless you
 really need  to
>
>
> Â
>
> Â
> -----  Pesan  Asli ----
> Dari: "sugilanus@gmail. com" Â Â <sugilanus@gmail. com>
> Kepada: Â Â bali-bali@yahoogrou ps.com <http://ps.com/>
> Terkirim: Selasa, 30 September, Â 2008 Â 14:47:47
> Topik: RE: Bls: Bls: [bali-bali] THE RISE OF Â INDIA
>
> Â
> Â
>
> Semeton Beni lan semeton  tiosan,
>
> Bila perlu kita bisa online kalau  pertemuan, tinggal  pasang
skype, teman bisa monitor dari kamarnya masing2, Â dimanapun
 berada. Yg jauh barangkali bisa buat handout saya print tiap
  pertemuan, lalu dibacakan. Jadi pokok2 bahasan disiapkan dari
 seminggu  sebelumnya.
>
> Saya punya data tentang lahirnya TRI Â HITA KARANA. Tak semua
 orang tahu bahwa THK punya hari kelahiran dan  ada pergolakan
pemikiran di  dlmnya. Saya siapa bagi sebagai  bahan/topik bahasan
pertama.
>
> Siapa tahu  setelah dilengkapi  teman2 yg hadir bisa saya cetak
jadi   buku.
>
> Suksma,
> sl
>
> - original message -
> Subject: Â Bls: Bls: Â [bali-bali] THE RISE OF INDIA
> From: ngurah beni  setiawan <setiawan_beni@  yahoo.com
<http://yahoo. com/> Â <mailto:setiawan_ beni%40yahoo. com>
<mailto:setiawan_ beni%40yahoo. com> Â Â >
> Date: 30/09/2008 7:08 am
>
> Bli Sugi,
>
> tyang  siap  masi.
> Tapi kanggoang, kari meburuh di gumin anak.
> pesen bapak   tyange, pang de cara blakas mangan di pisaga
>
> makanya tyang  ingin ikut  serta mengawal Bali.
> Ngiring, siapa tahu dari  komunitas ini kita bisa  luncurkan
sebuah buku tentang harapan Bali  masa depan (yang tanpa belog
 ajum)
>
> ngurah beni setiawan
> P  Save a tree...please don't print this  e-mail unless you
really need  to
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: "sugilanus@gmail. com <mailto:sugilanus% 40gmail.com>
<mailto:sugilanus% 40gmail.com> Â Â " <sugilanus@gmail. com
<mailto:sugilanus% 40gmail.com> <mailto:sugilanus% 40gmail.com> Â Â >
> Kepada:  bali-bali@yahoogrou  ps.com <http://ps.com/>
 <mailto:bali- bali%40yahoogrou ps.com> <mailto:bali- bali%
40yahoogrou ps.com> Â Â
> Terkirim: Selasa, 30 September, 2008 13:53:20
> Topik: RE: Bls: Â Â [bali-bali] THE RISE OF INDIA
>
> Sementons,
>
> Bali Open  Society  menjadi Balinese initiative utk kemajuan,
membuka pintu bagi  pemikiran2 Bali  ke depan.
>
> Biar sing liunan itungan lan  mabukti, saya sipa jadi  volunteer
jadi koordinator sementara (tukang  undang dan nyiapin pertemuan),
 yen bin mani puan ada ne lebih banyak  punya waktu saya akan dgn
senang hati  silahkan teman lain  mengkoordinasi.
>
> Sebulan sekali siap ketemu? Kita  atur jadwal  krn semua sibuk,
terutama Popo (saya juga sering PP Jakarta-Bali) Â . Â Kenken pak
Popo?
>
> Siap2 ne jani ngebug kulkul sangkep di kantor  ente  nah.
>
> Suksma, sl
>
> - original message -
> Subject: Â Bls: Â [bali-bali] THE RISE OF INDIA
> From: ngurah beni setiawan  <setiawan_beni@  yahoo.com
<http://yahoo. com/> >
> Date: 30/09/2008 6:40 Â am
>
> Bli Sugi, margiyang!!
> open  society...yang berlandaskan  harapan jauh kedepan tentang
bali. Tanpa menoleh  kebelakang dan  hanya melihat saat ini
sebagai bekal masa datang. Tanpa belog  ajum?  patut asapunika...
> dan tentunya, Tat Twam Asi
>
> sik ne bli popo, Â Â wenten parkir sepeda?
>
> rahajeng,
> ngurah beni setiawan
> P  Save a  tree...please don't print this e-mail unless you
really need  to
>
> ----- Â Pesan Asli ----
> Dari: "sugilanus@gmail. com" Â <sugilanus@gmail. Â com>
> Kepada: bali-bali@yahoogrou  ps.com <http://ps.com/>
> Terkirim: Selasa, 30 Â September, 2008 13:34:24
> Topik: Â Re: [bali-bali] THE RISE OF Â INDIA
>
> Bagaimana kalau kita sebut  kumpulan itu sebagai BOS (Bali Open
 Society)? Kantornya di Popo  Danes sawireh parkirne gede ngidang
nampung banyak  SUV.. Hehe.. Kita  gali apa yg istimewa dari Bali,
dan buang jauh2 belog ajum   kita?
>
> - original message -
> Subject: Re: [bali-bali] THE Â RISE OF Â INDIA
> From: Popo Danes <popo@popodanes. Â com>
> Date: 30/09/2008 6:19 Â am
>
> Coba Viebeke pakai sari, Â jidatnya dikecek, apalagi hidungnya
 ditindik, pakai
> gelang mas  barang 20 biji, sudah India banget kan ?
> Bisa  langsung dilamar  Bollywood, jadi peran ibu tapi, ibunya
Beni, hi hi   hi
> ....
>
> Kita omongin India positifnya saja, disana juga  banyak yang
 negatif. Yang
> baik kita ambil, yang jelek dibuang ke  recycle  bin.
> Bagaimana kalau kita bikin small center of The  Balinese Pride ?
 Kumpulin
> khayalan kita tentang Bali in our  dreams ?
>
> pd
>
> On  9/30/08 1:16 PM, "Asana Viebeke  Lengkong" <asanasw@indo.
net.id <http://net.id/> > Â wrote:
>
> >
> > Â
> >
> > 
> > HAYOOOOOO mulai deh  kritik 'orang  bali'..... sekarang
kita 'kretek' in orang
> > balinya yuk,  di  jembatani untuk bisa melihat pride nya orang
India, tapi saya
> > juga   nggak sreg kalau orang bali harus seperti orang
India.... Â hehehe
> > Â
> > gimana ya caranya????
> >> Â
> >> ----- Original Message  -----
> >>
> >>  From: Sugi Lanús <mailto:sugilanus@ gmail.   com>
<mailto:sugilanus@ %20gmail. %20%20%20com> Â <mailto:sugilanus@
gmail. Â com> <mailto:sugilanus@ %20gmail. %20%20com> Â
> >>
> >> To: bali-bali@yahoogrou  ps.com <http://ps.com/>
> >> Â
> >> Sent: Tuesday, September 30, 2008 Â 12:57 PM
> >> Â
> >> Subject: Re: [bali-bali] THE RISE Â OF INDIA
> >> Â
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >>  Â
> >> Soal naik motor, saya kalau  jalan kaki entah di desa atau di
 Denpasar,
> >> biasanya  orang yang kenal saya akan berhenti, lalu
 bertanya: "Ngapain  jalan,
> >> ayo naik!". Lalu saya jawab: "Saya  pingin jalan."  Mereka
biasanya tak
> >> percaya dan memaksa   naik.
> >>
> >>
> >>
> >> Lihat saja,  tak ada  orang kerja di Denpasar jalan kaki.
Kalau di  Denpasar
> >> jalan kaki  dibilang suba buduh,  gila.
> >>
> >>
> >>
> >>  Ini kisah  nyata:
> >>
> >>
> >>
> >> Seorang   doktor pengajar di Fakultas Sastra Udayana dibilang
aneh dan  buduh
> >> Â karena pulang pergi jalan kaki. Kata rumor, Â "Setelah pulang
dari  kuliah
> >> Doktor di India pak X Â sekarang suba buduh (sdh gila),
 mejalan gen jani
> >> (jalan  saja sekarang)!". Padahal saya tahu dia  tersadar di
India  beberapa
> >> kilo dia jalan kuliah dengan  teman-temannya,  dan
menyenangkan jalan kaki,
> >> lalu dia menyadari  selama  ini dia manja sekali, dan
baliknya ke Bali jalan
> >> kaki   bolak-balok ke kampus yang hanya 1,5 kilo. Orang
bilang dia buduh   ikut
> >> aliran kebathinan India!
> >>
> >> Â Â
> >>
> >> Begitulah, orang Bali memang semua "waras"  dan tak  mau
jalan kaki walaupun
> >> hanya pergi latihan  megong di  banjarnya...
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >>> Â
> >>> ----- Original  Message -----
> >>> Â
> >>> From: I Wayan Warmada  <mailto:warmada@ mail.  ugm.ac.id>
<mailto:warmada@ %20mail.% 20%20ugm. ac.id> Â <mailto:warmada@ mail.
ugm.ac.id> <mailto:warmada@ %20mail.% 20ugm.ac. id> Â
> >>>
> >>> To: Â Â bali-bali@yahoogrou ps.com <http://ps.com/>
> >>>
> >>> Sent: Â Tuesday, Â September 30, 2008 12:32 PM
> >>> Â
> >>> Subject: Re: Â [bali-bali] THE RISE OF Â INDIA
> >>>
> >>> Â
> >>> Â
> >>>
> >>>
> >>> On Tuesday  30  September 2008 08:57, Sugi Lanús wrote:
> >>>> Â Â >
> >>>> > Satu yang jeli dari pengamatan Popo: Â Â "....rata-rata
orang India, dari
> >>>> > kemampuan  financial  dan intelektualnya, mereka masih
hidup  sederhana,
> >>>> Â jauh
> >>>> > dari  glamour. Mereka seringkali kelihatan pacul  untuk
bicarakan  uang
> >>>> jutaan
> >>>> > Â dollar. Â Kalau kita punya ratusan juta rupiah saja sudah
  mempertontonkan
> >>>> > diri penuh  kemilau."
> >>> Â
> >>> Pan sudah dibuktikan sama  presiden India yang ahli fisika
 nuklir itu,
> >>> keluar Â
> >>> istananya cuman bawa 2  koper...:-). Yang menarik  lagi
(lihat di siaran DW
> >>> yang  disiarkan MetroTV),  orang India yang sudah mapan,
pensiun  membangun
> >>>  sekolahan, dia hidup sederhana. Di Indonesia begitu  dah
 diomongin
> >>> tetangga...: -). Pergi pakai motor, ditanya kok   cuman
pakai motor...:-).
> >>> Inilah pride yang dimaksud  di kita,  hik.
> >>>
> >>> IWW
> >> Â
> >>
> > Â
> >
>
> ____________ _________ Â _________ _________ _________ Â _________
_
> Bergabunglah dengan  orang-orang yang berwawasan, di di bidang
 Anda! Kunjungi Yahoo!  Answers saat ini juga di
http://id.answers. <http://id.answers. /> Â <http://id.answers. />
<http://id.answers. /> Â Â Â Â yahoo.com/ <http://yahoo. com/>
>
> ____________ _________ _________ _________ Â _________ Â _________
_
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan  Search Assist. Download
 sekarang juga.
> http://id.toolbar. <http://id.toolbar. /> Â Â yahoo.com/
<http://yahoo. com/> Â <http://id.toolbar. yahoo.com/>
<http://id.toolbar. yahoo.com/> Â Â
>
>
> Â
> Â
> ________________________________
> Yahoo!  sekarang memiliki alamat Email baru  <http://sg.rd.
yahoo.com/ id/mail/domainch oice/mail/ signature/ *http://mail.
promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/> <http://sg.rd. yahoo.com/
id/mail/domainch oice/mail/ signature/ *http://mail. promotions.
yahoo.com/ newdomains/ id/> Â Â
> Dapatkan nama yang selalu Anda  inginkan di domain baru @ymail
 dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil  orang lain! Â
>
>
> Â Â Â Â
>
> Â
>
>
> Â Â Â Â
>
>
>
> ________________________________
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  <http://sg.rd.
yahoo.com/ id/mail/domainch oice/mail/ signature/ *http://mail.
promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
> Â
>
> Â
> Â Â Â Â
>
>
>
>
>
_____________________________________________________________________
______
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan
@rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar