Selasa, 14 Oktober 2008

Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Saya tidak sependapat dengan bpk dalam dua hal. Pertama bpk mengambil contoh kartun di Jilland Posten dan membandingkannya dengan diskusi tentang agama  di milis. Ini tidak tepat. Karena kartun itu memang dimaksudkan untuk menghina dan karena itu wajar umat muslim marah. Sedangkan diskusi agama di milis ini yang terkait atau merupakan lanjutan dari diskusi tentang Bali, dalam pandangan saya adalah untuk menambah pengetahuan, bukan untuk menghina.

Kedua, bpk menyamakan mereka yang protes sambil marah dengan anggota milis ini yang beragama Islam. Saya tidak sependapat. Sekalipun sampai taraf tertentu saya setuju dengan kemarahan mereka, tetapi anggota milis ini tidak seperti itu. Lihat contohnya Mbak LL. Dia menanggapi posting pak NK dengan santai dan memberikan penjelasan  dengan sabar. Tetapi karena ada yang menanggap pak NK dengan berlebihan, yang berasal dari ketakutan tanpa dasar, maka diskusi tentang topik yang diangkat pak NK jadi melebar ke mana-mana. Jadi yang tidak siap dengan diskusi semacam itu siapa?  Mengenai topik apa yang pantas dan tidak pantas didiskusikan di milis ini saya serahkan sepenuhnya kepada bpk, bila wewenang itu memang ada pada bpk.

Pendapat saya tidak penting-penting amat. Lagi pula niat saya semua hanya menjadi penonton sambil belajar.

salam LGS



----- Original Message ----
From: I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, October 15, 2008 12:26:06 AM
Subject: Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Salam Kenal LGS

Terima kasih atas pencerahnya, tapi saya mau menggaris bawahi sedikit tentang overgeneralisir yang saudara nyatakan di postingan ini /"Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan orang Islam.//Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji, Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With Islam", buku yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim.  Kita
semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri"

/Pengalaman anda pribadi tidak bisa anda gunakan sebagai overjudgement bahwa semuanya akan baik-baik saja, anda mungkin bergaul di kalangan
intelektual islam, yang saya paham mereka mengerti kritik dan otokritik, tapi perlu dipahami juga bahwa tidaksemua kaum muslim memiliki
intelektualitas tinggi seperti itu. Saya tidak perlu mengutarakan contoh lain, kita lihat saja contoh kartun dari Denmark, kaum intelektual
menganggap ini suatu expressi seni yang kelewatan, tapi reaksi FPI apa??Sweeping! Saya sama sekali tidak merasa berkeberatan membicarakan Islam
atau kepercayaan apapun, tapi saya rasa milist ini kurang tepat untuk hal itu, satu hal yang pasti kita dapatkan adalah konflik! kalau mau
kupas tuntas sebuah ajaran trus di komparasi dengan ajaran lain, saya rasa ada milist lain seperti debat Hindu islam, atau milist sejenis,

Terima kasih

Lili Gundi wrote:
>
> Bpk tidak perlu menuliskan semuanya, karena bapak harus menyediakan paling tidak 400 halaman untuk mengutip semua ayat semacam itu secara
> lengkap. Di samping mengutip ayat Quran bapak juga harus mengutip hadis, sunnah atau sirah (biografi Nabi Muhammad). Sebab tanpa
> mengutip tiga sumber yang disebut belakangan, ayat Quran tidak dapat dimengerti. Karena ayat-ayat Quran tidak menyediakan konteks (mengapa
> dan dalam situasi apa ayat itu "diturunkan"), Quran juga tidak disusun secara kronologis, di samping itu satu Surah tidak terdiri dari
> ayat-ayat sejenis, tetapi berbagai ayat yang berbeda-beda isinya sehingga kelihatan melompat-lompat  dari satu topik ke topik lain. Itu
> alasan pertama. Alasan kedua, sudah ada yang menyusun kutipan-kutipan itu secara lengkap, yang Craig Winn. Bagi yang berminat, bukunya dapat
> diunduh dari web site www.faithfreedom. org <http://www.faithfre edom.org/>. Atau dicari lewat Google.  Karena buku
> ini mengandung materi untuk orang dewasa perlu BO (bimbingan Orang tua). Judul bukunya "The Prophet of Doom"
>
> Kepada Bu LL, sengaja hal ini saya sampaikan karena ada di antara orang-orang Bali Hindu yang takut sekali kalau kita membicarakan
> Islam. Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan orang
> Islam. Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan
> kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji, Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With Islam", buku
> yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di
> berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim.  kita semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari
> luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri – untuk perbaikan.
> Salam
>
> LGS.           

> ----- Original Message ----
> From: IGusti Agung <agungpindha@ yahoo.com>
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Sent: Sunday, October 12, 2008 10:07:24 AM
> Subject: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
> Semeton sami , yang beragama maupun tidak,
> Saya setuju dengan jalan pikiran Bli MS dan Bli WW , dan tyang kira banyak semeton yang juga berpendapat demikian tapi ngekoh ngomong,
> baik karena prestasi atau memang nggak enak rasa. Sejarah mencatat bangsa kita kena dijajah karena kita terlalu baik dan ngekoh ngomong dan takut menyinggung perasaan orang lain.Ketika bangsa Belanda datang kita sambut mereka sebagai tuan tuan, kemudian ketika bangsa Jepang datang kita sambut mereka sebagai saudara tua , akhirnya kita kebobolan dan dijajah .Dan sejarah akan mengulang dirinya sendiri kalau kita oarng Bali, masih ngekoh dan takut menyinggung perasaan orang lain , seperti jaman dulu , we have to change with the time , atau kita akan ketinggalan sepur .
>
> Jangan lagi kebaikan kita , rasa hormat kita ,disalah gunakan dan disalah tafsirkan sebagai kita pengecut dlsb.
> Meburut filsafat Hindu , dalam Bhagavad Gita , kita dianjurkan agar memprioritaskan antara tugas dari cinta. Mangde sampunang terus
> gandongine sehantukan idewek memolos....Adilkah kita menyerahkan tugas kita kepada generasi mendatang karena kita ngekoh , dan takut mecolek pamor?
> Karena kita takut mecolek pamor inilah sampai kita dihadapkan oleh RUUP , kemudian syariat Islam , kemudian menjadi negara Islam.
>
> Bli IWW , mau ayat lagi?..."Wahai orang2 yang berimam!janganlah kamu menjadikan teman orang orang diluar kalanganmu (seagama ) sebagai teman kepercayaanmu( karena) mereka tak henti hentinya menyusahkan kamu.
> Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang tersembunyi dihati mereka lebih jahat....... . ( QS 3.118).
>
> "wahai orang yang berimam! Perangilah orang orang kafir yang disekitar kamu,....... ......... ......... ....(QS 9.123)
>
> Dan masih banyak lagi kalau mau.
> Maaf saya tidak bermaksud merendahkan agama , tidak ada untungnya bagi saya , malah akan membuat musuh , hanya mengemukakan fakta.
> Tujuan tyang hanya mempertahankan Bali dengan kebudayaanya. Juga untuk semeton agar tidak ngekoh ngomong , seperti penglingsir
> yang mendahului kita , sebelum tambah terlambat. Sinampura , ( tyang pasti be mecolek pamor )..
>------------ --------- --------- ------



__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: