Kamis, 16 Oktober 2008

Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Dear Pak Lanang,
Walau tiyang yakin semua rekan2 di milist ini sepakat untuk mengakhiri topik Pura gabung Masjid...di sini tiyang tidak lagi membicarakan hal itu..cuman maaf comment Pak Lanang/Lili Gundi tentang yg tiyang utarakan agak kurang tepat..tiyang hanya berfikir kalau kita mau mengetahu suatu agama/ajaran maka hendaknyalah bertanya keada yg ahli atau tokoh agama yg mumpuni supaya kalau kita mau mengkritik sebuah ajaran atau agam akan lebih fair dan tidak hanya menonjolkan sisi negativ dari agama itu dan sisi ego kita untuk menyalahkan dan memojokan agama atau pemeluk agama lain..
Sekian dan mohon maaf kalau ada kata2 yg salah dimengerti oleh sameton..
Om Shanty
Deden

----- Original Message ----
From: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 16, 2008 7:04:11 AM
Subject: Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Wah   Pak atau Kang  Deden Kung sekarang memasang dua filter untuk menyaring siapa yang patut dan tidak patut mengemukakan pendapat di forum bebas ini.  Pertama, seseorang yang ingin ikut mengemukakan pendapat atas satu topik, harus ahli, mumpuni di bidang itu. Bagaimana keahlian itu harus ditunjukkan? Apakah harus menunjukkan ijazah? Misalnya kalau komentar soal agama,  apa harus berkualifikasi S1, S2 atau  S3 dari STT, UIN, atau IHDN? Demikian juga kalau mau komentar soal hutan, atau anjing Kintamani? Jadi kalau mau berpartisipasi aktif dalam milis ini harus punya banyak keahlian dong?

Lalu Kang Deden Kung  ini ahli di bidang apa? Saya lihat anda pengikut teori konspirasi. Anda tidak percaya Amrozi CS mampu membuat bom yang menghancurkan Kuta, Bali. Ini persis sama seperti omongan Abu Bakar Baasyir di Metro Tv pas sebelum puasa. Hanya kafir Amerika yang mampu membuat bom dengan daya ledak sedahsyat itu,  katanya. Amrozi CS tidak mungkin!!! Teman saya yang   anggota DPD   juga berkata begitu. Saya tanya, bukankah mereka sendiri sudah mengaku - dengan bangga karena melaksanaan tugas suci agama  - di PN Denpasar?  Tidak, kata Ir tamatan UI ini, agak bingung. Pokoknya ada teorinya, Pak Suripto yang tahu persis. Dia merujuk mantan petinggi spion negara yang jadi wakil komisi III  mewakili PKS.  Tak heran, seorang anggota DPR yang mewakili salah satu partai agama, tak lama setelah tsunami melanda Aceh, dalam dengar pendapat dengan beberapa menteri di DPR bersuara lantang, bahwa tsunami itu bukan kutukan Allah kepada orang Aceh yang saleh. Itu tidak mungkin. Tsunami itu buatan Amerika dibantu Israel (Yahudi).  Dan omongan ni didengarkan dengan penuh khidmat. I think this Nation is in a state of delusion. This might come form a morbid book, that teach hate and violence (but cinsedered holy).  

Saya percaya orang-orang Amerika dan Yahudi  pintar-pintar sekali. Dari 15 juta orang Yahudi di seluruh dunia, 181 orang  termasuk Paul Kruger, mendapat hadiah Nobel dalam berbagai bidang. Tetapi mengapa tsunami itu juga menimpa Thailand, Sri Langka dan India yang bukan musuh Amerika dan Israel? Mungkin itu baru uji coba.

Kedua, soal penulisan nama lengkap. Apakah Deden Kung itu nama sebenarnya? Bagaimana membuktikannya? Apa perlu menunjukkan ktp? Memangnya milis ini semacam LPD, yang mau memberi kredit?  Di sini yang penting:  apakah pendapat yang disampaikan bermutu atau tidak? Kalau tidak bermutu tinggal di del. Kalau isinya membahayakan semua anggota milis tinggal dicekal atau diban. Tapi terserah pengurus milis ini saja.

G. LANANG  SINGADAPA.     

 


-

salam
nengah

On Tue, Oct 14, 2008 at 2:32 PM, Deden Kung <dedenkungs@yahoo. com> wrote:

Om Swastiyastu
Assalamualaikum WR WB..Salam sejahtera
Maaf ikut nambahin dikit saja..dari sekian banyak email serta komentar dari bbrpa rekan2 di milist ini..kelihatanya seperti ada suatu agama yg selalu MAAF didzolimi, dihina, diremehkan dan direndahkan, dipojokan ( maaf sekali lagi kalau kata2 niki terlalu berlebihan) padahal kalau kita merunut ke pesan Pak Gubernur Pastika disaat mengenang Tragedi Bom Bali...dan disiarkan dibeberapa media cetak, elektronik dll..beliau berpesan" Hendaklah kita selalu menghindarkan diri dari 2 sifat yang sangat berbahaya... . yaitu sifat KESERAKAHAN dan KEBENCIAN... karena kedua sifat itulah yg selama ini menjadikan gejolak dan membawa bencana bagi umat manusia...jagalah shanty Bali dan jadikan Bali sebagai Jagat Dita....Tiyang sangat salut akan himbauan beliau yg sangat bijak tersebut..

Nah kita selaku pelaku/mahluk sosial semestinya berusaha untuk mengikuti himbauan belliau untuk menjaga Bali dan Dunia ini spaya tetap aman, damai, tentram, rukun dan sejahtera... kelihatnya akan banyak membuang buang waktu kalau hari2 kita diisi untuk kegiatan mengkritisi ajaran/paham/ agama saudara kita yg lain sedangkan kita mungkin hanya baru tahu kulit luar atau yg jelek2nya saja atas paham/agama tersebut..belum atau sama sekali tidak memahami ajaran/agama tersebut sampai keakar akarnya karena tentunya setiap diri manusia punya batasan untuk melakukan hal itu karena bukan kewajiban dirinya untuk mempelajari setiap agama....tiyang pribadi berfikir kalau seseorang mau mengkritisi suatu ajaran agama tertentu mungkin menurut hemat Tiyang dia/orang tersebut harus belajar agama itu sampai ke dalam bangat...atau belajar/berguru ke yang ahlinya dari agama itu...baru dia akan menemukan jati diri/saripati dari ajaran tersebut...kalau hanya tahu sepotong2..apalagi mencemooh hanya gara2 seorang pemeluknya berbuat tidak baik..maka tiyang rasa sikap tersebut tidak fair dan kurang bijak...

Jadi tiyang sendiri mengajak diri tiyang pribadi lan sameton sareng sami untuk lebih memfokuskan diri ke hal2 postive dan membangun... .walau ada hal negatif yg mau kita lemparkan kiranya tidak menyentuh/memojokan keyakinan suatu agama..karena agama dan SANG HIYANG WIDI WASA/TUHAN YME/ALLAH SWT terlalu luas dan sakral tuk dibincangkan dan dibahas,,tidak akan pernah ketemu juntrunganya. .karena sampai detik ini belum ada satu manusiapun yg pernah ketemu/melihat TUHAN itu sendiri..ilmu KETUHANNAN terlalu luas dan ilmu manusia belum cukup untuk menggapainya. ..mari kita kembalikan saja ke keyakinan kita masing2 toh apa peduli dan untung rugi kita kalau nak jawa, nak slam, nak bali, nak hindu/budha, christian masuk surga atau neraka, atau tidak masuk keduanya sama sekali kita tidak akan tahu hal itu dan mau protes sama siapa serta apa yg mau kta ributkan dan mau meributkan sama siapa nantinya??? semuanya kembali ke keyakinan agama dan diri kita masing2 serta wewenang BOSS BESAR TUHAN YME...walau  manusia itu seorang pedanda/pandita/ kiyai/ustad/ pendeta/romo dll sapa yg menjamin beliau itu baik di mata TUHAN dan dijamin masuk ke Surga atau masuk Neraka??? hanya TUHAN dan dirinyalah yang tahu dan bakal tahu nantinya:)

Jadi mari kita luangkan waktu kita yg singkat ini untuk mengisi hal2 yg lebih positif dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan Bali khususnya dan NKRI umumnya..percuma kita sampaikan berbagai macam firman Tuhan dalam Weda/Alquran/ Injil/Taurat/ Jabur dll toh yg baca milist ini tidak hanya satu kelompok..pasti nantinya malah banyak mudaratnya atau ketersinggungan dari pada sisi baiknya:) ten bakalan nyambung kinten...
Tiyang lebih appreciate kepada sebagian rekan2 yg melemparkan isu2 positive ttg pembangunan Bali ke depan, mungkin peta perpolitikan, bisnis, filsafat, iptec dll dari pada saling melecehkan agama/ajaran masing2:)

Inggih nika dumun tambahan dari tityang manusia yg bodoh lan ten tahu napi niki..dumugi sameton selalu memaafkan atas kebodohan tiyang tersebut...
Salam Shanty3x
Wassalam
Deden Kungs
Note: kalau bisa dimohon untuk tidak hanya menulis singkatan nama spaya kita lebih terbuka/gentle dan saling mengenal

----- Original Message ----
From: I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, October 15, 2008 12:26:06 AM
Subject: Re: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.

Salam Kenal LGS

Terima kasih atas pencerahnya, tapi saya mau menggaris bawahi sedikit tentang overgeneralisir yang saudara nyatakan di postingan ini /"Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan orang Islam.//Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji, Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With Islam", buku yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim.  Kita
semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri"

/Pengalaman anda pribadi tidak bisa anda gunakan sebagai overjudgement bahwa semuanya akan baik-baik saja, anda mungkin bergaul di kalangan
intelektual islam, yang saya paham mereka mengerti kritik dan otokritik, tapi perlu dipahami juga bahwa tidaksemua kaum muslim memiliki
intelektualitas tinggi seperti itu. Saya tidak perlu mengutarakan contoh lain, kita lihat saja contoh kartun dari Denmark, kaum intelektual
menganggap ini suatu expressi seni yang kelewatan, tapi reaksi FPI apa??Sweeping! Saya sama sekali tidak merasa berkeberatan membicarakan Islam
atau kepercayaan apapun, tapi saya rasa milist ini kurang tepat untuk hal itu, satu hal yang pasti kita dapatkan adalah konflik! kalau mau
kupas tuntas sebuah ajaran trus di komparasi dengan ajaran lain, saya rasa ada milist lain seperti debat Hindu islam, atau milist sejenis,

Terima kasih

Lili Gundi wrote:
>
> Bpk tidak perlu menuliskan semuanya, karena bapak harus menyediakan paling tidak 400 halaman untuk mengutip semua ayat semacam itu secara
> lengkap. Di samping mengutip ayat Quran bapak juga harus mengutip hadis, sunnah atau sirah (biografi Nabi Muhammad). Sebab tanpa
> mengutip tiga sumber yang disebut belakangan, ayat Quran tidak dapat dimengerti. Karena ayat-ayat Quran tidak menyediakan konteks (mengapa
> dan dalam situasi apa ayat itu "diturunkan" ), Quran juga tidak disusun secara kronologis, di samping itu satu Surah tidak terdiri dari
> ayat-ayat sejenis, tetapi berbagai ayat yang berbeda-beda isinya sehingga kelihatan melompat-lompat  dari satu topik ke topik lain. Itu
> alasan pertama. Alasan kedua, sudah ada yang menyusun kutipan-kutipan itu secara lengkap, yang Craig Winn. Bagi yang berminat, bukunya dapat
> diunduh dari web site www.faithfreedom. org <http://www.. faithfre edom.org/>. Atau dicari lewat Google.  Karena buku
> ini mengandung materi untuk orang dewasa perlu BO (bimbingan Orang tua). Judul bukunya "The Prophet of Doom"
>
> Kepada Bu LL, sengaja hal ini saya sampaikan karena ada di antara orang-orang Bali Hindu yang takut sekali kalau kita membicarakan
> Islam. Seolah-olah kalau dibicarakan dengan sedikit kritis orang-orang Muslim lalu ngamuk. Pandangan semacam ini justru meremehkan orang
> Islam. Pengalaman saya bergaul dengan banyak orang Muslim selama bertahun-tahun tidak demikian. Mereka menerima pandangan-pandangan
> kritis yang disampaikan kepada mereka. Buku Irshad Manji, Feminis Muslimah dari Kanada, dengan judul "The Problems With Islam", buku
> yang sangat kritis terhadap Islam, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Beriman Tanpa Rasa Takut, telah beredar luas di
> berbagai toko buku, dan tidak ada reaksi negatif dari kaum Muslim.  kita semua memerlukan pandangan kritis, baik dari dalam maupun dari
> luar untuk membantu kita melihat diri kita sendiri – untuk perbaikan.
> Salam
>
> LGS.           

> ----- Original Message ----
> From: IGusti Agung <agungpindha@ yahoo.com>
> To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> Sent: Sunday, October 12, 2008 10:07:24 AM
> Subject: [bali-bali] Re: Pure Gabung dengan mesjid dibali.
> Semeton sami , yang beragama maupun tidak,
> Saya setuju dengan jalan pikiran Bli MS dan Bli WW , dan tyang kira banyak semeton yang juga berpendapat demikian tapi ngekoh ngomong,
> baik karena prestasi atau memang nggak enak rasa. Sejarah mencatat bangsa kita kena dijajah karena kita terlalu baik dan ngekoh ngomong dan takut menyinggung perasaan orang lain.Ketika bangsa Belanda datang kita sambut mereka sebagai tuan tuan, kemudian ketika bangsa Jepang datang kita sambut mereka sebagai saudara tua , akhirnya kita kebobolan dan dijajah .Dan sejarah akan mengulang dirinya sendiri kalau kita oarng Bali, masih ngekoh dan takut menyinggung perasaan orang lain , seperti jaman dulu , we have to change with the time , atau kita akan ketinggalan sepur .
>
> Jangan lagi kebaikan kita , rasa hormat kita ,disalah gunakan dan disalah tafsirkan sebagai kita pengecut dlsb.
> Meburut filsafat Hindu , dalam Bhagavad Gita , kita dianjurkan agar memprioritaskan antara tugas dari cinta. Mangde sampunang terus
> gandongine sehantukan idewek memolos..... Adilkah kita menyerahkan tugas kita kepada generasi mendatang karena kita ngekoh , dan takut mecolek pamor?
> Karena kita takut mecolek pamor inilah sampai kita dihadapkan oleh RUUP , kemudian syariat Islam , kemudian menjadi negara Islam.
>
> Bli IWW , mau ayat lagi?.."Wahai orang2 yang berimam!janganlah kamu menjadikan teman orang orang diluar kalanganmu (seagama ) sebagai teman kepercayaanmu( karena) mereka tak henti hentinya menyusahkan kamu.
> Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang tersembunyi dihati mereka lebih jahat....... . ( QS 3.118).
>
> "wahai orang yang berimam! Perangilah orang orang kafir yang disekitar kamu,....... ......... ......... ....(QS 9.123)
>
> Dan masih banyak lagi kalau mau.
> Maaf saya tidak bermaksud merendahkan agama , tidak ada untungnya bagi saya , malah akan membuat musuh , hanya mengemukakan fakta.
> Tujuan tyang hanya mempertahankan Bali dengan kebudayaanya. Juga untuk semeton agar tidak ngekoh ngomong , seperti penglingsir
> yang mendahului kita , sebelum tambah terlambat. Sinampura , ( tyang pasti be mecolek pamor )..
>------------ --------- --------- ------





__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: