Minggu, 05 Oktober 2008

[bali-bali] Re: RUU Pornografi Disahkan 14 Okt

Bli MS lan semeton ,

Tyang terpaksa pura pura marah , sebab semeton Bali sudah
mencoba keras dengan demonstrasi , besar , kecil dan sedang
dan tidak ada hasilnya.
Seperti yang tyang katakan , hanya kalau masih memengkung,
RUUP ini disahkan , maka hanya jalan extreme yang bisa kita ambil.
Bagi tyang pribadi , jalan yang paling extreme adalah pemisahan
dari NKRI ,tidak ada yang lebih extreme dari itu .
sebab akan banyak minta caru (darah).
Disamping mereka tidak akan mau kehilangan Bali ( siapa mau
kehilangan dompet?).
Seperti teropongan saya terdahulu , RUUP ini akan memengkung disahkan
(kalau crystal ball saya tidak rusak).

Jadi masalah waktu saja , dan mereka tidak akan merubah any ayat
or pasal dari RUUP ini , karena memang dibaliknya agama dan adat
arab.Kalau dirubah jadinya nyaplir dari tujuan mereka semula.
Kalau ada yang berani bertaruh sama saya dalam masalah ini ,
silahkan....mau ngasal, ngecok , nludo atau ngapit ,saya layani..
Mulailah memikirkan pembangkangan massal yang akan kita sepakati dan
jalani bersama .
EXTREME SITUATION NEEDS EXTREME MEASURE AND EXTREME ACTION ( kata
saya saja koq).

menike dumun nggih...


--- In bali-bali@yahoogroups.com, "madesutjita" <madesutjita@...>
wrote:
>
> Bapak Agung yang sedang marah, Bapak Sugi, miwah sameton sareng
sami.
> Hati boleh panas namun pikiran harus jernih. Usahakan mendapatkan
> draft RUUP yang telah direvisi? Kalau RUUP dipangkas dan ternyata
> cuma bertujuan untuk MENEGAKKAN HUKUM dengan menghukum criminal,
> seperti umpamanya pemerkosa, peleceh sexual, child pornography,
> polygamist dengan mengambil anak-anak dibawah umur 18 sebagai
isteri
> ke empat dstnya maka UUP ini mungkin ada manfaatnya. Tetapi kalau
> RUUP ini (draftnya Balkan Kaplale) masih mempunyai maksud
> tersembunyi untuk MENEGAKKAN AKIDAH AGAMA DAN KEBUDAYAAN TERTENTU,
> maka RUUP ini harus ditolak habis-habisan.
> Menurut tiyang yang awam hukum dan politik, strategi kita orang
Bali,
> Papua, Minahasa, NTT dan etnik lain yang menolak RUUP-Balkanisasi:
>
> 1. Demonstrasi besar-besaran menentang RUUP-Balkanisasi
>
> 2. Mendesak Pemda (Bali) membikin Perda berdasarkan filsafat Hindu
> Dharma/adat Bali yang bertolak belakang dengan fasal-fasal RUUP-
> Balkanisasi
>
> 3. Mengajukan Judicial Review ke mahkamah konstitusi
>
> 4. Mendesak Pemda, DPR-D (Bali) untuk memperjuangkan OTONOMI
KHUSUS
>
> Kalau langkah-langkah tersebut diatas gagal. Wah…. dengan sedih
> mungkin sudah saatnya Bali, Papua, Sulut dan propinsi lain penolak
> RUUP-Balkanisasi memikirkan talak 5, alias bercerai dari NKRI.
Bung
> Karno dan the founding father lainya dialam sana akan menangis.
Namun
> apa boleh buat……
>
> Suksema,
>
> Made Sutjita
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@>
> wrote:
> >
> >
> > Bli Sugi lan semeton sami,
> >
> > Seberapa accuracy dari info ini?
> > Harapan saya semoga ini hanya propaganda dari kelompok Nazi itu
> > sendiri.
> > On the other hand , kalau rencana ini dipaksakan oleh antek antek
> > Arab ini , sebaiknya pucuk pucuk Bali sudah mulai discussion
dengan
> > pihak pimpinan teratas di Bali dan pihak lain seperti Listibya ,
> PHDI
> > dan instansi yang lain , termasuk penglingsir penglingsir yang
lain
> > seperti , Bapak Alit Yudha , Bapak Cok Budi , Sang Suwisma dll,
> > termasuk juga mohon restu dari para sulinggih dan Nabe kita di
Bali.
> > Karena penolakan sudah tidak digubris oleh para Hitler Indonesia,
> > kita sudah harus sepakat dengan tindakan pembangkangan apa yang
akan
> > kita kita jalankan.
> >
> > Apakah kita akan menempuh jalan extreme , seperti pemogokan
> pelayanan
> > masyarakat non Bali ( tanpa KTP Bali) , atau pemogokan PNS dan
> > instansinya.
> > Yang saya tahu , kebanyakan SPBU dimiliki orang Bali ,mungkinkah
> > mereka tidak melayani pelanggan yang non Balinese ( no Bali KTP)?
> > Adalah hak setiap orang Bali , memilih dengan siapa mereka mau
> > berbusiness , adalah hak mereka untuk memilih siapa yang akan
> mereka
> > layani atau tidak , siapa yang akan diterima di Hotel atau di
> > Restorannya masing masing.
> > Adalah hak para sopir transport untuk memilih siapa yang
diijinkan
> > naik ke mobil atau taxinya sesuai dengan perintah pemiliknya.
> >
> > Singkatnya : "NO BALI KTP , NO SERVICE".
> >
> > Para antek Arab ini tahu sebelumnya kalau RUUP ini akan
memisahkan
> > negara dan rakyat NKRI , kita hanya mempercepat prosesnya saja.
> > Ini ujian pertama bagi pemimpin pmimpin Bali sekarang , siapa
yang
> > tega menghianati saudaranya sendiri dan leluhurnya serta
kebudayaan
> > yang diwariskan oleh leluhurnya , kita bisa lihat segera.
> > Kita akan lihat segera karakter para SANGUT , yang punya hobby
> > " mecik manggis ke pusat".
> > Semoga saudara saudara kita yang berkuasa di Bali sekarang tidak
> > menghianati kita sebagai rakyat kecil.
> > Sembah sujud dan doa kami tujukan kepada para pejuang dan
leluhur
> > sane sampun suci lan melinggih ring Pamerajan muwah Kawitan
swang
> > swang , semoga keturunan dan para pewarisnya tidak menghianati
> > beliau yang sudah merage sucining nirmala...
> >
> > Poma....Poma....Poma....
> >
> >
> >
> >
> > --- In bali-bali@yahoogroups.com, Sugi Lanús <sugilanus@> wrote:
> > >
> > > Sumber:
> > http://www.inilah.com/berita/politik/2008/09/22/51133/ngabalin-
ruu-
> > pornografi-disahkan-14-okt/
> > >
> > > 22/09/2008 16:29
> > > Ngabalin: RUU Pornografi Disahkan 14 Okt
> > > Djibril Muhammad
> > >
> > > Ali Mochtar Ngabalin
> > > (inilah.com/Abdul Rauf)
> > > INILAH.COM, Jakarta - Tarik ulur soal pengesahan RUU
Pornografi
> > tampaknya akan segera usai. Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar
> > Ngabalin menyebutkan jika RUU tersebut akan disahkan pada 14
> Oktober
> > mendatang.
> > >
> > >
> > > "14 Oktober sudah bisa final. Sekarang tinggal menunggu RUU
itu
> > ditandatangani naskahnya untuk kemudian dibawa ke Bamus lalu
> > diparipurnakan untuk disahkan," tutur Ngabalin di Jakarta, Senin
> > (22/9).
> > >
> > >
> > > Ali meminta, daerah-daerah seperti Bali dan Papua yang menolak
> > keras pemberlakuan UU ini tidak perlu khawatir jika pasal-pasal
> yang
> > ada di dalammnya dapat mengganjal adat istiadat setempat
> > >
> > >
> > > "Dalam pasal 14 ayat 1 dan 2 menyatakan penyebaran pornografi
> > untuk daerah yang ritual berbeda diberikan ruang untuk
> keberagaman,"
> > ujarnya.
> > >
> > >
> > > Pria yang gemar mengenakan peci bersorban ini menolak jika RUU
> > pornogafi bersifat diskriminatif. "Itu pernyataan politis dan
> > menyesatkan. UU ini tidak diambil berdasarkan satu sumber agama.
> > seluruh pembahasan dilakukan secara musyawarah dan tidak voting.
> > Kalau voting kita bisa meyakinkan FPDS dan FPDIP," tandas
anggota
> > DPR asal FBPD itu.[L6]
> > >
> > > Tags : :RUU Pornografi
> > >
> > >
> > > BERITA TERKAIT
> > > a.. Bahas RUU Pornografi, Ajak Masyarakat
> > > b.. Rieke Ogah Komentari RUU Pornografi
> > > c.. Rahma Azhari Cuek dengan RUU Pornografi
> > > d.. RUU Pornografi Kriminalisasi Wanita
> > > e.. RUU Pornografi Sarat Kontroversi
> > > f.. Pornografi Dimana-mana
> > > g.. Monas Porno Lho
> > > h.. Batasan Seksual RUU Pornografi Longgar
> > > i.. Rahma Azhari Cuek dengan RUU Pornografi
> > > load in : 0.008237839 "
> > > .
> > >
> >
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: