Jumat, 03 Oktober 2008

Re: [bali-bali] Re: PLTA Bali//windmill project

Pertanyaannya bli Gung: Aman dari pencurian? Gumi Bali ngacan samah maling, dan Indonesia kultur tertib dan menjaga barang publik kurang. Lampu jalan saja banyak yg hilang. Ada juga dilempari.. Tapi energi matahari harus jadi bagian hidup kita..
 
Suksma,
sl
 
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, October 04, 2008 9:12 AM
Subject: [bali-bali] Re: PLTA Bali//windmill project


Terimakasih Pak Riko , semeton sami,

2 tahun lalu tyang dapat beli unit kecil solar system di
supermaket di suwung ( lupa namanya).
Unit lampu solar untuk kebun yang harganya AS $2.00/ unit.
Bagi yang belum pernah lihat , unit ini , hanya lampu kurung (5watt)
dan diatasnya berisi solar panel ukuran 3 cmx 3cm.
Disini sudah banyak pergantian lampu untuk bundaran perempatan
di jalan jalan kecil , tyang ada photonya tapi tidak bisa cara down
load ke Milis ( maklum generasi tua buta huruf computer).

Maksud saya, lampu penerangan jalan , yang dikelilingi 4 solar panel
sebesar 30 cmx 60 cm. tapi harganya tyang harus dapati dulu.
Ini bagus untuk tempat tempat gelap dipedesaan , terutama kalau
banyak pohon tinggi ( yang ada selah mataharinya),
alasannya karena tidak perlu cable , unit bisa berdiri sendiri.
Lebih practical di jalan jalan yang sering dilewati oleh Wadah/ Bade
juga trajang tinggi serta lembu pengabenan.
Tyang suka solar system hanya karena practis dan ZERO CABLE.

Di Victoria ada suburb dikampung yang hanya memakai solar system,
namanya SHEPARTON , ada teman dari jl. Sudirman tinggal disana dulu.
Kampung yang penduduknya sekitar 5000 jiwa , penghasil makanan
kaleng ( mungkin pernah dengar nama SPC).
daerah perkebunan penghasil buah buahan yang akan dikelengkan.

Juga baiknya solar system yang tyang sebut , bisa dicoba sekarang
juga , tanpa urusan ijin , dirumah atau didesa masing masing.
Tyang kira hak patentnya hampir tidak ada , kalau dirubah sedikit.
Menurut calculasi bodoh tyang , kalau supermarket bisa jual satu
unit solar system yang 5 watt ( complit) seharga $ AUS 2.00,
berarti wholesalenya unit ini hanya sekitar Rp.10.000.
Kalau biaya produksi yang 50 watt bisa sekitar Rp.100.000 ,
mungkin yang 75-100 watt sekitar Rp. 150.000/unit.
Hanya perkiraan kasar yang mungkin perlu dipikir bersama.

Dengan membayangkan di gerbang masuk kerumah didesa ada lampunya,
yang panelnya bisa dipasang diatas tembok atau ditempel diatap
gerbang itu sendiri, tidak perlu switch,tidak ada cable melintang
karena begitu ada matahari ,lampu langsung automaticly mati sendiri.

Tapi pikir pikir , kasihan juga orang orang yang punya malam
( sorot Leaks ) , mau main dimana mereka nanti ? ha..ha...

segitu dulu ya....

--- In bali-bali@yahoogroups.com, Riko <rico.imade@...> wrote:
>
> Ide nya Bapak Agung menarik sekali, tapi sourcing solar panel di
bali
> mungkin lebih mahal. Tapi untuk tenaga angin, mungkin lebih murah,
dan bisa
> dibuat turbin dan generator nya sendiri di bali. Dari google
banyak banget
> instruksi untuk membuat turbin angin sendiri. Dan melihat
kemampuan bengkel2
> di Bali, saya ada harapan bisa di terapkan di bali. Mungkin
sementara untuk
> perumahan.
>
> berikut contohnya:
> http://www.windstuff.org/
> http://www.ubergizmo.com/15/archives/2005/07/diy_wind_turbin.html
> http://www.instructables.com/id/DIY-1000-watt-wind-turbine/?
download=pdf
> http://greenterrafirma.com/DIY_Wind_Turbine.html
>
>
>
> 2008/10/3 IGusti Agung <agungpindha@...>
>
> >
> > Hi all,
> >
> > sebagai akhli Asbun ( asal bunyi ), ikut sharing ah..
> > Kalau menurut saya , Windmill ( tenaga angin) masih terlalu
mahal,
> > cocok untuk daerah /negara yang setengah musimnya musim winter
> > seperti yang disebut rekan rekan.
> > Kalau di Bali or Indonesia ,yang ada mataharinya 12 bulan / tahun
> > saya kira tenaga matahari jauh lebih effective.
> > Disamping bisa dimulai dari skala kecil , diatap rumah masing
masing.
> >
> > Saya kurang paham bagaimana hubungan kerjasama PLN dengan
pelanggan
> > dalam masalah ini ,yang tyang tahu system di Australia begini:
> > Yang memasang solar energy system dirumah ( biaya sendiri) ,
setelah
> > sisa pemakaian , excess dari sisa energy kembali ke supplier,
untuk
> > dijual kepada supplier ( PLN).
> > Tergantung dari berapa excess energy tersisa dari rumah tangga
tsb,
> > setiap bulan rumah tangga tsb. akan menerima cheque dari
supplier.
> > Singkatnya , excees energy yang tersisa dijual ke PLN .
> >
> > Karena luasnya atap rumah masing masing, sampai banyak yang
memasang
> > extra untuk persediaan air panas saja komplit dengan water tank.
> > Untuk rekan yang punya uang malas ( uang yang diem aja ), bisa
> > memberi contoh ke yang lain , tanpa urusan ke birocrate.
> > Kalaupun PLN pelit ,tidak mau beli excess energy anda , mungkin
> > tetangga sebelah , mau dengan harga dibawah PLN.
> >
> > All in all saya kira solar energy lebih cocok di Bali , apalagi
nanti
> > setelah mass production mobil dengan solar energy.
> > Disamping, kalau solar panel lebih banyak peminatnya , bisa di
mass
> > production ,harganya akan menjadi lebih terjangkau , apalagi
kalau
> > bisa 'MADE IN BALI ', ya tokh..? ya nggak..?ya..kan?..ya..donk?
> > Jadi windmill nanti hanya untuk kantoran atau hotel besar , or
> > something like that...
> >
> > Usahakan pantai timur diselamatkan , apang ngelah tongos nunjuk
> > layangan , untuk narik tourism di segi 'international kite
festival
> > setiap tahun , apang ade anggen numbas daluman.
> > Pokonya jangan sampai menggangu pesisir pantai dengan windmill,
> > lebih bijaksana kalau daerah bukit dipergunakan , biar dekatan
> > anak anak kita yang di polyteknik kerja praktek,
> > biar diawasin sama saudara Sugi dengan cambuk ditangan.. ha..ha..
> >
> > Nah.. ketoang teh malu...
> >
> >
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com <bali-bali%40yahoogroups.com>,
Putu
> > Kesuma <putukesuma@> wrote:
> > >
> > > Setuju 100% agar kita bisa lebih mandiri. Jangan lupa persoalan
> > listrik ini bagian dari praktek the Global Empire, dimana John
> > Perkins penulis buku Confession of an Economic Hit Man. Indonesia
> > memang dirancang agar menderita dari investasi yang ditanam oleh
> > World Bank atau IMF atas nama pembangunan dan kesejahteraan
rakyat.
> > >
> > > Saatnya kita untuk lebih kreatif dalam mencari solusi dari
> > berbagai masalah. Dan di milis ini banyak sekali ide-ide kreatif.
> > Tapi kelihatannya berlum terkelola dengan baik. Saya lihat Sugi
> > benar-benar dedicated untuk mengelolanya, tapi Sugi gak mungkin
> > melakukannya sendiri.
> > >
> > > Karena banyaknya ide dan terus bermunculan sehingga yang satu
> > belum tertindaklanjuti sudah muncul yang lain, akhirnya satupun
gak
> > ada yang tertindaklanjuti.
> > >
> > > Kita memang lagi menghadapi banyak masalah, tapi kita harus
> > menentukan prioritas.
> > >
> > > Gimana dong....biar gak omong doang, kasihan kan
> > hik...hik...hik....
> > >
> > > pkesuma
> > >
> > >
> > >
> > > --- On Wed, 1/10/08, Sugi Lanús <sugilanus@> wrote:
> > >
> > > From: Sugi Lanús <sugilanus@>
> >
> > > Subject: [bali-bali] PLTA Bali//windmill project
> > > To: bali-bali@yahoogroups.com <bali-bali%40yahoogroups.com>
> > > Date: Wednesday, 1 October, 2008, 10:53 PM
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Semeton sami ngiring serius,
> > >
> > > Email pak IWW menyinggung rencana dikembangkannya PLTA
(A=Angin)
> > di pantai selatan Bali. Dan memang tidak ada kelanjutannya. Pak
> > IWW benar, daerah sepanjang baypass IB Mantra cukup
> > potensial, dan.. ini lebih baik daripada geotermal Bedugul.
> > >
> > >
> > > Ayo lewat milis ini kita dorong pengembangan PLTA ini.
> > >
> > > Sekedar perbandingan; kalau kita melawat dari Wina (Wien-
Austria)
> > ke Budapest (Hungaria), banyak sekali windmill (kincir angin)
untuk
> > listrik. Awalnya hanya di wilayah Austria, tapi sekarang mewabah
ke
> > wilayah Hungaria. Angin di sana tidak jauh-jauh beda dengan
> > tiupan angin di Nusa Penida, Jimbaran, Bypass IB Mantra. Kita
perlu
> > mempelajarinya lebih jauh, memang. Saya bisa hubungkan dengan
pihak
> > yang mengurus windmill di Hungaria, juga Austria. Informasi dari
> > kawan di Hungaria, Denmark yang paling jago dan pengalaman soal
> > windmill.. dan bisa saja kita kontak mereka kalau memang serius
> > mewujudkannya?
> > >
> > > Coba lihat Padang Galak: Layang-layang sebesar rumah bisa
naik! Di
> > Bali selatan umumnya angin sangat kencang, masak SANGHYANG BAYU
ini
> > hanya dipakai meplalian layangan saja? Memang lomba layang-layang
> > menarik, tapi kalau bisa setiap banjar digerakkan lomba membuat
> > kincir angin (dihias berbagai ukiran dan ornamen?) yang
> > menghasilkan energi, pasti Bali makin oke!
> > >
> > > Tambahan: Ada helikopter mendarat darurat di Denpasar gara-gara
> > balingnya kelilit tali layang-layang! Oleh pihak airport,
sebelumnya
> > sudah pula diberitahukan ke masyarakat agar layang-layang jgn
> > terlalu tinggi karena mengganggu penerbangan!
> > >
> > > Mari dorong masyarakat Bali (Mangku Pastika?) agar energi angin
> > SANGHYANG BAYU bukan hanya utk main layang-layang saja! Mari ajak
> > banjar lomba bikin windmill pembangkit listrik dari kekuatan
angin
> > yg menerbangkan layang-layang mereka.
> > >
> > > Dari tren kite festival ke "windmill festival"?? Orang Bali
ahli
> > meniru. Satu orang mulai mengukir telor dan laku dijual, sebulan
> > kemudian satu banjar jadi pengukir telur. Siapa ahli listrik yang
> > bisa membuat windmill pilot project? Yang penting ada dulu
> > planningnya, dana bisa kita cari bersama.
> > >
> > > Suksma,
> > > sl
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > New Email names for you!
> > > Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail
and
> > @rocketmail.
> > > Hurry before someone else does!
> > > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
> > >
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Riko
>
> Learn to Let Go, Adapt to Change
>

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: