Adeng malu bli GP, men Bli di Oz sih gak masalah, tapi bli juga
harus pikirin mereka (beberapa warga bali) yang kerja dan sekolah
diluar bali, apa bli rela mereka diperlakukan sama ? ( kenken bli
beni ?).
Kalau saya, liat aja dulu, berapa banyak peraturan pemerintah yang
sudah dibuat hanya sekedar untuk mengejar target pengesahan doang
(otomatis target pencairan dana ke kantong mereka sepertinya..), dan
berapa banyak pula peraturan yang akhirnya digeletakin begitu
saja....
Bali gak sendiri..dalam lingkungan mereka pun masih terpecah..lihat
saja dulu...jangan buang energi dari awal...
LL
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "IGusti Agung" <agungpindha@...>
wrote:
>
>
> Bli Sugi lan semeton sami,
>
> Seberapa accuracy dari info ini?
> Harapan saya semoga ini hanya propaganda dari kelompok Nazi itu
> sendiri.
> On the other hand , kalau rencana ini dipaksakan oleh antek antek
> Arab ini , sebaiknya pucuk pucuk Bali sudah mulai discussion dengan
> pihak pimpinan teratas di Bali dan pihak lain seperti Listibya ,
PHDI
> dan instansi yang lain , termasuk penglingsir penglingsir yang lain
> seperti , Bapak Alit Yudha , Bapak Cok Budi , Sang Suwisma dll,
> termasuk juga mohon restu dari para sulinggih dan Nabe kita di
Bali.
> Karena penolakan sudah tidak digubris oleh para Hitler Indonesia,
> kita sudah harus sepakat dengan tindakan pembangkangan apa yang
akan
> kita kita jalankan.
>
> Apakah kita akan menempuh jalan extreme , seperti pemogokan
pelayanan
> masyarakat non Bali ( tanpa KTP Bali) , atau pemogokan PNS dan
> instansinya.
> Yang saya tahu , kebanyakan SPBU dimiliki orang Bali ,mungkinkah
> mereka tidak melayani pelanggan yang non Balinese ( no Bali KTP)?
> Adalah hak setiap orang Bali , memilih dengan siapa mereka mau
> berbusiness , adalah hak mereka untuk memilih siapa yang akan
mereka
> layani atau tidak , siapa yang akan diterima di Hotel atau di
> Restorannya masing masing.
> Adalah hak para sopir transport untuk memilih siapa yang diijinkan
> naik ke mobil atau taxinya sesuai dengan perintah pemiliknya.
>
> Singkatnya : "NO BALI KTP , NO SERVICE".
>
> Para antek Arab ini tahu sebelumnya kalau RUUP ini akan memisahkan
> negara dan rakyat NKRI , kita hanya mempercepat prosesnya saja.
> Ini ujian pertama bagi pemimpin pmimpin Bali sekarang , siapa yang
> tega menghianati saudaranya sendiri dan leluhurnya serta kebudayaan
> yang diwariskan oleh leluhurnya , kita bisa lihat segera.
> Kita akan lihat segera karakter para SANGUT , yang punya hobby
> " mecik manggis ke pusat".
> Semoga saudara saudara kita yang berkuasa di Bali sekarang tidak
> menghianati kita sebagai rakyat kecil.
> Sembah sujud dan doa kami tujukan kepada para pejuang dan leluhur
> sane sampun suci lan melinggih ring Pamerajan muwah Kawitan swang
> swang , semoga keturunan dan para pewarisnya tidak menghianati
> beliau yang sudah merage sucining nirmala...
>
> Poma....Poma....Poma....
>
>
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, Sugi Lanús <sugilanus@> wrote:
> >
> > Sumber:
> http://www.inilah.com/berita/politik/2008/09/22/51133/ngabalin-ruu-
> pornografi-disahkan-14-okt/
> >
> > 22/09/2008 16:29
> > Ngabalin: RUU Pornografi Disahkan 14 Okt
> > Djibril Muhammad
> >
> > Ali Mochtar Ngabalin
> > (inilah.com/Abdul Rauf)
> > INILAH.COM, Jakarta - Tarik ulur soal pengesahan RUU Pornografi
> tampaknya akan segera usai. Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar
> Ngabalin menyebutkan jika RUU tersebut akan disahkan pada 14
Oktober
> mendatang.
> >
> >
> > "14 Oktober sudah bisa final. Sekarang tinggal menunggu RUU itu
> ditandatangani naskahnya untuk kemudian dibawa ke Bamus lalu
> diparipurnakan untuk disahkan," tutur Ngabalin di Jakarta, Senin
> (22/9).
> >
> >
> > Ali meminta, daerah-daerah seperti Bali dan Papua yang menolak
> keras pemberlakuan UU ini tidak perlu khawatir jika pasal-pasal
yang
> ada di dalammnya dapat mengganjal adat istiadat setempat
> >
> >
> > "Dalam pasal 14 ayat 1 dan 2 menyatakan penyebaran pornografi
> untuk daerah yang ritual berbeda diberikan ruang untuk
keberagaman,"
> ujarnya.
> >
> >
> > Pria yang gemar mengenakan peci bersorban ini menolak jika RUU
> pornogafi bersifat diskriminatif. "Itu pernyataan politis dan
> menyesatkan. UU ini tidak diambil berdasarkan satu sumber agama.
> seluruh pembahasan dilakukan secara musyawarah dan tidak voting.
> Kalau voting kita bisa meyakinkan FPDS dan FPDIP," tandas anggota
> DPR asal FBPD itu.[L6]
> >
> > Tags : :RUU Pornografi
> >
> >
> > BERITA TERKAIT
> > a.. Bahas RUU Pornografi, Ajak Masyarakat
> > b.. Rieke Ogah Komentari RUU Pornografi
> > c.. Rahma Azhari Cuek dengan RUU Pornografi
> > d.. RUU Pornografi Kriminalisasi Wanita
> > e.. RUU Pornografi Sarat Kontroversi
> > f.. Pornografi Dimana-mana
> > g.. Monas Porno Lho
> > h.. Batasan Seksual RUU Pornografi Longgar
> > i.. Rahma Azhari Cuek dengan RUU Pornografi
> > load in : 0.008237839 "
> > .
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar