telah dayan tyange... gak dik neh...
saking halus pepasangan paumpan Bli Sugine , bakat cegut tyang..
tyang pamit dumun nggih , gelisang sabeh niki...
--- In bali-bali@yahoogroups.com, Sugi Lanús <sugilanus@...> wrote:
>
> Haha.. ternyata bli Gung Aji niki terpancing keluar kebijakannya
kalau ngrawosang Atma, padahal email-email sebelumnya madaing
sesirep, aji begig lan aji ngulgul.. Jeg medal filsatat Atmane..
titiang dadi inget ring Kakawin Siwalatri, "nyen atutur ikang Atma
ri jatinya...", kirang langkung suksmane: "Kalau Atma kita bertutur
tentang sesujatiannya, maka kita satu, engkau-aku". Sesampun tengked
driki wau sang meraga maurip wiakti tatas antuk suksman/artin Tat
Twan Asi.
>
> Semeton tiyang Weda masih ngrawosang atma manten. Jog uyang
ngrereh dewek, ingsat deweke ring tengahing ati :-)
>
> Suksma bli Gung,
> sl
>
>
> ----- Original Message -----
> From: IGusti Agung
> To: bali-bali@yahoogroups.com
> Sent: Monday, October 06, 2008 2:36 PM
> Subject: [bali-bali] Re: Batas Eksekusi Amrozi Cs Akhir 2008
>
>
>
> semeton sami,
>
> yaning dados tityang nunas ring ajeng semeton sami.
> janganlah kita sampai berpikir atau berbuat begitu.
> lebih baik marah dan jengkel atau bunuh mereka dengan jalan
apapun.
> karena itu masih berupa actvitas badan jasmani , tapi kalau kita
> sudah dealing dengan badan rohani , itu tidak betul.
> terlepas dari agama yang berbeda tapi kalau kita rasakan , atman
> itu selalu satu , hanya beberapa orang yang tidak mengerti
masalah
> ini , karena filsafat agamanya yang ilusi.
> Tyang mohon jangan sekali mengotori atman anda ( sebab atman
saya
> juga ada disitu) dengan jalan yang tidak bijaksana.
> Bila kita sudah berpikiran seperti itu, berarti kita sudah
terjerumus
> ke hal yang berlawanan dengan principle Bhina Ika Tunggal Ika.
> maaf , saya bukan ngajari , hanya melihat dari sudut lain
>
> sinampura.
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, Sugi Lanús <sugilanus@> wrote:
> >
> > Teman-teman yg mikirin hari matinya Amrozi dkk,
> >
> > Buat saya Amrozi dkk sudah mati. Upacara Pangaripurbaya yang
> diadakan di Kuta pasca bom itu sudah nyapuh gumi Bali secara
> spiritual, dan pelaku yg menyebabkan cuntakan juga sudah
disapuh.
> Artinya, sekalipun Amrozi dkk masih bernafas, dia mati dlm
> perspektif esensi pangaripurbaya.
> >
> > Semeton sane kari gedeg teken i Amrozi dkk, yening kirang
> ngarsayang unteng Pangaripurbaya punika, ngiring prateka Amrozi
dkk,
> ayabang ipun idup-idup ring Pura Prajapati.
> >
> > Nawegang,
> > sl
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Karma, I Nengah [Kar]
> > To: K_M_H_D_I@yahoogroups.com ; Klungkung@yahoogroups.com ;
> balinet@yahoogroups.com ; baliblogger@yahoogroups.com ; bali-
> bali@yahoogroups.com ; peradahdki@yahoogroups.com ;
> suarautara@yahoogroups.com ; ajeghindu@ ; jodoh-hindu@
> > Sent: Monday, October 06, 2008 12:13 PM
> > Subject: [bali-bali] Batas Eksekusi Amrozi Cs Akhir 2008
> >
> >
> >
> > Hukum di indonesia kok tidak karoan
> >
> >
> > http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=11178
> >
> > Sabtu, 04 Okt 2008,
> >
> >
> >
> > Batas Eksekusi Amrozi Cs Akhir 2008
> >
> >
> > Kejagung Kembali Obral Janji
> > JAKARTA - Kejaksaan Agung kembali mengumbar janji tentang
> pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus bom
Bali,
> Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron. Meski seluruh berkas
> persyaratan eksekusi dinyatakan lengkap, Kejagung hanya berani
> memberikan ancar-ancar bahwa selambat-lambatnya akhir tahun ini
> eksekusi dilaksanakan.
> >
> > "Hingga sekarang, belum ada kepastian kapan tepatnya eksekusi.
> Tapi, batas toleransinya adalah akhir tahun ini," ujar Juru
Bicara
> Kejaksaan Agung Jasman Panjaitan di Jakarta kemarin. Artinya,
lanjut
> dia, sisa waktu bagi Amrozi cs sebelum dihadapkan kepada regu
tembak
> adalah tiga bulan lagi.
> >
> > Pelaksanaan eksekusi, tegas Jusman, masih menunggu hasil uji
> materiil undang-undang yang diajukan Amrozi cs. Melalui kuasa
> hukumnya, mereka mengajukan permohonan hak uji materi terhadap
tata
> cara pelaksanaan hukuman mati yang diatur dalam Undang-Undang
Nomor
> 569 Tahun 1964. Mereka meminta pembatalan UU itu. Alasannya,
> pelaksanaan hukuman mati dengan cara ditembak dinilai sebagai
bentuk
> penyiksaan. "Untuk itulah, kami akan menunggu putusan uji materi
> hingga akhir tahun," kata Jasman.
> >
> > Dia menjelaskan, pihaknya menunggu putusan hak uji materiil
> hanya untuk berhati-hati agar nanti tidak menimbulkan polemik.
Jika
> itu tidak segera diputuskan, kata dia, pelaksanaan hukuman mati
> tetap dilaksanakan pada tahun ini. "Kami memutuskan menunggu
hanya
> karena etika hukum. Sebab, sebenarnya proses uji materiil tak
bisa
> mencampuri jadwal eksekusi," jabarnya.
> >
> > Seperti diberitakan, Jaksa Agung Hendarman Supandji sebelumnya
> mengatakan bahwa ekesekusi Amrozi dan kawan-kawan akan
dilaksanakan
> sebelum Ramadan, atau September. Dia menyatakan, eksekusi
terhadap
> pengebom yang menewaskan 202 orang dan mencederai 209 orang
lainnya
> enam tahun lalu itu bergantung kepada proses pengajuan dari
> Pengadilan Negeri dan Kejari Denpasar. Namun, keputusan itu
kemudian
> diralat menjadi pasca Lebaran karena menghormati bulan suci
Ramadan.
> >
> > Menurut Jusman, rencana tersebut tertunda karena surat
keputusan
> penolakan peninjauan kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) baru
> diterima Kejaksaan Agung pada hari keempat puasa. Namun, hal itu
> juga sekaligus membuka peluang bagi pelaku pengeboman pada 12
> Oktober 2002 di Jalan Legian, Kuta, tersebut untuk dieksekusi
dengan
> cara selain ditembak.
> >
> > Dalam sidang lanjutan uji materiil UU No 2/PNPS/1964 tentang
> tata cara pelaksanaan hukuman mati di Indonesia yang digelar MK
dua
> pekan lalu, sejumlah saksi mengatakan bahwa eksekusi tembak
> mengandung unsur penyiksaan. Mayoritas dari mereka menilai,
hukuman
> mati menimbulkan sakit yang luar biasa sehingga terindikasi
> melanggar HAM. Untuk menghindari hukuman mati dengan cara
ditembak,
> bisa dilakukan dengan cara lain. Misalnya, digantung, dipancung,
> atau dibius dengan terlebih dahulu ditidurkan.
> >
> > .
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar