-
Tiang juga bingung niki setelah membuka web bali Post,kok bisa diBali
yg adat istiadatnya begitu kuat dan tidak pernah mengakui perkawinan
sejenis kok bisa terjadi?sedang di Amerika saja pemerintahnya belum
menyetujui perkawinan sejenis sampai jadi bahan debat presiden tahun
ini tidak bisa di beli sama dollarnya,Koook apakah atau mungkinkah
ada uang pelicinnya kali,,kalau yg sejenis bisa kawin dan gimana yang
lain, dan ,apalagi masalah jarak tempat suci yang jadi masalah
kemarin itu saja belum tuntas temui jalan buntu karena duit masukan
malah muncul yang lebih tidak masuk akal di tata ajaran agama kita di
bali,aduh gimana ini para oknum PHDI dan Sulinggihnya Kok bisa
yah,,,,apakah semuanya bisa di beli dengat uang DoOOOlaaaaaaaaaR. dan
ini bisa membuka kesempatan bagi wisatawan yang mau kawin sejenis
yang dinegaranya dilarang,,wah pasti datang ke Bali yang adatnya
paling unik di jagat raya ini pasti pasti berduyun2 datang,wah tambah
dollar lagi,panen lagi bagi para oknum2 yang tidak bertanggung jawab.
Suksma,Nusa Penida
-- In
bali-bali@yahoogrou ps.com, "madesutjita" <madesutjita@ ...>
wrote:
>
> Sameton sareng sinamian. Tiyang sangat terkejut membaca berita di
>
http://www.balipost .co.id/, edisi October 16,2008. Veda tidak
> memperkenankan perkawinan sesama jenis. Kenapa begini PHDI kita
> sekarang? Apakah oknum PHDI dan sulinnggih ini corupt tergoda oleh
> Gulden (uang)? Tiyang sedih dan bingung. Mohon pendapat para
sameton
> sinamian.
> Suksema,
>
> MS
>
> Bali Post/rtr
> AGAMA HINDU-Perkawinan sesama jenis berlangsung di Desa Pupuan
Sawah,
> Tabanan, Rabu (15/10) kemarin. Pasangan ini adalah warga asing asal
> Belanda bernama Hendricus Johannes Deijkers dan Christianus
> Huijbregts.
>
> Perkawinan tersebut dilaksanakan sesuai tata cara hindu. Barangkali
> ini
> merupakan kali pertama di Bali dilaksanakan kawin sesama jenis.
Dalam
> prosesi pernikahan yang dihadiri puluihan warga, pemangku juga
> menuliskan simbol hurup di bagian lidah mereka dengan batang dupa
> yang
> ujungnya menyala.
>
> Pasangan yang kelihatan sangat bahagia ini juga menunjukkan
> sertifikat 'suddi wadani' yang dikeluarkan PHDI Kecamatan
Selemadeg,
> Tabanan.
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar