Senin, 13 Oktober 2008

Re: [bali-bali] Bali, Bangkitlah Pulau Dewata

 
Terima kasih kepada pengirim postingan ini serta linknya. Saya telah membacanya dan saya tidak menemukan apa esensi yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Penulisnya mengatakan jangan melakukan yadnya duniawi tapi yadnya spiritual, tapi sama sekali tidak menjelaskan apa yang dia maksudkan.
 
Selama ada perpisahan antara yang duniawi dan yang spiritual selama itu pula sesungguhnya kita belum memahami spiritual itu apa. Selama itu pula kita hanya akan berbuat baik pada waktu, tempat dan kepada mahluk tertentu saja. Saya tidak tahu apakah sloka " Isawasya idam sarwam" (Tuhan meresapi segalanya) yang dikutip penulis sudah dipahami dengan baik atau belum. Jika kita paham akan sloka ini maka tidak ada lagi pemisahan antara yadnya, apakah itu duniawi, rohani, spiritual, dll. Dalam bahasa ilmuwan Einstein, we are living in a unified field of energi(kita semua hidup dalam sebuah kolam energi), ada menyebut energi itu Allah, Brahman, Yehovah, Adi Budha, Tao, Satnaam, Tuhan.
 
Karena Tuhan meresapi segalanya atau hadir dimana-mana maka apapun yang kita lakukan, kepada siapun perbuatan itu dilakukan dan dimanapun perbuatan itu dilakukan semestinya merupakan wujud persembahan kita kepada Tuhan.

putu kesuma
SEVEN SOCIAL SIN (MK GANDHI) ~ Wealth without Work ~ Pleasure without Conscience ~ Knowledge without Character ~ Commerce without Morality ~ Science without Humanity ~ Politics without Principle ~ Worship without Sacrifice


--- On Mon, 13/10/08, Cah Gemblung <cah.gemblung@cyberdharma.net> wrote:
From: Cah Gemblung <cah.gemblung@cyberdharma.net>
Subject: [bali-bali] Bali, Bangkitlah Pulau Dewata
To: "Ajeg Bali" <ajegbali@yahoogroups.com>, "Bali Bali" <bali-bali@yahoogroups.com>, "Bali is my life" <BALIismyLife@yahoogroups.com>, "Hindu Indonesia" <hinduindonesia@yahoogroups.com>, "Hindu Trisakti" <trisaktihindu@yahoogroups.com>, "Indonesia Hindu" <Hindu_Indonesia@yahoogroups.com>, "Peradah DKI" <peradahdki@yahoogroups.com>
Date: Monday, 13 October, 2008, 1:16 PM

Selama ini, Bali memang secara sempit diartikan Banten. Ada lagi yang mengartikan Bali secara umum adalah kurban, yang berarti pemotongan hewan. Ini benar-benar arti yang dibelokkan. Arti sejati dari kata itu adalah "pajak yang harus dibayar". Umumnya kita membayar pajak kepada pemerintah, seperti pajak bumi, bangunan/rumah dan yang lainnya bukan?

Sama halnya, agar kecemasan, kegelapan, dan kesedihan yang kita alami dihilangkan, dan kedamaian diberikan kembali, kita harus membayar pajak tertentu kepada Pancha Maha Bhuta (lima unsur/elemen) , yang menopang kehidupan. Pajak yang dimaksudkan itulah yang disebut dengan Bhutabali, dalam bentuk Thyaga (pengorbanan) yang dibayar kepada Panca Maha Bhuta melalui Yajna. Inilah makna Bali dalam konteks tersebut. Bagaimanakah hali ni dapat.... selengkapnya klik di:

http://cyberdharma. net/v1/index. php?option= com_content&view=article&id=34:bali-bangkitl ah-pulau- dewata&catid=2:share- t-world


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: