Ampurayang sudah reply dengan nada yang kurang sopan.
Pak wayan mungkin sudah terlalu bijak untuk mengkritisi issue seperti
ini, tapi sayang sekali, tidak semua orang memiliki advanced way of
thinking. Banyak dari mereka, salah satunya saya, masih belum bisa
menahan emosi, mestipun hanya sekedar untuk "membicarakan" hal seperti ini.
Dan jika hanya saya yang memiliki "mode" menolak membicarakn hal seperti
ini di milist, mungkin saya yang dummy brained dan tidak mau belajar.
Tapi saya lelah melihat perdebatan yang tak tentu juntrunganya....
Dan saya juga bukan termasuk species yang bisa membiarkan begitu saja
penyimpangan informasi terjadi di depanmata saya.
Mungkin akan lebih sederhana jika, seperti kata bli putra semarapura,
kita tinggal pencet "delete" di keyboard, ketika kita melihat posting
yang tidak relevan dengan pola pikir kita, tapi tindakan ini akan
semakin membenarkan prilaku negatif dari para provokator diskriminasi
kelompok, mereka akan menganggap bahwa hal ini di benarkan.
Jika berbicara tentang kenyamanan, nampaknya kita juga harus jujur,
bahwa kita pasti akan berreaksi jika kenyamanan pribadi kita terusik.
Sederhana saja, mungkin bli putra merasa bahwa saya dan beberapa orang
rekan telah membuat pak nengah karma tidak nyaman, analogi baliknya
adalah, berapa orangkah yang sudah dibuat tidak nyaman oleh postingan
dan reply dari beliau??
Ketidaknyamanan adalah juga proses pembelajaran. Jika kita dibuat tidak
nyaman, kita harus belajar menelusuri apa yang membuat kita tidak
nyaman, mengapa kita tidak nyaman, mengapa orang lain membuat kita tidak
nyaman dll....
Setiap permasalahan pastilah ada solusinya, tapi ketika pembahasan sudah
tidak lagi mengarah pada solusi, tapi malah memunculkan permasalahn
baru, saya rasa itu sudah tidak relevan untuk diperdebatkan lagi. Saya
sama sekali tidak menghindari perdebatan semacm ini, dan saya pribadi
tidak berkeberatan jika hal semaqcam ini di bahas, tentunya dengan acuan
data dan narasumber yang memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam
masalah tersebut. Kalau ternyata hal yang dibahas tak lebih dari asumsi
pribadi yang diperkuat dengan argumentasi tak berisi, dan dipertahankan
dengan informasi yang tidak jelas dasar hukumnya, ya.....saya rasa itu
worthless. Lagian siapaun pasti bisa melihat arah pembicaraan, Kalau
arahnya sudah tidak benar, kemudian diarahkan kearah yang bener tapi
ngeyel?? ....
Saya kira kita sedang membicarakan thread yang berbeda.
Saya tidak sedang membahas hal yang di tulis oleh pak Putu Kusuma
tapi sedang membahas thread yang di post oleh pak Nengah Karma yang
menyebabkan beliau di ban
Suksma
Nengah
I Wayan Warmada wrote:
>
> Katanya orang-orang di sini hebat-hebat, kok diskusi yang beginian
> saja dianggap "kucing" thread? Apa kita anggap uraian yang ditulis
> oleh pak Putu Kesuma bohong belaka? Saya pikir apa yang ditulis pak
> PKesuma itu tidak ada hal2 yang menunjukkan peruncingan masalah.
>
> Yang penting yang merasa terpojok dan kalau memang demikian
> kenyataannya ya harus berani mengakui dan introspeksi, bukan mencari
> pembenar apalagi menghindari masalah. Apa hebatnya kalau setiap
> masalah yang nyata di Bali, seakan-akan tidak ada? Hanya takut issue
> sara? Yang terpenting setiap masalah dicari penyelesaiannya yang baik,
> bukan dianggap sebagai "kucing" thread.
>
> IWW
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com <mailto:bali-bali%40yahoogroups.com>,
> I Nengah Sumerta
> <nengah.sumerta@...> wrote:
> >
> > Bah!
> >
> > macam mana pula ini!
> >
> > Moderator!
> >
> > Close this F**cking thread!
> >
> > I don't want to hear that such of thing discussed among us!
> >
> >
> > Lili Gundi Abut-abut gen!.
> > .
> > nengah
> > Lili Gundi wrote:
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Pure Gabung dengan mesdjid dibali
> > >
> > >
> > >
> > > Apa yang diajarkan oleh guru TK Islam kepada murid-muridnya, bukan
> > > pengaruh Wahabi, tetapi murni dari Qur¢an:
> > >
> > > Qur'an 5:51 "Believers, take not Jews and Christians for your
> friends.
> > > They are but friends and protectors to each other.". Qur'an 5:57
> > > "Believers, take not for friends those who take your religion for a
> > > mockery or sport, a joke, whether among those who received the
> > > Scripture before you (Jews and Christians) or among those who reject
> > > Faith (non-muslim); but fear Allah."
> > >
> > >
> > >
> > > Untuk Pak Dedenkung dan Biyang, bagaimana kalau sekali-sekali kita
> > > minta orang Muslim membangun pura di halaman masjidnya?
> > >
> > > Salam
> > >
> > > LGS.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- On *Thu, 9/10/08, Deden Kung /<dedenkungs@yahoo. com>/* wrote:
> > >
> > > From: Deden Kung <dedenkungs@yahoo. com>
> > > Subject: Re: [bali-bali] Pure Gabung dengan mesdjid dibali
> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > > Date: Thursday, 9 October, 2008, 3:44 PM
> > >
> > > Petikan email Biyang sangat dalam makna damai di sana...petikan Pak
> > > Putu Kusuma mohon maaf agak sedikit memanas manasi yah he he
> he..sabar
> > > saja Bli Putu ngak usah terprovokasi oleh aliran wahabi, arabi,
> > > bonjovy, gun n roses dll..toh yang Pak Putu dan kita semua idam
> > > idamkan adalah sebuah kedamaian dan kerukunan umat beragama bukan?
> > > Biarkan saja yg jelek dan jahat nantinya akan musnah sendiri.....
> > > .justru kalau kita bisa berfikir dan cari solusi terus untuk supaya
> > > gimana caranya kerukunan itu tetap terjaga..karena kalau udah hidup
> > > rukun dan damai mau ngapain saja jadi tenang dan tentram..tidak usah
> > > ada saling curiga dan berfikir jelek akan sesama:)
> > >
> > > Om Canti3x
> > > Wassalam
> > > Deden Kung
> > >
> > >
> > >
> > > ----- Original Message ----
> > > From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo. com>
> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > > Sent: Tuesday, October 7, 2008 10:29:15 PM
> > > Subject: Re: [bali-bali] Pure Gabung dengan mesdjid dibali
> > >
> > > Teman-teman semua,
> > >
> > > Ini cerita beneran. Terjadi di Denpasar.
> > >
> > > Sepasang suami-istri yang berbeda agama memiliki seorang anak tk.
> > > Bapaknya muslim dan ibunya kristiani. Suatu ketika pulang dari
> sekolah
> > > tiba2 si anak gak mau lagi makan masakan ibunya. Tentu ibunya seperti
> > > disambar petir mendapati anaknya yang tiba-tiba berubah. Setelah
> > > ditanya oleh ibunya kenapa gak mau makan masakan ibunya, anaknya
> > > menjawab bahwa di sekolah tk(tk Islam) diberi tahu oleh gurunya bahwa
> > > dia gak boleh makan masakan yang tidak dimasak oleh orang Islam.
> > > Karena ibunya kristiani maka dia tidak mau makan.
> > >
> > > Ini bukan isapan jempol teman-teman. Ini baru contoh kecil bagaimana
> > > anak-anak kita dikotak2an berdasarkan agama. Belum lagi contoh lain
> > > dimana seorang guru agama non Islam yang tidak diperbolehkan mengajar
> > > padahal sudah mendapat SK dari Diknas dan Bupati. Tapi dikalahkan
> oleh
> > > Komite Sekolah bahwa jika guru non Islam diijinkan mengajar agama non
> > > Islam maka dikhawatirkan anak2 muslim tidak mau sekolah.
> > >
> > > Tentu teman-teman semua sudah mendengar bahwa DOA BERSAMA sudah
> > > diharamkan oleh MUI. Inilah gerilya yang dilakukan oleh para penganut
> > > Wahabi di Indonesia. Dan virus ini sedang disebarkan diseluruh
> Indonesia.
> > >
> > > Saya sudah sering menyarankan kepada Desa Adat agar para penduduk
> > > pendatang jangan dibiarkan mengelompok. Harus dibaurkan dan diberi
> > > kewajiban seperti penduduk lokal, paling tidak harus turut
> bertanggung
> > > jawab untuk keamanan dan kebersihaan lingkungan. Tapi rupanya Desa
> > > Adat cukup puas menerima recehan-recehan rupiah dan membiarkan para
> > > pendatang tidak ambil tanggung jawab sosial.
> > >
> > > Tapi saya dapatkan seperti berbicara sama tembok. Kades, dan Kadus di
> > > mana saya tinggal cuek-cuek saja. Yang penting mereka bayar.
> > >
> > > Selama mereka dibiarkan hidup exclusive maka tidak dapat dihindarkan
> > > disintegrasi sosial pasti terjadi. Apalagi mulai dari tk sudah
> > > dimasukan ke dalam kotak.
> > >
> > > Saya tidak mengadatakan semuanya begitu. Masih banyak saudara-saurada
> > > yang beragama Islam memiliki wiweka dan tidak tepengaruh oleh virus
> > > itu, tapi sampai kapan? Jika mereka terus diteror, akhirnya akan cari
> > > selamat bukan?
> > >
> > > Solusinya? PENDIDIKAN. Pendidikan kita ini sudah mencabut anak-anak
> > > kita dari akar ke Indonesiaanya. Sistim pendidikan kita telah
> > > mematikan budhi pekerti yang ada dalam jiwa anak-anak kita.
> Pendidikan
> > > tidak harus di sekolah, di banjar, di pura, di mesjid, di gereja dll.
> > > Pendidikan untuk menyadarkan bahwa jika kita terus-terusan bagini
> maka
> > > kita tidak ubahnya dengan keadaan " HAPPY PASSANGERS ON A SHINKING
> > > SHIP", para penumpang yang bahagia dalam kapal yang sedang tenggelam.
> > >
> > > Jangan dipikir RUU Pornografi ini ide baru. Ini bagian dari strategi
> > > untuk memberlakukan syariat Islam di Indonesia.
> > >
> > > Orang bijak bilang bahwa "HANYA DIBUTUHKAN SATU KONDISI UNTUK
> > > KEJAHATAN MERAJALELA YAITU KETIKA ORANG BAIK DIAM". Selama ini,
> inilah
> > > yang terjadi. Kita menikmati banget berada di comfort zone, dan
> > > berpikir, ngapain ribut2, toh saya tidak kena. Ya benar saat ini
> belum
> > > kena, tapi adakah jaminan tidak akan kena?
> > >
> > > Salam,
> > > pkesuma
> > >
> > > --- On Tue, 7/10/08, Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail. com
> > >
> <http://id.mc764.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btrisna%40gmail.com
> <http://id.mc764.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btrisna%40gmail.com>>>
> wrote:
> > >
> > > From: Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail. com
> > > <http://id.mc764.mail..yahoo.com/mc/compose?to=btrisna%40gmail.com
> <http://id.mc764.mail..yahoo.com/mc/compose?to=btrisna%40gmail.com>>>
> > > Subject: Re: [bali-bali] Re: [peradahdki] Pure Gabung dengan mesdjid
> > > dibali
> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > >
> <http://id.mc764.mail.yahoo.com/mc/compose?to=bali-bali%40yahoogroups.com
> <http://id.mc764.mail.yahoo.com/mc/compose?to=bali-bali%40yahoogroups.com>>
> > > Date: Tuesday, 7 October, 2008, 11:48 AM
> > >
> > > Saya justru senang kalau ada praktek kerja sama seperti itu antar
> > > agama, yang ramah damai, tanpa saling mengganggu. Di Puri Cakranegara
> > > Lombok katanya juga ada langgar kecil karena salah satu selir Raja
> ada
> > > yang muslim. Di Bali kan banyak contohnya. Di Karangasem,
> > > kakekku selalu membina hubungan baik dengan kaum muslim yang
> > > keturunan pasukan selam dari Sasak. Aku ingat waktu G Agung meletus,
> > > kakek ikut acara korban kambing di Kampung Selam lalu daerah itu
> > > selamat dari lahar.. Di sekitar Ujung, warga Hindu Islam 50-50, dari
> > > dulu acara prosesi Hindu didahului oleh Bedug yang dipukul orang
> > > selam. Masing2 teguh dengan ajarannya, tapi saling membantu dan
> > > menghargai,,
> > >
> > > Dalam buku Beryl de Zoete / Walter Spies, pernah ada ""Legong Amad
> > > Muhamad".. tapi jalan ceritanya sangat Bali.. Bali Hindu yang
> > > majoritas, tetap menghargai orang Bali Kristen, orang Bali Buda,
> orang
> > > Bali Islam dan orang Bali apa saja, yang minoritas.. kita pernah
> bisa.
> > >
> > > Apakah ini mimpi saja sekarang?? Karena setelah saya bertanya-tanya
> > > pada penduduk setempat di Ujung, rupanya kaum mudanya tidak saling
> > > sapa lagi. Begitu pula di Kintamani. Nah ini yang menurut saya
> > > mengkhawatirkan. . dan perlu antisipasi seperti yang diceritakan oleh
> > > Vieb, mulai dari Banjar harusnya kegiatan kedamaian antar umat juga
> > > bisa dimulai... .
> > >
> > > Salam, Shanti, Biyang
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar